Talita tak menyangka jika suaminya berselingkuh dengan adiknya. Bahkan untuk menutupi perselingkuhan mereka tega membunuhnya.
Sebuah keajaiban membawa Talita hidup kembali ke tahun dimana ia masih belum mengenal Rehan suaminya.
Menyadari dirinya hidup kembali ia bertekad untuk membalas dendam kepada adiknya dengan merebut kekasihnya dan membiarkan ia menikahi suaminya.
Akankah dendam Talita akan berhasil???
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Its Zahra CHAN Gacha, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 17. Demi kamu apapun ku lakukan
Rehan membeli sebuah brownies coklat kemudian membawanya ke kantor Talita.
Talita terkesiap saat melihat kedatangan Rey di kantornya dan mempersilakannya masuk.
"Bagaimana kau tahu aku bekerja di sini?" tanya Talita
"Dari Rosa, aku hanya ingin memberikan selamat karena kau sudah mendapatkan pekerjaan yang sesuai dengan keinginan kamu," ucap Rehan kemudian memberikan kue yang dibawanya padanya.
"Maaf aku gak sempat membeli hadiah buat kamu, jadi hanya ini yang bisa aku berikan padamu," ucap Rehan
"Kenapa repot-repot bawa hadiah kamu datang dan ucapin selamat aia aku udah seneng kok, btw thanks ya kuenya,"
"Sama-sama,"
"Kalau gitu kamu tunggu di sini dulu ya, aku mau ambil minum buat kamu," ucap Talita kemudian meninggalkannya
Talita kemudian meminta Rehan untuk tetap di ruangannya dan ia pergi untuk mengambilkan minum untuknya.
Saat ia menuju ke pantry, Talita melihat Rosa mengendap-endap memasuki ruang kerjanya.
"Good kak Rey, terus buat dia terpukau sama kamu. Aku lihat Kak Talita sudah mulai ngerespon kamu jadi lebih semangat lagi Ok!" seru Rosa
"Iya Ros,"
"Wait, kenapa Kaka keringet gini, apa kaka grogi," ucap Rosa kemudian mengusap keringat Rehan
"Thanks Ros," ucap Rehan menatapnya lekat
Menatap wajah cantik Rosa dari dekat membuat jantung Rehan berdegup kencang. Pemuda itu tak mampu menutupi kegugupannya.
Begitupun dengan Rosa, gadis itu baru menyadari jika Rehan benar-benar begitu tampan jika dilihat dari dekat.
"Yaudah kalau gitu, Semangat kak Rehan!" seru Rosa kemudian meninggalkan
Hmm... jadi kau masih gigih untuk menyatukan gue dengan Rehan agar lo bisa mendapatkan Gala. Ok mari kita lihat siapa yang akan menang dalam episode kali ini. Siapa yang akan di buat klepek-klepek oleh Rehan dan siapa yang akan menangis karena patah hati untuk kedua kalinya.
Talita terus mengikuti kemana Rosa pergi.
"Rupanya kau bersembunyi di sana untuk mengawasi semua gerak-gerik ku,"
Saat Talita memasuki ruangannya ia melihat wajah Rehan yang bersemu merah sambil sesekali menoleh kearah Rosa.
Jadi kau sudah dari dulu menyukainya, lalu Kenapa kau malah menikahi aku bukan malah mendekati Rosa. Apa kau sengaja mendekati aku untuk mendapatkan harta warisan ku dan kemudian meninggalkan aku ??. Dasar Iblis, aku tidak akan membiarkan rencana kalian berhasil, justru kali ini aku akan memberikan pelajaran yang tidak akan kalian seumur hidupmu.
Talita tersenyum kearah Rehan dan segera duduk di sampingnya.
"Sorry ya Rey kalau lama nunggu," ucap Talita kemudian memberikan sebotol air mineral dingin kepadanya.
Ia kemudian membuka kue brownies yang dibawa oleh Rehan dan memotongnya .
"Karena sekarang jam makan siang, gimana kalau kita makan saja kuenya berdua?"
"Ok," jawab Rehan
Talita sengaja menyuapi Rehan untuk memancing reaksi Rosa.
"Enak gak kuenya?" tanya Talita
"Enak kok, sekarang gantian ya," ucap Rehan kemudian menyuapi Talita
Saat melihat gadis itu makan belepotan membuat Rehan langsung membersihkan bibir gadis itu menggunakan sapu tangannya.
"Thanks Rey," ucap Talita tersipu-sipu
Rosa yang mulai mengagumi Rehan sedikit kesal saat melihat kemesraan mereka berdua.
Talita yang bisa membaca raut wajah cemburu dalam diri Rosa sengaja bersikap manja dan menempel kepada Rehan. Ia bahkan meminta Rehan untuk melukisnya.
Ia bahkan memberikan perhatian lebih padanya dan seketika menjadi gadis yang manja sehingga membuat Rosa makin kesal dibuatnya.
"Kenapa dia tiba-tiba menyebalkan gitu, apa dia memang tipe wanita menggoda, dasar jal*ng!"
"Kenapa kau marah, bukankah kau harusnya senang melihat Rey berhasil mendekati Talita?" tanya Ivana membuat Rosa terkesiap melihat kemunculannya tiba-tiba
"Aku gak marah kok, aku cuma jijik saja sama dia, kenapa ia begitu mudah tergoda oleh pria," jawab Rosa berdalih
"Kalau kau tak bisa terbakar maka jangan bermain api. Lagipula laki-laki seperti dia tidak pantas untukmu. Kau bisa mendapatkan yang jauh lebih dari dia. Ingat Rosa... kau tidak boleh mengulangi kesalahan yang sama dengan aku. Jangan pernah terbuai oleh cinta semu yang hanya akan menghancurkan hidupmu,"
"Baik Mah,"
"Panggil Aku Ibu Ivana, jangan pernah ada yang tahu jika kau adalah putri ku. Apa kau mengerti?"
"Mengerti Ibu Ivana,"
Jadi wanita itu yang sudah meracuni otak Rosa,
Talita kemudian menghubungi Gala tanpa sepengetahuan Rehan.
"Aku ingin tahu apa kau benar-benar datang seperti ucapan mu itu,"
Rehan kemudian menghampiri Talita dan memberikan lukisannya kepadanya.
"Wah bagus banget, thanks ya Rey aku suka banget," ucap Talita kemudian memeluknya erat
"Sama-sama Ta," jawab Rehan berusaha melepaskan pelukannya
Diwaktu yang bersamaan, meskipun Gala sedang melakukan pertemuan dengan kliennya, ia terpaksa menunda pembicaraannya saat menerima pesan dari Talita.
"Yang bener saja, masa dia mau aku tiba di Aditama group dalam waktu sepuluh menit, memangnya aku ini alien yang bisa melakukan teleportasi apa, haish!" Gala segera mengambil mobil sportnya dan melesat menuju gedung Aditama Group.
******
Ruangan kerja Talita.
"Sorry Rey, kalau sudah buat kamu gak nyaman," ucap Talita langsung melepaskan pelukannya
"Bukan begitu aku hanya gak enak aja jika ada yang melihat kita, apalagi kau ini kan sudah bertunangan,"
Haish dasar brengsek, sekarang kau berlaga sebagai cowok sok suci, padahal aku tahu kalau kamu seorang bajing*n. Kau bahkan tega membunuh istrimu sendiri hanya untuk membela selingkuhan mu,
Talita kemudian merapikan mejanya saat Rehan berpamitan akan pulang.
Saat ia hendak memindahkan kue dari mejanya tiba-tiba ia tersandung hingga ia hampir terjatuh beruntung Rehan langsung menarik pinggang gadis itu hingga ia tak jatuh ke lantai.
"Apa kamu baik-baik saja?" tanya Rehan
Melihat Gala berjalan menuju ke ruangannya membuat Talita berpura-pura sesak nafas.
Melihat Talita kesulitan bernafas dan terus memegangi dadanya membuat Rehan langsung membaringkan gadis itu ke atas sofa dan melakukan tindakan RJP ( Resusitasi Jantung Paru-paru , sebuah tindakan yang dilakukan saat melihat orang tiba-tiba sesak nafas atau terkena serangan jantung)
"Apa dadamu masih sesak?" tanya Rehan
Talita terus memukul-mukul dadanya kemudian pingsan.
Melihat Talita pingsan membuat Rehan mengira jika gadis itu kehabisan oksigen hingga ia segera Lang melakukan nafas buatan.
Gala yang melihat Rehan berusaha mencium tunangan langsung mengepalkan tangannya.
"Apa yang kau lakukan terhadap tunanganku anj*ng!" seru Gala segera menarik kepala Rehan dan menghajarnya.
*Buugghh!!
Rehan berusaha menjelaskan apa yang terjadi untuk meluruskan kesalahpahaman Gala, namun pemuda itu tak memberinya kesempatan untuk bicara membuat Rehan babak belur di hajarnya.
Melihat Rehan terus menjadi bulan-bulanan Gala, memaksa Rosa keluar dari persembunyiannya dan mencoba menolong Rehan.
Sekarang kau sudah merasakan bagaimana rasanya mengambil sesuatu yang bukan milikmu Rey, sakit yang kau alami sekarang belum seberapa dibandingkan apa yang aku rasakan dulu,
Epilog
Pesan dari Talita
"Jika kau memang benar-benar mencintai aku maka cepat temui aku di ruang kerjaku, aku hanya memberimu waktu 10 menit saja, karena kalau lebih dari itu berarti kau tidak benar-benar mencintai aku!"
"Aish, yang bener saja, masa dia mau aku tiba di Aditama group dalam waktu sepuluh menit, memangnya aku ini alien yang bisa melakukan teleportasi apa, haish!" Gala segera mengambil mobil sportnya dan melesat menuju gedung Aditama Group.
Karena Gala melajukan mobilnya dengan begitu cepat, membuat beberapa orang polisi mengikutinya.
Karena polisi yang mencoba menangkapnya membuat pemuda itu semakin kencang melajukan kendaraannya agar bisa lolos dari kejaran polisi.
Setibanya di gedung Aditama group, ia segera menengok jam tangannya.
"9 menit 2 detik, yes aku datang tepat waktu!" serunya begitu bahagia