NovelToon NovelToon
I Copy Your Job

I Copy Your Job

Status: tamat
Genre:Time Travel / Harem / Penyeberangan Dunia Lain / Budidaya dan Peningkatan / Transmigrasi / Fantasi / Tamat
Popularitas:352.6k
Nilai: 4.5
Nama Author: Aro McCoy

Arthur di panggil ke dunia misterius bersama teman-teman sekelasnya.

Di dunia misterius Job adalah segalanya.

Dan Arthur memiliki Skill yang dapat mencopy semua Job milik teman-teman sekelasnya.

Ikuti petualangan Arthur dan teman-teman sekelasnya di dunia misterius

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Aro McCoy, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

17. Latihan

Keesokan harinya Arthur berada di sebuah lapangan. "Hari ini kita akan melakukan pelatihan sebelum berburu." Kata Pria berusia 40an yang memakai armor besi.

"Berburu." Semua teman sekelas Arthur terkejut.

"Bagi yang memiliki job Hero dan Swordsman berdiri di sisi kanan, bagi yang memiliki Job Mage dan Healer berdiri di sisi kiri." Arthur kemudian berdiri sisi kanan.

"Kalian yang memiliki Job Hero dan Swordsman akan berlatih di bawah bimbinganku. Sementara kalian yang memiliki Job Mage dan Healer akan berlatih di bawah bimbingan putri Rapunzel." Kata pria berusia 40an melihat Rapunzel.

"Kalian semua berlarilah memutari lapangan 1x." Pria berusia 40an melihat Arthur dan yang lain.

"Baik." Arthur dan semua teman sekelasnya mulai berlari memutari lapangan.

"Karena kalian memiliki job Mage dan Healer. Kalian tidak perlu mempelajari sihir dari awal." Kata Rapunzel melihat Erika, Melody dan yang lain.

"Untuk Mage yang memiliki skill sihir air. Kalian hanya perlu mengatakan Water Ball kemudian bola air akan muncul." Kata Rapunzel.

"Water Ball." Kata Melody kemudian bola air muncul di udara. "Ahhh." Melody terkejut melihat bola air sebesar bola basket yang muncul di depannya.

"Kami sudah selesai berlari." Kata Steven melihat pria berusia sekitar 40an.

"Karena kalian semua memiliki Skill Tehnik Pedang. Kalian tidak perlu lagi berlatih dasar tehnik berpedang." Kata Pria berusia 40an.

"Hari ini kalian akan bertarung 1 vs 1 melawanku." Kata pria berusia 40an melihat Arthur dan yang lain.

"Siapa di antara kalian yang ingin bertarung lebih dulu." Pria berusia 40an melihat Arthur dan yang lain.

"Aku yang akan bertarung lebih dulu." Kata Steven. Pria berusia 40an kemudian memberikan pedang kayu kepada Steven.

"Serang aku dengan kemampuan terbaikmu." Kata pria berusia 40an melihat Steven.

"Baik." Steven mengangguk dan menyerang pria. "Wuuush." "Wuuush." Pria berusia 40an menghindari serangan Steven dengan mudah.

"Arthur melihat pria berusia 40an dan bergumam. "Aktifkan skill Observasi. Munculkan status pria." Layar status kemudian muncul di depan Arthur.

Nama : Romeo

Usia : 41 tahun

Level : 210

Job : Swordsman

Ras : Manusia

Strength : 260

Agility : 260

Vitality : 260

Stamina : 260

Magic : 10

Skill : Tehnik Pedang (S)

"Levelnyanya 210 dan Tehnik Pedangnya level S." Arthur terkejut saat melihat status Romeo.

"Akan sia-sia jika aku tidak menyalin jobnya." Gumam Arthur melihat Romeo.

"Aktifkan skill Copy salin Job Swordsman Romeo." Kata Arthur melihat Romeo.

"Anda menyalin job Swordsman."

"Anda mendapatkan tehnik pedang (S)."

"Bagus. Skill Tehnik Pedangku level S." Arthur tersenyum melihat notifikasi yang muncul di depannya.

"Cukup. Sekarang giliranmu." Romeo melihat Arthur. Arthur mengambil pedang kayu dan berjalan ke arah Romeo.

"Serang aku dengan kemampuan terbaikmu." Kata Romeo melihat Arthur.

"Baiklah, jika itu keinginanmu." Kata Arthur kemudian menyerang Romeo.

"Wuuush." Romeo menghindari serangan Arthur. "Jika level kita sama. Aku pasti akan terkena serangannya." Gumam Romeo melihat Arthur.

"Cukup. Kamu bisa berhenti." Kata Romeo melihat Arthur. Arthur kemudian berhenti menyerang Romeo.

"Sekarang giliranmu." Romeo melihat pemuda gemuk berkacamata yang tidak lain Deni.

"Baik." Deni mengangguk.

Sore Hari. Saat ini Arthur telah selesai latihan dan berada di kamarnya. "Tok." "Tok." Arthur mendengar suara ketukan pintu. Arthur membuka pintu dan melihat Erika berdiri di luar pintu.

"Arthur apa kamu mau menemani ibu berbelanja." Kata Erika melihat Arthur.

"Baik, aku juga ingin berbelanja." Kata Arthur melihat Erika. Setelah selesai latihan Rapunzel dan Romeo memberikan masing-masing 1 coin emas kepada dirinya dan teman-temannya.

Arthur dan Erika kemudian keluar dari istana. "Kota ini seperti abad pertengahan." Kata Erika melihat semua bangunan dan rumah. Tidak lama kemudian Arthur dan Erika masuk ke dalam toko pakaian.

"Selamat datang ada yang bisa saya bantu." Kata penjaga toko pakaian melihat Arthur dan Erika.

"Kita berdua ingin melihat-lihat pakaian." Balas Erika.

"Arthur apa pakaian ini cocok denganku." Erika menunjukan sebuah pakaian kepada Arthur.

"Bu Erika memiliki wajah cantik. Tidak ada pakaian yang tidak cocok saat di kenakan bu Erika." Kata Arthur melihat Erika.

"Aku tidak menyangka kamu pandai merayu." Kata Erika dengan wajah merah.

"Berapa harga pakaian ini." Erika bertanya kepada pelayan toko.

"Harga pakaian itu adalah 2 coin emas." Jawab penjaga toko.

"Aahhh. Aku hanya memiliki 1 coin emas." Kata Erika.

"Pakai saja uangku bu." Arthur memberikan 1 coin emas kepada Erika.

"Tapi." Kata Erika melihat Arthur.

"Kamu bisa mengembalikan besok. Jika putri Rapunzel memberimu uang." Kata Arthur melihat Erika.

"Baiklah, aku akan mengambalikan uangmu besok." Erika mengangguk.

"Aku membeli pakaian ini." Erika memberikan 2 coin emas kepada penjaga toko.

Tidak lama kemudian Arthur dan Erika keluar dari toko pakaian. "Arthur, Bu Erika." Arthur melihat Deni yang berjalan ke arahnya.

"Bu Erika mengapa kamu bersama Arthur. Jangan bilang kalian berdua berkencan." Kata Deni melihat Arthur dan Erika.

"Deni ibu tidak berkencan dengan Arthur." Balas Erika dengan wajah merah.

"Deni kamu ingin pergi kemana." Kata Arthur melihat Deni.

"Aku ingin makan di restoran. Apa kamu ingin ikut." Balas Deni.

"Sayang sekali, aku sudah menghabiskan uangku." Arthur menggeleng.

"Tidak perlu khawatir. Aku akan mentraktirmu." Deni tersenyum.

"Apa kamu juga bisa mentraktir bu Erika." Kata Arthur melihat Deni. "Aahhh." Erika terkejut saat mendengar kata Arthur.

"Jika 1 coin emas cukup untuk makan 3 orang. Tidak masalah jika aku mentraktir bu Erika." Kata Deni.

"Tidak perlu khawatir. Aku akan pesan makanan termurah." Arthur tersenyum.

"Baiklah, jika begitu ayo kita pergi ke restoran." Deni tersenyum.

Tidak lama kemudian Arthur, Erika dan Deni berada di restoran. "Selamat datang, apa yang ingin tuan dan nona pesan." Pelayan restoran tersenyum kepada Arthur, Erika dan Deni.

"Apa makanan termurah di sini." Arthur bertanya kepada pelayan restoran.

"Makanan termurah disini adalah salad." Jawab pelayan restoran.

"Aku pesan 1 porsi salad dan segelas air." Kata Arthur melihat pelayan restoran.

"Aku juga pesan salad dan segelas air." Kata Erika melihat pelayan restoran.

"Aku juga sama pesan 1 salad dan segelas air." Kata Deni melihat pelayan restoran.

"Baik, silakan tunggu pesanan anda." Kata pelayan restoran berjalan ke dapur.

"Mengapa kamu juga memesan salad." Kata Arthur melihat Deni.

"Tidak enak jika aku sendiri yang memesan daging." Balas Deni.

Beberapa menit kemudian Arthur melihat pelayan restoran berjalan ke arahnya. "Ini pesanan tuan dan nona." Kata pelayan restoran mengantarkan pesanan Arthur, Erika dan Deni.

"Baiklah, ayo kita makan." Kata Arthur.

"Baik." Balas Deni dan Erika.

Beberapa menit kemudian Arthur, Deni dan Erika telah selesai makan. "Deni terimakasih sudah mentraktir ibu makan." Erika tersenyum.

"Ibu sebaiknya berterimakasih kepada Arthur. Jika bukan karena Arthur. Aku tidak akan mentraktir bu Erika." Balas Deni.

"Terimakasih Arthur." Erika tersenyum kepada Arthur.

"Terimakasih kembali bu. Aku juga senang bisa makan bersama bu Erika." Arthur tersenyum dan memegang tangan Erika. Erika tersipu malu saat mendengar kata Arthur.

Deni tersenyum saat melihat Erika yang tersipu malu. "Aku akan kembali dulu ke istana." Kata Deni berjalan keluar restoran.

"Arthur sampai kapan kamu ingin memegang tangan ibu." Kata Erika dengan malu.

"Tangan ibu sangat lembut. Jadi sangat nyaman saat memegang tangan ibu." Arthur tersenyum dan melepas tangan Erika.

"Baiklah Arthur. Ayo kita kembali ke istana juga." Kata Erika.

"Baik bu." Arthur mengangguk. Arthur dan Erika kemudian berjalan keluar restoran.

~ Beri Like jika kalian menyukai cerita ini ~

1
carat28
Hai kak, saya masih belum bisa kirim pesan ke inbox kakak. Atau kakak ada sosmed/kontak yang bisa dihubungi?
Nazrul
👍👍
Nazrul
👍👍👍
Nazrul
👍👍
Nazrul
👍
Nazrul
mantap
Nazrul
👍
Nazrul
👍👍
carat28
hai kak, apa boleh bantu follback? Saya mau kirim inbox terkait penawaran kepenulisan. Terima kasih
Nazrul
👍👍
Nazrul
mantap
Nazrul
💪💪
Nazrul
👍👍👍
Nazrul
mantap
Iqbal deti
healer hilang
Septi Utami: halo kak, salam kenal
aku Septi Utami dan mau rekomendasiin ceritaku nih
judulnya Rasa Diujung Senja
semoga berkenan mampir dan betah berlama-lama bacanya ya...
salam santun dan terimakasih 🙏🏼💫
total 1 replies
Candra Fadillah
okey, ini MC kesekian yang telah aku lihat, mirip MC rata rata dengan skill OP
nilai plus-nya dia bisa di bilang sat set dalam hal lain
😀😀😀
Luken
not bad
𝙕𝙞𝙭𝙪𝙖𝙣
Di summon lg donk wkwk/Facepalm/
YANTO BIRAHI 🅥
lah???

bukannya MC yang membuat kesalahan 🗿 malah orang lain yg minta maaf
Lintang: mirip kek author nya kak, kan biasanya kalau orang menulis sebuah cerita, pasti karakternya dia ngikutin sifat penulisnya. Jadi jangan heran aja kak. Lagian ini juga ceritanya terlalu monoton sih.
total 1 replies
YANTO BIRAHI 🅥
ngk gitu juga kali 🗿

gw penasaran sama sifat Thor ni novel apa sama dengan sifat si MC
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!