Hai dukung ceritaku ya.
SETELAH MEMBACA BIASAKAN LIKE.
LIKE, KOMENTAR, FAVORIT JUGA.
Cerita ini hanya kehaluan author saja ya.
Cerita ini kelanjutan Benih Tuan Muda Kejam.
Menceritakan kisah cinta anak ketiga Abraham dan arin.
Ya Andra harus menikah dengan seorang wanita cantik bernama Syafi yang ternyata anak dari pak Andi dan Veli. Arin yang sudah suka dengan Syafi pun meminta pak Andi untuk menjodohkan keduanya. Apalagi Syafi baru saja putus dengan sang tunangan karena penghianat.
Bagaimana serunya rumah tangga keduanya, apalagi Andra ternyata musuh bebuyutan Syafi selama di kampus.
Yuk kepoin ceritanya 🙏.
Setelah membaca biasakan like ya🙏
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ismiati, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 17
Keesokan harinya di kediaman pak Andi.
Pak Andi dan Syafi tengah menikmati sarapan pagi di meja makan, tak seperti biasanya Syafi selalu berolahraga pagi namun kali dia terlalu malas mungkin karena kejadian kemarin jadi dia tak begitu bersemangat.
Pak Andi sedari tadi mengamati sang putri, entah kenapa pak Andi merasa putrinya itu tak baik-baik saja. Apalagi pak Andi teringat telepon tadi malam dari keluarga Abraham yang mengatakan kalau mereka akan menikahi putri kesayangannya dalam waktu dekat ini.
"Sayang....." Pak Andi menghela nafas panjang sebelum mulai bercerita.
Mendengar sang Papa memanggil nya, Syafi akhirnya menghentikan tangannya yang sedari tadi sibuk sedang menyuapkan nasi ke dalam mulutnya, Syafi mendongak menatap ke arah sang Papa dengan heran.
"Ya pa..." Jawab Syafi menatap serius sang papa karena Syafi bisa melihat ada raut wajah yang tegang tergambar jelas di sana.
"Sebenarnya tadi malam tuan Abraham menelpon...." Belum selesai pak Andi berbicara Syafi dengan cepat menyela.
"Ha ngapain tuan Abraham malam-malam?" Tanya Syafi kaget pasalnya kemarin baru saja bertemu dan malam hari nya sudah menelpon.
"Kebiasaan kalau papa sedang berbicara jangan di sela," protes pak Andi yang sudah menyiapkan kata-kata yang tepat namun buyar seketika karena di sela sang anak.
"He he he he he he maaf pa, pizz...." Jawab Syafi cengengesan menampilkan 2 jari menandakan permintaan maaf.
"Sudah diam dulu," suruh pak Andi kepada sang anak.
"Ok..." Jawab Syafi dengan gerakan cepat dia menutup mulutnya seperti menutup resleting.
"Ck..." Pak Andi berdecak kesal.
Syafi pun melanjutkan makannya sambil mendengarkan cerita sang Papa.
"Tuan Abraham tadi malam mengatakan kalau hari ini kamu dan Andra harus menikah," kata pak Andi. Dia terdiam sejenak menunggu reaksi sang putri tercinta.
Uhuk... Uhuk.... Uhuk...
Dengan cepat pak Andi memberikan minum ke sang putri.
"Pelan-pelan sayang minumnya," tegur pak Andi kala melihat sang anak dengan cepat mengambil minuman itu.
Syafi tak mendengar ucapan sang ayah, justru yang ada di pikirannya saat ini adalah permintaan tuan Abraham untuk meminta, ah bukan meminta namun memaksa menikah dengan Andra si manusia es lilin yang menyebalkan itu.
'Ah mungkin Papa salah bicara, sebaiknya aku pastikan dulu. Semoga saja papa hanya bercanda untuk mengerjai ku, masa kemarin baru rencana terus malam nya maksa menikahkan ku dengan es lilin itu,' batin Syafi begitu menolak yang di dengar nya tadi.
"Ha ha ha ha ha pasti papa bercanda kan," tawa sumbang Syafi.
"Memang tampang papa seperti orang yang bercanda?" Tanya pak Andi memastikan.
Syafi mengeleng karena terlihat dari raut wajah sang Papa begitu serius.
"Jadi benar pa? Ah yang benar saja pa masa aku menikah dengan es mesum itu," tolak Syafi yang tanpa sengaja keceplosan menyebut Andra dengan es mesum.
"Es mesum," ulang pak Andi dengan menyergit heran.
"Upssss... Maksudku si Andra itu pa," kata Syafi berhati-hati.
Pak Andi mendengar kata mesum membuat pak Andi berfikir yang tidak-tidak.
'Apa benar yang dikatakan oleh Abraham kemarin, jangan-jangan anaknya sudah berbuat lebih dari itu. Tak bisa di biarkan aku harus menikahkan mereka secepatnya,' monolog pak Andi dalam hati nya.
Pak Andi menatap sang anak penuh selidik.
"Apa yang sudah Andra lakukan kepada mu?" Tanya pak Andi dengan tatapan tajam.
"T-idak, Andra tidak melakukan apa-apa sama Syafi pa," jelas Syafi namun dia tak berani berterus terang kalau Andra dengan lancang mendobrak pintu kamar mandi dan mengintip nya. Bisa-bisa pernikahan itu terjadi hari ini juga.
"Sayang, papa sudah kenal sifat dan watak kamu nak. Sedari kecil papa yang membesarkan mu sendiri, jadi papa tahu kalau kamu berbohong," kata pak Andi begitu menohok.
"Jujurlah nak papa tidak akan marah, papa sebenarnya sudah tahu cerita tentang kamu dan Andra dari pihak sana. Papa ingin mendengar cerita besi kamu," pinta pak Andi menatap penuh kasih sayang sang anak.
Fyuuuhhhh.....
"Kenapa papa tak bicara sedari tadi dan gak muter-muter," kesal Syafi.
"Sudah jangan bawel, cepat jelaskan semuanya," perintah pak Andi.
"Sebenarnya Syafi gak tahu alasan apa anda mendobrak pintu kamar mandi kemarin, saat itu aku begitu kaget untung saja aku masih berendam dalam bathtub yang di penuhi busa sabun hanya saja pundak ku yang terlihat oleh dia. Karena kaget aku langsung teriak mengusir dia untuk secepatnya keluar tanpa mau mendengarkan penjelasan si mesum itu, setelah kita berkumpul aku meminta langsung pulang karena jujur lihat muka Andra sudah malas, kesal, benci semua campur jadi satu," jelas Syafi.
"Pa tolong batalkan perjodohan aneh itu pa, aku gak cocok sama Andra apalagi setelah kejadian kemarin membuatku semakin benci sama tuh orang," rengek Syafi ke pak Andi.
Pak Andi di buat binggung, Syafi begitu membenci Andra terus bagaimana rumah tangga mereka nanti. Namun perjodohan ini juga keinginan mendiang istrinya, dia teringat dulu sebelum meninggal sempat bilang ingin anaknya menikah dengan anaknya Arin untuk merekatkan hubungan keduanya lagi.
Terlebih lagi Andra sudah melihat Syafi sedang mandi, membuat pak Andi berfikir sebaiknya pernikahan anak nya dengan Andra di percepat takutnya kejadian itu menyebar dan membuat nama baik anaknya tercoreng.
"Maafkan Papa sayang, perjodohan itu memang keinginan mama kamu dulu, apalagi kejadian Andra telah melihatmu mandi takutnya menyebar dan menimbulkan banyak pikiran negatif di luar sana. Papa sudah sepakat dengan om Abraham kalau pernikahan kalian akan di adakan 2 hari lagi terhitung hari ini," kata pak Andi panjang lebar membuat Syafi melotot tak percaya.
"Jadi nanti malam kamu siap-siap, dandan yang cantik karena keluarga Andra akan datang ke sini untuk melamar putri Papa yang paling cantik," jelas pak Andi.
Setelah berbicara pak Andi berdiri, dia meninggalkan meja makan namun sebelum itu dia sempatkan membelai rambut sang anak dengan sayang.
"Terimalah nak, mungkin Andra adalah jodoh mu buktinya kalian sering di pertemukan oleh takdir," kata pak Andi dengan lembut.
Setelah kepergian pak Andi.
"Cih apa-apa ini, katanya pernikahan akan berlangsung beberapa bulan dan aku saja baru menyiapkan rencana untuk membatalkan semua nya. Sekarang bagaimana mana besok lagi aku harus menikah,"
"Bagaimana kalau aku kabur saja, tetapi kasihan Papa sendirian,"
Syafi dilema karena pernikahan nya dengan Andra sudah di depan mata.
Syafi uring-uringan karena pernikahan nya sudah di depan mata.
"Aaahh awas saja kamu manusia es mesum, kalau ketemu ku bejek-bejek tuh muka biar jelek sekalian," guman Syafi meremas kedua tangannya sambil membayangkan muka Andra.
Bersambung....
Hadeh Abraham dari dulu gak berubah, masih aja posesif sama cemburuan🤣🤣