Vincent Raid Osmond seorang Chef Terkenal yang jatuh cinta pada pandangan pertama dengan wanita yang seperti singa.
Luna Astrid gadis berwatak keras dan barbar jatuh dalam pesona seorang Chef Bule.
Sequel dari Sekretris VS CEO
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon MamaZan, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB #17
"Ahh..Uhmm," des sah manja Luna lolos begitu saja saat merasakan kulit nya di sentuh oleh Vincent. Sedangkan kecupan demi kecupan Vincent kian panas di ce ruk leher Luna.
Luna mengigit bibir bawahnya, "Vinn..." gumamnya yang mulai merasakan suhu tubuhnya semakin tinggi. Tangannya meremas punggung Vincent denga erat.
"Kamarmu ?" suara berat Vincent menatap nya lekat dan langsung mengangkat tubuh Luna ala bridal yang sudah ada dalam kendalinya.
Luna hanya menoleh ke arah pintu kamar miliknya. Vincent yang paham pun langsung mengambil langkah panjang sambil me lu mat bibir gadis manis itu. Tidak ingin membiarkan bibir ranum itu menganggur barang sedetik.
Ceklek
Vincent membuka pintu kamar Luna dan langsung menutupnya kembali.
Deg deg deg
"Vin...Euhmm." Vincent kembali me lu mat bibirnya dengan begitu intim. Membuat dirinya tidak dapat melanjutkan perkataannya.
Sampai wanita itu tidak sadar kalau saat ini, Vincent tengah membawanya ke atas tempat tidur miliknya.
Tap
Vincent meletakkan tubuh wanita cantik itu di tengah-tengah tempat tidur yang dibungkus sprei berwarna pink lembut dengan motif bunga-bunga kecil.
Luna membelalak kaget melihat posisi mereka berdua saat ini. Vincent tepat berada di atas tubuhnya, mengukung dirinya dengan kedua tangan kekar pria itu.
Vincent mengusap lembut wajah cantik Luna. Dia tidak tahu kalau dia bisa kehilangan kendali seperti ini kepada seorang wanita. Satu-satunya wanita yang membuatnya tidak bisa berpikir jernih. Jantungnya terus berdegup kencang saat berada di sisinya. Tidak ingin sedetik pun jauh dari wanita cantik ini.
Deg deg deg
Jantung Luna berdegup begitu cepat, kedua tangannya lurus dan meremas kain sprei.
"I think i love you from my first sight Luna, ( Aku rasa aku mencintaimu sejak pertama kali melihatmu, Luna )" bisik Vincent dengan suara beratnya.
Wanita cantik itu spontan membelalakkan matanya mendengar ungkapan cinta dari pria yang kini ada tepat di depan wajahnya.
Mata indah Luna membulat sempurna, tangannya spontan naik memegang dadanya yang dia rasa jantungnya siap meledak.
"A..apa yang dia katakan ?? Mencintaiku ?? Sejak kapan ?? Sejak pertama kali bertemu ??" tanya jawab yang terus bermunculan di kepala Luna saat ini.
Vincent tersenyum lembut dan membubuhkan ciuman di kening Luna cukup lama.
Deg deg deg
Luna memejamkan matanya, menikmati kehangatan yang di berikan oleh Vincent.
"Aku mencintaimu Luna," gumam Vincent dan mendaratkan ciu man lembut di bibir yang tengah merekah itu. Membuat wanita cantik itu lagi membuka matanya mendapatkan ciuman tiba-tiba seperti itu.
Tetapi ciu man Vincent terlalu lembut dan memabukkan. Membuat dirinya lagi-lagi terbuai dan membalas lu ma tan yang di berikan Vincent.
"Jangan terluka lagi," gumam Vincent di tengah ciuman mereka. Pria tampan itu mengusap lembut wajah Luna yang begitu merona.
"Aku pikir aku bisa membunuh pria tadi karena sudah melukaimu Luna, aku benar-benar kehilangan akal melihatmu di sakiti seperti tadi." suara serak Vincent menatap sendu manik mata Luna.
Deg !
"Bu..bukannya tadi kamu terlihat begitu kesal padaku ?" balas Luna pelan.
"Maaf.. Aku hanya terlalu marah pada diriku sendiri. Aku marah karena terlambat menyelamatkanmu," lirih Vincent dan kini mengusap lembut leher Luna.
Luna tersenyum lembut dan memberikan keberanian kepada dirinya sendiri. Kedua tangannya naik dan memegang wajah sendu yang tidak mengurangi ketampanan pria bule di depannya ini.
"Terima kasih karena sudah menyelamatkanku," ucap Luna dengan tulus sambil tersenyum manis.
Vincent merasakan jantungnya kembali berdegup kencang.
"Dan itu benar-benar membuatku terpesona, sampai-sampai aku sempat jatuh cinta padamu saat itu," sambung Luna membuat Vincent mengerutkan keningnya.
"Kalau sekarang ?" tanya Vincent dengan polosnya terbawa alur oleh ucapan Luna.
"Hmmm... Akan aku pi—"
Bersambung....