NovelToon NovelToon
Hijrah Cinta Mafia

Hijrah Cinta Mafia

Status: tamat
Genre:Romansa / Roman-Angst Mafia / Dijodohkan Orang Tua / Mafia / Pengantin Pengganti / Pengganti / Persaingan Mafia / Tamat
Popularitas:154.4k
Nilai: 5
Nama Author: Andropist

Takdir telah membuat Asiyah harus menikah dengan laki-laki yang angkuh dan dingin karena calon pengantin wanita sebelumnya meninggal. Asiyah menggantikan adik dari ayahnya yang dijodohkan dengan lelaki itu. Tak disangka laki-laki itu seorang mafia.

Mampukah Asiyah mengarungi bahtera rumah tangga yang tidak diinginkan bersama mafia itu? Akankah Asiyah jatuh cinta dan bisa menerima suaminya yang seorang mafia?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Andropist, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 17

"Duduklah." Ucap Askara kepada Asiyah.

Asiyah lalu duduk di kursi ruang keluarga mereka.

Askara lalu bertekuk lutut di hadapan Asiyah. Ia menatap wajah Asiyah lekat-lekat. Matanya kemudian berkaca-kaca.

"Aku tidak pandai dalam berkata apa lagi mengungkapkan perasaan. Kau tahu itu. Tapi satu hal, aku ingin minta maaf atas segala kesalahanku padamu." Ucap Askara sambil memegang kedua lengan Asiyah.

"Aku minta maaf karena tidak berterus terang padamu. Ku akui awalnya, aku juga tidak menerima perjodohan ini. Aku tiba-tiba diminta oleh Ayahku untuk menggantikan kakakku untuk menikahimu. Tetapi, sekarang aku memahami. Bahwa menikah denganmu adalah hal baik yang Tuhan berikan di dihidupku." Askara masih bersimpuh di hadapan Asiyah.

"Semenjak kehadiranmu di hidupku, rasanya aku banyak berubah. Terutama terkait Alexithymia ku yang mulai sembuh perlahan. Kau mengenalkanku arti merasa dan berperasaan. Aku mulai memahami perlahan caranya menjadi manusia. Manusia dengan perasaan sebagai jati dirinya." Askara berhenti berbicara. Asiyah terharu mendengar ucapan Askara. Bulir-bulir air mata jatuh di pipinya perlahan. Askara lalu mengusap dengan lembut pipi Asiyah.

"Ica bingung harus bicara apa mas." Asiyah menangis sambil tersenyum.

"Kau memaafkanku kan? Apa pertanyaanku jelas?" Askara bertanya.

"Ica sudah memaafkan mas semenjak di rumah Ummi. Makasih ya Mas, perlahan, mas mau menerima Ica di hidup mas." Jawab Asiyah.

"Kau memang gadis aneh. Seharusnya akulah yang berterima kasih. Kau terlalu baik untuk pria semacamku."

Askara merasa masih ada yang mengganjal di hatinya. Itu karena ia belum mengungkapkan jati dirinya yang sebenarnya pada istrinya, teruma soal dirinya yang ikut terjerumus dalam dunai mafia. Askara sengaja tidak memberi tahu Asiyah, ia masih menunggu waktu yang tepat. Askara juga ragu, jika ia mengatakan yang sebenarnya pada Asiyah, apakah wanita itu akan tetap menerimanya sebagai suaminya?

"Mas bicara apa sih? Memangnya Ica juga tidak memiliki kesalahan dan aib? Enggak. Ica juga tidak sempurna mas. But it's okay, kan biar saling melengkapi." Asiyah menjawab dengan polos.

Mendengar itu, hati Askara sedikit tenang. Ia ingin sekali memeluk istrinya. Tapi ia bingung, apakah hal itu wajar? Apakah mereka akan canggung?

"Ada hal lain yang ingin mas sampaikan pada Ica?" Asiyah merasa ada sesuatu yang mengganjal di hati Askara.

"Tidak." Askara lalu bangkit. Ia lalu duduk bersebelahan dengan Asiyah.

Asiyah lalu bersandar di bahu Askara. Askara merasa canggung. Apa yang harus ia lakukan sekarang. Askara mencoba mengelus kepala Asiyah tetapi ia ragu. Tiba-tiba Asiyah menarik lengannya.

"Kalau Ica lihat di film-film, ketika wanita sedang bersandar di pundak seorang pria maka pria itu akan mengelus kepala wanita itu." Asiyah lalu menggerakkan lengan Askara agar dibuat seperti mengelus kepalanya. Askara lalu mengelus kepala Asiyah dengan kaku.

"Ting!" Bunyi dari handphone Askara.

Askara lalu membuka Handphone miliknya. Ada belasan panggilan yang tak terjawab. Kebanyakan dari Mawar, sekertaris pribadinya. Askara lalu menelpon balik sekertarinya itu karena takut ada urusan penting terkait kantor yang ingin ia sampaikan.

"Dari siapa Mas?" Tanya Asiyah.

"Sekertaris ku." Jawab Askara singkat.

"Oh, sekretaris." Mood Asiyah kembali turun. Pasti dari sekertaris tang bernama Mawar. Begitu tutur batin Asiyah.

"Ya Halo." Ucap Askara datar.

"Kau kemana saja? Sudah kutelpon berkali-kali tidak diangkat. Jangan bilang kau lagi bermesraan dengan wanita itu!" Mawar terdengar marah-marah.

"Apa urusanmu jika aku bermesraan dengannya?" Askara bertanya balik.

"What? Tega sekali kau berbicara seperti itu. Kau memang benar-benar sudah berubah semenjak wanita sialan itu datang." Mawar emosi.

"Jaga ucapanmu. Aku bisa saja memecatmu detik ini juga." Askara tak senang ketika istrinya dikatai oleh orang lain.

"Arrrggghhh! Okay! By the way, aku telpon kamu karena mau bilang kalau surat dari atasan mengenai recruitment itu sudah keluar. Cek email yang ku kirim." Ucap Mawar.

"Ya baiklah." Ujar Askara.

"Lalu?" Tanya Mawar.

"Lalu?" Askara malah bertanya balik.

"Iiih, kau ini tidak peka apa bagaimana sih. Lalu kau tidak ingin bertanya bagaimana hasilnya? Apakah wanita itu diterima atau tidak." Mawar tampak kembali kesal.

"Tidak usah. Aku sudah tahu hasilnya. Dia pasti lolos." Pungkas Askara.

"Kau begitu menyombongkan gadis sialan itu. Memangnya siapa dia hingga kau tergila-gila padanya Askara?" Ucap Mawar dengan geram.

"Kau cek saja cv nya. Harusnya kau mengecek dulu setiap cv yang datang sebelum diberikan padaku. Jika tidak begitu lalu apa tugasmu selama ini?" Askara malah balik menyindir Mawar.

"Aku sudah mengecek semua cv sebelum kuberikan padamu, kecuali wanita itu. Sengaja tidak aku buka. Aku tak tahan dengan dirinya." Balas Mawar.

"Kalau begitu cek lah sekarang, baru kau tahu siapa dia sebenarnya." Askara lalu menutup telpon itu tanpa salam penutup.

"Askara, tunggu jangan dulu dimatikan telponnya. Aska..."

"Tuuuut..." Telpon terlanjur terputus.

"Aaarrrrgggghh!" Mawar geram bukan main.

Askara lalu kembali menatap Asiyah.

"Kenapa mas?" Asiyah agak canggung saat ditatap lekat-lekat oleh Askara.

"Tidak." Jawab Askara datar.

"Oh." Asiyah jadi bingung harus apa.

"Oh, ya, aku baru ingat. Lusa kau sudah boleh masuk kerja. Kau diterima." Kata Askara. Wajahnya hanya datar, memang begitulah Askara.

"Benarkah? Alhamdulillah. Ica senang mendengarnya." Asiyah tersenyum bahagia.

"Ya. Tapi, kuharap nanti di kantor, jika Mawar mengganggu atau mengusikmu jangan hiraukan dia. Kalau bisa kau jangan dekat-dekat dengannya. Menjauhlah dari wanita seperti dia. Dia akan mengusikmu." Askara menasehati Asiyah soal Mawar.

"Iya Mas, Ica tahu. Insyaallah Ica akan dengar dan ingat selalu nasihat dari Mas." Jawab Asiyah.

"Bagus." Ujar Askara.

"Ya sudah, kalau begitu Ica beres-beres dulu ya Mas. Rumah ini agak berantakan akhir-akhir ini." Asiyah lalu beranjak.

"Eh, satu lagi." Askara mencegah Asiyah.

"Apa Mas?" Asiyah kembali duduk.

"Karena lusa kau bekerja aku sudah siapkan asisten rumah tangga untuk membantumu. Besok dia akan datang untuk kita interview. Jadi bersiaplah."

"Iya Mas."

Keesokan harinya, pagi-pagi sekali rumah mereka kedatangan tamu. Ternyata itu adalah calon asisten tumah tangga mereka. Asiyah lalu membukakan pintu.

"Iya sebentar." Asiyah membuka pintu.

"Assalamualaikum." Terlihat seorang wanita paruh baya yang mengenakan jilbab jadul dengan menenteng tas besar.

"Wa'alaikumsalam. Bi Lati ya?" Asiyah memastikan.

"Enjeh Bu." Jawab Bi Lati.

"MasyaAllah, bibi pasti datang dari tempat yang jauh. Ya sudah, mari masuk bi. Istirahat dulu." Asiyah mengajak Bi Lati masuk.

"Walah, matur suwun Bu." Bi Lati tampak gembira.

"Sama-sama. Sini saya bantu bawakan tas nya." Ucap Asiyah.

"Loh, kebalik Bu. Jangan, seharusnya saya yang melayani Ibu." Tegas Bi Lati.

"Ngak papa Bi. Lagi pula bibi terlihat kerepotan membawanya. Sini saya bantu." Asiyah lalu membawa salah satu tas Bi Lati.

"Matur suwun tenan Bu. Ibu baik sekali." Bi Lati tersenyum.

"Iya, sama-sama." Jawab Asiyah.

"Asiyah!" Tiba-tiba Askara muncul. Wajahnya tampak tengah menyoroti kedatangan Bi Lati.

1
Amin.oy
askia
Amin.oy
p
si cantik
kalu S2 oke lah ya ini s3 wlpn di dunia novel rasanya GK masuk akal ajah gitu
fransisca brahara
terhura
fransisca brahara
jngn bilng ortu nya Sadewa ituh mafia jugak
fransisca brahara
dih
fransisca brahara
sopo
fransisca brahara
owlh
fransisca brahara
hdeh
fransisca brahara
critny bgus sih
ꪶꫝMeitha.V.Aꪶꫝ
Sadewa&Dewangga karna nama depannya sama jd cuma belakangnya yg beda! Ternyata Sadewa masuk dunia mafia karna kembarannya yg kabur jd dia yg kena imbas ya! Coba kalo Asiyah itu selain cantik, sholehah&pintar dibikin agak2 bar-bar&jago beladiri supaya bisa saling melindungi sm Sadewa apalagi untuk menghadapi para mafia juga sodara kembarnya sulit untuk di hadapi sendiri berat bgt thor...
🌷💚SITI.R💚🌷
sdh baca thoor
🌷💚SITI.R💚🌷
alhamdulillah happy ending..rasay rindu bngt ke baitullah..smg di mudahkn...aisyah askara s.g trs bahagia smp kake nenek..sukses trs thoor
🌷💚SITI.R💚🌷
alhamdulillah sekarang aakara bs hidup tenang imi semua jg ata semangaty dr aisyah..lanjuut
dewi susanti
bnran tu udh tamat kak ko bentar amat y msh mau lanjut pdhl aplg skrg udh ad generasi ny
Patimah Atim
lanjut thoor semangat up Nya.
Azizah Ummu Hafsoh
apakah akan tamat🥺
Ilfa Yarni
semoga mrk semua udah bebas dan antek2nya wirga jgc ga ada
dewi susanti
semoga stlh badai berlalu kebahagiaan trus menyelimuti kalian sekeluarga
Titin Itin
lnjuuuut thoooor
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!