Devina Stefani Germanotta, wanita yang tengah hamil tua berusia 25 tahun berjalan masuk ke dalam rumah setelah memeriksa kandungannya ke rumah sakit Sejahtera Harapan Bunda.
Wanita itu menyeret dirinya ke rumah sakit, karena suaminya tidak punya waktu untuk mengantar dirinya dengan alasan sibuk mengurus perusahan yang sedang berkembang pesat.
Devina berjalan menuju kamar, karena tubuhnya terasa pegal sekali. Dan ia ingin segera mandi, agar tubuh pegalnya bisa kembali segar.
Baru separuh pintu di buka, Devina malah mendengar suara des*h*n seorang wanita tepat di dalam kamarnya. Ketika ia menghidupkan lampu kamarnya, sontak saja matanya menangkap dua orang berlawanan jenis, sedang bergumul di atas tempat tidur yang biasa ia gunakan untuk berhubungan dengan suaminya.
Namun, kini suaminya menggunakan tempat tidur itu untuk bergumul dengan wanita yang tidak lain adalah sahabatnya sendiri, yaitu Vindy Bernadette Claudia.
Tapi... untuk mengetahui lebih lanjut, ikutin terus dong alur cer
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon syahriana, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 17.
Sinopsis–17.
Trrrrrrssss📱. Trrrrrrssss📱.
"Duh... Siapa sih, ganggu banget?!" gerutu seseorang dari seberang telepon mendengar ponselnya berdering.
"Iya, Hallo i—"
"Dari mana aja, lama banget angkat teleponnya!!" Seketika Verlyn membentak seseorang itu dari seberang telepon.
"Hai... Anda siapa, anda yang menelepon saya lalu an—" Seseorang itu sewot dan berniat kembali bertanya.
"Aku Verlyn!!" ketus Verlyn sambil menyela ucapan orang tersebut.
"Jangan bercanda? Mana mungkin orang yang udah meninggal hidup la—"
"Aku gak bercanda? Gak pake lama, jemput aku sekarang di rumah sakit Medistra Jakarta Selatan?!"
Tuutt. Tuutt.
Ucap Verlyn tidak terbantahkan, kemudian langsung memutuskan sambungan telepon secara sepihak tanpa memberi kesempatan orang tersebut untuk menyelesaikan ucapannya.
"Apa sih orang ini, udah maksa, ngaku-ngaku lagi?!" Sedangkan di sisi lain, orang di sebelah sana hanya menatap layar ponselnya sambil menggerutu.
Alasan Verlyn meminjam ponsel barusan, ternyata untuk menelepon asisten pribadinya. Namun karna ia sudah di nyatakan meninggal sebulan yang lalu, sulit bagi asisten pribadinya untuk percaya dengan kata-katanya.
"Aaakh... biarkan sajalah, orang itu pasti cuma mau mempermainkan ku? Mana mungkin orang yang sudah meninggal hidup lagi?!" pungkasnya sembari meletakkan ponselnya di atas meja, kemudian melanjutkan pekerjaannya kembali.
Sedangkan di lain tempat.
Ceklit.
"Akhirnya kau datang juga, Darling?"
Antoni membuka pintu rumah, dan ia pun di sambut hangat oleh Vindy, di mana kala itu Vindy sedang menggunakan piyama tidur berwarna merah sebatas paha dengan make-up tipis.
"Wow... Darling kamu seksi, sekali?" ucap Antoni memuji penampilan kekasihnya sambari mendekat dan membelai wajah Vindy.
Sedang di bagian dada terpampang jelas gunung kembar miliknya, karna Vindy memang sengaja menggunakan piyama itu untuk menggoda kekasih gelapnya. Sementara Antoni yang melihat, merasa terhipnotis dengan pemandangan di depannya.
"Jadi... maksudmu, kemarin-kemarin aku jelek gitu?" sungut Vindy sembari membuang muka, ia menyilangkan tangan di depan dada sambil membelakangi kekasih gelapnya.
"E—Enggak Darling, maksud aku itu? Kemarin kamu seksi, tapi penampilan mu hari benar-benar sangat seksi dan membuat Toni junior jadi berdenyut?" ujar Antoni memeluk Vindy dari belakang sambil mengendus bau aroma tubuh Vindy dengan penuh nafsu.
"Darling, dengan penampilan mu seperti ini? Membuat ku ingin sekali menerkam mu hingga habis, aku tidak tahan lagi?!" sambung Antoni semakin mengeratkan pelukannya.
Sedangkan Vindy dengan jelas dapat merasakan tonjolan keras di bawah sana, bertanda kalau kekasih gelapnya sudah benar-benar berhasrat. Lalu dengan sengaja Vindy malah menyentuh tonjolan tersebut, membuat kekasih gelapnya menjadi berdesis karna gairah. Vindy membalikan tubuhnya menghadap kekasih gelapnya, melingkarkan tangannya dan semakin mendekatkan wajahnya ke wajah pria itu.
"Terus... kamu tunggu apa lagi, ayo terkam—?"
Cup. Cup. Cup.
Vindy belum sempat menyelesaikan ucapannya. Namun kekasih gelapnya, tanpa membuang-buang waktu langsung m3l0m4t bibir Vindy dengan penuh nafsu dan mulai menjelajahi tubuhnya sampai meninggalkan bekas kepemilikan di bagian-bagian tertentu tubuhnya.
"Darling... kapan kamu akan menguasai harta suami mu, aku udah gak tahan melihat kamu bermesraan dengannya?!" tanya Antoni sembari m3nj4m4h tubuh wanita di hadapannya dengan penuh nafsu.
"Astaga... Darling, kamu cemburuan banget sih?" ucap Vindy tersenyum nakal sembari berusaha mengimbangi permainan kekasih gelapnya.
"Ya... Jelas aku cemburu Darling, aku kan kekasih kamu?" sungut Antoni sembari menghujamkan senjata p3rk4s4 miliknya ke liang senggama wanita itu.
"Aaarrrgggghh—Darling! Tu—Tunggu dong, aku juga baru menikah dengan Jonathan sebulan yang lalu. Aaarrrgggghh—Tenang Darling, untuk sementara waktu ini kita nikmatin aja dulu hartanya. A—ATM berjalan kita gak bakalan pergi kemana, aku pasti akan merebut semua hartanya?" Desah Vindy saat senjata p3rk4s4 milik kekasih gelapnya m3m3n0hi liang senggamanya. Vindy merem melek menikmati goyangan kekasih gelapnya dalam m3nj4m4h tubuhnya.
"Selain... bisa memuaskan ku di atas ranjang, ternyata kamu juga sangat pintar Darling?" tutur Antoni memuji sembari m3m0mp4h alat p3rk4s4nya ke liang senggama milik wanita yang sedang m3ng4ngk4ng di bawahnya.
"Iya... Darling, seharusnya kamu bersyukur memiliki aku? Walaupun... aku udah bersuami, tapi aku masih meluangkan waktu ku loh untuk memuaskan mu di atas ranjang, dan malah kita melakukan ini di rumah suami ku? Coba... pikir, kurang apalagi aku buat kamu Darling?" puji Vindy pada dirinya sendiri, sembari berganti posisi dan membelakangi kekasih gelapnya sambil men3nungg!Ng.
"Aaarrrgggghh—Kamu... benar Darling, aku sangat beruntung bisa memiliki kamu dalam hidupku?" desis Antoni di kala senjata p3rk4s4 miliknya kembali m3ngh4nt4m liang senggama wanita itu dari belakang.
"Tapi... jangan lama-lama ya Darling, soalnya aku orang gak sabaran?" ucap Antoni kembali membuka suara, sambari memaju mundurkan pantatnya menikmati permainan gilanya.
"Iya... Darling, gak lama lagi kok? Setelah... aku menguasai semuanya, aku pasti akan melempar Jonathan ke jalanan?" ucap Vindy tersenyum penuh arti sembari menikmati g3s3k4n permainan kekasih gelapnya dalam m3m0mp4h l!4ng senggama miliknya.
Break.
"Apa yang kalian lakukan!"
"Mama!"
Bu Siska tiba-tiba masuk dan malah memergoki mereka tengah bermain gila di ruang tamu. Vindy yang tak menyangka Mama mertuanya akan datang, sangat terkejut dan langsung mendorong kekasih gelapnya untuk menjauh.
"Biadap! Kamu selingkuhi anakku!"
"Tunggu Ma, Vindy bisa jelas—"
PLAK.
"Mau jelaskan apa lagi! Kamu jelas-jelas selingkuh, di depan mata ku!!" Dengan suara tinggi Bu Siska akhirnya menampar wajah menantunya.
Vindy yang merasa terpojokkan, lantas melirik kekasih gelapnya. Ia memberi kode ke arah pria itu, agar melakukan sesuatu pada wanita paruh baya itu.
BUK.
Dengan gerakan cepat, pria itu langsung memukul belakang leher wanita paruh baya itu hingga tidak sadarkan diri.
"Astaga... kita ketahuan, Darling! Rencana... kita pasti berantakan, kalau wanita ini buka mulut?!" ucap Antoni merasa frustasi, sambil mengacak-acak rambut sendiri.
"Udah buruan berpakaian. Setelah itu, bantu aku bawa wanita rempong ini ke suatu tempat. Aku akan menyekapnya, agar rahasia kita tetap aman?!" pinta wanita itu yang langsung di balas anggukkan kepala oleh kekasih gelapnya. Mereka segera berpakaian, dan langsung membawa Bu Siska ke suatu tempat.
Di saat Jonathan tak ada, Vindy malah mengundang pria lain datang ke rumah untuk bermain gila. Yang lebih parahnya, Vindy melakukan pergumulan panas itu di rumah yang di tempati olehnya dengan Jonathan.
Sedangkan Jonathan, setelah dirinya di nyatakan resmi bercerai dengan istrinya. Ia langsung menikahi wanita selingkuhannya, satu bulan yang lalu. Di saat Papanya jatuh sakit karna stroke, ia tetap melangsungkan pernikahan dengan wanita selingkuhannya. Meskipun Mamanya sudah ikut menasehati, namun Jonathan tetap keras kepala. Dan seperti kata pepatah. Apa yang di tabur, itu juga yang akan di tuai.
Sudah memiliki istri, masih saja mencari wanita lain yang lebih sempurna. Di saat dirinya banting tulang bekerja di kantor, istrinya di rumah malah berselingkuh dengan pria lain. Bahkan Vindy melakukan perselingkuhan itu di rumah yang mereka tempati.
Bersambung.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
...****************...
Nah guys, untuk hari ini cukup sekian dulu cerita dari author. dan nantikan episode selanjutnya yang nantinya akan semakin seru dan menarik, oke👍👍 Tapi ada pun peringatan keras nih dari author🙏🙏
Yang masih di bawa umur tidak diperkenankan untuk membaca cerita dari halaman ini, karena cerita ini sedikit menyinggung hal yang berbau busuk. jadi yang masih di bawa umur, tolong bijak-bijaklah dalam membaca. terima kasih 🤝🤝🤝
See you again thanks for watching 🙏🙏🙏