NovelToon NovelToon
My Possessive Billionaire

My Possessive Billionaire

Status: tamat
Genre:Crazy Rich/Konglomerat / Percintaan Konglomerat / Pernikahan Kilat / Pengganti / Tamat
Popularitas:7.1M
Nilai: 4.9
Nama Author: Desy Puspita

Menjadi pengantin tanpa mempelai, Syakil Agha Mahendra menelan pil pahit di hari pernikahannya. Sakit, malu dan bingung menjadi satu kala calon istrinya menghilang tanpa kata beberapa saat sebelum akad.

Sejak hari itu, Syakil memandang dunia begitu berbeda. Tidak ada kehangatan dalam dirinya, yang ada hanya kerja, kerja dan kerja. Sibuk meniti karir dan mengepakkan sayap di dunia bisnis hingga dirinya berhasil menjadi miliarder ternama di usia muda.

Tanpa terduga, takdir justru mempertemukannya dengan seorang gadis yang begitu mirip dengan kekasihnya. Pertemuan yang merupakan awal muculnya obsesi Syakil untuk mendapatkan kembali wanita itu.

"Lepaskan!! Aku bukan wanita yang kamu maksud!!" - Amara Nairy

"Sampai mati kau adalah milikku, jangan coba-coba pergi jika ingin hidupmu baik-baik saja." - Syakil Agha Mahendra.

-----
Follow ig : desh_puspita

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Desy Puspita, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 17 - Diskusi Masa Depan

Menghabiskan malam di hotel, anggap pemanasan dan membiasakan tidur dalam pelukan Syakil. Meski ketakutan Amara sudah setinggi puncak himalaya kalau-kalau Syakil nekat memakannya, namun semuanya aman terkendali.

Sempat berdebat dan menolak pulang ke rumah mertuanya, Amara khawatir jika nanti masih ada Mikhail di sana. Akan tetapi alasan Syakil perihal sopan santun untuk sang mama membuat Amara memilih mengalah. Ya, mungkin memang dia harus merasakan tinggal beberapa hari di rumah keluarga Syakil.

"Kalau masih capek tidur aja, Ra ... biar Mama sama kak Zia yang siapin makan siang."

"Enggak, Ma. Kalau kebanyakan tidur nanti pusing," tutur Amara sembari memilah perbumbuan yang akan mereka gunakan saat ini.

Meski memiliki pembantu rumah tangga, untuk memasak terkadang Kanaya dan Zia akan memilih terjun ke dapur kalau sudah bersama. Semangat dari menantu memang benar-benar bak amunisi Kanaya.

"Yakin, Ra? Kamu kelihatannya duduk aja capek," kata Kanaya sembari mengerutkan wajahnya, apa mungkin adik iparnya pegal linu, pikir wanita itu.

"Yakin, Kak," tutur Amara lembut dengan memperlihatkan senyum termanisnya.

Bukan lelah, tepatnya mungkin tidak ada semangat hidup. Sudah dia duga kakak iparnya masih ada di sini. Bukan tidak suka Zia, sama sekali bukan. Bukan pula tidak menyukai Mikhayla ataupun Zean dan Sean. Akan tetapi, yang menjadi alasan Amara tertekan di sini adalah keberadaan Mikhail, itu saja sebenarnya.

"Berapa ronde, Kil?"

Sudah dia duga, baru juga pria itu menghampiri batinnya. Kini justru muncul dengan pertanyaan diluar nalar dengan membawa segelas kopi panas di tangannya.

"Empat mungkin."

Sama-sama membuat Amara dongkol sebenarnya, Syakil yang menjawab pertanyaan Mikhail sedemikian rupa semakin membuatnya ingin menenggelamkan diri ke dasar palung mariana.

"Woah, rekor muri ... kami saja tidak sampai segitu. Mama dulu gimana?"

Masih begitu santai bertanya, tidak sadar diri jika Kanaya dan Zia sudah menatapnya setajam itu. Pisau dapur yang kini ada dalam kekuasaan Kanaya sepertinya sangat pas jika mengenai kening Mikhail.

"Kamu mending mandi deh, Mas ... olahraga sekalian, perut mulai buncit begitu apa gak malu?" Zia kembali bersuara demi menyelamatkan mental adik iparnya.

"Iya, Khail ... Mama jadi bingung yang hamil itu kamu atau Zia sebenarnya," celetuk Kanaya menggeleng pelan. Ini adalah kehamilan Zia yang ketiga, demi mengikuti keinginan Mikhail yang tiba-tiba menginginkan anak kembar perempuan lantaran Mikhayla sudah tidak suka digendong dan dimanja lagi layaknya bayi.

Mikhail hendak tidak terima, namun hal itu tidak bisa dia tepis karena Mikhail sudah kehilangan perut kotak-kotaknya sejak Sean dan Zean masih kecil. Dia tetap rutin olahraga, hanya saja napsu makan dan terlalu disayang istri membuat Mikhail sedikit mengembang.

"Jangan ketawa, suami kamu juga tidak akan jauh berbeda kalau sudah bertahun-tahun menikah ... 10 tahun lalu juga Kakak lebih tampan dan atletis dari suami kamu, Amara."

Siapa yang tertawa? Hanya tersenyum tipis karena memang ucapan Zia ada benarnya. Kakak iparnya memang sedikit berisi, tubuhnya yang tinggi semakin membuat Mikhail terlihat seperti sugar daddy yang kerap dia bayangkan bersama teman-temannya.

"Ck, jangan begitulah ... istriku tekanan batin lama-lama."

Syakil berdecak kesal dengan kelakuan Mikhail yang lebih cerewet dari putrinya sendiri. Meski Zia tidak pernah mengutarakan keberatannya atas perilaku Mikhail, tetap saja pria itu memahami apa kata hati istrinya.

"Ah itu belum seberapa, nanti juga dia harus terbiasa ditekan kamu, Kill."

Hoel

Zia malu? Sedikit, mungkin jika di depan umum dia akan memilih lari dan berpura-pura tidak mengenal Mikhail. Suaminya ini benar-benar menyebalkan, jangankan Amara, dia saja geli mendengarnya.

"MIkhail, bibir kamu Mama cincang juga lama-lama."

Suasana di dapur jadi semakin menghangat, lebih tepatnya sedikit panas. Beruntung saja Ibra tidak ikut bergabung, pria itu tampaknya tengah menghabiskan waktu bersama kedua cucunya di halaman depan.

"Kenapa? Apa ucapanku ada yang salah?"

"Napas saja sudah salah sebenarnya," tukas Syakil santai namun berhasil membuat Mikhail tersedak kopi panas itu, adiknya pintar sekali menjawab.

"Jangan begitu, Syakil ... tidak lama lagi kita akan terpisah lautan membentang, apa salahnya bercanda sedikit."

Sedikit apanya, hampir setiap bertemu akan selalu ada kalimat yang dia anggap candaan namun itu luar biasa menyebalkan. Kalimat itu seharusnya terdengar sedih, namun percayalah bagi Amara menghilang ke luar negeri lebih baik bahkan kalau bisa secepatnya saja.

.

.

.

"Maaf ya, Ra ... Kak Mikhail memang suka bercanda."

"Iya, aku paham mungkin itu caranya berinteraksi biar makin akrab," ucap Amara sembari berpikir mungkin memang itu sebabnya.

Seberusaha itu Syakil membuat Amara nyaman dengan berbagai macam karakter di rumah ini. Ibra yang dingin, keponakannya yang sedikit brutal karena mungkin masih di umur-umur nakal, dan juga Mikhail yang tidak ada habisnya membuat Amara terdiam.

"Setelah ini, kita akan hidup berdua, tidak akan ada Mikhail yang membuat kamu risih. Lagipula Sudah saatnya kamu melupakan semua luka dan hal yang tidak seharusnya kamu rasakan ... maaf, aku terlambat datang," tutur Syakil kemudian mengecup puncak kepalanya, meski Amara tidak mengungkapkan bagaimana lukanya, tatapan kosong di hari pernikahan dapat menjelaskan jika istrinya itu memendam banyak luka.

"Berdua?"

Syakil mengangguk, tujuannya menikahi Amara memang itu. Berdua, tanpa gangguan pihak lain. Keputusannya untuk benar-benar membawa Amara keluar dari tanah air memang sudah bulat, sesuai dengan rencananya bahwa Syakil pulang hanya liburan dan menuntaskan rindu bersama Kanaya. Tentang Amara yang tiba-tiba jadi istrinya, anggap saja hadiah kerja keras dari semesta.

"Iya, berdua ... atau mungkin bertiga, berempat atau berlima nanti seperti kak Mikhail dan Zia yang punya banyak anak."

Tbc

1
SNN 💠
bagus.. 💫
🌺 Tati 🐙
karyamu tuh paling bisa mengocok perut😂😂
🌺 Tati 🐙
syakil ingat kamu di suruh pulang sama mamahmu,jangan keluyuran😅
🌺 Tati 🐙
keturunanya udah aku baca,biangnya baru sekarang aku baca🤭
Desy Puspita: Makasih banyak kak
total 1 replies
Gintania nia
selalu bagus sampai titik terakhir
PrettyDuck: Halo pembaca setia Noveltoon 🤗
Aku baru menamatkan cerita berjudul "Menantu Presiden" ✨️
Kalau berkenan silahkan berkunjung dan nikmati ceritanya 💕

Apa jadinya kalau Dinda (21) dipaksa menikah dengan Rendra (35)? Putra tunggal presiden yang reputasinya sedang hancur karena skandal panas dengan seorang aktris.
Di balik pernikahan yang penuh tekanan, rahasia, dan sorotan publik, Dinda harus bertahan di dunia yang sama sekali bukan miliknya 💔
total 1 replies
apajalah
👍👍🍂🍂🍃🍃🍁🍁👍
apajalah
😊🍂🍃🍁🍂🍃🍁😊👍👍👍
apajalah
👍🍁🍁🍃🍂🍁🍃🍂🍂😊
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
Waahh beneran Tamat, Ceritanya TOP Markotop pokoknya.👍👍
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
lagi tegang²nya nunggu Amara mau lahiran malah ambyyaaarr sama kelakuan Mikhail.. ampuunn, ga hilang² kocaknya Khail.🤣🤣🤣
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
dasar Syakil air masuk kamar malah ngawur... saking stresnya ngadepin bumil ya yang moodnya gampang berubah².🤣🤣🤣
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
Kocak Syakil asisten merangkap jadi ipar dari mantan.🤣🤣🤣
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
somplakkk Syakil pengen di bejek sama Zia kalau dia denger.🤣🤣🤣
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
ya ampuunnn ternyata Wanita yang ikut Mikhail Kendrick toohh.... di kirain wanita beneran ... biar apa siihh pake nyamar segala.🤣🤣🤣
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
aduuhh Amara nasibnya nanti gimana baru juga bahagia malah ada badai lagi..
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
mungkin Ibra mikirnyabAmara bekas wanita malam kah.... jangan² Eva berulah ngomong ke Ibra yang aneh² tentang Amara karna jatah uangnya berkurang.🤔
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
mending lepaskan saja Ganeta lah Syakil, mau di apain juga terserah orang sama ortunya sendiri.... mending cukup fokus dengan rumah tangga mu dari pada yar kamu yang nyesel kalau ada apa² dengan Amara.
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
.ikhail bukannya ngademin biar Syakil tenang malah tambah ngacawin... sebagai kakak harusnya bisa lihat situasi dan kondisi laahh... 🤦‍♀️🤦‍♀️🤦‍♀️
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
balas Ra peluk siapa kekk... peluk Mikhail juga ga apa² buat bikin Syakil cemburu tapi ijin dulu sama Zia.🤭🤭
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
Bagus Syakil kamu sudah ambil tindakan tepat dengan membawa Amarabdenganmu ke RS bertemu Ganeta tapi jangan sampe kamu lupakan Amara saat kamu bertemu dwngan masa lalu mu meskipun Ganeta ingin kembali padamu.
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!