NovelToon NovelToon
Istrinya Ustadz?

Istrinya Ustadz?

Status: tamat
Genre:Romantis / Komedi / Cintapertama / Nikahmuda / Spiritual / Kehidupan Manis Setelah Patah Hati / Dijodohkan Orang Tua / Tamat
Popularitas:61.4M
Nilai: 4.9
Nama Author: Rose noor

Hasna Aulia Zahrani seorang remaja yang cantik, pintar, ceria dan manja. Ia adalah putri tunggal dari seorang pengusaha sukses dan keluarga harmonis, pada awalnya. Hingga tanpa kesengajaan, orang ketiga masuk kedalam rumah tangga orang tuanya dan mengakibatkan perceraian.

karena merasa di khiantai orang tuanya, maka setelah perceraian orang tuanya, kehidupan Hasna berubah menjadi seorang pemberontak, nakal, pembangkang dan lebih banyak menghabiskan waktu di luar dalam arena balap liar, clubbing serta perkumpulan remaja bebas lainnya. Walaupun hati kecilnya menolak itu semua.

Masa SMA, ia memilih hidup bersama pengasuhnya sedari kecil. Hingga suatu ketika, ia memutuskan untuk tinggal bersama kakek dan neneknya di kota kelahiran sang Ibu.

Karena merasa khawatir dengan kelakuan Hasna, maka kakek serta neneknya memutuskan untuk menikahkan Hasna dengan Afnan Al-jaris, seorang Businessman yang bergelar Ustaz dan putra bungsu dari sahabat kakeknya yang merupakan seorang Kyai.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rose noor, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 17. ADRIAN AHMAD

Pukul sembilan malam.

Hasna Baru saja tiba di kota tempat Kakek dan Nenek-nya tinggal, yaitu kota kelahiran Ibu-nya Hasna, di wilayah Jawa barat.

"Asalamua'laikum, Ninen, Kiki," (panggilan sunda dari Nenek\=Nini (Ninen) kakek\=Aki (kiki),adalah panggilan Hasna dari kecil dan terbiasa seperti itu sampai Hasna besar.

"Wa'alaikum Salam," terdengar sahutan dari dalam.

"Nana. Sayang! kamu sudah sampai Nak!" pekik Nenek Hasna sambil memeluk Hasna, walaupun usianya sudah setengah abad. Namun, masih nampak jelas kecantikannya.

"Iya, baru saja sampai Nin," jawab Hasna.

"Ama ... Ama ... Ini, Nana sudah tiba," teriak Ninen Hasna memanggil suaminya, yaitu kakeknya Hasna (Ama itu dari kata Rama\= ayah).

"Iya Mbu, sini Nak ayo masuk sayang," ajak kakek nya Hasna, (Mbu\=ibu).

Hasna di sambut hangat oleh Kakek dan Neneknya.

"Ninen rindu sayang! Alhamdulillah jikalau Nana akan tinggal di sini," ucap Ninen Hasna ketika sudah berada di dalam rumah dan duduk di ruang keluarga.

“Nana juga rindu dengan Ninen dan Kiki,” ucap Hasna seraya memeluk Ninennya.

"Kalau ada Nana, jadi 'kan Ninen tidak kesepian lagi, sayang," sambung kiki Hasna.

"Bik Rumi!" panggil Ninen kepada Artnya yang bernama Bik Rumi.

"Iya, Bu," Art-nya Ninen pun menyahut dan muncul dari arah kamarnya.

"Tolong bawakan koper Nana ke kamarnya, dan siapkan kamar tamu untuk pak supir yang antar Nana tadi," pinta Ninen pada Art-nya.

“Baik Bu,” ucap Bik Rumi, berlalu dari ruang keluarga untuk mengerjakan apa yang sang Nyonya pinta.

sebelum Hasna sampai, Ayah Hasna telah menelpon Ninen dan Kiki. Mengabarkan bahwa Hasna akan tinggal dan melanjutkan sekolah di tempat mereka, tentu saja Kakek dan Nenek Hasna merasa senang dan menyambut kehadiran Hasna dengan antusias.

Walaupun Hasna tidak tahu, akan kerasan atau tidak tinggal dengan Ninen dan Kiki-nya. Tanpa orang tua, bahkan tanpa kedua sahabatnya yang selalu menguatkan Hasna.

***

Tak terasa, tiga bulan sudah, Hasna tinggal bersama Kakek dan Nenek-nya serta bersekolah di kota tersebut. Awalnya Hasna merasa berat tinggal di tempat baru dan harus ber adaptasi kembali dengan lingkungan sekitar. Namun, Hasna anak yang mudah ber adaptasi dan bergaul. Jadi tidak sulit untuknya tinggal di tempat sang Ninen. Kelakuan Hasna tidak serta merta berubah sepertinya, tanpa sepengetahuan sang Kakek dan Nenek, ia kerap kali nongkrong di Bar dan pulang larut malam dan itu rutin masih menjadi kebiasaannya.

Pagi hari di sekolah Hasna yang baru,

“Dor, heee ngalamun wae👈 Sunda(melamun saja) pagi-pag,” seseorang mengagetkan Hasna yang sedang duduk di taman Sekolah.

“Aaahh Adrian! lo buat geu terkejut saja deh!” Ternyata itu adalah teman Hasna. Ia bernama Adrian atau ADRIAN AHMAD. Dia teman baru Hasna sejak dua bulan yang lalu.

“Ahahaha. atuh teu kenging ngalamun wae👈 B.Sunda (jangan melamun saja) gadis cantik, Nanti kecantikan nya luntur,” sambung Adrian sambil tertawa.

"Ahahaha bisa saja lo Yan. Di pikir baju bisa luntur," ucap Hasna.

"Hihi," Adrian menyeringai.

"Yan ke kelas yuk!" ajak Hasna

"Okke, Neng Geulis!(Nona Cantik) mari ... hehe," canda Adrian sembari berjalan beriringan dengan Hasna.

Adrian anak yang tampan, selain dia jago bermain basket, Adrian juga jago main skateboard. Dia cukup populer di sekolah mereka, sekolah itu adalah salah satu sekolah terpavorit di kota tersebut. Sekolah Pasundan. Namun, bertaraf Internasional.

Hasna bertemu Adrian di salah satu Bar di kota tersebut. Ketika itu Hasna merasa suntuk dan nekad datang ke Bar walaupun hanya sendiri dan tanpa sepengetahuan kakek serta Neneknya.

Awal mula pertemuan Hasna dan Adrian memang unik. Malam itu ...

"Macam-macam sia heeh," (macam macam lo!).Teriak seorang setengah mabuk kepada Adrian yang tak sengaja menyenggol nya dan beer yang ia sedang tenggak malah tumpah.

"Punten A! Maaf A," (Maaf bang!) sahut Adrian sedikit membungkuk. Namun, bukannya memaafkan, pria mabuk itu malah mendorong tubuh Adrian hingga terjatuh dan kemudian menarik baju Adrian hendak membogem wajah Adrian, pengunjung riuh melihat itu, namun belum pun sampai tinju itu mendarat di wajah Adrian, seseorang menendang punggung si mabuk itu.

BUGkH

BRAAKK.

"Heh saha eta? kurang ajar! wani ka Aing?" (siapa itu, berani nya sama gua) teriak nya.

"Heh, b******n! gue di sini!" ucap Hasna menantang pria itu.

"Euleh ... euleh ... cewek! heh, perempuan! bisa apa lo? paling juga gue sentil mental lo! Ahahaha," ledek si pria, sembari mengacungakan jari kelingkingnya serta tertawa.

"Aaahh banyak bacot lo b******* tengik," ucap Hasna, lalu Hasna meninju, mendorong dan menendang pria itu, hngga tersungkur.

BUKH ...

JBRED ...

DUGH ...

JDUK ..

BRUGHH!

Hasna yang saat itu melihat Adrian hendak di bogem laki-laki mabuk tersebut dan Adrian terlihat takut, maka Hasna yang memang pernah belajar silat, walaupun hanya sampai sabuk coklat, dia tidak tinggal diam, Karena ilmu bela dirinya bisa di andalkan.

Pengunjung bersorak sorai karena sang pembuat onar dapat di kalahkan dengan mudah dan hanya oleh seorang perempuan pula. Si pria yang telah tersungkur di dekat meja Bar itu pun, segera di bawa keluar oleh beberapa pria berbadan besar dan kekar, sebagai keamanan di Bar tersebut.

Para pengunjung bertepuk tangan gembira dan mereka nampak bangga terhadap Hasna yang dapat melawan pria mabuk tersebut.

***

Bersambung ...

1
ˢ⍣⃟ₛ ❀ ⃟⃟ˢᵏRahma²⁶⁹🤎𝔰𝔩⃟🦖
sedikit demi sedikit kelakuan ajaib Nana kelihatan lagi ini
ˢ⍣⃟ₛ ❀ ⃟⃟ˢᵏRahma²⁶⁹🤎𝔰𝔩⃟🦖
Wah Na, ternyata CCTV nya lebih tahu lho ini kamu kibulin🤭🤭
ˢ⍣⃟ₛ ❀ ⃟⃟ˢᵏRahma²⁶⁹🤎𝔰𝔩⃟🦖
sekarang montornya ya Roy🤣🤣🤣
besok aku rela hatiku untukmu 🤭🤭
ˢ⍣⃟ₛ ❀ ⃟⃟ˢᵏRahma²⁶⁹🤎𝔰𝔩⃟🦖
aduh sungguh malunya diriku ini ya Roy🤣🤣
ˢ⍣⃟ₛ ❀ ⃟⃟ˢᵏRahma²⁶⁹🤎𝔰𝔩⃟🦖
ternyata gitu ya. Nana kayak hilang di telan bumi aja ini
ˢ⍣⃟ₛ ❀ ⃟⃟ˢᵏRahma²⁶⁹🤎𝔰𝔩⃟🦖
Ini anak benar luar biasa akal cerdiknya
ˢ⍣⃟ₛ ❀ ⃟⃟ˢᵏRahma²⁶⁹🤎𝔰𝔩⃟🦖
keren kamu Nana👍🏻👍🏻
ˢ⍣⃟ₛ ❀ ⃟⃟ˢᵏRahma²⁶⁹🤎𝔰𝔩⃟🦖
Wah udah sahabatan ini mereka berdua
ˢ⍣⃟ₛ ❀ ⃟⃟ˢᵏRahma²⁶⁹🤎𝔰𝔩⃟🦖
untung sudah pernah belajar ya Na
ˢ⍣⃟ₛ ❀ ⃟⃟ˢᵏRahma²⁶⁹🤎𝔰𝔩⃟🦖
Hadeeeeh ini anak belum tobat juga ini🤭
ˢ⍣⃟ₛ ❀ ⃟⃟ˢᵏRahma²⁶⁹🤎𝔰𝔩⃟🦖
nah dengar tuh nasihat dari Nana pak Afdal
ˢ⍣⃟ₛ ❀ ⃟⃟ˢᵏRahma²⁶⁹🤎𝔰𝔩⃟🦖
Wah kasihan mbak Nurin ini kena imbasnya, karena tak bisa di bilang menjaga Nana
ˢ⍣⃟ₛ ❀ ⃟⃟ˢᵏRahma²⁶⁹🤎𝔰𝔩⃟🦖
Wah hobi Nana jadi terungkap ini
ˢ⍣⃟ₛ ❀ ⃟⃟ˢᵏRahma²⁶⁹🤎𝔰𝔩⃟🦖
Asiiiik Nana menang lagi ini
ˢ⍣⃟ₛ ❀ ⃟⃟ˢᵏRahma²⁶⁹🤎𝔰𝔩⃟🦖
nah kan enak itu Na rumah mu kan jadi ramai
Abinaya Albab
calon mantumu pak kyai 🤭
Abinaya Albab
terkejoottttt mereka 😂😂😂
Abinaya Albab
kakaknya devano dek lilin lampu 😅
Abinaya Albab
detik² ketemu lintang 😁
ˢ⍣⃟ₛ ❀ ⃟⃟ˢᵏRahma²⁶⁹🤎𝔰𝔩⃟🦖
pasti banyak yang ngantri ini🤣🤣
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!