NovelToon NovelToon
Until The End

Until The End

Status: tamat
Genre:Romantis / Tamat
Popularitas:39.2k
Nilai: 4.9
Nama Author: Mirna Samsiyah

Prolog

Gadis itu berjalan dengan tatapan kosong tidak mempedulikan guyuran hujan yang menimpa tubuh mungilnya. Ia berjalan tanpa alas kaki melewati jalanan penuh kendaraan yang berlalu-lalang.

Gadis malang itu berjalan tanpa arah. Bahkan ia tidak bisa merasakan dirinya sendiri, tubuhnya seperti melayang tanpa beban.

"Sayang.. jangan takut, kau tidak akan sendiri, aku akan menyusulmu." Gumamnya dalam hati.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mirna Samsiyah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

17

Gysta turun dari mobil Papa nya setelah sampai di depan gedung tiga lantai berwarna dominan putih dan biru yakni kampus Limerick Hull. Rega, Papa Gysta ikut turun dari mobil untuk mengantar anaknya sampai gerbang sekolah. Gysta mencium tangan dan pipi lelaki berumur 50 tahunan itu.

"Hati-hati ya." Pesan Rega sebelum Gysta masuk ke dalam area sekolah.

"Nanti aku pulang numpang Nindy atau Noura aja Pa." Ucap Gysta yang telah melangkah masuk melewati gerbang sekolah. Tak lupa Gysta menyapa Pak Tono satpam sekolah yang berdiri di depan gerbang.

"Mas Arkan belum masuk ya Neng?" Pak Tono membalas sapaan Gysta.

"Belum Pak." Gysta nyengir melewati Pak Tono. Walaupun sebenarnya Gysta begitu merindukan sosok Arkan namun setiap kali ia mendapat pertanyaan tentang keberadaan Arkan maka Gysta akan menjawabnya dengan senyuman. Terkadang menyembunyikan kesedihan dan menggantinya dengan senyuman itu lebih menyenangkan.

Biasanya setiap Gysta berjalan melewati koridor, murid lain akan melihatnya dan bersorak heboh karena ada Arkan yang berjalan di samping nya tapi sekarang tidak ada lagi suara heboh itu. Seminggu yang berat bagi Gysta dimana tidak ada Arkan di sisi nya.

"Alan!" Seru Gysta saat melihat Alan tengah berjalan tak jauh di depannya. Cowok berwajah seperti bintang K-Pop itu menoleh saat namanya dipanggil.

Nindy jadian sama Alan! Gysta teringat ucapan Noura tadi pagi ditelepon. Pagi buta Noura menelepon Gysta hanya untuk memberitahukan kabar tersebut. Noura memang paling update seperti wartawan.

"Sini deh." Gysta menarik tangan Alan membawanya duduk di kursi di depan salah satu kelas yang terletak tak jauh dari ruang kelas mereka.

"Kenapa?" Alan menggeser duduk nya agar tidak terlalu dekat dengan Gysta.

"Dih jauh banget sih, aku bau ya?" Gysta mengendus seragam nya takut ada bau tidak sedap dari sana.

"Enggak kok." Alan menggeleng beberapa kali.

"Terus kenapa?" Gysta mengerutkan kening. Biasanya Alan tidak pernah menjaga jarak seperti ini, atau ucapan Noura memang benar bahwa Alan sudah resmi pacaran dengan Nindy. Akhirnya sahabatnya yang tomboy itu punya pacar pertama nya, Gysta ingin bersorak jika itu benar terjadi.

"Kamu tahu nggak, sebelum Arkan berangkat ke Singapura dia bilang apa sama aku?" Alan memasang wajah serius tapi tetap lucu, memang pada dasarnya wajah Alan yang imut walaupun sedang serius.

"Bilang apa?"

Alan berdehem sekali sebelum bicara.

"Lan, selama gue ada di Singapura jangan sampai ada cowok yang deket-deket Gysta pokoknya maksimal jarak satu meter atau kalau perlu dua meter termasuk elu!" Alan menirukan suara Arkan malam itu.

"Hah!" Gysta melongo tidak percaya pada ucapan Alan sedetik kemudian ia tertawa tidak menyangka bahwa Arkan seposesif itu.

"Makanya aku takut deket-deket kamu, walaupun dia nggak ada disini siapa tahu ada mata-mata yang ngawasin kamu." Alan bergidik ngeri. Gysta masih tertawa karena menganggap Arkan terlalu berlebihan menjaga nya. Lagi pula Gysta tidak ada niat tebar pesona pada cowok lain.

"Aku cuma mau nanya sesuatu sama kamu." Kata Gysta setelah menyelesaikan alasannya.

"Nanya apa?" Alan penasaran.

"Kamu jadian sama Nindy?" Gysta to the point tidak mau berbasa-basi karena jam pelajaran akan segera dimulai.

"Kok tahu?" Tanya Alan spontan. Nindy dan Alan berpacaran baru seminggu yang lalu dan mereka sepakat menyembunyikan hal ini.

"Gitu aja main rahasia-rahasiaan!" Gysta memajukan bibir bawahnya sebal karena Nindy tidak menceritakan hal ini. Gysta beranjak dari duduk nya ketika mendengar suara bel sekolah berdering panjang tanda pelajaran akan segera dimulai.

Alan menyusul di belakang Gysta tidak mengucapkan apa-apa lagi. Bukannya mereka tidak mau berbagi kebahagiaan tapi lebih baik diam-diam seperti ini untuk sementara.

Kelas 12 IPA 1 masih riuh oleh suara penghuni di dalam nya. Mereka belum mengeluarkan buku pelajaran jam pertama karena guru belum datang. Walaupun Ujian Nasional sudah di depan mata tapi mereka lebih memilih membaca novel, bergosip atau nonton tutorial make-up di you tube dari pada mempelajari materi UN.

"Kenapa cemberut, kangen Arkan?" Nindy melihat Gysta yang baru saja duduk di samping nya.

"Enggak." Jawab Gysta singkat. Walaupun sebenarnya Gysta tidak bisa marah pada Nindy tapi ia harus pura-pura kesal agar sahabat tomboy nya itu mau menceritakan tentang hubungannya dengan Alan. Kadang cewek memang seheboh dan seribet itu, walaupun sudah tahu tapi tetap saja harus mendapatkan beritanya dari sumber nya langsung.

"Muka kamu kenapa sih jelek tahu!" Nindy menyenggol Gysta.

"Dari pada kamu, ada berita gembira kok nggak mau ngasih tahu." Ketus Gysta yang tengah mengeluarkan buku Biologi dan alat tulis dari dalam tas.

"Maksud kamu?" Nindy bingung, belum mengerti maksud Gysta.

"Tahu deh!" Gysta mengedikkan bahu nya enggan melihat lawan bicaranya.

"Kamu udah tahu?" Nindy memelankan suaranya, mulai mengerti maksud pembicaraan Gysta.

"Tahu lah tapi bukan dari kamu, tega banget sih kabar gembira kayak gitu dirahasiain, paling nggak kasih tahu aku sama Noura."

"Sorry Gys." Sesal Nindy, ia memang berniat memberitahu Gysta dan Noura tapi bukan sekarang.

"Apa gunanya kamu punya sahabat kalau apa-apa disimpen sendiri." Gysta memutar badan menatap lurus ke arah Nindy. Mereka bersahabat dari kelas 1 SMP, suka duka mereka lewati bersama.

"Iya sorry, lain kali aku bakal lebih terbuka sama kalian." Nindy merangkul Gysta sedangkan Noura yang duduk di depan mereka bingung karena tidak mengerti situasi macam apa yang sedang terjadi di antara dua sahabatnya itu.

"Eh lihat deh! Ada apaan tuh di bawah!" Teriak Bimo ketua kelas 12 IPA 1 sambil melihat keluar jendela. Murid lain ikut berlari melihat ke halaman sekolah dari kaca jendela di salah satu sisi kelas.

Gysta penasaran ikut menyusul menerobos teman-temannya yang berkerumun ingin tahu pada sesuatu yang berada di halaman. Mata Gysta membelalak, tangan Gysta menutupi mulutnya yang terbuka saking kagetnya. Ada ratusan lilin dengan berbagai corak kemasan di atas mobil pick-up dan ada sosok tampan yang sangat Gysta rindukan. Tanpa menunggu lebih lama, Gysta berlari keluar kelas menuruni anak tangga yang menghubungkan lantai dua tempat kelasnya berada dan lantai dasar.

Air mata Gysta meluncur deras dengan sendirinya melihat Arkan berdiri dan tersenyum ke arah Gysta. Arkan sudah memperkirakan arah kedatangan Gysta. Maka saat Gysta berlari, Arkan sudah bersiap-siap menyambut gadis nya.

Gysta melompat memeluk Arkan, kurang dari satu menit ia sudah sampai di halaman sekolah padahal  ada puluhan anak tangga yang harus dilewatinya.

"Kamu bilang besok pulang nya." Lirih Gysta di pelukan Arkan sedangkan murid lain berteriak heboh dan histeris melihat adegan romantis di depan mereka seperti di film-film. Para cewek sampai melompat-lompat tidak tahan pada keromantisan Arkan. Belum lama kejutan ulang tahun Gysta yang Arkan lakukan sekarang cowok tampan itu tiba-tiba datang membawa satu pick-up lilin aromaterapi yang harganya cukup mahal untuk kantong anak SMA itu. Arkan memang tidak masuk akal bagi mereka tapi bukan Arkan namanya jika tidak membuat heboh satu sekolah.

"Surprise!" Seru Arkan disertai senyum lebar.

"Aku cuma bercanda soal sekarung candle itu, kenapa kamu bawa beneran sih!" Gysta melepas pelukannya, ia terduduk di atas paving memeluk lututnya sendiri. Gysta lemas saking terkejutnya dengan kedatangan Arkan bersama lilin-lilin cantik itu.

"Sebagai ganti karena kamu gagal makan croissant malam itu." Arkan menarik tangan Gysta lembut agar gadis itu kembali berdiri.

Gysta tidak bisa mengucapkan apa-apa lagi kecuali menangis terharu. Gysta melihat ke arah tumpukan lilin di belakang Arkan, lilin-lilin itu akan memenuhi rak milik nya di dalam kamar. Walaupun menyukai lilin, tapi Gysta tidak pernah membeli lebih dari dua lilin dalam satu bulan, ia lebih memilih menyimpan uangnya untuk keperluan lain. Dan sekarang Gysta tidak perlu membeli lagi karena lilin tersebut tidak akan habis sampai 10 tahun ke depan Gysta jamin.

"Aku minta mereka kirim ke rumah kamu ya." Ibu jari Arkan bergerak menghapus air mata Gysta.

"Umm." Gysta mengangguk. Lain kali Gysta akan mengontrol bicaranya karena candaan yang ia lontarkan ternyata dianggap serius oleh Arkan. Kasihan Arkan jika memang benar-benar membawa lilin itu dari Singapura padahal disini ada banyak counter bath and body works.

"Nanti pulang sekolah aku jemput." Ujar Arkan sambil mengacak rambut Gysta sesaat.

"Makasih ya." Mata Gysta sendu bahkan masih basah oleh air mata. "Kamu pulang gih, lihat tuh cewek-cewek udah kayak orang kesurupan lihat kamu disini."

"Aku balik dulu ya." Arkan tersenyum singkat sebelum masuk ke dalam mobil hitam yang merupakan taxi online yang digunakannya dari bandara menuju sekolah. Tidak ada yang tahu bahwa Arkan harus meninggalkan pakaiannya di Singapura demi membawa ratusan lilin itu kesini. Tentu saja Arkan bisa saja membeli lilin itu di Bandung lagi pula Gysta tidak akan tahu. Tapi malam itu tubuh nya sendiri yang bersikeras mendapatkan lilin di Singapura sesuai permintaan Gysta. Arkan juga tidak mau berbohong kepada gadis cantik itu. Lilin tersebut juga sebagai ganti karena malam itu seharusnya Arkan melamar Gysta namun sekarang Arkan harus menundanya lagi dan menunggu waktu yang tepat untuk memberikan cincin itu.

1
Reena Azza
aku sllu setia bca kok thor...
tiap bca psti nyesek
di episode trkhr ini lbh nyesek lg coz sad ending 😭😭😥😥
Mirna: Gak semua cerita berakhir indah bukan? 😌
total 1 replies
Tusini Anwdmk
rajin up y thor..kumenunggumu...👍👍👍💪💪💪
Reena Azza
sad ending 😭😭🥺🥺
aku pkr arkan msh hidup smpe sneng aku thor...😥😔
Mirna: Berat banget pisah sama Arkan 😭
total 1 replies
Tusini Anwdmk
Dikit banget sih Thor...CPT up LG y Thor..💪💪💪💪
Mirna: Ini kan update nya satu abad sekali 😂
total 1 replies
Tusini Anwdmk
Mewek aku thooor 😭😭😭😭😭😭
Tusini Anwdmk
Aaaaaaaaaa baper aku Thor😭😭😭😭😭 so sweeet banget...
Tusini Anwdmk
Ada y Thor cowok Ky Arkan ...😀😀😀😀
Tusini Anwdmk
cocok Thor visualny ....aku suka👍👍👍
Mirna: Eh masih ada yang baca novel ini ya. makasih akak 😘
total 1 replies
Reena Azza
jgn lama2 lah thor up nya...
Mirna: Masih ada yang baca novel ini yak
total 1 replies
untari mustofa
aq harus senyum apa nangis.....
Reena Azza
smoga gysta gpp...
untari mustofa
kemarin masih berharap mereka dapat melukis cerita yg manis tenyata 😭😭😭 masih berharap ini hanya mimpi
OFF
knpa sad ending yaallah😭😭😭😭
Reena Azza
bau2 sad ending ini...😭😭😭
untari mustofa
masih berharap arkan baik2 saja😭😭
untari mustofa
lup yu kak
untari mustofa
aq masih setia kak jan lama2 upnya 😘😘
Reena Azza
jgn lma2 lah thor up nya...
roman2nya ni nnti sad ending deh...🥺🥺🥺
untari mustofa
biarkan arkan sembuh ya neng otor 😘😘 jan kejem2 deh ya 😂😂 upnya diseringin dong aq masih setia loh
Mirna: Makasih udah setia sama otor yang up nya seabad sekali 😍
total 1 replies
untari mustofa
setelah sekian purnama menanti....💖💖
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!