NovelToon NovelToon
Cinta Untuk Almira

Cinta Untuk Almira

Status: tamat
Genre:Cintamanis / Nikahkontrak / Duda / Tamat
Popularitas:1.2M
Nilai: 5
Nama Author: Deche

Kata kunci masuk GC : Siapakah nama paman Almira?

Pernikahan yang dibina Almira selama setahun kandas di tengah jalan. Tomy. suami yang dicintainya menghamili sekertarisnya. Almira yang kecewa dengan suaminya langsung kabur dari rumah untuk menghindari suaminya dan mertuanya.

Tanpa sengaja Almira bertemu kembali dengan Tomy di kantor tempat Almira bekerja, karena atasan Almira adalah teman Tomy. Semenjak itu Tomy kembali mendekati Almira. Almira tidak ingin kembali ke mantan suaminya dan hanya ada satu cara agar Tomy berhenti mengejar Almirah lagi, yaitu menikah dengan atasannya yang bernama Faisal Yudhatama.

Faisal Yudhatama adalah pemilik perusahaan tempat Almira bekerja Faisal adalah seorang duda yang memiliki tiga anak, istrinya meninggal karena sakit kanker yang di deritanya.

Demi menolong Almira dari gangguan Tomy, Faisal meminang Almira. Akankah Almira menerima pinangan Faisal?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Deche, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

17. Ke Rumah Ibu Rosita.

Almira selesai mengambil makanannya dan sekarang mencari bangku kosong.

“Atau mau saya ambilkan?” tanya Almira setelah duduk di bangku yang kosong.

“Nggak usah! Kamu makan aja,” jawab Faisal yang ikut duduk di sebelah Almira.

Almira menikmati makanannya. Melihat Almira makan dengan nikmat tiba-tiba Faisal menjadi lapar.

“Kamu tunggu di sini. Saya mau ambil makanan dulu,” kata Faisal.

Lalu Faisal menuju ke meja prasmanan untuk mengambil makanan. Tak lama kemudian Faisal datang sambil membawa makanan.

“Anak-anak kemana, Pak? Kok tidak kelihatan?” tanya Almirah sambil menikmati makanannya.

“Akbar dan Amelia mungkin sudah tidur. Kalau Naura ada di kamar Mamah,” jawab Faisal.

Ketika mereka sedang makan, Faisal melihat Naura keluar dari dalam rumah.

“Tuh Naura keluar.” Faisal  melambaikan tangannya memanggil Naura.

Naura menghampiri Faisal.

“Ada apa, Yah?” tanya Naura dengan muka jutek.

“Salam dulu dengan Tante Almira,” kata Faisal.

Naura mencium tangan Almira.

“Kakak, sudah makan belum?” tanya Faisal.

“Ini baru mau makan,” jawab Naura.

“Ya sudah. Sekarang Kakak makan dulu,” kata Faisal.

Naura langsung meninggalkan Faisal dan Almira.

“Pak, kalau saya membantu mengurus pernikahan Dini dan Rafi apa tidak akan mengganggu pekerjaan kantor?” tanya Almira kepada Faisal.

“Kita kan bisa atur kapan waktunya kita kerja urusan kantor. Kapan kita mengurus pernikahan Dini dan Rafi,” jawab Faisal.

“Waktunya mepet cuma sebulan. Saya takut nggak kekejar,” kata Almira

“Saya percaya sama kamu, kamu pasti bisa mengurus semuanya dengan baik dan tepat waktu,” kata Faisal memberikan motivasi kepada Almira.

“Aamiin ya robialamin. Semoga semuanya berjalan lancar,” ucap Almira.

Setelah semua selesai makan Pak Rahmat dan keluarga pamit pulang karena hari sudah malam.

☀☀☀☀

Keesokan harinya Almira mulai mulai menjalankan tugas yang diberikan kepadanya yaitu mempersiapkan pernikahan Dini dan Rafi.

“Fi, kira-kira Dini mau mengadakan pernikahannya di gedung mana? Atau Ballroom hotel mana?” tanya Almira kepada Rafi.

“Rafi nggak tau Teh, soalnya belum penah ngebahas hal ini dengan Dini,” jawab Rafi.

“Eh…. gimana sih, niat nikah nggak sih?” tanya Almirah dengan gemas.

“Niat Teh, tapi kan kami belum punya bayangan mau nikah dimana?” jawab Rafi.

“Ya sudah, sekarang telepon Dini! Tanya mau nikah dimana? Terus acaranya in door atau out door. Buruan tanya, gih!!! Waktunya mepet nih,” seru Almira.

“Iya, iya.” Rafi mulai menghubungi Dini.

“Assalamualaikum, Din.”

“Waalaikumsalam, Aa.”

“Ini Teteh nanya, pernikahan kita mau di laksanakan dimana?”

“Aa maunya dimana?”

“Aa mah gimana Dini aja.”

“Dini juga masih bingung, A. Kalau milih satu tempat takutnya full booking, tidak bisa di prediksi.”

Rafi menjauhkan ponselnya lalu berbicara pada Almira.

“Dini juga masih bingung,” kata Rafi.

“Sini Teteh mau bicara sama Dini.” Almira merebut ponsel dari tangan Rafi.

“Assalamualaikum, Din. Ini Teteh.”

“Waalaikumsalam, Teh.”

“Din, kita bisa ketemuan nggak hari ini? Banyak yang harus Teteh bicarakan dengan Dini. Mumpung hari  libur.”

“Bisa, Teh. Di rumah Dini aja, ya. Sekalian Teteh dan Aa makan siang di rumah Dini.”

“Jangan di rumah Dini, nanti merepotkan Tante Rosita.”

“Nggak apa-apa, Teh. Mamah malah senang Teteh mau datang ke rumah.”

“Tunggu sebentar, Teteh tanya Rafi dulu.”

Almira menjauhkan ponselnya.

“Fi, bagaimana nih? Kita disuruh ke rumah Dini,” tanya Almira.

“Ya sudah kita ke sana saja,” jawab Rafi.

“Bener nih?” tanya Almira sekali lagi.

“Iya, Teteh,” jawab Rafi.

Lalu Almira mendekatkan ponsel Rafi lagi.

“Halo, Din. Kata Rafi iya, kami akan ke sana.”

“Alhamdullilah. Dini tunggu ya, Teh.”

“Iya, Din. Assalamualaikum.”

“Waalaikumsalam.”

Almira menyudahi pembicaraannya.

“Ayo, Fi mandi dulu. Kita berangkat sekarang. Soalnya banyak yang harus Teteh bicarakan dengan Dini,” kata Almira.

“Teteh sudah mandi belum?” Rafi malah bertanya kepada Almira.

“Belum,” jawab Almira.

“Teteh aja belum mandi. Tapi malah nyuruh Rafi mandi.” Rafi protes.

“Ya sudah, Teteh mandi dulu,” kata Almira mengalah.

Kemudian Almira ke kamarnya untuk bersiap-siap mandi.

Ketika Almira dan Rafi bersiap-siap untuk berangkat, tiba-tiba Nina mau ikut dengan Almira dan Rafi.

“Aa dan Teteh mau naik motor, bukan naik mobil,” kata Rafi ketika Nina cerewet minta ikut.

“Jangan naik motor, naik mobil aja,” usul Nina.

“Mendingan naik motor biar cepet,” kata Rafi.

Nina kesal karena tidak boleh ikut, lalu Nina menghampiri Ayahnya.

“Ayah, Nina nggak boleh ikut sama  Aa,” kata Nina dengan gaya merajuk.

“Mau ikut kemana?” tanya Pak Rahmat.

“Mau ke rumah Teteh Dini,” jawab Nina.

“Kenapa tidak boleh ikut?” tanya Pak Rahmat.

“Teteh dan Aa mau naik motor,” jawab Nina.

“Ya sudah, naik mobil Ayah saja, biar kamu bisa ikut,” kata Pak Rahmat.

“Asyik….,” seru Nina kegirangan.

“Tapi janji, jangan ganggu Aa dan Teteh,” kata Pak Rahmat.

“Siap Ayah.”

1
ayu cantik
suka
Deche
Terima kasih.
Ira Herawati
Luar biasa
Deche: Terima kasih
total 1 replies
Liliek Retno Yuwanti
tidak semua pengantin baru belah duren
Liliek Retno Yuwanti
saaaah....Alhamdulillah...semoga SaMaWa...Aamiin YRA
Liliek Retno Yuwanti
rasain Tomi...baru tahu kan...gimana rasanya kehilangan....
Liliek Retno Yuwanti
dinikahi....
Liliek Retno Yuwanti
rencana mas Faisal ...dinikmati gitu...lah belum tentu Tomy gak ganggu lagi... lanjuuut Thor bagus ceritanya.../Good/
Liliek Retno Yuwanti
kalau ada anak kembar yg rewel cari ibunya jadi ingat saudara ipar sepupuku, anaknya kembar,ibunya meninggal 10 hari ssdh melahirkan
Liliek Retno Yuwanti
Mas Faisql gercep banget yaaa
Liliek Retno Yuwanti
Waoow..Mas Faisal..iman dan iminnya sama2 kuat...Alhamdulillah...duda idaman tuuu...
Liliek Retno Yuwanti
gak salah kalau selalu ada cerita boss sama sekretarisnya jatuh cinta...
karena setiap hari ketemu....
pepatah Jawa mengatakan tresno jalaran seka kulino....
Liliek Retno Yuwanti
YangTi...panggilan singkat dari Eyang Putri = nenek
Liliek Retno Yuwanti
alasan klasik...KHILAF..../Awkward/
Paulina H. Alamsyah Asir
Done votenya oma. 😍❤🙏
Deche: terima kasih
total 1 replies
Paulina H. Alamsyah Asir
Luar biasa.... Joss... Joss.... 😍❤🙏😛💪
Veronica Maria
eyang putri
mbah putri
uti
💕𝘛𝘢𝘯𝘵𝘪 𝘒𝘪𝘵𝘢𝘯𝘢💕
𝓴𝓮𝓻𝓮𝓷𝓷𝓷𝓷𝓷𝓷𝓷 𝓬𝓮𝓻𝓲𝓽𝓪 𝓷𝔂𝓪 𝓰𝓪𝓴 𝓫𝓮𝓻𝓽𝓮𝓵𝓮 𝓽𝓮𝓵𝓮 👍👍👍👏👏👏😘😘😘
Deche: Terima kasih
total 1 replies
💕𝘛𝘢𝘯𝘵𝘪 𝘒𝘪𝘵𝘢𝘯𝘢💕
𝓕𝓪𝓲𝔃𝓪𝓵 𝓪𝓷𝓪𝓴𝓷𝔂𝓪 𝓫𝓷𝔂𝓴 𝓷𝓲𝓱 😅😅😅😅
💕𝘛𝘢𝘯𝘵𝘪 𝘒𝘪𝘵𝘢𝘯𝘢💕
𝓼𝓮𝓵𝓪𝓶𝓪𝓽 𝔂𝓪 𝓐𝓵𝓶𝓲𝓻𝓪 𝓪𝓽𝓪𝓼 𝓴𝓮𝓵𝓪𝓱𝓲𝓻𝓪𝓷 𝓝𝓪𝓳𝓵𝓪 👏👏👏👏👏
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!