" Jadi ku mohon jika tiba saatnya aku harus meninggalkan kalian , ku harap kamu menggantikanku sebagai Istri bagi suamiku dan Ibu dari Anakku . Ku mohon . Aku percaya padamu "
--------####--------
Seorang gadis kecil harus kehilangan Ibunya dan mengalami penderitaan selama bertahun tahun .
Namun setelah Ia berhasil bangkit , kini Ia di hadapkan pada sebuah amanat yang akan mengubah kehidupannya . Mampukah Ia ?
Dan apakah Ia juga mampu untuk membalas orang orang yang dulu telah membunuh Ibunya dan membuat hidupnya menderita ?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ShasaVinta, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 16 . Franda
Franda Rosa , Chief Operating Office ( COO ) pada Ohana Tech Group .
Franda salah satu teman Aydin sejak masih SMA . Mereka berdua sempat menjalin kasih pada masa masa awal perkuliahan . Namun hubungan keduanya harus kandas , ketika Franda harus pindah ke luar negeri dan menolak untuk menjalani hubungan LDR . Hingga akhirnya 5 tahun lalu Ia kembali ke Indonesia . Harapannya untuk bisa kembali bersama Aydin harus pupus tatkala mengetahui Aydin telah menikah dengan Kirani bahkan mereka baru saja dikaruniai seorang putra .
Namun Franda yang memang kembali ke Indonesia demi Aydin tetap menyimpan perasaannya . Ia kemudian ikut bergabung di Ohana Tech agar bisa lebih dekat dengan pujaan hatinya . Karena prestasi dan kemampuannya hingga kini Ia menjabat sebagai COO di perusahaan itu .
Saat Kirani meninggal dunia , Franda tidak bisa membohongi dirinya jika Ia merasa bahagia . Penghalang bagi dirinya untuk bisa kembali bersama Aydin akhirnya tidak ada lagi . Kini Franda sudah memantapkan hatinya untuk kembali memikat Aydin , membuat Aydin jatuh cinta padanya lagi .
Tok tok tok
Suara ketukan di pintu disusul pintu yang terbuka membuat Aydin menatap ke sumber suara .
" Pagi Pak.... " sapa seorang wanita cantik dengan lembut .
" Pagi Franda .... " balas Aydin dengan senyum .
" Tidak perlu formal begitu , disini tak ada orang lain kok . " ujar Aydin membuat senyum terbit di wajah wanita bernama Franda itu .
" He he he .... aku hanya bersikap profesional Aydin . " ujarnya .
Franda duduk di kursi yang ada di depan meja Aydin .
" Apa kamu habis mengunjungi Kirani ? " tanyanya .
" Ya ... hari ini tanggal 4 kalau kalu lupa . " ujar Aydin .
" Sudah 7 bulan berlalu , bagaimana keadaanmu sekarang ? "
Franda bertanya dengan ragu .
" Hemm ... entahlah . Aku baik baik saja . Aku harus baik demi Dafha . Bukankah harusnya seperti itu ? " ujar Aydin , terlihat jelas Ia memaksakan senyumnya .
" Yah .. memang harus seperti itu . Tapi sampai kapan kamu akan baik baik saja ? Kalau yang semestinya ada dua , kini hanya ada satu . " ujar Franda .
Aydin menghela napasnya .
" Franda ... please . Aku lagi tidak ingin bahas hal itu . " ujar Aydin dengan tegas .
" Maaf . " Franda merasa Aydin kesal padanya .
" It's Ok ... aku ngerti kok . Pasti mama yang minta kamu ngomong gini . " tebak Aydin dan memang benar .
Mama Aydin sangat mendukung Franda untuk menggantikan sosok Kirani sebagi menantunya kelak .
Franda tersenyum , " sepertinya aku ketahuan . " ujarnya .
Suasana saat itu tiba tiba saja menjadi canggung . Franda melihat sebuah jepitan rambut di atas meja Aydin .
" Sejak kapan seorang Aydin ikut ikutan demam Korea ? " tanya Franda memcoba mencairkan suasana .
" Hah ? " Aydin tak mengerti maksud ucapan Franda .
Franda menunjuk ke arah jepitan rambut itu dengan dagunya .
" Oh ini ... " Aydin mengambil jepitan rambut itu .
" Memangnya apa hubungannya benda ini dengan demam korea ? "Tanya Aydin .
" Kamu gak tahu ? Itu jepitan rambut tradisional korea . Penggemar drama drama Korea banyak yang berburu jepitan seperti itu . " jelas Franda .
" Aku gak tahu . Aku nemu ini di atas makam Kirani . Mungkin milik seseorang yang terjatuh . " ujar Aydin .
Namun ingatannya membawanya kembali ke sekitar 1 atau 1,5 tahun yang lalu . Saat itu Kirani sudah mulai menjalani pengobatan kemoterapi membuat rambutnya rontok .
Aydin ingat , malam itu mereka sedang menonton drama korea kesukaan Kirani di TV . Dan Kirani tiba tiba memotret salah satu pemeran wanita dengan ponselnya .
Katanya Ia ingin meminta seseorang untuk membelikannya jepitan rambut seperti yang dipakai oleh pemeran wanita di drama .
Namun tak lama setelah itu , Kirani berubah murung . Katanya Ia hawatir bagaimana jika saat Ia memiliki jepitan rambut yang diinginkannya tapi malah rambutnya sudah rontok semua .
Lamunan Aydin terhenti saat Chandra masuk ke ruangannya . Memberitahu jika sudah saatnya mereka bertiga pergi menemui klien .
Aydin berdiri dari duduknya , memasukkan ponsel ke sakunya . Sedang jepitan rambut itu Ia simpan di dalam lacinya .
Setelah itu Aydin bergegas menyusul Franda dan Chandra yang berjalan lebih dulu .
Sementara itu di tempat lain , Esme dan Risa tiba dengan selamat di Palembang , salah satu kota di Sumatera Selatan .
Kota kelahiran Risa . Kota yang menjadi saksi jika dulu seorang Risa juga pernah memiliki keluarga yang utuh dan bahagia , meski hanya bertahan selama 8 tahun .
Di kota ini pula Risa kehilangan Ibunya . Wanita yang membawanya melihat dunia .
Dengan taksi , Esme dan Risa menuju pemakaman yang menjadi tempat peristirahatan terakhir Ibunya .
Air mata Risa tidak bisa terbendung . Ia menangis , Ia merasa berdosa , sebagai anak satu satunya Ia telah mengabaikan Ibunya selama ini . Makam Kakek , Nenek ,dan Ibunya sudah tertutupi oleh semak semak yang tinggi .
Esme sampai beberapa kali mengingatkannya kalau kalau ada duri yang bisa melukainya .
Risa memang tidak memiliki keluarga besar .
Neneknya pergi jauh sebelum kakeknya juga tiada . Ibunya yang merupakan anak tunggal , juga hanya memiliki Risa . Jadi sudah pasti tidak ada orang lain yang bisa menjaga makam kakek, nenek dan Ibunya selain Risa .
Untung saja ada warga sekitar yang mau menolong Risa membersihkan semak semak dari ketiga makam itu .
Risa memberikan sejumlah uang pada Bapak yang menolongnya , sebagai ucapan terimakasih dan meminta Bapak untuk membantunya menjaga makam kakek, nenek , dan Ibunya .
Setelah itu , Esme dan Risa tidak langsung kembali ke Jakarta . Selagi mereka di Palembang , mereka tak akan melewatkan untuk menikmati empek empek makanan khas kota Palembang .
Namun sebelumnya mereka berdua berkeliling mall untuk membeli pakaian ganti .
Keberadaan Risa cukup menarik perhatian warga sekitar . 10 tahun tinggal di Korea , berprofesi sebagai model membuat Risa memang sangat memperhatikan wajah dan penampilannya .
Apalagi saat di salah satu mall ada seseorang yang mengenalinya sebagai brand ambasador salah satu produk kecantikan asal Korea . Esme harus rela menjadi fotografer dadakan .
Setelah puas menikmati empek empek , Risa dan Esme langsung menaiki taksi menuju bandara . Mereka akan langsung pulang ke Jakarta .
Risa dan Esme akhirnya bisa kembali ke apartemen pukul 11 malam .
Baru saja masuk melewati pintu apartemen, ponsel Esme berdering . Ada panggilan video dari Amora .
Dengan setengah hati Esme menjawab,
" Ya........ "
" ESME ........ RISA ........ apa yang sudah kalian berdua lakukan hahhh ? "
Teriakan Amoran bahkan menghentikan langkah Risa yang hendak masuk ke kamarnya .
Ia mendekati Esme , ingin tahu hal apa yang membuat Amora gadis lembut itu berteriak .
" Foto foto Risa bersama seorang penggemar beredar di Internet . Sekarang wartawan berkumpul di depan kantor agensi , ingin menanyakan kebenaran foto itu dan apa tujuanmu ke Indonesia . " Ujar Amora .
Risa tak menyangka jika satu foto yang baru diambil tadi menjadi seheboh ini .
" Kan wartawannya berkumpul di sana , jadi itu tugasmu mengurusnya . " Ujar Esme santai makin memancing emosi Amora .
" Apa katamu ?? " Amora sudah akan kembali mengoceh namun di sela oleh Risa .
" Tenanglah Eonni ... aku sudah punya rencana untuk menyelesaikannya . Akan kulakukan besok . Tenang saja Eonni , semua akan baik baik saja . " Ujar Risa .
Setelah membicarakan rencananya dengan Amora , Risa meminta Esme untuk menghubungi Stars Academy .
Kemudian Risa masuk ke kamarnya , membersihkan dirinya , melakukan ritual perawatan dirinya setiap malam sebelum tidur , kemudian segera merebahkan dirinya di tempat tidur .
" Kerja bagus hari ini Risa . Ayo tidur , kita butuh tenaga untuk besok . " gumamnya lalu mulai memejamkan matanya dan terlelap .
.
.
.
.
.
" Bermimpilah untuk malam ini dan biarkan sang mentari menjemput dengan pancaran sinarnya yang hangat di pagi hari."
.
.
.
.
.
To be continue
Echa juga semangat kejar gadis masing²