Mutia, Gadis Manis itu merasa Tuhan begitu menyayanginya, selain sang mama, kini ia juga di hadapkan dengan seorang Om-om mesum yang tidak lain adalah bosnya sendiri. Kedua orang tersebut bagaikan bayangan diri sendirinya, apapun yang ia lakukan pasti tidak pernah terlepaa dari pantauan mereka.
Namun semua berubah saat ia bertemu dengan Raga, pegawai baru yang tidak diragukan lagi ketampanannya.
Lantas bagaimana kisah Mutia selanjutnya? Akankah si Bos membiarkan ia dekat dengan lelaki lain?
Akan ada banyak kejahilan serta kisah seru lainnya, jangan ketinggalan.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Erin FY, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 17
Mutia dengan tergesa menghampiri Adam yang terlihat sedang menyiapkan minuman untuk pelanggan.
"Haloo Adam. apa kabar?" sapa Mutia yang membuat Adam terkejut.
Sesaat kemudian lelaki itu mnyunggingkan senyum, jika boleh jujur, Adam memang sangat merindukan Mutia. sejak keluar dari SMA dan sibuk bekerja, Mutia janlrang sekali berkunjung ke tempatnya, padahal dulu Mutia lah orang yang selalu ia nanti kehadirannya.
"Hai, Mutia. tumben siang-siang kemari, gak kerja?"
"Kerja dong, ini lagi Istirahat." Saat Adam hendak menyahut, suara deheman dari belakang Mutia mmbuat mereka berdua spontan menoleh.
"Mbak Mut, waktu makan siang kita gak lama, jadi kalau sudah pesan, ayo kita duduk," ucap Denis datar sembari melirik ke arah Adam.
Mutia memanyunkan bibirnya, andai saja dia ke sini tidak dengan Om-om menyebalkan ini, mungkin hari ini akan menjadi hari yang menyenangkan untuknya.
"Adam, aku mau thai teanya tiga, ya?" pesan Mutia yang diangguki oleh Adam.
"Ada makanan apa saja di sini?" tanya Denis seraya melihat-melihat menu makanan.
"Ada kentang goreng, tahu crispy, roti bakar, sosis bakar juga," terang Adam
"Kok camilan semua? Emang gak ada nasi atau makanan lain yang mengenyangkan gitu?" protes Denis lagi, Adam menghelan napas, sedangkan Mutia memutar bola matanya malas.
"Ini kan cuma kedai, Pak. jadi adanya juga cuma cemilan."
Dipanggil dengan sebutan bapak, Denis menatap Adam tajam, dia memang lebih tua dari mereka berdua, tapi bukan berarti sudah tua dan harus dipanggil bapak.
"Kamu panggil saya apa? bapak? memangnya saya bapak kamu?" Adam menggaruk kepalanya yang tak gatal, pantas saja Mutia selalu terlihat ketus dengan lelaki di hadapannya itu, ternyata dia memang sangat menyebalkan.
"Bapak apa-apaan, sih? bapak kan memang sudah tua," protes Mutia kesal.
"Saya belum setua itu! jadi suami kamu saja saya masih mampu!" jawab Denis sembari melenggang mencari tempat duduk.
Adam hanya menganga mendengar ucapan Denis, dia akan menjadi saingan yang berat untuknya.
"Mut, maksudnya dia apa?" tanya Adam penasaran.
"Gak tau! dasar dia aja gila!" Dengan muka merah padam menahan amarah, Mutia pergi menyusul Denis ke tempat duduknya.
"Bapak maksudnya ngomong gitu apa sih? nanti Adam jadi mikir aneh-aneh gimana?"
"Sengaja. biar dia berhenti berharap sama kamu."
"Maksudnya apaan? aku sama Adam cuma teman, jadi gak mungkin dia suka sama aku," protes Mutia keras sembari menyilangkan tangan di dadanya.
"Aku ini laki-laki, Mbak Mut. tau persis mana orang suka mana yang cuma anggep teman. jadi karena kamu tahubaku akan berusaha keras merebut hatimu, jadi jangan dekat-dekat dia lagi. bikin cemburu."
"Issh bapak dulu diciptain dari tanah sengketa, ya? nyebelin banget!"
"Bukan, dari tanah waqaf. sudah jangan cerewet, pesan roti bakar, kentang, sosis, masing-masing 4 porsi."
"Banyak banget. mau dibungkus?" tanya mutia yang keheranan dengan pesanan Denis yang tak masuk akal.
"Ya, buat dimakanlah di sini. ini jam makan siang, bukan nyemil siang, jadi kalau seporsi pasti kurang."
"Lah suruh siapa bapak makan di sini? atau kalau bapak mau cari makan nasi di luar juga gak papa, biar aku di sini saja. aku bisa balik sendiri nanti."
"Terus ngebiarin kamu berduaan sama bocah itu? ogah!" ucap Denis dengan tegas yang menbuat Mutia semakin mencibik kesal.
tolong sambung... best nie..tak sabar nak baca...
Sekalian rekomen buat yang kesusahan nyari novel yang seru dan bagus, mending coba baca yang judulnya (Siapa) Aku Tanpamu, searchnya pakek tanda kurung biar gak melenceng yaa