NovelToon NovelToon
Jodohku Teman Masa Kecilku

Jodohku Teman Masa Kecilku

Status: tamat
Genre:Romantis / Cintapertama / Perjodohan / Tamat
Popularitas:314k
Nilai: 4.9
Nama Author: windanor

DALAM TAHAP REVISI


Update setiap Sabtu dan Minggu!

(Sequel dari ISTRI KU MAHASISWIKU, sebelum baca cerita ini baca dulu sequelnya supaya nyambung bacanya)


Kisah dari Dea Ananda Putri, gadis yang miliki paras rupawan dan lengsung pipi di wajahnya membuat gadis ini semakin cantik dan manis.

Tapi siapa sangka kepindahan Dea ke ibu kota membuat dia bertemu dengan teman masa kecilnya yang merupakan cinta pertamanya.

"Nanti kalau kita sudah besal, aku mau nikah sama kamu, Dea. Seperti ayah dan bunda yang selalu belsama dan punya anak" ujar Elang kecil menatap Dea dengan senyuman yang mengembang.

"Iya, nanti kita bakal hidup bahagia deh" jawab Dea mengaitkan jari kelingkingnya dengan Kelingking Elang sebagai perjanjian.

Tapi itu semua seakan hanya menjadi angan-angan bagi Dea karna dirinya telah di jodohkan dengan Arga sahabat dari kakak tirinya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon windanor, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Kebenaran

Suara ketukan dari luar pintu membuat obrolan Elang dan Bayu terhenti. Dea yang duduk di samping suaminya bangkit dari tempat duduknya berjalan menuju pintu keluar.

Ceklek

Dea membuka pintu, Arka berdiri di depan pintu dengan wajah yang terlihat muram.

"Kakak kenapa ke sini malam-malam? Terus muka kak Arka kenapa muram begitu? " tanya Dea. Arka langsung masuk ke dalam rumah tanpa menjawab pertanyaan Dea.

Buk

Arka dengan sengaja menyenggol bahu Dea dengan kasar membuat gadis itu hampir oleng.Dea nampak meringis merasakan sakit di bahunya.Ia berjalan mengikuti Arka dari belakang berjalan menuju ke ruang tamu.Elang berdiri ketika melihat kakak iparnya datang mendekat. Sedangkan Arka menatap Elang dengan tatapan tak suka.

"Ayah, aku mau minjam uang. Uang aku sudah habis untuk membayar kontrakan rumah dan membayar uang SPP anak aku, Ridwan. Dan sekarang anak bungsu aku demam tinggi sedangkan aku tidak punya uang untuk biaya pengobatannya ke rumah sakit. Aku juga tidak mungkin meminjam uang sama orang tua Arga karna... aku sudah di pecat jadi pengurus perkebunan di sana " ujar Arka menundukkan kepalanya sejenak, sedetik kemudian dia menatap sang ayah.

Elang menatap iba pada Arka. Ia tidak menyangka kehidupan keluarga Dea serba kekurangan bahkan untuk biaya rumah sakit saja tidak ada.

Bayu menghela napas berat"Ayah cuma punya uang sedikit, tapi semoga cukup untuk biaya rumah sakit anak kamu "ujar Bayu memberikan uang tiga ratus ribu.

" Biar aku yang menanggung semua biaya pengobatan anak kak Arka, ayah "sahut Elang. Semua orang yang ada di sana menatap kearah pria itu.

Arka mendekati Elang dan menepuk bahu adik iparnya itu pelan.

" Tidak usah memaksakan diri, untuk membiayai pengobatan anak aku. Sedangkan kamu juga sama seperti kami tidak memiliki apapun. Kamu itu orang miskin sama seperti kami bahkan lebih miskin "cibir Arka tersenyum remeh dan berdecih pada Elang.

Dea mendengus kesal dan geram pada Arka yang terus merendahkan suaminya. Bayu memperhatikan dan mendengarkan perkataan Arka pada Elang.

" Kak Arka tidak tau siapa Elang, dia itu orang yang berada dan lebih kaya dari pada Arga "kini Dea yang bicara. Dia tidak sanggup melihat Elang terus di rendahkan oleh kakak tirinya.

" Sudah Dea, tidak usah bicara seperti itu "ujar Elang menarik tangan istrinya lembut agar berada di dekatnya.

Arka tertawa mendengar itu, dia seperti mendengar lelucon" Kamu mengatakan Elang orang kaya? Sekarang aku tanya kenapa dia kesini datang naik taksi dan pakaiannya sangat kotor seperti gembel. Apa itu namanya orang kaya, Dea? "tanya Arka terkikik geli dengan ucapan adiknya.

Dea hendak membalas ucapan Arka tapi langsung di tahan oleh Elang dengan mengeratkan genggaman tangannya pada Dea. Pria itu mengeluarkan ponsel dengan berlogo apel yang di gigit setengah. Arka terperangah melihat Elang memakai ponsel yang belum tentu orang seperti dirinya mampu membeli ponsel seperti itu.

" Dion tolong kamu antarkan uang dua puluh juta ke Surabaya ke alamat xxxxx sekarang juga,aku sangat membutuhkannya "perintah Elang pada asistennya sekaligus sahabat baiknya.

" Baik Pak Elang "jawab Dion. Elang langsung mematikan sambungan teleponnya.

" Aku menyuruh asistenku untuk mengantarkan uang kemari karna uang di dompet ku sudah habis untuk mahar menikahi Dea dan kartu rekening ku semuanya tertinggal di rumah "ujar Elang.

Arka dan Bayu saling bertatapan seakan antara percaya dan tidak percaya bahwa Elang orang kaya.

"Kak Arka lebih baik bawa anaknya ke rumah sakit masalah biaya aku yang menanggung " lanjut Elang. Arka masih terdiam seperti orang Linglung, dia mulai sadar ketika Elang kembali mengulang perkataannya.

Tanpa berkata apapun Arka langsung keluar dari rumah Bayu menuju rumahnya yang bersebelahan. Ia percaya pada Elang bila pria itu benar-benar orang kaya walau masih ada ke raguan dalam hatinya.Kalau benar Elang orang kaya pasti dia sangat malu sekali karna sudah merendahkan adik iparnya itu, dan juga sudah salah sangka.

******

Elang membantu memasukkan pakaian Dea ke dalam tas besar. Ia memutuskan untuk pulang ke Jakarta karna khawatir meninggalkan Bunda dan adik-adiknya terlalu lama.

"Dea, sebelum pulang, kita ke rumah sakit dulu untuk membayar perawatan anak kak Arka " ujar Elang di sela-sela memasukkan baju ke dalam tas.

Dea menghentikan aktivitasnya, menoleh menatap suaminya.

"Elang , kamu sudah membantu banyak pada keluarga aku. Aku malu sama kamu karna Arka sampai mengatakan sesuatu yang belum dia ketahui tentang kamu " ujar Dea tertunduk sedih .

Pria itu mengangkat dagu Dea agar menatap dirinya. Ia mengusap pipi istrinya dengan lembut.

"Tidak usah sungkan, aku sudah menganggap keluarga kamu seperti keluarga ku sendiri . Jadi jangan merasa tidak enak terus " ujar Elang tersenyum. Dea mengangguk-anggukan kepalanya dengan lucu membuat Elang mencium pipi istrinya dengan gemas. Dea yang di cium suaminya langsung membuat pipinya merah padam.

Elang keluar dari rumah menenteng tas. Dion yang tengah menelpon seseorang langsung mematikan sambungan ponselnya, mendekati bosnya.

"Sini, biar aku yang memasukkan ke garasi mobil " ujar Dion merebut tas itu dari tangan Elang.

"Tumben paham " celetuk Elang.

"Kamu sekarang bos aku, jadi wajar aku merajakan kamu. Oh iya memangnya ini rumah siapa? " tanya Dion yang sedari tadi penasaran dengan rumah yang tidak terlalu besar dengan cat putih yang sudah terkelupas di seluruh tembok rumah itu.

"Ini rumah istri aku " jawab Elang. Mata Dion langsung terbelalak mendengar jawaban dari sahabatnya itu. Ia seperti mimpi, dia bingung kenapa Elang mau menikah dengan gadis yang mungkin kastanya di bawah Elang. Biasanya orang yang kaya selalu mencari pasangan yang kaya atau sekasta juga.

Elang mengangkat satu alisnya melihat wajah keterkejutan Dion.

"Kenapa? " tanya Elang. Dion langsung menggelengkan kepalanya cepat. Ia tidak mungkin bertanya pada Elang kenapa menikahi gadis yang tidak sederajat, takutnya sahabat sekaligus bosnya itu tersinggung.

Dea dan Bayu mendekati Elang yang tengah mengobrol dengan Dion. Pria itu langsung berbalik ke belakang tersenyum melihat istri dan mertuanya.Bayu menatap mobil Laborzini yang berwarna hitam itu, ia menatap kagum.

"Ini mobil kamu Elang? " tanya Bayu.

"Mobil kantor ayah " jawab Elang merendah.

"Bohong, ini mobilnya Elang, pak. Dia memang suka merendah orangnya" sahut Dion blak-blakan. Elang langsung menatap tajam sahabatnya itu.

"Kalau begitu kita langsung masuk ke dalam mobil saja " ujar Elang membukakan pintu mobil belakang untuk istrinya.Dea langsung masuk ke dalam mobil di susul Bayu yang masuk ke dalam mobil dan duduk di jok depan.

Dion menyalakan mesin mobil dan menjalankannya. Elang mencium tangan Dea, tersenyum manis pada istrinya yang terlihat malu-malu.Ia menciumi pipi Dea seakan lupa bila ada dua orang di mobil ini.Dion menggelengkan kepalanya memperhatikan dari kaca mobil,kebucinan Elang pada istrinya.Sedangkan Bayu menatap keluar kaca mobil ,ini pertama kalinya dia menaiki mobil yang bahkan memimpikan naik mobil ini tak pernah.

Mobil Lamborghini itu memasuki area rumah sakit. Elang turun dari mobil dengan tangan yang terus mengenggam tangan Dea seakan takut terpisah. Kalau sudah halal mah bebas😅.

Arka duduk di kursi tunggu di samping ruangan tempat anaknya di rawat. Pria itu tersebut tersentak ketika seseorang menepuk bahunya pelan. Arka menatap Elang yang berdiri di sampingnya yang tersenyum ramah padanya.

"Bagaimana keadaan anak kak Arka? " tanya Elang.

"Dia baik-baik saja, cuma harus di rawat di rumah sakit karna kondisinya yang butuh pemulihan" jelas Arka. Elang yang mendengarnya manggut-manggut.

"Aku sudah membayar admnistrasi perawatan anak kak Arka. Jadi tidak usah khawatir lagi untuk masalah biaya. Dan aku punya uang sedikit untuk kak Arka, semoga bisa memenuhi kebutuhan kak Arka dan keluarga" ujar Elang memberikan uang yang terbungkus amplop coklat kepada Arka.

Arka nampak ragu-ragu mengambil amplop tersebut. Tapi perlahan pria itu mengambilnya, ia bisa memperkirakan uang di dalam amplop yang dia pegang sekarang sekitar lima jutaan karna isi amplop ini yang tebal.

"Makasih Elang. Aku minta maaf karna telah merendahkan mu. Aku hanya ingin Dea menikah dengan pria yang bisa menjamin kehidupannya dan aku tidak ingin dia seperti aku yang hidup susah " ujar Arka tertunduk malu.

Elang mengulas senyum, mengusap bahu kakak iparnya lembut"Tidak masalah, dan aku paham itu, seorang kakak pasti ingin adiknya bahagia "ujar Elang.

" Ayah, kak Arka. Aku harus pulang ke Jakarta karna Bunda pasti sedang khawatirkan aku. Dan Dea aku bawa "ujar Elang.

"Iya nak. Kamu hati-hati di jalan ya. Ayah titip Dea, jaga dia " ujar Bayu yang di balas anggukan.

"Aku sudah menyuruh beberapa orang untuk memperbaiki WC di rumah ayah. Dan juga menyuruh orang membuat aliran air supaya tidak menimba air lagi ke sumur " ujar Elang.

Pria itu kembali memberikan amplop coklat pada Bayu dan tentu jumlahnya lebih besar daripada Arka.Elang dan Dea berpamitan pada Bayu dan Arka untuk pulang ke Jakarta.

Bersambung...

Maaf baru update sekarang ,karna saya kejar update untuk bapak Alvian. Sebelum 2022 saya harus menyelesaikan semua novel saya karna mau fokus kerja.

1
febby fadila
bagus thor, tidak semua harus berakhir dengan bahagia ya,, tp sangat disayangkan dea dari kecil sdah menderita knp setekah nikah blom juga bahagia udah meninggal aja
febby fadila
hadeee buang aja kelaut itu perempuan
febby fadila
anak kecil diam aja alma 🤫🤣
febby fadila
wooooww elang langsung belah duren ♥️♥️🥰
febby fadila
nah sekarang tau kan giaman sifatnya aqila temanmu itu
febby fadila
elang kok harus bohonh si, kan bisa tu ngajak dea sekalian
febby fadila
lah wong alma cemburu sama kakak iparnya sendiri 🤣🤣🤣
febby fadila
arka benalu
febby fadila
ya semoga elang jadi suami yg bertanggung jawab
febby fadila
sabar ya arga semoga kamu dpat wanita yg baik dan solehah lagi untuk menjadi istrimu kelak
febby fadila
berarti elang dan dea nggak berjodoh dong thor, swmoga elang masih hidup
febby fadila
waduuuu kasihan kalian berdua ini
febby fadila
kasihan dea jd korban keegaisan ortunya
febby fadila
hmmm sebelum janur kuning melintang masih ada kesempatan buat kamu elang
febby fadila
berarti fira blom nikah lagi ya
febby fadila
kasihan juga si arga ya
febby fadila
hmmm makin penasaran
febby fadila
penasaran gimana caranya mereka bisa nikah
febby fadila
owww almeera adiknya elang kan ya
febby fadila
hooo sdah tunagan ternyata si dea, terus gimana elang bisa nikahin dea
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!