NovelToon NovelToon
BISSMILLAH WITH YOU

BISSMILLAH WITH YOU

Status: tamat
Genre:Romantis / Tamat
Popularitas:5.2M
Nilai: 4.7
Nama Author: Maria_azis

"Maaf Tuan, saya tidak sengaja mendorong Anda, karena tadi ada sepeda motor yang melaju kencang", ucap gadis bermata hitam dan bercadar biru tosca sambil membantunya berdiri.

"Apa Tuan tidak apa-apa? Apakah ada yang luka Tuan? ", sambungnya sambil melihat laki-laki yang ditolongnya dari atas kebawah.

"........... ",

Karena tidak ada tanggapan malah diam saja dan menatapnya tanpa berkedip gadis bercadar tersebut akhirnya pamitan untuk pergi.

"Kalau begitu saya permisi ya Tuan, Assalamu'alaikum", ucap gadis bercadar.

Karena masih terpesona dengan mata hitam legam gadis tersebut laki-laki tadi hanya mampu menjawab salam didalam hatinya.

Setelah beberapa saat dia baru tersadar karena mengabaikan gadis bercadar yang menolongnya.

"Oh... Shitt", umpat laki-laki yang bernama Raffasya Qiyas Irawan.

*Siapakah gadis bercadar tersebut kenapa bisa membikin CEO yang terkenal sholehnya tidak bisa menundukan pandangannya seperti biasanya.*

Yuk simak😊😊
Dan maaf jika banyak Typo.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Maria_azis, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

CHAPTER 17

Saat Qiyas lagi termenung dikamarnya dia dikagetkan dengan gedoran pintu rumahnya yang sangat kencang.

"Assalamu'alaikum Qiyas, Assalamu'alaikum", ucap seseorang sambil menggedor pintu dengan tidak sabaran.

Qiyas yang sedang termenung langsung terlonjak kaget mendengar gedoran dan langsung beranjak dari tempat tidurnya dan segera membuka pintu, karena penasaran dengan orang yang menggedor pintu begitu keras.

"Wa'alaikumussalam Zabir, ada apa?? ", tanya Qiyas.

Ternyata yang menggedor pintu adalah Gus Zabir dengan keadaan yang berantakan dan ngos-ngosan nafasnya.

"Qiyas tolongin aku, istriku Aida mau melahirkan, ayo Qiyas cepat", kata Zabir sambil menarik-narik Qiyas.

"Apaaaa!!!, bentar-bentar Zabir aku ambil dompet dan Hpku dulu", kata Qiyas yang ikutan panik.

Setelah itu mereka langsung menuju rumah Zabir, karena orang yang terdekat yang bisa dimintai pertolongan adalah Qiyas. Karena rumah Pak Kyai sedikit jauh dengan rumahnya Zabir.

Lida yang saat itu disuruh Umi untuk mengantarkan roti kerumah Gus Zabir kaget melihat Kakaknya dan Kak Qiyas lari dengan tergesa-gesa.

"Kakak ada apa ini Kak, kenapa Kakak dan Kak Qiyas seperti sedang terburu-buru?? ", tanya Lida bingung.

"Istriku mau melahirkan Lida", kata Zabir sambil berlari.

"Lida tolong kamu sampaikan ke Pak Kyai dan yang lain ya, kita mau segera kerumah sakit", kata Qiyas mewakili Zabir.

Lida sampai melupakan roti yang dia bawa, bahkan rotinya dia bawa pulang kembali kerumahnya. Sesampainya dirumah dia sampai melupakan salamnya karena saking terburu-buru.

Ngos, ngos, ngos

Deru nafas Lida yang ngos-ngosan karena berlari tadi.

"Umi, Umiiiiiii!!!!!", panggil Lida kepada Umi Maryam.

Umi Maryam yang saat itu sedang berada didalam kamar, langsung keluar karena mendengar teriakan Lida.

"Ada apa tho Lida, pulang-pulang tidak salam, malah teriak-teriak, dan itu kenapa rotinya kamu bawa pulang lagi?? ", omel Umi Maryam.

"Assalamu'alaikum Umi, Kak Aida Umi, Kak Aida", kata Lida masih ngos-ngosan.

Umi yang tahu jika menantunya Aida sedang hamil besar jadi panik.

"Aida kenapa Lida Aida kenapa", tanya Umi Maryam sambil mengguncangkan lengan Lida.

Heeeeeeeemmm Huuuuuuuh

Lida mengambil nafas dalam-dalam lalu dia hembuskan secara perlahan.

"Kak Aida mau melahirkan Umi, sekarang sedang dibawa Kak Zabir dan Kak Qiyas kerumah sakit terdekat", kata Lida dengan lancar setelah lebih tenang.

"Apaaaa!!! ", ayo kita menyusul mereka kesana, sebentar Umi mau bilang ke Alif dulu, untuk menyampaikan ke Abi jika Abi sudah pulang, kalau kita mau menyusul Kakakmu kerumah sakit", kata Umi Maryam yang juga khawatir dengan keadaan menantunya.

Setelah berpamitan dengan Alif. Umi Maryam segera mengajak Lida kerumah sakit.

"Umi tunggu sebentar, kita kesananya naik mobil pesantren saja ya Umi biar lebih cepat, daripada menunggu taksi", kata Lida.

"Terus siapa yang mau menyetir kan kamu dan Umi tidak bisa naik mobil", kata Umi Maryam.

"Haiiissh, Kia kan bisa Umi menyetir mobil, sebentar biar Lida meminta tolong pada Kia", kata Lida.

Kia yang saat itu sedang mencuci baju, kaget mendengar suara Hpnya. Fikirnya siapa sore-sore yang nelfon, kalau Ayah dan Mamahnya biasanya malam.

"Lida, tumben telefon, biasanya dia langsung kesini?? ", kata Kia ngomong sendiri setelah melihat siapa yang menelfonnya.

"Assalamu'alaikum Lida, ada apa?? ", kata Kia

"Wa'alaikumussalam Kia, aku boleh minta tolong anterin aku sama Umi kerumah sakit HARAPAN MULIA sekarang pakai mobil pesantren bisa tidak", kata Lida to the point.

"Bisa emangnya ada apa Lida?? ", kata Kia dengan penasaran. Biarlah cuciannya dia lanjutkan nanti, fikir Kia.

"Kak Aida mau melahirkan Kia, cepetan kesini ya, aku sama Umi tunggu", kata Lida.

"Baik-baik aku akan segera kesana tunggu sebentar", kata Kia dengan terburu-buru.

Kia langsung ganti baju, hijab dan niqabnya, tidak lupa dompet dan Hpnya dia bawa. Setelah mengunci pintu Kia langsung lari menuju rumah Lida.

Ternyata Lida dan Umi sudah menunggu Kia diteras depan rumah.

"Assalamu'alaikum Umi, Lida, maaf menunggu lama", kata Kia sambil menyalimi Umi Maryam.

"Tidak lama, ayok bisa langsung berangkat kan Kia", tanya Umi Maryam.

"Bisa Umi", kata Kia sambil menerima kunci mobil.

Kurang lebih 40 menit mereka sampai kerumah sakit yang dituju dan langsung menuju keruang bersalin Aida. Karena tadi diperjalanan Lida sudah menghubungi Gus Zabir.

Dari kejauhan Umi Maryam, dan Lida hanya melihat Qiyas, karena Gus Zabir sedang berada didalam menunggui istrinya yang sedang berjuang untuk melahiran.

"Assalamu'alaikum nak Qiyas", kata Umi Maryam.

Qiyas langsung mendongak untuk melihat siapa yang mengucapkan salam padanya. Karena posisi Qiyas tadi sedang menunduk dan berdzikir.

"Wa'alaikumussalam, eeh Umi Maryam, silahkan duduk", kata Qiyas sambil menyalimi dan menyilahkan duduk Umi Maryam.

"Bagaimana keadaan Aida nak Qiyas", tanya Umi Maryam.

Sedangkan Lida lagi membalas pesan dari Kia, yang katanya Kia mau kekamar mandi sebentar dan mau membeli buah tangan dulu didepan.

"Lagi didalam Umi dan Zabir juga, sudah sekitar 40menitan Umi mereka didalam", kata Qiyas kepada Umi Maryam.

Dan setelah beberapa menit mereka semua mendengar suara tangis bayi yang masih merah.

"Alhamdulillah", ucap semua orang dengan senyum mengembang.

Umi Maryam yang melihat Zabir keluar dari ruang persalinan langsung berdiri dan bertanya kepada Zabir.

"Apakah cucu Umi n Istrimu baik-baik saja Nak", tanya Umi Maryam.

"Alhamdulillah Umi, semuanya berjalan lancar sesuai dengan harapan kita, dan anak Zabir sangat cantik Umi", kata Zabir dengan memeluk Umi Maryam dan tiba-tiba langsung bersujud dibawah kaki Umi Maryam.

Sontak kelakuan Zabir membuat Lida, Qiyas apalagi Umi Maryam terlonjak kaget.

🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀

***TBC***

1
𝔪𝔢𝔩𝔦𝔞𝔫𝔞𝔣𝔟𝔯𝔫
😍😍
𝔪𝔢𝔩𝔦𝔞𝔫𝔞𝔣𝔟𝔯𝔫
happy ending 😭😭🥰🥰🥰
Ita Yuhana
buat cetakan yang imut kk/Facepalm//Facepalm/
Ita Yuhana
bearti tunangannya qiyas KK nya kia
Bunda SalVa
/Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm/
Ida Erwanti
Luar biasa
ukhty fulanah
hmm prbuatannyabsgt tdk cocok bagi lelaki ygnmengaku sholeh, aplgi bersentuhan dgn prempuan yg bkn mahram nya
ukhty fulanah
mahram thor
ukhty fulanah
ternyata aulian itu cowo ya wkwkwk
ukhty fulanah
sdh mulai ikutan aneh ni si zidan wkwkkw
ukhty fulanah
yah :(
ukhty fulanah
nah kalo ngobrol gini jadi enak hehe, langsung sama walinya
ukhty fulanah
buset wkwkwk, berani nyaa kamu milaa, bagi dikit keberaniannya wkwkwk
ukhty fulanah
dan didalam islam juga dilarang ikhtilat ya zidan. lebih baik jangan bermudah mudah an ngobrol sperti ini tanpa ada kperluan
ukhty fulanah
ana pun bingung, sebatas ilmu yg ana tau, perkara ghaib hanya Allah yang tau. ada memang beberapa orang yang mempunyai firasat yg dinamakan "firasatul mukmin" tpi itu utk org yg imannya sdh tdk diragukan lagi.

Ahsannya lebih diperjelas thor
ukhty fulanah
hmm terlalu dimudah mudahkan dalam mengobrol, lebih baik hal ini di hindari thor krn ini trmasuk ikhtilat, biarpun ini bkn khalwat tpi ini ikhtilat
ukhty fulanah
hm cukup aneh si, ini termasuk khalwat, lebih baik tadi ada 1 orang yang menemani seperti omnya
ukhty fulanah
Maa syaa Allah, afwan tapi sbnrnya tdk boleh sujud kepada manusia walaupun itu ibu kita. ada hadist nya itu
Maria_azis: terimakasih banyak Kak atas Krisannya 🤗🤗🤗😉☺️ jujur aku sudah lupa sama jalan ceritanya, ini novel pertama saya, maaf jika banyak salah 🙏🙏🙏🙏
total 1 replies
ukhty fulanah
baru kali baca novel yang laki lakinya sholeh, biasanya lakilakinya pasti dingin/arogan hehe

Aku suka dengan novel ini beda dgn yg lain
Maria_azis: mampir di novel terbaru saya Kak, jodoh 1 meter 🤗🤗
total 1 replies
Femy Pantow
tgu antrian ya 😀😀😀
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!