Sekali dalam hidupnya Safana pernah jatuh cinta. Namun enam tahun lalu Ia mengubur semua hal tentang pria itu.
Hingga takdir mempertemukan mereka kembali, disaat Ia telah memiliki Ayu dan pria yang dicintainya memiliki Alia.
Akankah ia membiarkan pria itu memporak-porandakan hidupnya lagi demi sebuah cinta yang Ia ragukan pernah ada ?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ratna dks, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Khianati lagi
Dering ponsel membangunkan mereka berdua yang masih meringkuk dibalik selimut tanpa sehelai benangpun.
“Hallo” setengah mengantuk Prapta menerimanya
“Kau dimana ?. Kenapa belum datang ?. EO pagelaran datang mencarimu?” rentetan pertanyaan Heidy memekakan telinga Prapta. Ia menjauhkan ponsel dari telinganya dan menekan mode speaker.
“Aku dirumah, hari ini Aku cuti. Suruh EO pagelaran kembali esok hari “ Prapta menutup ponsel-nya dan meletakkan di meja.
Ia menoleh ke samping, dilihatnya istrinya yang beringsut duduk dan tengah mengenakan blusnya. Prapta menarik tangannya hingga Safana jatuh berbaring disampingnya.
“Kau mau kemana ?” Prapta meletakkan tangannya diperut Safana.
“Aku mau buat sarapan untukmu. Kenapa kau tidak kerja ?”
“Tidak usah buat sarapan Aku belum lapar” Prapta menempelkan wajahnya disamping telinga istrinya.
“Lalu kenapa Kau tidak kerja ?”
“Aku masih ingin melakukan ini” Prapta kembali ******* bibir istrinya dan melepaskan kancing baju Safana yang baru terpasang.
Bunyi bell dipintu terdengar, Bu Awi yang tengah menata bunga segar di vas meja tamu beranjak membukakan pintu.
"Safana, ada angin apa mendadak sore-sore kemari ?" Bu Awi menyambut menantu dan anaknya dengan sumringah.
"Tadi Safana membuat bolu pisang. Terpikir untuk kirim ke mama, mama kan suka ini" Safana mengikuti langkah mertuanya yang mengiringnya masuk ke dalam.
"Pah, menantumu datang" Bu Awi berteriak pelan.
Pak Awi suaminya keluar dari kamar begitu mendengar panggilan istrinya. Ia duduk bergabung bersama Safana dan Prapta.
"Orang kantor bilang Kau tidak masuk kerja hari ini Prapta " Pak Awi bertanya pada putranya.
Sementara Safana ke dapur mengambil piring dan pisau untuk menyajikan bolu yang dibuatnya.
"Aku cuti menemani Safana membuat bolu" Prapta menjawab enteng.
Bu Awi memandang selidik ke Prapta "Jangan-jangan Kalian datang untuk memberi kabar baik bahwa Mama sebentar lagi akan punya cucu"
Safana yang baru datang menggeleng, begitupun Prapta.
"Masih diusahakan" Prapta berseloroh.
Safana memotongkan kue untuk mereka dan meletakkannya dipiring.
"Maaf ya Ma belum bisa memenuhi keinginan Mama" Safana merasa tak enak.
" Tidak, tidak pa pa. Yang penting kalian selalu rukun Mama sudah senang"
Mendengar ucapan mertuanya, Safana tercenung. Ia teringat perbuatan Prapta yang diam-diam bertemu gadis lain.
Prapta menyadari perubahan sikap Safana, Ia menarik bahu istrinya agar duduk disebelahnya.
"Kemarilah, menyandar padaku" Prapta merengkuh kepala Safana bersandar didadanya.
"Papa, dicicipi kuenya" Safana menyilakan.
Pak Awi mengambil sepotong kue buatan Safana "Papa rasa Safana belum juga mengandung mungkin karena kecapean kerja rumah tangga. Mengurus hal-hal sepele yang seharusnya tak Ia kerjakan"
"Mungkin perlu Sumi membantu dirumahmu biar Kau lebih santai" Bu Awi mengambil piring dan ikut mencicipi.
"Tidak usah Mah. Kasihan Mamah kalo nggak ada Mba Sumi pasti repot" Safana menolak dengan halus.
"Mama tidak akan repot. Dia bisa cari pembantu lagi di agen. Sedangkan Kau, kau butuh teman dirumah yang bisa Kau percaya. Turuti saja permintaan Mama" Prapta punya pemikiran lain. Ia yakin keberadaan Sumi akan membuat Safana sibuk mengajarinya. Jika itu yang terjadi maka Ia akan punya peluang untuk bermain mata dengan para perempuan lajang.
"Dengarkan kata suamimu " Bu Awi melihat ke Safana yang langsung diangguki menantunya.
Keesokan harinya Prapta kembali masuk kerja, ia muncul diruangan Heidy. Heidy yang tengah melihat hasil desain batiknya pada beberapa kain yang sudah jadi mendongakkan kepala.
"Bukan kebiasaanmu mengambil cuti" Heidy menggumam sendiri.
Prapta berjalan menghampiri mejanya sambil tersenyum simpul.
"Ada masalah. Dua hari lalu Safana memergokiku bersama Bianca" Prapta menceritakan.
Ia merasa tak tabu menceritakan pada Heidy, perempuan itu yang paling mengenal tabiat dan kebiasaannya luar dalam sejak mereka menjadi atasan dan bawahan.
"Aku sudah bisa menebak, suatu hari kau akan merasa jenuh dalam ikatan pernikahan" Heidy menghentikan pekerjaannya dan duduk ditepi meja. Disebelah Prapta berdiri.
"Benar, Aku jenuh. Terikat dengan satu perempuan ternyata membosankan" Prapta menyampaikan apa yang tak bisa Ia sampaikan pada Safana.
Heidy terdiam, Ia tak mengira akan secepat itu Prapta kembali pada sifat aslinya. Ia memang menunggu saat ini, saat Ia punya peluang untuk mendekatinya lagi.
"Jadi apa Kau akan menceraikannya ?" Heidy berpura-pura merapikan ikatan dasi Prapta.
"Tidak mungkin. Ini bukan pernikahan biasa. Dia anak teman Papaku, apa yang akan dikatakan orang tua Kami berdua kalau Kami bercerai."
Heidy menghela nafas, ini akan sulit baginya untuk mengambil alih tempat Safana. Padahal masalah keuangannya sudah sedemikian mendesak untuk dicarikan jalan keluar.
"Jadi..."
"Jalani saja keduanya. Berumah tangga dan bermain. Ini cukup menyenangkan, seperti melakukan permainan kucing dan tikus. Ketika tertangkap basah, Aku harus kembali berusaha menundukkan Safana. Sangat menggairahkan bercinta dengan orang yang menolakmu" Prapta tersenyum mengingat apa yang terjadi kemarin.
"Mungkin Kau harus rajin-rajin melakukan ini untuk membuatnya terus-terusan menolakmu" Heidy menarik dasi Prapta dan memberikan ciuman hangat di bibirnya.
Prapta membalasnya dengan penuh gairah. Sampai bunyi ketukan pintu terdengar diluar mereka baru melepas pagutan.
Prapta menghapus bekas lipstik dibibirnya.
"Silakan masuk" Heidy kembali ke belakang meja kerja seolah tak terjadi apa-apa
"Orang EO sudah datang dan menunggu diruang meeting" bagian marketing menyampaikan.
"Kami kesana sekarang" Prapta berjalan keluar diikuti Heidy dibelakangnya.
semangat brkarya
seperti biasa karya kak Ratna selalu menarik untuk d baca❤❤❤
up
up
up
di tunggu up nya