"
Alena, gadis biasa yang penurut dan tidak menuntut, berpenampilan biasa dan tidak menonjol.
Hingga suatu hari, pamannya berjanji akan menikahkannya dengan Alan Pratama Wijaya, pria kejam yang tak segan-segan membunuh lawannya.
Alan seperti psikopat yang menyukai darah dan pembunuhan, namun ia selalu menutupi dirinya saat menghadapi Alena.
Menghadapi Alan dan kegilaannya, Alena bersikap tenang tanpa rasa takut.
Dia bahkan menangani mantan pacar Alan dengan baik.
Siapakah Alena yang tampaknya biasa?
Rahasia apa yang dia miliki?"
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Fitria ardila, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
episode 16
"kakak besok ajari aku masak makanan yang enak ya ,aku juga ingin pintar memasak kayak kakak."ucap cia setelah menyelesaikan sarapannya.
padahal Alena hanya membuat nasi goreng untuk sarapan tetapi Cia yidak berhenti memuji masakan Alena sedari tadi.
"baiklah kalau Cia ada waktu kakak akan mengajari Cia."jawab Alena.
"hore.... bagaimana kalau besok kak,besokkan Minggu."kata Cia dengan semangat.
"baiklah kakak akan mengajari Cia kapanpun cia mau.lagipun kakak tidak ada pekerjaan dirumah."ucap Alena agake
menyindir Alan.
tetapi orang yang disindir masih asik dengan makanannya.
"baiklah kak, aku berangkat sekolah dulu."seperti biasa Cia mencium pipi Alan dan Alena dulu baru berlalu pergi menuju mobil.
setelah kepergian Cia tidak ada yang membuka suara dan hanya keheningan yang ada di meja makan tsb .
."apa kau ingin bekerja di luar rumah."tanya Alan memecah keheningan .
"apakah boleh."bukannya menjawab Alena malahan bertanya balik pada Alan.
"jika kau mau kau bisa bekerja di perusahaanku."
' itu sama saja dengan tidak,dia masih memantauku.'pikir Alena.
" bagaimana?"tanya Alan membuyarkan lamunan Alena.
"baiklah aku mau ."ucap alena tersenyum manis pada Alan.
deg
jantung Alan memompa lebih kencang dari biasanya.
'astaga ada apa dengan ku.'ucao Alan dalam hati.
"tapi aku kerja pada bagian mana?"
"kau bekerja menjadi sekretarisku karena sekretariku ana sudah aku pecat kemarin."
setelah mengatakan itu Alan berlalu meninggalkan Alena yang masih termenung di meja makan dan tidak mengetahui kalau Alan telah pergi.
lamunan Alena buyar saat mendengar deru mobil alan meninggalkan perkarangan rumah.ia baru sadar kalau hanya dia yang tinggal di meja makan tsb.
seperti biasa setelah Alan pergi Alena juga pergi ketaman belakang duduk diatas ayunan sambil melamun.
.
.
.
"siapkan meja sekretaris di ruangan ku ."ucap Alan atau lebih tepatnya perintah Alan.
"kenapa tuan , biasannya meja sekretaris berada di ruangan saya?"tanya Frans penasaran karena biasanya Alan paling tidak suka berada dalam satu ruangan dengan orang lain saat bekerja.
"lakukan saja perintahku dan jangan banyak tanya."perintah Alan.
Frans pun diam dan keheningan yang menemani mereka.
.
.
.
siang hari
disinilah Alena sekarang berdiri di depan perusahaan alan .
sebenarnya Alena hampir lupa mengantarkan makan siang Alan tetapi untung saja bikna mengingatkan dia.
Alena memasuki perusahaan alan tidak seperti kemarin sekarang tidak ada orang yang berani menghadang jalan Alena.
Alena berlalu menuju lift yang sama seperti yang ia pakai kemarin dan menekan lantai yang sama.
Ting
Alena keluar dari lift dan berjalan menuju ke ruangan Alan sambil menenteng makan siang Alan.
. "apa yang kau lakukan di depan pintu ruangan Alan,frans."tanya Alena melihat Frans berdiri seperti satpam di depan pintu ruangan Alan.
"saya disuruh menjaga ruangan tuan, nyonya.dan ia memerintahkan untuk tidak memperbolehkan orang masuk kedalam."ucap Frans.
"lalu bagaimana dengan makan siang ini."
"menurut saya lebih baik nyonya memberikan makan siang itu nanti setelah tuan memperbolehkan orang masuk kedalam ruangannya."
"bagaimana kalau aku titip pada kamu saja Frans ?"tawar Alena .karena Alena paling tidak suka dengan namanya 'menunggu'.
"menurut saya lebih baik nyonya sendiri yang memberikan makan siang itu kepada tuan,dan nyonya dapat menunggu tuan di ruangan saya "
"baiklah."Alena pun beranjak pergi keruangan Frans yang berada di sebelah ruangan Alan.
.
.
.
.
bersambung.
###
Salam hangat dari author 😘😘
mak nya alan.yg nyuruh nrima alena
👏🏼👏🏼👏🏼👏🏼
smngt💪💪💪💪