Mariana dijodohkan dengan Raka, pemuda pilihan orang tua nya . Tanpa sepengetahuan Mariana , Raka ternyata punya hubungan dengan Meli yang merupakan sahabat Mariana . Karena ketidakterbukaan Meli , akhirnya membuat kesalahpahaman . Persahabatan mereka pun Retak .
Suatu hari Mariana tersesat di hutan saat mengikuti kegiatan mapala . Namun dia tidak sendiri. Ada Revan bersamanya . Revan yang diam-diam menyukai Mariana dari dulu , akhirnya bisa mengungkapkan perasaannya . Dan ternyata Mariana juga mempunyai perasaan yang sama .
Cinta mereka terhalang restu orang tua dari Mariana . Akankah mereka bersatu ? bagaimana perjuangan Revan untuk mengambil hati kedua orang tua Mariana ? akankah persahabatan antara Mariana dan Meli kembali terjalin ?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Kiraz Dincer, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 16
Tepi pantai nan indah , di atas butiran pasir putih pasangan itu menatap getir satu sama lain . Jalinan kasih yang baru terurai harus di hadapkan pada cobaan yang cukup berat.
"Apa kita harus menyerah ana?" desah laki-laki itu berat.
Pernyataan Revan ibarat ombak yang menghantam batu karang, keras dan menampar relung hatinya .
"Ceritanya sekarang kamu menyerah . Menyerah saat kamu sudah memiliki perasaan aku seutuhnya . Menyerah saat kekuatan aku semua bertumpu sama kamu . Apa gunanya kamu bilang cinta waktu itu? Apa gunanya kamu perjuangkan keselamatan aku di hutan? Kalau akhirnya kamu menyerah seperti ini lebih baik aku hilang dan tak kembali" suara ana bergetar menahan sesak di dadanya.
"Aku bukannya menyerah ana . Kamu lihat sendiri bagaimana ketusnya orang tua kamu saat aku mengenalkan diri? Mereka tidak suka dengan kehadiran aku ana ,kedua orang tua kamu tidak akan rela melepas putrinya menjalin kasih dengan pria miskin seperti aku "
"Tapi itu bukan alasan buat kita menyerah van . Apa cinta kita tidak cukup kuat untuk melalui ini semua . Apa kamu benar-benar ingin melihat aku bersanding dengan orang lain? Apa kamu akan melepas aku begitu saja?"
"ngga ana " tekan revan tak rela jika hal itu sampai terjadi.
"Aku tidak mungkin bisa kehilangan kamu apa lagi sengaja melepas kamu begitu saja . Aku akan menyesali kebodohan yang aku perbuat seumur hidup aku . Aku sangat mencintai kamu ana"
"Jangan menyerah van ,hanya itu satu-satunya jalan untuk kita, aku akan selalu ada untuk kamu . Aku tidak peduli dengan kekayaan atau pun kemiskinan . Aku cinta kamu van . hanya itu alasan aku menerima cinta kamu,tidak ada embel-embel lain, hanya cinta "urai gadis itu dengan sorot mata meyakinkan Revan .
"Aku janji ana , aku tidak akan pernah berpikir untuk menyerah . Aku akan membuktikan pada ke dua orang tua mu , aku laki-laki yang terbaik untuk kamu , aku pantas untuk kamu"
"Kamu tidak sendirian , aku akan selalu ada untuk kamu . Kita akan berjuang bersama-sama"
Senyum kembali merekah bahagia dari sudut bibir keduanya . Pelukan hangat jua mempererat jalinan keduanya . Revan tak kuasa menolak mengecup kening kekasihnya sebuah tanda sayang yg tulus dari hatinya . Ana menyambutnya dengan suka cita.
"Vaann..."ana memekik kaget saat tubuhnya diangkat dari pelukannya revan dan berputar-berputar di tempatnya.
Ana terus memekik bahagia , tangannya membentang lurus menahan laju desiran angin pantai yg berhembus . Revan tertawa bahagia , dia terus berputar meluapkan kebahagiannya.
Wajah Ana berangsur menurun menautkan alis keduanya , jarinya menyisir lembut di tengkuk sang kekasih . Revan perlahan memperlambat putarannya , menurunkan tubuh itu perlahan dan membiarkan wajah mereka lebih dekat lagi .
Sedekat nafas mereka yang beradu satu sama lain . Menikmati harumnya terpaan nafas keduannya yang hangat. Kemesraan berlanjut ketika Revan kembali mendaratkan kecupan manis di kening gadisnya , keduanya kembali berpelukkan.
~~
Saya mencintai putri bapak dan saya serius menjalani hubungan ini dengan ana " ucap Revan mantap tanpa keraguan.
Pak Yudi juga bu nadya yang mendengarnya langsung tersenyum dingin menanggapi , sikap keduanya juga tidak bersahabat tapi Revan tak gentar sama sekali menghadapi orang tua kekasihnya itu . Keberaniannya juga bukan tanpa alasan , ada ana yang setia di sampingnya , menggengam tangannya kuat memberi kekuatan satu sama lain.
"Anak muda, apa kata-kata itu pantas keluar dari mulut kamu . Lihat siapa kamu dan siapa ana ?" tukas bu nadya sombong.
"Saya tidak tahu kata-kata yang mana yang salah dari ucapan saya tadi sebab apa yang saya lontarkan tadi jujur apa adanya kalau saya sangat mencintai ana"
"Iya ma , pa..kami saling mencintai, ana mohon restui cinta kami" gadis manis itu ikut bersuara menyakinkan kedua orang tuanya.
"Ana , papa sudah bilang sama kamu , perjodohan kamu dengan Raka akan segera di laksanakan jadi kamu jangan coba mencoreng arang di muka mama dan papa " ujar pak yudi tak bergeming dan tetap teguh pada pendiriannya.
"Tapi ana tidak mau di jodohkan pa" tolaknya.
"Pak yudi, ana tidak mencintai Raka , dia tidak mungkin bisa hidup bahagia Dengan laki-laki yang tidak dia cintai" sambung Revan.
"Tahu apa kamu . Ana itu putri kami dan kami tahu apa yang terbaik untuk kebahagiannya . Lebih baik kamu pulang sekarang sebelum pengaruh buruk kamu makin menggerogoti putri saya" ujar bu nadya bernada tinggi.
"Sekarang, kamu keluar dari rumah saya" usir pak yudi.
"Ma , pa, jangan kasar seperti ini sama Revan , niatnya baik datang kesini" bela ana.
"Laki-laki yang ada bersama kamu kini hanya mengincar kekayaan kita , ngga lebih . Kamu jangan mau di bodohi sama gombalan dia " tentang bu nadya.
"Cukup..saya memang miskin tapi saya masih punya harga diri . Hinaan dari bapak dan ibu tidak akan membuat saya surut mencintai putri Anda karena apapun yang pak yudi dan bu nadya katakan tentang saya tidak benar . Saya mencintai ana bukan karena nama besar yang tertera di belakangnya atau karena kekayaan yang kalian banggakan . Cinta yang saya miliki tidak ada sangkut pautnya dengan itu semua dan tidak ada alasan untuk saya mundur" kata Revan gigih pada perjuangannya membuat ana yakin untuk terus maju bersama Revan , laki-laki yang dia cintai.
"Ma, pa!! Ana mohon restui kami" pintanya lirih.
"Ana , kamu kekamar sekarang" bentak bu nadya sambil menarik kuat tangan putrinya dari Revan.
"Ana ngga mau ma , ana cuma ingin mama dan papa merestui hubungan kami " ujarnya seraya bertahan memeluk tubuh Revan . Revan tak tega melihat ana kesakitan di perebutkan seperti itu.
"Ana , kamu lepasin aku , sekarang kamu naik ke kamar kamu " perintahnya tak kuat jika ana tetap keras kepala seperti ini.
"Van, aku mau sama kamu" ujarnya getir.
"Ana , ini bukan akhir perjuangan kita, aku janji akan berjuang lebih keras lagi mempertahankan kamu " tegasnya menyakin Ana. Ana pun luluh dan menurut kata-kata Revan .
"Kamu janji" ucapnya lebih menyakinkan.
"Aku janji..." Revan menangkup paras kekasihnya di iringi sorot mata teduh.
"Ana..kamu naik sekarang" kini giliran pak yudi membentak putrinya.
Dengan berat hati Revan melepas gadisnya menjauh , tangan keduanya tetap terpaut sampai di titik mana mereka tak sanggup untuk menggapai.
"Sekarang kamu tinggalkan rumah saya dan jangan pernah lagi kamu dekati putri saya" usir pak Yudi sengit.
Revan berjalan tertatih meninggakan rumah mewah tersebut . Hatinya belum rela meninggalkan Mariana dalam keadaan tertekan seperti tadi , dia ingin melihat senyum di wajah itu sebelum dia benar pergi.
Ana berlari menangis tersedu , langkahnya di percepat menuju balkon kamarnya . Ana ingin melihat senyum manis berlesung pipit itu sebelum malam mendatangkan rindunya lebih dalam lagi.
"Van !!!"panggilnya kuat dari atas balkon.
"Ana.."sahut Revan berbalik.
Keduanya melempar senyum terindah yang bisa mereka beri. Mata keduanya juga bercerita satu sama lain agar saling menguatkan.
Salam dari
"KEKUATAN ASISTEN DIREKTUR"
Jangan lupa feedback nya dan bantu
LIKE, VOTE, RATE dan KOMEN.
Terima kasih🤗
Salam dari
"KEKUATAN ASISTEN DIREKTUR"
Jangan lupa feedback nya dan bantu
LIKE, VOTE, RATE dan KOMEN.
Terima kasih🤗