NovelToon NovelToon
Happy In Sin - Dosa

Happy In Sin - Dosa

Status: sedang berlangsung
Genre:Teen / Cinta Seiring Waktu / Patahhati
Popularitas:1.4k
Nilai: 5
Nama Author: Vienbluu

“Sikapmu sekarang sama seperti wanita murahan.”

“Kau yang membuatku terlihat seperti itu, jadi jangan salahkan aku.”

•••

Giselle Uchiyama tak pernah tahu apa arti sebenarnya dari kebahagiaan sebelum ia bertemu dengan seorang pria yang anehnya dapat membuat Giselle bertingkah gila hanya untuk mendapat perhatian.

Namun…

Bagi Jio Pratama, Giselle hanyalah iblis berparas bidadari yang siap menghancurkan hidupnya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Vienbluu, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter 16

•••

"Aku sudah menyiapkan hadiahmu. Ayo cepat ceritakan, bagaimana kencanmu kemarin?"

"Aku tidak yakin, apa menonton pertunjukan seni anak SHS bisa disebut sebuah kencan? Tapi bagaimanapun itu sudah masuk hitungan."

Karina dan Yesha yang mendengar hal tersebut pun tak bisa menahan tawanya.

"Setidaknya kau sudah kencan dengannya, berikan saja hadiahnya Yesha." Ujar Karina.

Yesha mengeluarkan sebuah kotak kecil berisi jam tangan sesuai yang dijanjikannya pada taruhan mereka— dari dalam tasnya kemudian menyodorkannya pada giselle.

"Baiklah, ini hadiahmu."

Giselle menatap tanpa minat pada kotak tersebut.

“Kenapa kau murung begitu, padahal kau menang taruhannya. Apa ada sesuatu yang mengganggumu?" Tanya Karina.

Giselle mengangguk.

"Jio Pratama... bagaimana dia bisa melakukan itu?” Gumamnya.

“Kalian tahu? Meskipun dia selalu ketus padaku tapi dia tidak pernah bersikap kurang ajar. Pria mana yang tahan saat aku mengecupnya begitu lama, tapi dia hanya diam tak bergeming. Jika itu pria lain mungkin aku sudah berakhir di atas ranjang."

"Astaga... kau melakukannya lagi?"

Giselle mengiyakan, "Lebih lama dari yang pernah aku lakukan di parkiran, aku berusaha memancingnya tapi yang dia lakukan hanya diam dan menatapku."

Pernyataan Giselle membuat Karina memekik seraya memukul gemas lengan Giselle.

"Astaga, astaga... Ya Tuhan kenapa aku tak ada di sana saat itu, sungguh, astaga kau benar-benar gila."

"Jio Pratama, bukankah dia pria yang menarik? Aku rasa kau sudah bertemu pria yang dapat mematahkan teorimu itu." Sahut Yesha.

"Tidak Yesha, aku akui dia memang menarik tapi belum tentu dia bisa mematahkan teoriku. Lagipula ini hanya taruhan."

Karina membeo, "Kau hanya sedang mengelak saja sekarang. Jujur padaku kau pasti tertarik padanya bukan?"

Giselle mengendikan bahu, "Sedikit."

"Oh ayolah Giselle jangan terlalu gengsi untuk mengatakannya."

Giselle mendecak kesal, Karina benar-benar tahu cara membacanya. Giselle curiga jika Karina terlahir memiliki kekuatan magis yang dapat melihat apa yang tidak bisa dilihat orang awam, juga tahu apa yang tidak dapat orang tahu.

Mengerikan jika itu benar.

"Kenapa menatapku seperti itu, Giselle jangan bilang kau menyukaiku..."

"Karina bodoh, aku masih suka pria. Sebenarnya aku curiga kau memiliki silsilah keturunan indigo."

"Eyy... Indigo apanya, kau bahkan tahu aku takut hantu."

"Aku akan ke perpustakaan. Bicara dengan kalian membuatku makin gila." Ujar Yesha meninggalkan Giselle juga Karina.

"Bilang saja ingin menemui Yohan!" Teriak Karina yang mendapat acungan jari tengah oleh Yesha yang mulai menjauh.

"Aku kira hanya aku yang sadar jika Yesha menyukai Yohan."

"Kau pikir aku sebodoh apa, hah?"

"Astaga Karina, aku makin yakin kau punya jiwa indigo."

"Berhenti bicara begitu kau membuatku takut.”

“Tapi aku kasihan pada Yesha… kak Yohan sangat menyukaimu, dia bahkan tak melihat Yesha sama sekali."

"Itu sebabnya aku menarik garis dengan Yohan, tapi pria itu saja yang tidak mau mengerti."

Karina menyetujui ucapan Giselle.

"Emm ngomong-ngomong apa teman Jio itu sudah punya kekasih?"

"Maksudmu Yoshi?"

Karina mengangguk, Giselle menatapnya curiga.

"Eoh... kau menyukainya?"

"Dia tampan, kurasa aku tertarik padanya."

"Tidak perlu Karina. Yoshi terlihat baik juga pintar kasihan jika dia harus bersama gadis gila macam kau."

"Kau pikir aku tidak kasihan pada Jio yang harus menghadapi iblis sepertimu setiap hari."

"Ya ampun hampir saja aku melupakannya, aku menyayangimu sungguh.”

Karina menatap heran.

“Kau baru saja mengingatkanku untuk mengganggu Jio. Bye Karina aku pergi dulu!”

“Waktunya mengusik hari Kakak Jio… Semangat Giselle!"

Giselle beranjak pergi dengan semangat yang membara. Karina terheran-heran melihat tingkah sahabatnya yang kini melangkah riang keluar dari kantin tersebut.

"Aku tak menyuruhmu mengganggunya!”

“Kalau bertemu Yoshi jangan lupa dapatkan nomornya untukku!"

"Serahkan padaku!" Sahut Giselle yang masih dapat mendengar teriakan Karina.

Dua sahabat gila, untung saja satu lainnya sudah pergi lebih dulu.

•••

Yesha sudah berada di depan pintu masuk perpustakaan menengok ke segala arah tapi ia tak mendapati pria yang tengah dicarinya.

"Siapa yang kau cari?"

Suara pria di belakang tubuhnya berhasil membuat Yesha terkejut, berbalik menghadap pria tersebut.

"Y-yohan...”

“Tidak ada, aku tidak mencari siapapun. Hanya iseng saja."

"Setahuku orang pergi ke perpustakaan untuk membaca juga meminjam buku, bukan iseng saja."

Yesha tertawa canggung, "Ini aku mau masuk dan akan meminjam beberapa buku."

"Kalau begitu ayo, aku juga akan masuk."

Keduanya masuk ke dalam perpustakaan.

Yesha tak bisa melepas pandangan dari Yohan, pria yang sangat ia kagumi tersebut. Entah bagaimana dirinya jatuh hati pada Yohan meski tahu hati pria itu telah tertuju pada sang sahabat.

"Yesha... apa Giselle dan pria itu memiliki hubungan khusus? Maksudku apa benar mereka menjalin hubungan?"

"Pria yang mana?" Gumam Yesha.

"Jio Pratama maksudmu?"

"Ya, pria yang Giselle cium di parkiran waktu itu."

"Kau tahu?"

Yohan mengangguk, "Gosip cepat menyebar bukan? Jadi..."

"Tidak. Untuk sekarang mereka belum ada hubungan apapun, tapi sepertinya Giselle mulai menyukai Jio."

Yohan tersenyum, "Syukurlah, yang terpenting mereka tidak ada hubungan jadi aku masih memiliki kesempatan."

Yesha memalingkan wajah tatapannya terarah pada tumpukan buku di hadapannya, mencoba untuk tidak peduli.

'Yohan. Apakah kau tidak bisa melihatku sedikit saja? Untuk apa mengejar gadis yang tak menginginkanmu jika aku bisa memberikan hatiku sepenuhnya untukmu?'

Seorang gadis datang menghampiri Yesha dan Yohan yang tengah memilih buku.

Ia menepuk pundak Yohan untuk mendapat atensinya. Gadis cantik itu menyapa mereka ramah dengan senyum yang cerah.

"Yohan..."

"Celine! Kau berniat membuatku serangan jantung?"

Gadis bernama Celine melebarkan senyumnya, mengucapkan maaf pada pria yang telah dibuat kaget akibat ulahnya.

"Oh, Celine kenalkan dia Yesha. Yesha ini Celine, sahabatku."

Entah mengapa Yesha sedikit lega mendengar pernyataan Yohan tentang Celine.

Yeshamenerima uluran tangan dari Celine yang mengajaknya berkenalan.

"Aku Celine Kusuma teman Yohan."

Yohan berdecak, "Hanya teman? Padahal aku menganggapmu sahabatku."

Yesha tersenyum canggung.

“Yesha, Yesha Hadinata. Aku dari fakultas Performing Art."

Celine melirik Yohan lalu memberikan seringai samar.

“Kau temannya Giselle?"

"Kau mengenalnya?"

"Siapa yang tidak?"

Yesha mengangguk paham 'Benar siapa yang tidak mengenalnya.'

"Engh, Yesha maaf sebelumnya tapi aku harus meminjam Yohan dulu. Kami harus mengerjakan tugas bersama."

Yohan melebarkan mata setelah hanya dianggap teman dirinya juga harus dipinjam, sebenarnya Celine menganggapnya apa.

“Kau pikir aku barang yang bisa dipinjam begitu?"

Celine tak menjawab mengabaikan Yohan yang protes kesal, gadis itu hanya asik menatap gadis dengan mata kucing di hadapannya, sedikit merasa tidak enak padanya.

"Kau tak perlu izin dariku."

Yohan menyela, merangkul Celine.

“Kami pergi dulu Yeji."

Yesha juga tahu jika dirinya tak pernah dipandang dan selalu ditinggalkan, kini pun demikian.

Yohan menyeret Celine yang dirangkulnya untuk melangkah menjauh, gadis itu bahkan belum sempat mengucapkan sampai jumpa pada Yesha.

"Aku merasa tidak enak padanya. Dia gadis itu bukan? Aku rasa kau harus lupakan Giselle dan membuka sedikit hatimu untuknya." Bisik Celine.

"Aku tidak menyukainya, kau tahu itu."

Celine menghela nafas, sahabatnya ini keras kepala susah sekali diberitahu.

•••Vienbluu (annavienbluu)

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!