NovelToon NovelToon
RAHASIA DI BALIK PERNIKAHAN

RAHASIA DI BALIK PERNIKAHAN

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Crazy Rich/Konglomerat / CEO
Popularitas:3.2k
Nilai: 5
Nama Author: Lullabyyy

Anjani Pitaloka Notokoesoemo terbiasa hidup serba kecukupan, apapun yang ia inginkan pasti mampu ia dapatkan, termasuk jabatan yang sekarang ia pakai.

Anjani adalah perempuan yang berpengaruh di dunia bisnis. Dia mempunyai kekuasaan, gelar dan harta melimpah.

Tidak hanya itu, Anjani juga mempunyai suami seorang CEO di perusahaan ternama. Siapapun pasti tergiur dengan kehidupan pribadinya, tentu juga menilai bahwa dia adalah perempuan yang kehidupannya sangat sempurna.

Namun, setelah lima tahun pernikahan, Anjani mengetahui Syahrul Bhaskara telah berselingkuh dengan seorang sekretaris bernama Yeshika Larasati.

Hidup Anjani seperti berhenti, dan otaknya berpikir, ternyata selama ini ia tidak pernah mendapatkan cinta dari suaminya?

Semalaman menangis, akhirnya ia memutuskan untuk diam. Alih-alih mengemis cintanya lagi, ia membiarkan mereka bermain, dan ia menyelidiki seberapa jauh mereka berselingkuh untuk ia jadikan objek balas dendam.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Lullabyyy, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Sesuatu Yang Harus Diselidiki

Cahaya matahari menembus celah tirai di jendela kamar, mengenai tepat pada kelopak mata Anjani, seketika ia mengerutkan kening dan matanya mencoba untuk terbuka beberapa kali.

Setelah sepenuhnya bangun, hal pertama yang ia rasakan adalah bagian perut yang seperti sedang ditindih barang berat, Anjani lekas menoleh ternyata Syahrul masih memeluknya.

"Kapan aku tertidur?" Anjani mencoba mengingat, tetapi ia semakin tidak tahu. Mungkin karena kelelahan, ia langsung tertidur, bahkan ponselnya masih di samping tubuhnya.

Anjani belum memasak, mungkin Dyah sudah datang untuk membantu memasak. Ia mencoba untuk melepaskan diri dari pelukan suaminya, tetapi justru ia semakin diseret mendekati tubuh pria itu.

Anjani mengerti, Syahrul sedang berpura-pura tidur, tidak ada seorang pun yang baru bangun tidur kondisi tubuhnya sudah sangat bertenaga seperti ini.

"Berhenti berpura-pura tidur," kata Anjani pelan sambil mencubit kecil tangan kekar Syahrul.

Syahrul akhirnya membuka mata, dia langsung tersenyum lebar di belakang Anjani, segera ia mendorong tubuh perempuannya ke bawahnya dan ia mengukungnya dari atas.

Pandangan mereka saling bertemu. Syahrul menikmati setiap kelopak mata Anjani yang terus berkedip, atau rambut istrinya yang begitu halus; tanpa sadar tangannya meraba puncak kepala perempuan di bawahnya lalu mencium rambutnya.

"Kamu jadi sarapanku, mau?"

Buru-buru Anjani menggelengkan kepala. Mendorong bahu Syahrul hingga dia terjungkal ke atas kasur. Anjani berdiri, memakai sandal kainnya dengan cepat, "Aku akan menyeduhkan kopi."

Syahrul mendudukkan diri di atas kasur, "Hari ini aku agak sibuk, mungkin pulang larut malam, kamu jangan menungguku."

Anjani berhenti melangkah, menoleh menatap Syahrul dari jarak beberapa meter, lalu mengangguk tanpa bersuara.

Syahrul beranjak dari kasurnya, berjalan menuju lemari pakaian, memilih pakaiannya, "Kamu hari ini nggak kerja? Biasanya jam segini sudah bangun."

Anjani tertohok. Ia memang bangun telat hari ini, tetapi untungnya jadwal kerjanya tidak terlalu padat.

"Hanya nanti siang ada jadwal pertemuan rutin pemegang saham dari hotel kota sebelah. Sisanya aku bisa ke kantor kapan saja," jelas Anjani sambil menarik gagang pintu.

Syahrul mengangguk. "Kamu punya Abbas yang bisa diandalkan. Beruntung sekali."

Anjani membuka pintu, tubuhnya hanya terlihat separuh, sedangkan matanya menatap Syahrul lama. Tak lama dari itu, ia berkata, "Kamu juga punya Yeshika, bukankah itu anugerah?"

Setelah berkata demikian, Anjani menutup pintu kamar, dan berjalan menuruni anak tangga dengan senyum datar. Barusan ia mengatakan sebagian dari isi hatinya, dan mungkin Syahrul takkan menduga mulutnya bisa berbicara demikian.

Sementara Syahrul terdiam di tempatnya, menatap kosong pintu yang sudah tertutup, lalu berbisik, "Dia?"

...***...

Dua jam setelah kepergian Syahrul, rumah menjadi sangat sepi. Dyah tidak berada di rumah, dia pergi ke swalayan dengan diantar Hann.

Sementara Anjani duduk di atas sofa ruang tamu dengan tubuh yang diselimuti kain berwarna merah muda dan di depannya sudah ada laptop.

Di rumah ini hanya ada dua orang pekerja, ketika mereka berdua pergi, Anjani pasti merasa kesepian.

Karena rumah yang Anjani beli ini tidak semegah seperti para miliarder yang lainnya. Hanya rumah minimalis dengan halaman depan penuh bunga dan bagian belakang ditanam kebun sayur, oleh sebab itu ia hanya membawa Dyah dan Hann sebagai pelayannya.

Kedua orang tuanya sebenarnya tidak setuju dengan keputusan Anjani yang langsung keluar dari rumah utama setelah menikah, tetapi karena keputusan perempuan itu sudah bulat, ibu dan ayahnya akhirnya setuju.

Anjani masih duduk di atas sofa, kali ini ia menikmati secangkir susu hangat yang baru saja ia seduh. Sementara di dalam hatinya masih saja mempertanyakan alasan Syahrul menyimpan foto tidak senonoh itu.

Tangannya segera meraih ponsel, mengirim pesan pada Abbas, sebuah perintah mendadak yang mungkin sekretarisnya akan mengomel.

Datang ke rumahku, segera. Selidiki beberapa perangkat yang terhubung di rumahku. Segera!

Abbas tidak membalas, tetapi pesan Anjani sudah dibaca. Mungkin sebentar lagi dia akan datang.

1
Ade Chubi
cerita nya bagus
Lullabyyy: Terimakasih kakak😍😍
total 1 replies
Almayra Aya S
mantap bget
Lullabyyy: terimakasih Kak😍😍😍
total 1 replies
ERSANN_
diganti yg kemarin?
Lullabyyy: Yoi kakkkk
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!