NovelToon NovelToon
Dituduh Lintah Darat, Aku Bangun Kerajaan Anggur

Dituduh Lintah Darat, Aku Bangun Kerajaan Anggur

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Menjadi Pengusaha / Bertani
Popularitas:56.8k
Nilai: 5
Nama Author: KOHAPU

“Kamu tega menghisap darah para petani miskin seperti kami! Dasar lintah!”

Tristan dilempari anggur busuk, oleh warga desanya sendiri. Truk pendingin miliknya sudah sampai di gerbang desa. Kerugian yang begitu besar akan didapatkan olehnya.

“Tapi kita sudah tanda tangan kontrak. Aku yang mengajari kalian untuk bertani anggur. Aku yang mengajari kalian bagaimana merubah lahan tandus menjadi gudang harta.”

“Persetan dengan kontrak!” Para warga desa merobek kontrak, merusak dan menjarah rumah Tristan.

Hanya karena provokasi dari tunangannya yang merupakan Putri kepala desa. Hanya karena provokasi dari bos anggur yang mengaku dari kota. Mereka tega mengkhianatinya.

Warga desa yang polos sudah tidak ada lagi. Mereka sudah serakah akan uang…

Wajahnya tersenyum, air matanya mengalir.”Gunung tandus milik warga desa sebelah. Akan aku rubah menjadi gunung harta. Saat itu jangan berlutut menyesal di hadapanku."

Warning! Nama tokoh, perusahaan maupun latar hanya fiktif, imajinasi penulis.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon KOHAPU, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Soal Anak

Ketika dirinya melajukan motornya, matanya sedikit melirik ke arah bagian depan rumah kepala desa. Di sana anggur-anggur mulai diturunkan dari mobil pick up. 

Ketika dirinya melintas, warga desa menatap penuh rasa kesal padanya. Bagaikan dirinya berhutang kepada mereka. Wicaksana menelan ludahnya, hanya kembali melajukan motornya. 

Sedangkan di bagian depan rumah kepala desa, Hendra berada di sana. Sudah lengkap kembali menggunakan setelan jas yang rapi. Mengingat pemuda itu akan berangkat bekerja hari ini. 

“Sebelumnya aku meminta maaf. Ini karena kesalahan Tristan yang tidak mengatakan kelengkapan surat-surat untuk memasuki supermarket. Awalnya aku mengira, masuk ke supermarket karena termasuk buah-buahan tidak memerlukan banyak syarat. Tapi ternyata, harus ada merk dagang, izin usaha, dan hasil tes uji laboratorium, agar nantinya produk bisa dipertanggungjawabkan jika terjadi keracunan.” Hendra menunduk di hadapan semua warga desa. Bagaikan seseorang yang memendam rasa bersalah dan iba.

Pemuda yang kemudian kembali menatap ke arah semua warga desa.”Tapi! Aku sudah memiliki janji kepada beberapa supermarket dan toko swalayan. Mereka bersedia menerima anggur-anggur kita dengan harga rp50.000 per kg, setelah kita melengkapi surat-surat nantinya. Karena itu! Panen berikutnya kita pasti untung…tidak apa-apa panen ini gagal karena Tristan. Tapi dipanen berikutnya, 6 bulan lagi…setelah semua surat-surat diurus, kita pasti akan untung besar. Keuntungan yang berkelanjutan, tanpa mengandalkan lintah darat seperti Tristan.” 

Ucapnya penuh semangat di depan semua warga desa. Bagaikan pria yang mengumandangkan kemerdekaan, kepada seluruh rakyatnya. 

“Ini semua adalah kesalahan Tristan dia pasti sengaja tidak mengatakannya untuk membalas dendam pada kita. Aku sama sekali tidak mengerti padahal dia adalah warga di desa Makmur.” Siswanto ikut memanas-manasi.”Tidak apa-apa panen ini kita rugi karena Tristan. Tapi untuk panen berikutnya kita sudah lepas dari kapitalis!”

Mereka bersorak, kemudian berucap penuh semangat. 

“Benar apa yang dikatakan oleh kepala Desa! Kepala desa melakukan semuanya untuk kebaikan anak cucu kita. Agar kita tidak terikat oleh lintah darat seperti Tristan.”

“Tidak apa-apa rugi sekarang. Yang penting anak cucu kita tidak terikat oleh kontrak yang menjerat leher kita seumur hidup.”

“Tristan brengsek! Seharusnya dia mengatakan kalau mau masuk supermarket harus memiliki kelengkapan surat-surat.” 

“Sebagai warga desa Makmur, seharusnya dia membantu kita. Bahkan seharusnya dia yang menguruskan surat-surat untuk kita, bukan Hendra yang hanya orang luar. Hendra juga sudah berusaha keras untuk membantu kita.” 

Mereka terlalu mempercayai apa yang dikatakan oleh kepala Desa. Orang-orang yang berhubungan baik dengan kepala desa, juga ikut memanas-manasi warga lainnya. 

“Tapi…anggur-anggur kita yang busuk ini, bagaimana? Anggur anggur yang berada di bagian bawah mobil pick up, sudah hancur tergencet. Banyak buah yang pecah, bahkan airnya sudah mulai keluar.” Tanya Yudi, salah seorang warga desa Makmur. Menatap ke arah anggur-anggurnya, yang ketika dipanen begitu berkualitas. 

Tapi kini menjadi hancur seperti ini. Ditambah lagi, toko-toko buah kecil di kota kabupaten dan pasar buah di kota kabupaten tidak bisa menyerap hasil panen mereka yang belasan ton. 

“A…apa tidak sebaiknya minta bantuan Tristan?” Tanya Yudi ragu, begitu banyak kerugian yang dialami olehnya. 

“Untuk apa meminta bantuan kepada Tristan? Dia itu adalah penghianat Desa kita. Dia sudah menjual anggur dan mendapatkan keuntungan yang lebih besar. Lagi pula kamu pikir Tristan mau membantu warga desa kita? Dia saja sudah tidak tinggal di sini.” Sumiati menekankan kata-katanya. 

“Benar! Sekali maju kita tidak punya jalan untuk mundur. Kita sudah tidak ada hubungannya lagi dengan Tristan. Satu-satunya Dewa penolong kita adalah Hendra. Selama ada Bos Hendra, sekarang kita rugi tapi nanti kita untung. Lagi pula keputusan Bos Hendra untuk membantu kita berinvestasi juga benar. Membabat habis seluruh anggur varietas lokal, kemudian menanam anggur kualitas premium, untuk bahan baku wine. Pabrik dari bos Hendra juga bersedia menerimanya. Sekarang kita rugi, panen depan kita untung.” Joko menepuk bahu Yudi. 

Yudi mengepalkan tangannya, walaupun dirinya merasa ada yang salah. Tapi tetap saja, pendapat mayoritas pasti benar. 

Dirinya menghela nafas.”Benar! Mungkin sebaiknya kita lebih bersabar. Untuk keuntungan nanti.”

Bukan semuanya warga desa bodoh. Tapi sebagian besar akan mengikuti keputusan mayoritas. Terlebih, kepala desa mereka sendiri yang mendukung. 

“Untuk besok, kita akan berkeliling menjajakan anggur-anggur ini di kota kabupaten. Kalian yang berkeliling secara bergantian. Aku akan kembali ke perusahaan, nanti ketika hari libur aku akan berkeliling bersama kalian.” Janji yang diucapkan oleh Hendra. 

Hingga Yudi mengangkat tangannya, memberanikan diri untuk bertanya.”Kita hanya memanen sebagian, masih ada begitu banyak anggur yang sudah matang di pohon. Apa tidak sebaiknya juga memanen anggur yang ada di pohon, agar tidak terlalu matang?”

Hendra menghela nafas.”Membawa anggur berkeliling bukan solusi yang baik. Lebih baik berkeliling menjajakan anggur yang ada di mobil pick up saja. Biarkan anggur-anggur itu masih berada di pohonnya. Asalkan masih berada di pohon akan tetap terjaga kesegarannya dibandingkan dengan berada di mobil pick up.”

“Suamiku memang paling pintar.” Junita memeluknya bermanja-manja padanya. 

“Tentu saja aku selalu berbuat demi kebaikan warga.” Sedangkan Hendra merangkul pinggang kekasihnya. 

Tidak menyadari satu hal, Ria yang merekam semuanya. Dirinya terlebih dahulu disisihkan dari warga desa Makmur. Dan sekarang giliran Wicaksana yang disisihkan. 

Wanita yang menghela nafas setelah mengirim semua rekaman ke kakak sepupunya yang berada di desa lumbung emas. 

***

Sementara itu, pemuda yang tengah mengawasi pembibitan dari tanaman anggur Ruby Roman mengerutkan keningnya. Menatap ke arah layar handphonenya. 

“Tristan sayang…mereka bodoh ya?” Vivian yang kebetulan berada di sampingnya masih menempel bagaikan lem. 

“Mereka tidak bodoh hanya serakah. Mereka hanya ingin mendengar apa yang menurut mereka akan memberikan keuntungan lebih besar. Seperti seseorang yang tiba-tiba mendapatkan hadiah undian. Walaupun mengetahui itu kemungkinan penipuan, Tapi masih saja ada orang-orang yang tergiur. Itu bukan karena mereka tidak berpendidikan atau buta huruf. Buktinya mereka masih memiliki handphone untuk mencari informasi. Tapi mereka masih tergiur dengan hal yang mereka lihat. Mereka ingin uang…dan ada yang menjanjikan itu.” Pemuda yang menghela nafas kasar. Kembali menyimpan ponselnya. 

50 bibit ruby Roman yang didapatkan olehnya dengan susah payah melalui koneksinya di luar negeri. Kini berjejer di hadapannya, tanaman yang akan menghasilkan banyak uang. Dirinya menutup mata sejenak, merentangkan kedua tangannya ke samping, merasakan angin dingin dari pengatur suhu di dalam rumah kaca ini. 

“Inilah bau uang.” Gumam Tristan menghela nafas kasar. Dirinya harus mencari lebih banyak informasi dari kenalannya. Seorang profesor pertanian yang berasal dari Jepang. 

Hingga tiba-tiba tangan seorang wanita memeluknya dari belakang. Gumpalan daging yang begitu besar dan lembut terasa di punggungnya. Wanita itu yang berkata dengan nada menggoda. 

“Yang…kenapa bibitnya dikit…? Green house-mu 2 hektar lho…” bisik wanita itu.

“Vivian lepaskan, kamu bisa membuatku bermimpi buruk.” Tristan berusaha keras untuk tersenyum. 

“Mimpi buruk apa…Paling juga mimpi kehilangan keperjakaanmu.” Wanita ini benar-benar begitu genit. 

“Bibit-bibit ini aku dapatkan dengan susah payah. Mereka adalah anak-anakku tersayang yang harus aku jaga. Kamu tidak tahu memerlukan banyak koneksi untuk mendapatkan bibit ini secara resmi. Aku sudah mengajukan permohonan dari setahun lalu. Baru bisa bertemu dengan anak-anakku tersayang ini.” Tristan menghela nafas, menyentuh bibit ruby Roman yang sudah berdaun. 

Mengingat tanaman ini dikembangbiakkan secara vegetatif.

“Yang…daripada kamu gila menganggap anggur sebagai anak-anakmu. Kita buat anak yuk…” 

1
Nur Wahyuni
masih aja pada gak sadar diri... bisanya menyalahkan orang lain aja..
lyani 1984
itulah akibat serakah
yesi yuniar
lagi konsentrasi sama ide2nya, eeeeh.... ada aja celetukan vivian yg bikin ambyar 😆😆😆
yesi yuniar
itu semua karena keserakahan kalian
mimief
ayooo Thor kita realisasikan
idenya boleh juga tu
mimief
inget...setan mah hanya membujuk
tapi pilihan nya kan kalian yg buat
nikmati lah keserakahan itu
Fa'iqoh Siti Elok
good job tristan
Fa'iqoh Siti Elok
baru merasakan hidup tanpa tristan
✨Susanti✨
akhirnya update 🤗
Nur Halida
sukurin noh warga desa makmur yg tamak bin serakah sekarang udah gak makmur lagi deh
✨Susanti✨
kak... tak intip terus nih kelanjutannya 😁
Biyan Narendra
mampus
mery harwati
Hooorrreee siluman babi di PHK
Tunggu surat cerai dari ibukota yang akan dilayangkan oleh istri sah sang siluman babi 🤣
mery harwati
Juli Juli kamu udah bolong sama siluman babi, tapi kau ngemis pada Tristan untuk menambal lobang bolong bekas siluman babi 😜😜
Otak & pikiranmu kelewat waras Juni, hingga melewati batas 🤣
yesi yuniar
syukurin 👏👏👏👏
Ufiyyyy
mampooos buat siswanto🤭🤭🤭
Fa'iqoh Siti Elok
wkwkkwkkkkmamam tuh siluman babi
Sulati Cus
🤣🤣saking setia nya sp py keturunan sm siluman🤣apa di otaknya yg kebanjiran itu siluman nya terlalu mirip tristan😅
✨Susanti✨
yes
lyani 1984
sampah memang layak bersama 🤣
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!