Sebuah kisah menarik....☺☺👍👍
Rajab Ambarawa tidak bisa melupakan masa lalu yang ia cintai yaitu Sofia yang sudah tiada meninggalkan nya. dua tahun berlalu kehidupan Rajab harus berjalan lanjut yaitu menikah dengan Luna seorang model terkenal di kotanya. Keinginan Oma yang harus Rajab turuti.
Kemudian sang adik Sofia kembali ke keluarga nya dimana dirinya akan membalas kan dendam kematian kakaknya yang sudah tiada. tindakan Vendra mendekati Luna Calon istri Rajab untuk mencari tahu kebenaran yang ada untuk minta keadilan.
Pertemuan mereka akan memulai hal menarik saling selisih antara saudara dan pertemanan saling salah paham terutama pada Vendra, Elisa dan Kasih tiga wanita memiliki sifat Antagonis merebutkan keinginan dari Rajab dan Luna...
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon as2357zzjdj, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 16 PASTI KAN DULU
"Kamu...! Alex? ". Tanya Luna memastikan
" Iya! ini aku... Alex, teman Lama waktu SMA dulu". Jawab Alex senyum
Luna Terperangah melihat tampilan Alex cukup berubah drastis. "Oh! silahkan duduk". Minta Luna pada Alex untuk duduk. Luna duduk di sofa depan Alex sembari senyum manis." apa yang membuat mu kesini? ". Tanya Luna
" Iya!! ini kado buat kamu". Alex memberikan sebuah tas berisi kado pada Luna. Luna mengambil tas dari tangan Alex
"terimakasih". Ucap Luna senyum
" Aku kesini, hanya ingin bertemu saja dan menyerahkan kado untuk mu. Aku tidak lama harus kembali pulang sudah larut malam". Ujar Alex bangkit Pamit pada Luna.
"iya". Jawab Luna.
Alex melangkah jalan pergi meninggalkan Luna. Luna yang memperhatikan Alex entah mengapa perasaannya tidak nyaman ada sesuatu tidak enak.
*****
Setelah bertemu dengan teman SMAnya Barusan, kini Luna kembali ke kamar nya, lalu membuka tas yang berisi kado pemberian dari Alex, rasa penasaran di rasakan entah kado apa yang ada di dalam isinya. Luna mengeluarkan kado di dalam tas, terlihat besar dan sedikit ringan. Luna duduk di atas ranjang kasur, sebelum ingin membongkar kado, melihat -lihat terlebih dulu membolak-balikan dengan rasa penasaran nya.
Sebenarnya ada rasa curiga yang aneh melihat gelagat Alex yang aneh apa lagi senyum nya itu, membuat Luna merasakan aura tidak nyaman.
Bersamaan itu, tampaknya Vendra mondar-mandir terus di ruang tamu dengan tangan pegang ponsel ingin rasanya menghubungi Luna tapi tidak enak hati takut mengganggunya. Terus bolak-balik sembari berfikir keras hingga duduk di sofa, melihat ponsel yang siap untuk menekan tombol.
"Duhhh!!". Ingin menelepon Luna tapi bingung mau nanya apa nanti. Vendra menghela nafas panjang menempelkan tubuh punggung di sofa yang ia duduki merebahkan tubuh yang gelisah kaku.
Vendra melihat lagi layar ponsel sembari tubuh nya merebahkan, terlihat murung dan sedih ternyata sesulit ini untuk bisa akrab dengan seseorang. Jari jempol berlahan ingin menekan tombol mencoba menghubungi Luna. Pada akhirnya Vendra harus memberanikan diri untuk bisa bicara kini ponsel nya tersambung... Vendra berfikir langsung bergegas matiku ponsel nya.
Di kamar Luna saat hendak membuka kado suara dering ponsel berbunyi, Mendengar suara nada dering dirinya bangkit melangkah mendekat ke meja samping leptop.
Sesampainya di meja mengambil ponsel di atas meja buka layar ponsel entah siapa yang menelepon dirinya sembari meletakkan kado di atas meja dekat leptop nya. Saat melihat layar ponsel ternyata yang menelepon dirinya yaitu Vendra yang pernah menolong. Ia pun menghubungi balik menempel ke telinga kirinya .
Di Hotel tampaknya Vendra terdiam merebahkan tubuh nya di sofa, saat dirinya pasrah _____
Berdering
Mendengar suara berdering bergegas melihat layar ponsel yang ia pegang. Ia kaget ternyata menelepon balik langsung bergegas menjawab___
"Ha... hallo! ". Jawab Vendra gugup senang
" Ada apa?? ". Tanya nya dengan bernada lembut
" E... ". Vendra bingung harus jawab apa, tangan kirinya mengaruk kening kepala yang bingung . " kamu sedang apa? ". Tanya Vendra dengan ekpresi wajah pemalu
" aku sedang di kamar lagi teleponan sama kamu ". Jawab nya dengan nada tenang
" oh! apa aku menganggu mu? ". Tanya Vendra memastikan sembari bertanya basa basi pada Luna
" tidak! kebetulan aku belum mengantuk ". Jawabnya
" Hemmm! bagus deh! takutnya aku menganggu mu". Ucap Vendra
"bagaimana dengan mu? apa semua nya baik-baik saja? ". Tanya Luna
" iya... iya.. aku baik - baik saja " Jawab nya terlihat wajahnya berubah menjadi memerah malu
****
Pandangan Matahari menyoroti sebuah rumah yang besar dan mewah dengan lingkungan luar rumah yang estekti. Di dalam rumah, Rajab Melangkah turun dari anak tangga dengan mengenakan pakaian jas hitam siap kerja ke kantor. Tangan jari jempol memainkan ponsel sembari melangkah jalan ruang tengah tangan kiri sudah berada di dalam saku celana hitam panjang dan dua kaki sudah memakai sepatu hitam kulit.
"Kak Rajab! ". Panggil Kasih Di belakangnya habis dari belakang dapur
Rajab berbalik menoleh melihat adik tiri perempuan nya melangkah mendekat padanya.
" Kapan Tunangan nya? ". Tanya Kasih Basa -basi.
" Satu bulan lagi, kenapa bertanya ? ". Tanya balik
" oh! pengen tahu saja, cinta sama wanita itu? kalau tidak salah dia teman lama mu waktu SMA?". Tanya lagi Kasih pada Rajab di hadapan nya.
"Iya, Luna memang Teman SMA dulu, kalau soal suka atau tidak, jujur.... belum ada rasa.. ". Jawabnya dengan perasaan kejujuran
" kalau tidak ada rasa, kenapa mau..?,dan setuju kemauan nenek tua itu? ". Kasih penasaran terhadap kakak laki-laki di depan nya.
Rajab menghela Nafas panjang berat. " Kakak, tidak bisa menolak keinginan Oma, bagaimana pun, kakak menghormati keinginan nya. tidak ingin menyakiti perasaan, Oma". Jawabnya
"Segitu nurut nya sama nenek tua! ". Kasih berkata dengan ekpresi sinis kesel . " lagian kalau memang tidak suka, apa tidak masalah? aku cuman kasian sama wanita model itu! secara dia perempuan punya perasaan dan rasa keadilan, tidak kebayang saat kalian berumah tangga nanti, cinta sendirian pasti nya". Ujar Kasih hanya memberi nasehat secara menyetil perasaan kakak laki-laki nya..
Hati Iba di rasakan Rajab, memang benar apa yang di katakkan adik perempuan nya. Rajab berfikir terdiam merasa salah ambil keputusan, ia pun berfikir bingung harus bagaimana terhadap Luna.
"Aku tidak bermaksud, berhenti melanjutkan. tapi ini hanya saran saja. Kalau ingin menikah dengan seseorang atau melanjutkan hidup, pastikan dulu perasaan mu benar-benar kosong. jangan sampai di saat kalian hidup bersama satu dari kalian masih mengenang masalalu. Itu tidak baik! itu akan menghancurkan rumah tangga kalian, keduanya akan sakit dan menderita! ". Ujar Kasih meberikan saran dengan baik. sebenarnya tidak peduli hidup kakak laki-laki nya tapi sebagai sesama perempuan wajar.
Rajab terdiam merenung setelah mendengar saran dari adik perempuan nya. kini Rajab bingung harus bagaimana kedepannya. apa harus melupakan Sofia yang pernah ia cintai di masa lalu nya dan akan memulai kehidupan baru dengan hati yang kosong lebih dulu, atau perasaan ini akan tetap ada tapi akan menyakiti perasaan Luna nanti nya. Rajab pun tertunduk sedih dengan perasaan berat.
"kakak akan pikir kan, terimakasih sarannya". Ucap Rajab pada adik perempuan nya dengan hati yang lapang berat.
Kasih mengangguk pelan dengan ekpresi tenang
Rajab berbalik melangkah jalan pergi meninggalkan adik perempuan nya. Di luar rumah langkah kaki Rajab mengarah mobil hitam yang sudah terparkir depan rumah, terlihat seorang sopir pribadi berdiri samping mobil menyambut Rajab.
"Selamat pagi tuan". Sapa nya senyum ramah
" pagi juga". Jawab Rajab sembari melangkah mendekat.
Sopir pribadi membuka kan pintu mobil untuk Tuan Rajab. Rajab memasuki mobil belakang kursi jok mobil. Sopir pribadi pun menutup pintu mobil setelah Tuan Rajab masuk. Lalu berbalik buka pintu depan mobil untuk menyetir. Mobil jalan pergi meninggalkan rumah besar.