NovelToon NovelToon
Pewaris Segel Hijau : Kebangkitan Si Pecundang Desa

Pewaris Segel Hijau : Kebangkitan Si Pecundang Desa

Status: sedang berlangsung
Genre:Matabatin / Dikelilingi wanita cantik / Mengubah Takdir
Popularitas:14.9k
Nilai: 5
Nama Author: R.A Wibowo

Bima hanyalah "sampah desa" yang ringkih. Digerogoti penyakit jantung bawaan dan paru-paru basah akut, hidupnya dihabiskan untuk merangkak di bawah kaki orang-orang kaya yang arogan.

Puncaknya, di sebuah malam yang diguyur hujan lebat, Bima dihajar hingga sekarat dan jatuh ke dasar sungai.

Namun, maut justru membawanya menemukan batu mustika hitam misterius. Tak hanya sembuh total, fisik Bima bermutasi menjadi sekokoh karang, lengkap dengan kemampuan mata tembus pandang dan medis gaib.

Menariknya, energi baru di tubuh Bima membuat setiap wanita yang ia sentuh bergetar tak berdaya.

Berawal dari pijatan penyembuhan, Bima mulai menaklukkan hati para wanita cantik—

mulai dari Rasti si kakak ipar janda muda, Laras sang kembang desa, hingga Siska, istri pejabat kota—yang suaminya terlibat kasus perselingkuhan. Bersiaplah menyaksikan aksi Danu, si tukang pijat penakluk wanita!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon R.A Wibowo, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 15—baramg ghaib

Bab 15

Ruangan itu langsung penuh oleh suara terapi. Bima sesuai janji benar-benar memijat seluruh tubuh Rasti.

“Bim enak! Iya, emph!”

Sesi pijat itu berjalan beberapa saat. Setengah jam berikutnya. Rasti langsung ambruk di kasur. Napasnya memberu, tapi wajah sudah membaik dan tampak bugar.

Lalu matanya kembali menerawang. Aura jahat dan titik hitam sudah menghilang. “Baguslah. kutukan dari dukun benar-benar menghilang.”

*

Sementara itu di tempat kumuh. Seorang dukun bernama kyai wok. Tersentak.

Uhukkk!

Di dalam sebuah gubuk panggung yang gelap dan pengap, bau kemenyan merebak pekat menyengat hidung

. Sesosok pria tua berambut gimbal dengan pakaian serba hitam mendadak tersentak hebat dari bersilanya. Mulutnya mengeluarkan darah segar yang kental, mengotori hamparan kain kafan yang menjadi alas sesajen di depannya.

Dia adalah Kyai Wok, dukun ilmu hitam paling ditakuti yang bersarang di pinggiran hutan Sukamaju.

"B-Bagaimana mungkin?!" racau Kyai Wok dengan suara parau yang gemetar. Tangannya yang keriput dan dipenuhi cincin akik besar buru-buru mengusap darah di dagunya.

Dukun tua itu merasakan dadanya seperti dihantam oleh godam tak kasat mata. Energi gaib kirimannya—kutukan kabut hitam yang ditanam di tubuh janda muda bernama Rasti—baru saja dihancurkan secara paksa hingga menyisakan gelombang balik yang merusak organ dalamnya. Kutukan itu lenyap total, bersih tanpa sisa sampai ke akar-akarnya!

Kyai Wok mendadak dirundung ketakutan yang luar biasa. Masalahnya, sosok yang membayar jasanya untuk mengirimkan guna-guna itu bukan orang sembarangan. Dia adalah Mang Ujang, salah satu orang terkaya dan paling berpengaruh di wilayah tersebut yang terkenal kejam dan tidak kenal ampun.

Dia tahu apa yang terjadi kalau gak berhasil. Otomatis dia bakal kena imbasnya. Mang ujang lebih bahaya dari setan.

Mang Ujang sengaja menyewa Kyai Wok untuk membuat tubuh Rasti terus melemah dan sakit-sakitan. Rencananya licik: ketika Rasti sudah sekarat dan tidak punya uang untuk berobat, Mang Ujang akan datang sebagai pahlawan, menawarkan bantuan finansial dengan syarat janda montok itu harus mau dijadikan istri simpanan atau pemuas nafsu pribadinya.

"Sialan! Kalau Mang Ujang tahu kutukan ini gagal dan Rasti malah mendadak sembuh bugar, aku bisa kena imbasnya! Reputasiku hancur, dan bisa-bisa nyawaku yang jadi taruhannya!" umpat Kyai Wok panik, keringat dingin mulai membasahi dahi kirutnya.

Didorong oleh rasa penasaran bercampur cemas, Kyai Wok segera merangkak mendekati sebuah bola kristal kuno yang diletakkan di atas mangkuk kuningan berisi air kembang setaman. Dia merapalkan mantra sekutu iblis dengan cepat, lalu mengayunkan telapak tangannya di atas permukaan kristal tersebut.

"Tunjukkan padaku! Siapa... siapa bajingan yang berani mencampuri urusanku dan menetralkan kutukan itu?!" raung Kyai Wok.

Permukaan bola kristal yang semula bening perlahan mulai bergejolak, memancarkan asap kelabu yang bergulung-gulung. Bayangan gubuk reot tempat Rasti tinggal mulai samar-samar terlihat. Kyai Wok membelalakkan matanya, memajukan wajahnya demi melihat sosok ahli spiritual atau dukun putih mana yang telah berani menantangnya.

Namun, tepat saat sesosok pemuda tegap keluar dari kamar Rasti, bola kristal itu mendadak bergetar hebat.

Wusss!

Sebuah kilatan cahaya hijau yang teramat menyilaukan mendadak meledak dari dalam kristal, menembus pandangan ghaib Kyai Wok. Bayangan pemuda itu langsung tertutup rapat oleh kabut hijau magis yang luar biasa tebal, seolah-olah ada dinding pelindung tak kasat mata setinggi langit yang membentengi identitas pria tersebut.

"A-Apa ini?! Kenapa mataku gak bisa menembusnya?!" pekik Kyai Wok histeris.

Dukun tua itu mencoba memaksakan mata batinnya untuk mendobrak tabir hijau tersebut, namun yang dia dapatkan justru rasa sakit seolah kedua matanya ditusuk oleh ribuan jarum perak. Energi murni Mustika Hijau milik Bima benar-benar mengunci dan menolak segala bentuk penerawangan ilmu hitam.

Pyarrr!

Bola kristal kuno milik Kyai Wok mendadak retak seribu lalu pecah berkeping-keping di atas mangkuk kuningan. Air kembang di dalamnya berubah menjadi hitam pekat dan mengeluarkan bau busuk yang menyengat.

Kyai Wok jatuh terduduk dengan napas megap-megap, wajahnya pucat pasi bagai kain kafan. Jantungnya berdegup kencang dipenuhi kengerian yang belum pernah dia rasakan selama puluhan tahun menjadi dukun.

"Bukan dukun putih biasa..." bisik Kyai Wok dengan bibir bergetar hebat. "Sukamaju... Sukamaju kedatangan sosok master tingkat tinggi yang menguasai energi murni kuno!"

*

* Matahari pagi baru saja menyembul di ufuk timur Desa Sukamaju, memayungi gubuk reot yang kini suasananya terasa jauh lebih hangat dan hidup. Di dapur, aroma harum tumis kangkung dan dadar telur menyeruak ke udara.

Rasti bergerak dengan sangat lincah, memotong bumbu dengan senyuman yang tak pernah lepas dari bibir manisnya. Tubuh matangnya benar-benar terasa sangat bugar, ringan, dan bertenaga. Kulit wajahnya yang kemarin sempat pucat kini tampak merona kemerahan, memancarkan pesona janda kembang yang kian matang dan menggoda siang malam.

"Nggghhh... segar banget badan ini," gumam Rasti pelan sambil merenggangkan kedua tangannya ke atas, membuat kaos tipisnya mengetat dan menonjolkan sepasang gunung kembar jumbo miliknya yang kemarin sore sempat habis diremas dan dipijat oleh Bima.

Setiap kali mengingat kejadian panas di atas kasur kapuk itu, bagian bawah perut Rasti mendadak kembali berdenyut hangat. Desahan demi desahan nikmat yang lolos dari bibirnya kemarin membuat pipinya langsung terasa panas bak terbakar. Rasa kagum dan ketergantungan spiritual kepada adik iparnya kini telah berubah menjadi benih-benih gairah seorang wanita dewasa yang mendambakan pelukan pria perkasa.

Bima yang baru saja keluar dari kamar mandi tertegun di ambang pintu dapur. Melalui mata terawangannya, dia tersenyum puas melihat aliran darah di tubuh Rasti mengalir dengan sangat lancar dan bersih. Titik hitam kutukan terkutuk dari Kyai Wok sudah musnah total sampai ke akar-akarnya.

"Mbak Rasti kelihatannya senang sekali pagi ini," goda Bima dengan suara bass-nya yang berat, melangkah mendekat hingga aroma maskulin tubuhnya yang segar sehabis mandi langsung mengepung penciuman Rasti.

Rasti tersentak, buru-buru membalikkan badan dengan wajah yang merona merah padam. "D-Bima... Iya, ini semua berkat pijatanmu kemarin sore, Bim. Badan Mbak gak pernah se-enak dan se-segar ini sebelumnya." Mata sayu Rasti sempat melirik sekilas ke arah dada bidang Bima yang tercetak kokoh di balik kaos singletnya, membuat janda muda itu buru-buru menelan ludah gila-gilaan.

"Baguslah kalau begitu, Mbak. Sesuai janjiku, gak akan ada lagi yang bisa membuat Mbak sakit atau menangis," ucap Bima penuh wibawa sembari mengusap lembut pucuk kepala Rasti, membuat jantung sang janda kembang serasa mau copot dari tempatnya.

Setelah menyantap sarapan pagi yang nikmat dengan suasana penuh debaran asmara yang tertahan, Bima pamit untuk kembali pergi memancing ke rawa terpencil di kaki gunung. Dengan hilangnya ancaman dari Rian kemarin sore, Bima merasa harus segera memperkuat isi dompetnya dan meningkatkan kultivasi energi Mustika Hijau miliknya.

*

Suasana rawa di kaki gunung siang itu sangat sepi dan berkabut tipis. Bima duduk bersila di atas sebuah batu besar, memegang joran pancing bambunya dengan tenang. Dia kembali memfokuskan pikirannya, mengalirkan energi hijau murni dari dalam dadanya ke sepanjang tali pancing hingga tenggelam ke dalam air rawa yang gelap.

Hanya dalam waktu singkat, permukaan air rawa mendadak bergejolak hebat. Riak-riak air berputar membentuk pusaran kecil, pertanda ada sesuatu yang sangat besar sedang mendekati umpan gaib milik Bima.

*Sretttt!*

Tali pancing menegang maksimal hingga meliuk tajam. Bima menyeringai tipis, kedua tangan kekarnya mencengkeram joran dengan mantap. "Dapat kamu!" desisnya.

Dengan satu sentakan bertenaga dalam yang masif, Bima menarik jorannya ke atas.

*Byurrr!*

Seekor ikan gabus raksasa—berukuran hampir sebesar paha orang dewasa dengan sisik hitam legam keemasan yang berkilat aneh—terlempar keluar dari air dan menggelepar hebat di atas rerumputan tepi rawa. Ikan itu terlihat sangat tidak wajar, matanya berwarna merah redup dan memancarkan sedikit sisa hawa mistis kuno.

Bima melompat turun dari batu, menghampiri ikan tangkapannya yang luar biasa besar itu. Namun, baru saja Bima hendak memegang kepala ikan tersebut, mata terawangannya mendadak menangkap ada sesuatu yang bergolak hebat di dalam perut buncit sang ikan gabus raksasa.

Ada sebuah pancaran aura magis yang sangat tua, berdebu, dan terasa sangat asing berdenyut dari dalam sana.

*Krek... Sret!*

Menggunakan kuku jarinya yang tajam dan dialiri energi mustika, Bima membedah perut ikan tersebut dengan satu gerakan cepat. Begitu lambung ikan itu terbuka, sebuah benda bulat meluncur keluar dan jatuh ke atas tanah.

Bima tertegun, matanya melotot lebar menyaksikan benda asing tersebut.

Itu adalah sebuah butiran bola kuno berukuran sebesar kelereng. Warnanya hitam keabu-abuan dengan permukaan yang dipenuhi guratan ukiran aksara kuno yang sangat rumit dan tidak bisa dipahami oleh akal sehat manusia modern. Bola kuno itu terasa sangat dingin saat didekati, seolah-olah telah terkubur di dasar rawa terdalam selama ratusan atau bahkan ribuan tahun.

Saat Bima perlahan mengulurkan tangan untuk menyentuhnya, energi Mustika Hijau di dalam dadanya mendadak bergetar hebat—bukan karena menolak, melainkan seperti menyambut datangnya sebuah kunci kuno yang telah lama hilang.

"Benda apa ini sebenarnya...?" bisik Bima takjub, memandangi bola kuno misterius yang mulai mengeluarkan pendaran cahaya redup di telapak tangannya.

1
Gege
klasik dan epic penjelasannya...
Gege
naaah..makin oyeeh nih..yuk bisa yuk banyakin hareem yang pijat plus plus ke MC... duit dapat..enaknya juga dapet..🤭🤣
.
kirain TAMAT Thor dah lama ga update
Manusia Biasa: Nunggu lulus kontrak dulu kemarin. kena masalah terus saking vulgarnya🤣
total 1 replies
septian arista
Nah itu dukun bodoh apa gimana Masa takut sama si Ujang yang nggak bisa apa-apa kenapa nggak disantet aja itu si Ujang🤔🤔🤔
septian arista
cerita cultivator versi dalam negeri🤭🤭🤭
Manusia Biasa: kultivasi lokal
total 1 replies
septian arista
ini ceritanya mirip sama para kultivator yang menemukan warisan tersembunyi
Hentri Gunawan
kpn di up LG Thor ..
Manusia Biasa: selasa mungkin kak, lagi sibuk ujian
total 1 replies
Leynn
Author, kok bisa update sampai 5+ chapter sehari? sanggup kah? atau emang udah punya draft yang banyak? sekali update berapa kata? (mohon jawab karena saya juga author pemula ingin tahu motivasi nya kenapa bisa banyak banget chapter dalam sehari)
Leynn: hell naw😹
total 9 replies
Domek Uuk
mantap
Domek Uuk
lanjut thor,,
Gege
dan othor di pun mencoba men skip adegan kitab kamasutra yang tabu untuk di detailkan dalam platform NT..🤣
Manusia Biasa: gak boleh sama pihak NT
total 1 replies
Kisin Gindam
mantap
Domek Uuk
ceritanya kurang menantang thor
Domek Uuk
lanjut thor
Domek Uuk
zip,lanjutkan thor
Domek Uuk
mantap bos,wiek wik mana?
Ajidewa nagaraja
ribet ya mau tiap lanjut episode
✦͙͙͙*͙❥⃝🅚𝖎𝖐𝖎💋ᶫᵒᵛᵉᵧₒᵤ♫·♪·♬
Waduh mengerikan sekali..😨😰😱
Kok gak mikir konsekuensinya ya..🫣
Bersekutu dengan iblis menjanjikan keuntungan duniawi sesaat, namun selalu berujung pada petaka.
Konsekuensi utamanya meliputi ketergantungan spiritual, hilangnya kendali atas kehendak bebas, tuntutan tumbal nyawa, penderitaan batin, serta kehancuran dan penyesalan abadi di akhir.
Dampak fatal akibat praktik tersebut akan kehilangan Jiwa dan Kebebasan, harga yang harus dibayar untuk bantuan iblis adalah jiwa manusia itu sendiri.
Manusia yang awalnya merasa mengendalikan kekuatan tersebut akhirnya diperbudak dan kehilangan kehendak bebas mereka.
✦͙͙͙*͙❥⃝🅚𝖎𝖐𝖎💋ᶫᵒᵛᵉᵧₒᵤ♫·♪·♬
Menurutku lebih SAH kalau hubungan tersebut diresmikan melalui pernikahan.
Untuk menghindari fitnah dengan cara membentengi diri dari perbuatan yang mendekati zina, pergaulan bebas dan pacaran.
Dengan melakukan pernikahan, seseorang dapat menyalurkan hasrat biologis secara halal, menjaga kehormatan, dan mencegah timbulnya tuduhan negatif serta prasangka buruk di masyarakat.
Menikah adalah salah satu keputusan terbesar dalam hidup seseorang.
Lebih dari sekadar menyatukan dua insan dalam ikatan resmi, pernikahan memiliki tujuan yang lebih dalam dan bermakna...🤭🤨😊
Achnad Asbert: 🙏🙏🙏🙏😍😍😍😍🙏🙏🙏🙏
total 3 replies
Gege
ditunggu plot ratu LC datang berobat mengalami masalah saluran kencingnya...pasti tangan bima mengobok oboknyaah...😄🤭🤣
Manusia Biasa: udah bos, cabulnya sampai sini dulu. kena pringatan dari PF ini, gagal kotnrak😂😭
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!