Niat baik tidak selamanya berakhir baik, hal ini terjadi pada rumah tangga Hanna dan Rizal
Malam itu keduanya menyelamatkan seorang wanita yang mendapat kekerasan dari suaminya
Mereka membawa tubuh lemah itu kerumah dan memberikan perawatan hingga wanita bernama Arum itu pulih
Namun nasib buruk menghampiri Hana, wanita yang telah ia selamatkan ternyata menjadi racun bagi rumah tangganya bersama sang suami
Pada akhirnya Rizal terjerat oleh pesona wanita lugu bernama Arum itu, hingga pernikahannya yang telah dikaruniai dua buah hati berakhir
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon e_Saftri, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 16
Rizal tersenyum "Ohh itu, Bu Anggi. Dia atasannya mas dikantor, waktu itu kita baru saja selesai ngecek proyek. Karena jam makan siang, makanya kita mampir di restoran dulu"
Hanna mendengar penjelasan suaminya dengan perasaan yang sulit dijelaskan. Ia tak tahu harus percaya atau tetap meragukan suaminya sendiri
"Kamu tidak percaya?" Tanya Rizal sambil menggenggam tangan Hanna dan mengusapnya
"Aku tidak tahu mas, aku hanya takut"
Rizal memeluk istrinya agar wanita hamil ini tenang "Apa Nindy punya fotonya?" Tanya Rizal dan Hanna menjawabnya dengan gelengan membuat Rizal dapat bernapas lega
"Sayang" Rizal melepas pelukannya "Percaya sama mas! Mas tidak akan pernah mengkhianati kamu, bahkan dalam mimpi sekalipun"
Pria itu lalu menangkup kedua pipi istrinya. Hanna bahkan sudah menitihkan air matanya "Aku bisa mempertemukan kamu dengan Bu Anggi!"
Hanna menggeleng, wanita cantik itu lalu kembali membenamkan dirinya dalam dekapan hangat suaminya
"Tidak perlu mas! Maaf karena aku sudah meragukan kamu" Ucapnya lirih
"Tidak sayang, kamu tidak salah. Harusnya mas minta izin sama kamu dulu sebelum memutuskan untuk makan siang dengan siapa, agar tidak terjadi kesalahpahaman seperti ini"
Hanna menggeleng dalam pelukan suaminya "Maafkan aku, Nindy pasti gak tau makanya dia bicara yang macam-macam"
"Itu tandanya kamu memiliki sahabat yang sangat sayang sama kamu" Hanna melepas pelukannya "mas bersyukur karena kamu dikelilingi oleh orang-orang yang baik"
Hanna mengangguk, Rizal menghapus cairan bening yang menetes dari mata indah istrinya itu lalu mengecup keningnya sedikit lebih lama
"Aku akan bilang sama Nindy kalau dia sudah salah menuduh kamu" Ujar Hanna merasa bersalah
Tidak seharusnya ia mencurigai suaminya sendiri. Ia bersama Rizal sudah sangat lama dan selama itu juga Rizal tidak pernah bermain api
"Tidak perlu, asal kamu selalu percaya sama mas, maka semua akan baik-baik saja"
Keduanya tersenyum, lalu Rizal membantu sang istri berbaring karena Hanna yang sedikit kesulitan
"Kaki kamu bengkak" Rizal memandangi kaki Istrinya yang memang membengkak "Mas pijitin yaa!"
"Gak usah mas, mas pasti capek karena seharian kerja. Lagian aku baik-baik aja. Gak usah khawatir"
Hanna hendak menarik kakinya namun Rizal mencegah dengan menahannya "Mas pijitin aja yaa"
Hanna hanya memejamkan matanya saat merasakan nyaman saat kakinya mendapat pijatan lembut dari suaminya
"Pasti capek banget yaa, bawa dia kemana-mana!"
"Enggak kok, aku malah senang. Aku juga lagi ikut senam biar persalinannya lancar nanti!" Ujar Hanna disela-sela pijatan lembut itu
"Mas seneng liat kamu sehat seperti ini, maaf yaa kalau akhir-akhir ini mas terlalu sibuk" Rizal sebenarnya merasa bersalah pada istrinya
Sejak menjalin hubungan dibelakang Hanna, Rizal memang membagi waktunya. Bahkan ia tidak pernah lagi tidur dikamar bersama istrinya
Jika Hanna terlelap maka ia akan pergi menemui Arum dan menghabiskan malam bersama wanita itu
Rizal benar-benar merasa menyesal, setelah ini ia akan fokus pada Hanna dan anak-anak mereka saja
Dirinya akan melupakan bahwa ia pernah bersama wanita bernama Arum. Baginya tidak pernah ada wanita bernama Arum
***
"Mbak" Hanna menatap pada Arum yang datang menghampirinya "Bisa kita bicara sebentar?"
Hanna mengangguk "Duduk!" Sejak ia mengetahui apa yang Arum lakukan bersama Ipul, Hanna memang sedikit bersikap dingin pada wanita ini
"Kamu mau bicara apa?" Tanya Hanna "Apa kamu sudah selesai berkemas? Besok kamu akan pindah ke kontrakan baru kamu"
"Aku memang mau membicarakan itu!" Arum menunduk sambil meremas jemarinya
"Memangnya ada apa?"
"Aku tidak bisa tinggal dikontrakkan yang mbak Hanna berikan" Jawaban Arum membuat Hanna mengerutkan keningnya
"Maksud kamu?"
"Keluarga aku memberikan aku sebuah rumah dikampung, aku sama Hafiz akan tinggal disana"
Hanna menatap penuh tanya "Bukannya kamu mengatakan kamu sudah tidak memiliki keluarga? Kamu hanya punya suami kamu yang kasar itu"
Arum diam, ia memang sudah mengatakan semua tentang dirinya pada Hanna. Sekarang ia harus mencari alasan lain
"Aku berbohong saat itu, kemarin aku menghubungi paman ku yang ada dikampung dan aku bisa menempati rumah mendiang orang tua ku" Kata Arum
Hanna menghela napasnya "Saya tidak terkejut, kamu sepertinya sudah sangat biasa berbohong!"
"Maafkan aku mbak, aku tau apa yang sudah aku lakukan sangat salah. Maaf" Arum senantiasa menunduk
"Lalu bagaimana dengan sekolah Hafiz?" Tanya Hanna
Arum menatap wanita cantik itu dengan takjub, bagaimana bisa Hanna memiliki hati yang begitu lembut
Ia mengetahui dosa yang Arum lakukan dirumahnya, namun wanita itu masih memikirkan tentang putra Arum
"Aku akan memindahkan sekolah Hafiz dikampung"
"Ya sudah, saya tidak bisa menahan kamu disini. Kamu memang sebaiknya pergi sangat jauh dari sini agar tidak mengulangi kesalahan kamu lagi"
Arum mengangguk, bagaimana jika Hanna tahu ini semua hanya kebohongan? Arum tidak akan pulang kampung melainkan menempati rumah baru yang dibelikan suaminya
"Sekali lagi maafkan aku mbak! Dan terima kasih karena mbak sudah menyelamatkan aku malam itu" Kali ini Arum mengatakannya dengan tulus
"Sudahlah! Aku hanya berharap kamu bisa berubah, Arum. Bagaimanapun kamu memiliki seorang putra!" Ujar Hanna
"Tapi, apa aku bisa tinggal disini untuk dua hari lagi? Aku mau urus surat pindah Hafiz dulu!" Pinta Arum
Sebenarnya ia hanya ingin bersama Rizal untuk terakhir kalinya. Setelah ini dirinya tidak akan mengusik keluarga pria itu lagi
Ia akan mengubur cintanya terhadap Rizal, ia harus sadar jika Rizal bukanlah miliknya dan dia akan kembali pada pemilik aslinya yaitu Hanna
Wajar saja Rizal memilih istrinya, Hanna begitu cantik, bukan hanya parasnya tapi juga hatinya. Ia pun bingung bagaimana bisa Rizal menduakan wanita sempurna seperti Hanna
"Pastikan hanya dua hari!" Arum mengangguk
"Iya mbak, setelah itu aku dan Hafiz akan pergi!"
"Dan selama kamu disini! Jangan pernah melewati batas, mengerti!"
Arum mengerti jika ini peringatan tentang kejadian bersama Ipul hari itu. Ck, ia menyesal karena sudah menerima tawaran dari pria supir itu
semoga byk yg baca