Tujuh tahun.
Cukup lama untuk sebuah pernikahan.... tapi tidak sedikitpun cukup untuk membuat Noah Luca Tyga mencintai istrinya.
Evelyn Yarvi.
Wanita cantik yang ia nikahi karena sebuah perjodohan. Istri yang selalu ada, tapi tak pernah di anggap.
Pernikahan mereka dikaruniai seorang putri cantik. Namun, putri itu lahir bukan dari cinta, melainkan dari bayi tabung. Karena bagi Noah, menyentuh Evelyn sama saja dengan mengkhianati hatinya yang masih terperangkap pada masa lalu.
Baginya, Evelyn hanya wanita yang menikahinya demi harta.
Setiap hari, Evelyn berjuang. Berjuang mendapatkan secercah perhatian dari suaminya yang bahkan tak sudi meliriknya.
Sampai kapan ia harus bertahan?
Haruskah ia menyerah dan pergi.... atau terus berjuang demi cinta yang mungkin tak akan pernah ia miliki?
Dan bagaimana jika mantan kekasih Noah kembali, siap menghancurkan sisa-sisa rumah tangga yang sejak awal sudah retak?
Mampukan Evelyn bertahan... atau justru ia pergi?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Kasmawati, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Penyakit Yang Serius
"Maafkan aku..." ucap Noah dengan suaranya yang terdengar pelan, hampir seperti bisikan. Bahunya turun, harga dirinya sebagai CEO Tyga Group hancur di depan adiknya.
Bible meraih kedua tangan Abangnya itu dan menggenggamnya lembut. "Tidak ada yang perlu dimaafkan, Bang... Yang terpenting sekarang Skylar sudah ditemukan. Walaupun Oma masih belum sadarkan diri dan Kak Evelyn tak tahu di mana keberadaannya... Yang terpenting Abang harus menjadikan semua ini pelajaran ke depannya. Aku sebagai adiknya Abang tidak ingin melihat Abang melakukan kesalahan yang sama untuk kedua kalinya," jelas Bible. Gadis remaja itu ikut menangis, air matanya jatuh di atas punggung tangan Noah.
Noah menunduk. Pria itu menangis tersedu-sedu. Dadanya naik turun menahan isak. Ini kedua kalinya Bible melihat Abangnya menangis seperti ini. Pertama saat Papi-Mami mereka meninggal. Kedua sekarang, saat ia gagal melindungi putrinya sendiri.
Bible mengelus pundak Noah lembut. "Jangan menangis seperti ini, Bang... Kita serahkan semuanya kepada Tuhan. Sky pasti kuat. Dia anak Abang," ucap Bible, meski suaranya sendiri bergetar.
Krek...
Pintu ruang UGD terbuka. Keluarlah dokter yang menangani Skylar. Noah dan Bible langsung berdiri serentak dan menghampiri dokter itu dengan jantung berdebar.
"Bagaimana keadaan putri saya, Dokter?" tanya Noah. Wajahnya pucat, matanya merah menahan cemas.
Dokter wanita itu menghela napas panjang. "Lebih baik kita bicara di ruangan saya saja, Pak. Ada hal penting yang ingin saya sampaikan," ucap dokter itu. Lalu ia melangkah pergi tanpa menunggu jawaban.
"Jaga Sky sebentar," ucap Noah pada Bible. Setelahnya pria itu menyusul dokter itu ke ruangannya. Setiap langkahnya terasa berat, seperti menuju ruang sidang vonis mati.
Di dalam ruangan, Noah duduk di hadapan dokter wanita itu. Meja di antara mereka dipenuhi map dan foto hasil rontgen.
"Apa yang terjadi pada putri saya, Dokter?" tanya Noah. Suaranya kaku.
Dokter itu kembali menghela napas kasar. "Sebelum ini, apakah putri Bapak pernah terjatuh, Pak?"
Noah terdiam. Ia tidak tahu apa yang terjadi di dalam rumah itu sebelum ia datang. "Saya tidak tahu, Dokter. Saat saya tiba di tempat itu, saya melihat kedua tangan dan kaki putri saya diikat oleh tali," jelas Noah. Setiap kata yang keluar rasanya seperti beling yang menggores tenggorokannya.
Dokter wanita itu menghela napas lagi. Ia menyerahkan lembaran hitam putih hasil rontgen pada Noah.
Noah meraih lembaran itu. Tangannya gemetar. "Dari hasil rontgen ini, saya menemukan jari kelingking anak Bapak patah," jelas dokter itu pelan.
Deg...
"Patah?" ucap Noah. Suaranya serak, nyaris tidak keluar.
"Benar, Pak. Dan hingga saat ini jari kelingking putri Bapak masih bengkak. Sepertinya orang yang menculik putri Bapak ini sengaja mematahkan jari kelingkingnya," jelas dokter itu lagi. Nadanya prihatin.
Noah menggelengkan kepalanya pelan. Ia tidak percaya dengan kenyataan yang ia dengar. Brianna... wanita yang dulu ia cintai... ternyata sekejam itu.
"Dan satu lagi, Pak," ucap dokter itu. Kali ini wajahnya terlihat lebih sedih.
Noah menatap dokter itu, menunggu penjelasan yang ia takut dengar.
"Kami juga menemukan putri Bapak mengalami gagal ginjal stadium awal," jelas dokter itu.
Deg...
Dunia Noah runtuh seketika.
Noah menangis. Untuk pertama kalinya ia menangis seperti ini di hadapan orang asing. Air matanya jatuh membasahi meja. "Gagal ginjal stadium awal?" ucap Noah dengan suara pelan yang hancur.
Dokter itu menghela napas pelan. Ia meletakkan pulpennya di atas meja. "Iya, benar, Pak. Kami menemukan kadar kreatinin putri Bapak naik. Protein di urine juga positif. Itu tandanya ginjalnya mulai kelelahan. Penyebabnya bisa dehidrasi parah, infeksi, obat-obatan tertentu, atau trauma dan stres berat berkepanjangan juga bisa memicu," jelas dokter itu.
Noah kembali menunduk. Pikirannya berputar ke arah Brianna. Setelah Skylar mengenal Brianna, gadis kecil itu jadi tidak peduli makanan apa yang ia makan. Apa saja ia lahap. Dan Brianna tidak pernah melarang. Justru ia yang menyuapi.
"Dan patahnya jari kelingking putri Bapak bisa menyebabkan infeksi kalau kami tidak segera melakukan tindakan," ucap dokter itu lagi.
Noah memejamkan matanya. Air matanya kembali menetes tanpa henti. Dadanya sesak. Semua ini karena Brianna. Dan karena kelalaiannya sendiri yang mengizinkan wanita masa lalunya masuk ke rumah tangganya.
"Ini semua salah saya, Dokter. Saya yang lalai menjaga putri saya, sehingga hal seperti ini terjadi padanya," ucap Noah sambil memukul dadanya sendiri pelan.
"Pak Noah, cukup! Menyalahkan diri Bapak sendiri tidak ada gunanya dan tidak akan menyembuhkan putri Bapak. Tujuan kita sekarang adalah pengobatan dan penyembuhan Skylar," ucap dokter itu tegas tapi lembut.
Noah menarik napas panjang. "Baik, Dokter. Saya serahkan semuanya pada Dokter. Lakukan yang terbaik untuk putri saya," ucap Noah dengan suara yang pasrah.
"Itu sudah pasti, Pak," jawab dokter itu. Noah pun berpamitan keluar.
Saat keluar dari ruangan dokter, Bible langsung menghampiri. "Bang... Sky sudah bangun dan dia cari Abang," ucap Bible cepat.
"Ayo," ucap Noah. Ia melangkah cepat ke arah UGD karena mengira putrinya masih di sana.
"Bang, bukan di situ. Sky sudah dipindah ke ruang perawatan. Ruangannya nggak jauh dari ruang perawatan Oma," ucap Bible.
Noah memutar langkahnya. Keduanya masuk lift menuju lantai 15, tempat ruang perawatan Skylar dan Nyonya Zerlinda berada.
Sesampainya di ruang perawatan Skylar, Noah melangkah masuk diikuti Bible.
"Papi," ucap Skylar dengan suara lemah saat melihat Papinya datang.
Noah mendekati putrinya. Matanya kembali berkaca-kaca. "Ada yang sakit, sayang?" tanya Noah saat ia duduk di kursi samping brankar Skylar.
Skylar mengangguk pelan. "Jari kelingking Sky sakit, Papi... Tante Brianna jahat..." ucap Skylar sambil mengangkat tangan kanannya. Jari kelingking gadis kecil itu terpasang perban putih tebal.
Bible mendekat. "Memangnya apa yang dilakukan wanita itu pada jari kelingking Sky, Bang?" tanyanya. Ia belum tahu detailnya.
"Dia... Dia mematahkan jari kelingking Skylar," jawab Noah tanpa menatap adiknya. Suaranya bergetar menahan amarah.
Bible mengepalkan kedua tangannya kuat-kuat sampai kukunya menancap ke telapak tangan. "Lihat kan, Bang? Lihat kan... Selain dia cuci otak Sky supaya benci ibu kandungnya sendiri, dia juga culik Sky. Lebih parahnya dia patahin jari Sky... Pokoknya aku nggak mau tahu. Abang harus buat wanita itu dipenjara seumur hidup!" ucap Bible. Emosinya meledak.
Noah mengangguk pelan. Ia menunduk, tangannya mengelus kepala Skylar lembut. "Ini semua salahku, Bil... Maafkan aku..." ucap Noah. Penyesalannya sebesar samudra.
"Ya, memang ini salah Abang. Semua masalah ini disebabkan oleh Abang," ucap Bible. Lalu gadis remaja itu berlari keluar ruangan sambil menangis, hatinya sangat sakit mendengar kondisi keponakannya sekarang ini .
.
.
.
Jangan lupa dukungannya ya guys 😊🤗🤗🤗.
tu hnya org siirik yg tak mampu bikin story kayak kk ,,
justru kebanyakan klo yg nuduh org niru pdahal org tu laa yg meniru ,,
jd ttap semangat kak ,,
byk yg dkung kk dsnii ,,
pov buaya & ular : semoga kami gx keracunan 😒😒😒😒
🤭🤭🤭🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣
nyesellll g ada gunanya noah...
mantan adalah maut....
sukurin.... salah siapa mmberi ruang untuk mntan merusak rumah tanggamu...
untuk ap km mnyesali noah... andai km tak tau kbusukn sabrina... km pasti kmbali dgnnya....
skrg km kalang kabut mncari evelyn.... yg hnya km jdikn pelarian saat km tau siapa jalang yg sll km berikan kebebasan keluar masuk rumahmu...
tK ada perempuan yg sanggup brtahan saat khadirannya sll di abaikan suami jga anknya....
selamat khilangan perempuan cantik... baik & tulus yg slm ini km sia" kn noah...
bntr lgi km bkl gelojotan.... saat evelyn bneran prgi jauh...
dan itu real... bukan trik sprti yg sll km tuduhkn untuk evelyn...
ap kah pelakor idamanmu akn ttp brtahan di smpingmu saat km jatuh...
baru juga hidup tenang Noah and family ,,
semoga aj dy kabur ny ke kebun binatang ,, tempat asal ny ,, jgn sampe dy ngeganggu Evelyn ma ank2 ny lgi ,, 😒😒😒😒😒😒