NovelToon NovelToon
Sekretaris Kesayangan Bos

Sekretaris Kesayangan Bos

Status: sedang berlangsung
Genre:Bad Boy / Perjodohan / CEO
Popularitas:2k
Nilai: 5
Nama Author: Vedyta Hyuk

Jalur mature book, yang masih piyik jangan masuk 📌🙏🏻

Kenzo yang di khianati kekasih di masa lalu membuat dia tak mau dekat dengan wanita manapun. mantan kekasihnya adalah ibu tirinya saat ini.
Bagi Kenzo cinta adalah omong kosong, cinta cuma bisa di buktikan di atas ranjang, setelah itu tak ada ikatan apapun.

Kenzo Eko Armanta saat ini adalah sosok dingin, arogan, cuek, semaunya dan kejam.
Tiba-tiba saat seorang gadis bernama Vinda yang menjadi sekretaris baru masuk ke lingkungan hidupnya, gadis itu bisa memporak-porandakan kebekuan Hati Kenzo, saat itu lah dia baru sadar jika cinta itu masih ada.
Kenzo bisa kembali bersikap manusiawi dan mempercayai cinta lagi

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Vedyta Hyuk, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

11. Kakak Soran mengancam adiknya.

"Aish bocah ini bangun!!!" Soran menarik kaki adiknya kasar 

"Ngh ngantuk kak nanti saja" Gumam Kenzo tanpa sadar.

"Ck bangun Ken~ ya tuhan?! Astaga kamu tidur dengan siapa?" Soran memekik saat melihat di ranjang itu ada empat telapak kaki, dia langsung menarik selimut hitam itu hingga jatuh ke lantai dan berteriak nyaring.

"Kya!!! Ken,...ka...kamu tidur dengan siapa !?!"

"Ada apa sih? Eh aduh kak, aku masih ngantuk" Kenzo garuk-garuk rambutnya terpaksa duduk, dan. Vinda yang tadi berada di pelukannya dengan nyaman ikut terjaga, menggeliat karena suara berisik itu.

"Yak bangun kamu, atau kakak akan melemparmu ke bawah!!!"

"Egh ada apa kak?"

"Ka... kamu Vinda, kok bisa disini~"

Vinda yang baru membuka mata dan mengucek nya, dia tersentak, ini bukan kamarnya di kontrakan, kenapa bosnya ada di sini, parahnya lagi saat melihat pria itu yang bertelanjang dada duduk dengan wajah baru bangun tidur juga, dan saat Vinda menatap Soran yang tengah berkacak pinggang siap mengamuk dia langsung histeris.

"Kya!!! di mana saya ini?!?!?!?!"

Soran menatap bergantian dua muda mudi itu, bibirnya merengut kesal. "Sekarang jelaskan kenapa kalian bisa tidur di ranjang berdua!!?? Kamu apakan saja dia, Ken?!"

Vinda meremasi tangannya takut dan cemas, setelah histeris tadi dan memukuli beringas bosnya tanpa ampun, masa bodoh juga jika dia di pecat besok, saat ini dua orang itu berada di ruang tamu tengah di interogasi Soran.

"Kenzo jelaskan pada kakak sekarang, yang sejujurnya!" Mata tajam kakaknya itu sungguh menakutkan membuat nyali Kenzo langsung mengkeret, sejak kecil dia memang paling takut dengan kakak perempuannya ini, meskipun dia anak laki-laki.

"Dia mabuk gara-gara minum tadi malam, terus aku terpaksa membawanya ke sini kak, nggak mungkin aku bawa pulang, kalo orang tuanya syok terus marah-marah, aku yang di amuk nanti"

"Benarkah??"

"Aish gara-gara siapa saya mabuk huh? Pak Kenzo sengaja kan menyuruh saya minum kemarin?!"

"Hei, aku sengaja apa?! Kamu saja yang kuno minum sedikit saja sudah mabuk, pingsan juga, dasar kuno! kayak makhluk purba!"

"Cih kamu playboy buaya darat, kamu pemerkosa wanita!"

"Huh siapa -pemerkosa jangan sembarangan kalo ngomong ya! Sudah baik nggak aku tinggalin kamu di restoran kemarin, kalo aku tinggal kamu sendiri disana, gimana?! Mana kamu itu pingsan, aish bodoh!!"

"Huh tauk ah, situ yang bodoh!" Jawab Vinda masih kesal pada bosnya.

"Yak diam kalian!!" Soran berteriak geram, dua orang itu malah sibuk berdebat ramai dan membuat dia jadi penonton bodoh saja.

Mereka saling membuang muka kesal dengan tampang marah, dan Soran menarik nafasnya, berusaha sabar.

"Jadi tak terjadi apapun kan semalam? Maksudku~"

"TIDAK!!!"

Mereka kompak berteriak, bahkan Kenzo sampai mengibaskan tangan panik, oh yang benar saja jika dia meniduri gadis itu kakaknya bisa membunuhnya.

"Tidak kok kak, sungguh! Demi Allah sumpah deh!" Kenzo sampai melotot serius.

Dia menatap Vinda juga yang masih cemas.

'Tadi malam saya pingsan, entah pak Kenzo itu jujur atau bohong masa saya bisa tau?"

"Hei apa maksudmu aku bohong hah?! Kamu itu anak kecil, apa wanita dewasa memangnya kamu tak bisa merasakan sudah di tiduri pria atau tidak?!" Jawab Kenzo tajam.

"Cih kamu itu kan pria brengsek pandai berkelit! Mana saya tahu situ ngapain aja? pokoknya saya pingsan semalam, nggak tau apapun" Vinda melirik tajam menyindir bosnya yang membuat Kenzo emosi lagi.

"Cih tolol, memangnya kamu masih perawan atau tidak, kan tak ada yang tahu hah?!"

"Enak saja, saya ini masih perawan uh pria sinting, sembarangan ngomong!"

"Ken, kakak mau tanya juga, kenapa tadi saat bangun kamu tak pakai baju jug ugh? Kamu mencurigakan?"

"Ya ampun kak, ini gara gara perempuan ini mengotori kemejaku muntah sembarangan!"

"Ckck alasan ambil kesempatan cih dasar bos mesum!" Teriak Vinda tak bosan juga mengamuk pada bosnya.

"Yak kalian jangan ribut sendiri! Tapi benar tidak tak terjadi apapun sama kalian, kan!?"

"Benar!! Nggak ada apa-apa kak"

Kenzo berteriak lagi, dia melihat kakaknya menghela nafas lega dan mengangguk angguk. "Ah baiklah syukurlah jika tak terjadi apapun" Soran mengusap wajahnya lega.

"Cuih ..." 

Mereka saling membuang muka lagi seperti tom and jerry yang sedang berantem dan ngambekan.

"Ah jika begitu masalah ini selesai sampai sini, tapi ingat jika lain kali aku memergoki lagi kalian tidur bersama, kakak akan langsung menyeret kamu agar menikahi Vinda, apa kamu paham Ken?!"

"Ah....iy ..iya kak" Kenzo menunduk takut melihat mata kakaknya yang masih menatapnya tajam.

*

*

Outlet galeri TOUS LES JOURS .

Pagi ini Kenzo kembali di buat kesal dengan ulah sang sekretarisnya. Jika kemarin jadi bulan-bulanan omelan kakaknya karena menampung Vinda semalaman di apartemennya, pagi ini dia malah dapat sikap menyebalkan dari gadis itu.

"File laporannya sudah saya susun, anda bisa periksa semuanya" Gadis itu menyebalkan sekali, duduk satu ruangan tapi enggan ke meja bosnya mengirim apapun lewat email, memberi info soal pekerjaan hanya lewat interkom, jika tadi Kenzo masih bisa menahan diri sabar dan sabar, kali ini dia sudah -habis kesabaran.

"Hey, Arvinda!"

Yang di panggil hanya memamerkan raut datarnya, padahal Kenzo sudah susah payah menunjukkan wajah menyeramkan dengan bertolak pinggang di depan Vinda.

"Ada perintah apalagi pak bos?"

"Sebenarnya yang bosnya itu aku atau kamu, hah?"

"Yang pasti tentu saja bukan saya" Dia mengusap sebal tengkuknya dan menggeleng,

'Sabar Kenzo, sabarlah jika kamu marah dia bisa mengundurkan diri, bisa apes kalau kamu kehilangan Vinda' Batin nya.

"Jika paham kenapa menunjukkan wajah seperti itu huh? Kamu tahu wajahmu itu sungguh nggak enak di lihat, sejak tadi tak mau ke mejaku dan hanya mengirim semua file pekerjaanmu lewat email, apa kamu pikir kita kerja lewat internet apa!?"

Vinda memutar bola matanya malas, dia tak ada nafsu berdebat dengan atasannya yang super menyebalkan ini.

"Yak Arvinda jawab aku?!"

"Yang menyebabkan saya tak ramah siapa? Yang membuat saya malas siapa? Seenaknya membawa wanita ke rumah bapak, cih dasar bos seenaknya!"

"Hai, kamu bilang apa!!" Wajah Kenzo makin memerah dengan rahang tegasnya mengeras marah.

"Jika saya tak mabuk kemarin, saat pulang tak mungkin di marahi ayah saya? Dan gara-gara bos saya, seharian kemarin kepala saya pusing, malas melakukan apapun, jadi bolos kerja juga"

"Kamu masih saja menyalahkan aku terus~"

"Lalu saya bisa menyalahkan siapa lagi, yang ngajakin saya minum kemarin kan bapak?"

"Asem!" Kesal Kenzo mendekap lengannya menaikkan turunkan kedua alisnya.

"Yang mabuk siapa yang disalahkan siapa? Aku minum juga tapi nggak mabuk kok, kamu saja yang kuno, hanya minum dua gelas saja sudah pingsan!"

"Hei pak~"

"Apa? Apa?? Mau bilang itu ulah saya lagi? dasar wanita aneh kuno, minum sedikit aja, sudah pingsan!" Sergah Kenzo tajam tepat sasaran, hingga Vinda terdiam.

"Yang aneh itu anda! Kenapa minum malah mengajak saya, jika tahu saya itu kuno!?" Vinda berdiri dan menghentak kakinya, lalu ngeloyor akan pergi dari sini.

"Yak kamu bilang apa?!" Mereka jadi bersilat lidah sama sama merasa benar dan masing masing tak mau di salahkan, beneran bos dan sekertaris yang aneh.

"Sial, jika tahu bakal di salahkan lebih baik kemarin aku tinggal saja kamu di restoran itu, agar tahu rasa, sudah pingsan di sana lalu ngerepotin orang!" Vinda yang akan membuka pintu menoleh kaget, mata Kenzo masih menatapnya tajam.

"Heh, apa??"

"Sudah baik hati aku mau membawa orang pingsan pergi dari sana, ini malah di tuduh ngawur macam-macam, cih aku jadi menyesal menyelamatkan kamu kemarin"

"Eoh pak?"

"Apa? Apa?! mau protes apa lagi?!"

Bibir Vinda langsung bungkam, dia membuka pintu dan keluar dari sini.

Di depan ruangan kerja bosnya air matanya berlinang, benar juga sih kalimat bosnya tadi, jika dia di tinggal Kenzo di restoran itu sendirian kemarin, entah bagaimana nasibnya, apa dia bakal baik-baik saja seperti sekarang.

Tak menutup kemungkinan juga Vinda malah dibawa pria hidung belang pergi dari sana, lalu dibawa ke tempat berbahaya, itu lebih menyeramkan.

Kenzo hanya menggeleng kesal lalu kembali ke mejanya saat Vinda baru saja pergi dari sini, meskipun Vinda tadi menunduk tak bisa menyangkal lagi, dengan argumen panjang bosnya tadi.

"Siapkan bahan meetingku dengan Kenan nanti siang, yang map warna hitam di meja, aku keluar dulu" Kenzo membawa jas dan kontak mobilnya pergi, dia melewati Vinda yang masih berdiri di depan pintu ruangan kerjanya.

Berada di sini terus membuatnya kepanasan dan terus kesal. Pria itu langsung memakai jasnya dan berjalan menuju lift, Vinda masih termenung di depan pintu.

Kenzo berpikir sepertinya lebih baik mencari hiburan di luar nonton bioskop atau ke mal saja, jika ingin melepaskan kesal dia juga bisa ke Cafe, menikmati kopi kesukaannya sambil menikmati pemandangan wanita cantik di cafe.

1
Ananda Boy
next ka🤭
Ananda Boy
benci aku sama mantan nya Kenzo
Ananda Boy
vjnda km beruntung
Ananda Boy
next ka😍😍
Ananda Boy
wahh makin seru 😍
Ananda Boy
huhhh😭😭
Ananda Boy
lucu 🤣🤣
Ananda Boy
sabar pak Ken 🤣
Ananda Boy
beneran bikin ngakak, Vina itu lucu banget 😄🤣
Ananda Boy
🤣🤣🤣🤣🤣
Ananda Boy
lucu banget buku ini Kenzo yang nakal dan Vina yang lugu
Ananda Boy
maaf kak, aku bengek 🤣🤣🤣🤣
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!