NovelToon NovelToon
Gluttony Sovereign

Gluttony Sovereign

Status: sedang berlangsung
Genre:Action / Reinkarnasi / Mengubah Takdir
Popularitas:686
Nilai: 5
Nama Author: Xian Nying

Dunia baru, aturan baru: yang kuat makan, yang lemah dimakan.

Yudha terbangun di dunia asing dengan membawa Apocalypse Hunger System—kekuatan yang bisa melahap apa saja untuk menjadi lebih kuat, tapi dengan harga: ia harus selalu lapar, atau dunia ini yang akan menanggung akibatnya.

Dingin, pragmatis, dan tidak percaya pada siapa pun, ia hanya punya satu tujuan: bertahan hidup, menjadi yang terkuat, dan tidak akan pernah lagi merasakan kelaparan atau diinjak-injak seperti masa lalunya.

Segalanya berubah saat ia bertemu Carmelia—anak kecil polos yang ia anggap hanya sebagai petunjuk jalan dan alat bantu. Di balik senyum dan sikap lembutnya, tersembunyi sesuatu yang jauh lebih tua, jauh lebih gelap, dan jauh lebih berbahaya daripada sistem yang ada di dalam tubuh Yudha sendiri.

Dari pemangsa, ia perlahan sadar: ia mungkin bukan yang berburu... tapi justru yang sedang diburu.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Xian Nying, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 16 : Pesta Topeng dan Darah di Balik Jas

Pria itu melangkah masuk ke dalam kamar penginapan kumuh gw setelah gw kasih isyarat. Pandangannya sempat menyapu ruangan, menatap Lyra yang masih waspada memeluk biolanya dan Carmelia yang kembali sibuk mengunyah roti dengan wajah polos tanpa dosa.

"Jadi," gw melipat tangan di dada, langsung menembak ke inti masalah. "Lu mau gw ngebersihin Kroco Kroco perwira pengikut si Komandan Kawanan anj-ehhh.. Komandan Tambun Maksudnya. Berapa harga yang majikan lu tawarin buat tiap kepala anjing SUCI yang mau klean singkirkan dari kota ini?"

Pria itu mengeluarkan sebuah gulungan kecil berlogo ular melingkari belati.

"Dua puluh koin emas murni untuk setiap perwira tinggi. Dan untuk target utama malam ini... Wakil Komandan Valerius, majikan gw menghargainya dengan lima puluh koin emas, ditambah surat izin akses bebas ke area elite Aethelgard secara permanen."

Otak kalkulator gw langsung berdenting. Lima puluh koin emas murni ditambah akses gratis ke wilayah atas? Itu bukan cuma duit, tapi tiket emas buat nyari mangsa yang levelnya jauh lebih gurih daripada kroco-kroco di Sektor Selatan.

"SEPAKATT!!!," kata gw sambil menyeringai. "Tapi ada satu masalah. Kita bertiga gak bisa masuk ke distrik elite dengan baju kek gini seakan gw mau ngebantai para kroco kroco disana kan?. Penjaga gerbang bakal langsung ngepumg kita dari segala arah yang ada... sebelum kita sempat mendekat."

Pria bertopeng itu terkekeh dingin.

"Majikan gw sudah memperhitungkan hal itu. Dua jam lagi, sebuah kereta kuda rahasia bakal berhenti di gang belakang penginapan ini. Di dalamnya sudah disiapkan pakaian yang layak untuk kalian bertiga, lengkap dengan topeng formal. Valerius malam ini mengadakan pesta perayaan privat di Vilanya. Itu adalah kesempatan terbaikmu."

Setelah pria itu menghilang lewat jendela kamar — tipikal agen rahasia yang sok dramatis — gw langsung menyuruh Lyra dan Carmelia buat bersiap.

Tapi Sebelum itu gw mutusin buat menggunakan ramuan berharga yang gw beli kemaren buat nyembuhin total si Lyra

Dua jam kemudian, di dalam kereta kuda yang bergerak pelan menuju Distrik Atas Aethelgard, gw harus menerima kenyataan pahit. Gw gak pake zirah naga hitam kesayangan gw yang nyaman. Sebagai gantinya, gw dipaksa pake setelan jas formal berwarna gelap dengan potongan kaku pemberian dari Bangsawan Hitam. Rasanya gatal bukan main, apalagi bagian kerahnya yang tinggi mencekik leher, seolah-olah gw sedang dipersiapkan untuk digantung di tiang jemuran.

"Tuan, kamu..kelihatan... aneh,hihihi~. Kayak kuli pasar yang dipaksa pake baju bangsawan," bisik Lyra sambil ngerapiin dasi gw dengan telaten di dalam kereta yang remang-remang. Dia sendiri tampil memukau dengan gaun sederhana namun elegan, lengkap dengan topeng perak bermotif burung yang menutupi separuh wajahnya. Carmelia? Anak itu gw suruh pake gaun putih simpel dengan pita biru, membuatnya terlihat seperti putri bangsawan yang polos dan tak tersentuh.

"Namanya juga akting, Lyra. Kita lagi invit,eh inprit..ishh apasi cooo..ahhh,infiltrasi.bukan mau parade busana," jawab gw sambil benerin posisi sarung tangan hitam gw. "Inget, misi kita simpel. Masuk ke vila, cari Wakil Komandan Valerius yang lagi mabok kekuasaan, bawa dia ke ruangan belakang, lalu eksekusi sampai bersih. Jangan sampai ada yang sadar.very simple, right?"

Kereta berhenti tepat di depan gerbang Vila Ksatria Suci yang megah. Di depan gerbang, para penjaga berpakaian zirah mengkilap sempat curiga, tapi begitu melihat lambang undangan fisik yang gw dapet dari Bangsawan Hitam, mereka langsung membungkuk hormat dan membukakan pintu. Bodoh sekali. Hanya karena setelan jas dan topeng mahal, mereka langsung menganggap kami bagian dari "golongan mereka".

Di dalam vila, suasananya bising dan sangat kontras dengan kemiskinan di bawah tanah. Musik orkestra dimainkan dengan tempo cepat, sementara para bangsawan dan ksatria asyik bersulang anggur. Mereka merayakan "kemenangan" atas pembersihan Sektor Selatan — sebuah lelucon sakit yang membuat perut gw mual karena gw tahu merekalah yang menjebol saluran itu.

Di tengah kerumunan, gw akhirnya melihat target utama gw: Wakil Komandan Valerius. Pria bertubuh tambun itu berdiri di dekat meja prasmanan, wajahnya merah padam karena alkohol, dan tawa kerasnya mendominasi ruangan. Muka bangsat itu kelihatan puas banget, seolah dia baru saja menyelamatkan dunia, padahal dia cuma tukang jagal yang sedang menunggu gilirannya.

"SiAnjir, lihat tuh babi berdasi," bisik gw ke Lyra, sambil menyambar segelas anggur dari nampan pelayan yang lewat. "Kalau gw jadi dia, gw bakal lebih milih ngebakar duit daripada pamer Kegoblokan di depan orang banyak kayak gitu."

"Jaga mulutmu, Yudha. Fokus ke target," sahut Lyra dingin melalui transmisi mana tipis agar tidak terdengar tamu lain.

Gw jalan mendekat ke arah meja bar, sengaja mengambil rute yang memotong jalan Valerius. Begitu jarak kami cukup dekat, gw pura-pura tersandung kaki sendiri akibat sepatu pantofel sialan ini yang terlalu licin, lalu menumpahkan sebagian isi gelas anggur gw ke arah jas mahal Valerius. Byurr.

"Eh, maaf Tuan! Saya sungguh tidak sengaja," gw ngomong dengan nada paling sok sopan dan gelagapan yang bisa gw bikin.meskipun gw jijik sendiri anjir lah "Jas Anda mahal sekali, saya pasti gak bakal mampu ganti rugi kalau harus mencuci kain seberharga ini."

Valerius natap gw dengan mata melotot merah karena mabuk. Dia hampir saja mengayunkan tinjunya yang besar, tapi dia berhenti saat melihat topeng formal dan setelan mahal yang gw pakai.

"Lu siapa, bangsat?! Lu tahu siapa gw? Lu tahu berapa harga jas ini, hah?!"

Gw mendekatkan wajah gw ke telinganya, menyembunyikan senyuman gw di balik topeng, sementara suara gw mendadak berubah serak dan dingin seperti bilah pisau.

"tauu bangett....tapi harga jas lu ini bahkan gabakal bisa nebus nyawa lo ketika gw udah ga main main lagi ama loo dasar cecunguk sampah sialan ga guna...lu liat baju gw pun lebih mewah daripada loo... ngeliat lu aja jijik...kalau lu terusin dan ga berhenti sampai sini aja...lu tau sendiri akibatnya..."

Valerius ngebeku. Tubuhnya yang besar mendadak lemas, mungkin karena kaget atau efek alkohol yang baru saja bereaksi dengan sarafnya saat mendengar ancaman gw. Sebelum dia sempat berteriak memanggil penjaga, gw langsung ngerangkul pundaknya dengan akrab, seolah-olah kita adalah dua teman lama yang sedang berbagi rahasia politik.

"Mari, Tuan Valerius. Ada pesan sangat penting dari Komandan Tambun yang harus saya sampaikan di ruangan privat. Dia sudah menunggu di sana dengan kabar tentang investigasi bawah tanah."

Nama "Tambun" bener-bener jadi jimat ampuh yang melumpuhkan akal sehatnya yang tersisa. Valerius, dengan otak yang sudah terendam alkohol dan ketakutan kalau rahasia korupsinya terbongkar, tanpa curiga sedikitpun mengikuti langkah gw menuju koridor belakang vila yang sepi dan minim pencahayaan.

Begitu pintu ruangan kerja pribadi itu tertutup rapat, suasana komedi tadi langsung lenyap. Gw langsung menendang bagian belakang lututnya dengan kekuatan fisik gw yang sudah menyentuh angka 225 hingga dia terdengar mengaduh dan terjatuh berlutut ke lantai kayu yang dingin.

Lyra di belakang gw dengan gerakan super cepat langsung merapalkan sihir suara, menciptakan gelembung kedap suara instan yang menyelimuti seluruh ruangan. Carmelia hanya berdiri di pojok dekat pintu, natap Valerius dengan tatapan kosong yang... entah kenapa, bikin si Valerius gemeteran hebat, seolah insting hewannya tahu ada predator tak kasat mata di dalam diri anak itu.

"L-lu siapa?! Lu bukan suruhan Komandan! Siapa lu sebenernya?!" Valerius panik, berusaha meraba pedang kecil di pinggangnya, tapi Lyra sudah lebih dulu mengirimkan gelombang frekuensi suara tajam yang bikin telinga Valerius berdenging hebat sampai darah segar keluar dari sela telinganya. Tangannya pun langsung lumpuh sesaat karena syok saraf gelombang ultrasonik.

Gw narik kerah bajunya dengan satu tangan, lalu menghujamkan belati perak tanpa atribut milik Bangsawan Hitam tepat ke bahunya. Jleb!

"Gak usah sok teriak teriak didepan gw. Ini ruangan kedap suara, dan di luar sana, orang-orang lagi sibuk dengerin musik orkestra yang norak itu," bisik gw tepat di depan wajahnya yang mendadak sepucat kain kafan. "Gw cuma 'pembersih'. Dan lu, Valerius, adalah sampah yang harus dibuang."

Gw menempelkan telapak tangan gw ke dada Valerius, mengabaikan tatapan matanya yang memohon ampun.

Sistem, mulai proses Gluttony. Makan sampai ke inti-intinya. Jangan sisakan setetes pun.

[Fungsi Gluttony Aktif. Proses Ekstraksi: Wakil Komandan Valerius dimulai.]

Tubuh Valerius yang gemuk itu mulai menyusut dengan kecepatan yang mengerikan di bawah cengkeraman tangan gw. Glek. Energi murni, esensi daging, dan ambisi kotornya habis tersedot masuk ke dalam tubuh gw melalui sistem. Gw bisa merasakan sensasi hangat yang menjalar di seluruh jaringan saraf gw, otot-otot di lengan dan kaki gw terasa semakin padat dan penuh tenaga baru. Mana di dalam tubuh gw bergejolak hebat, menambah kapasitas energi gw untuk naik satu tingkat lebih tinggi.

Gw buang sisa baju Valerius yang sudah kosong dan melorot ke lantai karena jasadnya sudah hancur jadi abu.

"Satu babi lagi berhasil disingkirkan dari Aethelgard."

Gw membalikkan badan, menatap Lyra dan Carmelia dengan napas yang masih terengah karena luapan energi baru yang melimpah.

"Urusan kita di sini selesai. Sekarang, waktunya kita ambil bayaran emas kita dan balik tidur. Gw capek banget harus akting jadi orang sopan."

Gw berjalan keluar dari ruangan itu setelah merapikan jas gw yang sedikit kusut. Kami menembus kembali kerumunan orang yang masih berdansa dan tertawa, seolah-olah tidak ada nyawa yang baru saja dihabisi di koridor belakang. Di dekat meja prasmanan, gw menyempatkan diri mengambil sepotong keju mahal dan sebotol anggur berkualitas tinggi untuk menemani perjalanan pulang kami.

"Hehe,untuk hari ini gw ngakuin kehebatan li...terus berkembang,alatku," bisik gw ke Lyra sambil ngelirik ke arah kerumunan ksatria lain yang bersulang tanpa tahu bos mereka sudah jadi konsumsi sistem gw. "Besok-besok kalau ada pesta lagi dari Bangsawan Hitam, kita harus datang lebih awal biar dapet keju yang lebih enak."

Lyra terlihat sumringah merasa diakui kehebatannya

Malam ini, Aethelgard kehilangan satu pion pentingnya lagi di permukaan, dan satu lagi "daging premium" berhasil masuk ke sistem gw. Besok pagi, koran-koran bakal penuh dengan berita hilangnya Valerius secara misterius, dan gw? Gw bakal jadi orang pertama yang pura-pura kaget di kedai kopi, sambil menanti plot selanjutnya bergulir.

1
We wok
sampai tamat yah/Frown/
Xian Nying: Udah Baca Emangnya Kenapa?
total 3 replies
Xian Nying
Singkat aja: CERITA INI GAK ADA OBATNYA ENAK BANGET. Karakter, alur, bahasanya, semuanya pas. Gak sabar liat Yudha makan kekuasaan, makan dunia, makan apa aja deh pokoknya. LANJUT BOS, GW DUKUNG TERUS! 🔥"
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!