Dihianati oleh kekasih yang dicintai memang begitu menyakitkan, apalagi kekasih yang ia percaya akan membuat dirinya bahagia ternyata diam diam menjalin hubungan dengan sepupunya. Namaku Alisha Azura inilah kisah cintaku dan perjalanan hidupku.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ersy 07, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
16
Setengah jam kemudian Santa baru kembali dari kantin. Ditangan kirinya membawa kopi cup yang masih mengepul panas dan tangan kanannya memegang ponsel. Tiba-tiba panggilan masuk dari kakaknya tak menunggu lama Santa langsung menjawab panggilan tersebut.
"Halo kak, ada apa tumben telfon jam segini?" tanya Santa berusaha tetap santai meskipun jantungnya berdetak kencang takut kakaknya tau tentang keadaannya saat ini.
"Rumah sakit mana" tanya David the point, suara bariton kakaknya yang terdengar datar.
Deg
Jantung Santa semakin kencang mendengar pertanyaan kakaknya. "Dari mana kakak tau soal ini, apa iya selama ini kak David ngawasin gue" batin Santa tidak senang.
"A..apa kak, rumah sakit apa maksudnya?" jawab Santa sedikit gugup.
Santa Aurora..! Jawab kakak, dirumah sakit mana kamu sekarang?" tanya David dengan suara tegas. Santa yang mendengar kakaknya memanggil nama lengkapnya berarti kakaknya benar benar dalam mode serius.
" Apa sih kak, gue enggak kenapa napa loh, jangan berlebihan Napa!" ketus Santa.
"Oke, biar kakak cari tau sendiri. Setelah kita bertemu nanti kakak langsung ajak kamu balik ke Rusia meskipun tanpa persetujuan kamu, tut" panggilan diakhiri sepihak oleh David.
" Waduh bisa gawat nih kalau kak David nekat.Tenang Santa tenang ambil nafas panjang lalu hembuskan perlahan lahan.
Huuuf...
Gue enggak boleh panik harus tenang. Kak David meskipun dia keras kepala tapi hatinya sangat lembut seperti agar agar. Gue harus bisa membujuk kakak untuk mengizinkan gue tetap tinggal disini. Gue belum mau balik ke negara asal gue dalam waktu dekat ini, gue udah janji akan merawat Alisha hingga sembuh" gumam Santa seraya berjalan kembali ke ruang ICU.
Saat hampir sampai didepan ruang ICU tatapan kedua mata Santa berubah menajam kedua tangan terkepal kuat saat melihat seseorang yang ia yakini sebagai sumber masalah yang dihadapinya Alisha hingga Alisha kecelakaan. "Brengsek..!! Bajingan itu berani beraninya dia datang kesini, Fandi Lo harus menerima akibatnya karena sudah membuat sahabat gue hancur" geram Santa marah bercampur dendam. Cup kopi yang sejak tadi ia pegang langsung ia remas sampai penyok ia tidak peduli meskipun kopi masih dalam keadaan panas.
Santa berjalan dengan langkah lebar ingin segera menghajar seseorang yang saat ini berdiri didepan pintu ruang ICU. Fandi tidak menyadari akan kedatangan Santa, pria tersebut masih fokus menatap Alisha yang masih terbaring lemah diatas ranjang pasien dengan tatapan sendu.
Bug..
Tiba-tiba sebuah hantaman kuat mengenai rahang sebelah kanannya. Fandi langsung terhuyung kesamping karena terkejut dengan serangan mendadak dari seseorang.
"Brengsek..!! bajingan kadas kurap, berani beraninya lo datang kesini..!" bentak Santa dengan wajah penuh amarah. Ditariknya kerah kemeja Fandi dengan kedua tangannya lalu kembali menghantam bogeman ke hidung mancung Fandi.
Bug..
Bug..
Bug..
krek...
"Aaagghh .." Fandi berteriak keras merasakan tulang hidungnya terasa patah, darah langsung mengucur deras dari kedua lubang hidung Fandi. Fandi langsung menutup hidungnya karena darah keluar begitu banyak bahkan kemeja flannelnya terkena noda darah miliknya.
Kedua mata Fandi langsung melotot kaget setelah tau pelaku yang memukul wajah serta hidungnya. "San.. Santa...kamu gila ya !!??, kenapa kamu mukul saya, sial hidungku" geram Fandi marah. Bahkan ada beberapa keluarga pasien yang melihat kejadian tersebut, namun mereka tidak berani melerai melihat seorang perempuan tomboy menghajar seorang pria.
Tiba-tiba datang seorang suster dan 2 orang security ingin memisahkan pertengkaran mereka.
" Tolong jangan membuat keributan disini mbak, mas karena akan menggangu ketenangan para pasien. Tolong selesai masalah pribadi kalian ditempat lain jangan disini" tegur seorang suster yang baru saja datang dengan 2 orang security.
"Suster saya tidak salah apa apa tapi dia tiba-tiba datang langsung memukuli saya, lihat hidung saya sampai berdarah" sahut Fandi begitu kesal dengan perbuatan gadis tomboy didepannya tersebut. Sedangkan Santa dengan santainya berdiri tegak kedua tangannya dia masukkan kedalam saku celana cargo nya. Namun tidak dengan wajahnya terlihat jelas Santa masih belum puas menghajar Fandi.
"Baik sus, kami akan selesaikan masalah kami ditempat lain" sahut Santa santai.
Tanpa diduga dalam sekejap Santa menyeret kerah kemeja Fandi menuju taman rumah sakit. Fandi yang seorang laki laki pun kalah kuat dengan tenaga Santa jika sedang marah. Tubuh Santa yang tinggi besar bahkan tinggi badannya sama dengan Fandi ditambah Santa pemegang sabuk hitam taekwondo. Sedangkan Fandi tidak memiliki kelebihan apapun tentang ilmu bela diri. Setelah sampai disebuah taman rumah sakit yang kebetulan sepi, Santa langsung mendorong kuat tubuh Fandi hingga Fandi jatuh terjengkang dengan posisi enggak elit.
" Aww.." ringis Fandi memegang bokongnya yang terjatuh mencium tanah berumput tipis. "Kamu gila ya, jadi perempuan kasar banget. Aku salah apa sama kamu, kenapa kamu tiba tiba berbuat kasar sama saya! Bentak Fandi tidak terima harga dirinya hancur gara gara perbuatan brutal Santa.
"Hahaha...
Lo tanya salah Lo apa, Lo liat apa yang dialami Alisha didalam sana. Itu semua gara gara lo brengsek, Alisha menangis setelah dari apartemen Lo dan tak lama kemudian Alisha mengalami kecelakaan hingga kedua kakinya divonis lumpuh. Lo dengar brengsek!! Alisha sekarang lumpuh itu semua gara gara lo bajingan..!!
Bug...
Bug..
Bug....
Santa kembali memberi bogeman di perut Fandi. Fandi langsung terkapar tak berdaya, selain karena merasakan seluruh badannya sakit Fandi mendadak linglung setelah mendengar kabar tentang keadaan Alisha.
"Alisha lumpuh gara gara aku, itu tidak mungkin, Alisha tidak mungkin lumpuh. Alisha baik baik saja, dia hanya kecelakaan biasa. Tapi kalau benar alisha lumpuh, tamatlah riwayatku kalau sampai om Mohan mengetahui tentang perselingkuhanku dengan Vania sehingga membuat Alisha marah dan mengalami kecelakaan. Enggak, aku enggak mau keluargaku hancur apalagi perusahaan papa hancur kalau sampai orang tua Alisha mengetahui ini semua. Tapi aku juga enggak mau mempunyai pasangan yang lumpuh hanya bisa duduk di kursi roda seumur hidupnya. Lalu apa yang harus aku lakukan, oh sial aku bingung harus apa sekarang" batin Fandi berperang dengan pikirannya sendiri.
Mohan Bastara papa Alisha adalah sosok yang begitu kejam jika ada yang berani mengusik ketenangan keluarganya apalagi putrinya. Mohan Bastara seorang pengusaha sukses diberbagai usaha dan sudah memiliki beberapa cabang di seluruh Indonesia bahkan sampai luar negeri. Maka dari itu kedua orang tua Fandi begitu bahagia saat tau putranya menjalin hubungan dengan Alisha Azura Bastara putri tunggal Mohan Bastara.
Sedangkan Santa setelah menghajar Fandi, gadis cantik tersebut langsung pergi meninggalkan Fandi begitu saja ditaman. Sedangkan ia langsung kembali ke ruang ICU untuk menjaga Alisha dan ternyata Siti salah satu art keluarga Alisha sudah datang. Santa menyapa Siti dengan ramah seolah olah tidak terjadi apapun sebelumnya.
"Nona Santa bagaimana kabarnya?" tanya Siti tersenyum ramah karena Santa sering datang berkunjung ke rumah Alisha sehingga semua penghuni rumah Alisha mengenal Santa sahabat nona mudanya. "Kabar saya baik mbak" jawab Santa seraya duduk didekat Siti. "Ini tadi nyonya bawakan jaket untuk non Santa, kata nyonya biar non Santa tidak kedinginan disini. Ini juga saya dibawakan beberapa makanan serta camilan sama nyonya takutnya non kelaparan tengah malam" ucap Siti mengeluarkan apapun yang ia bawakan oleh nyonya Alena. Santa yang mendapat perhatian dari Alena tersenyum haru sekaligus senang karena sudah lama ia tidak merasakan perhatian seorang ibu. "Tolong sampaikan ke Tante Alena, terimakasih atas semua pemberiannya" ucap Santa tersenyum tulus. Siti tersenyum lalu mengangguk kecil. "Baik nona" jawab Siti patuh.
\>\>\>\>\>\>\>
Sedangkan didalam sebuah pesawat 2 orang pria tampan rupawan baru saja memasuki sebuah pesawat yang akan terbang ke Indonesia. Butuh waktu hingga belasan jam menunggu untuk sampai ke negara tujuan. Saat ini mereka berdua sedang duduk tenang menikmati penerbangan sore itu. Gerry asisten David tiba tiba menyerahkan sebuah amplop coklat yang berisi laporan tentang nona mudanya yang tak lain adik dari tuannya David Cullen. "Tuan ini laporan yang anda minta tadi siang" ucap Gerry seraya menyerahkan amplop coklat tersebut ke tangan bosnya. Tanpa banyak tanya David pun segera membuka amplop tersebut.
Srek..
Saat amplop sudah terbuka David melihat isi dari laporan tersebut kedua alisnya menyatu membaca laporan salah satu anak buahnya yang ditugaskan mengawasi adiknya. "Nona Alisha kecelakaan setelah kepulangannya dari apartemen yang diduga milik kekasih nona Alisha. Nona Alisha mengendarai mobil dengan kecepatan tinggi dalam keadaan menangis. Saat disebuah persimpangan jalan ada sesuatu mobil kontainer melaju dengan arah berlawanan dan nona Alisha mengindari mobil tersebut dengan cara banting setir sehingga mobil nona Alisha menabrak pembatas jalan hingga mobilnya rusak parah. Nona Santa datang membantu menyelamatkan nona Alisha, dan nona Santa lah yang sudah membawanya ke rumah sakit. Bahkan lengan nona Santa sampai terluka karena terkena pecahan kaca mobil saat berusaha menyelamatkan sahabatnya yang masih terjebak didalam mobil. nona Alisha mengalami luka cukup parah tuan, bahkan kedua kakinya terjepit didalam mobil dan kabarnya nona Alisha divonis lumpuh dan sekarang masih dalam keadaan koma" ucap Gerry menjelaskan isi dari dalam laporan tersebut.
Deg
"Lumpuh, Alisha mengalami lumpuh" batin David prihatin mendengar kabar tentang Alisha. "Tiba tiba David menyentuh dadanya entah mengapa tiba tiba perasaannya berdenyut nyeri. "Kenapa denganku, kenapa aku merasa peduli dengannya. Dia hanya gadis asing yang kebetulan menjadi teman dekat adikku" ucap David dalam hati.
"Sekarang nona Santa masih berada dirumah sakit tuan, ia bersikeras ingin menjaga nona Alisha hingga sadar" ucap Gerry.
"Saya semakin kagum dengan anda nona Santa, entah mengapa saya merasa rindu dengan senyuman anda" ucap Gerry dalam hati.