menceritakan tentang kekaisaran yang berjaya serta sangat gila kuasa
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ahmad Rio, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Kabar menggemparkan
Beberapa pasukan kekaisaran nordonia memutuskan untuk kabur bagaimana pun caranya mereka kabur dengan membawa kapal milik warga barvatia, ada juga beberapa yang kabur dengan membawa kapal mereka yang bodinya sudah bolong mereka lari pada malam harinya menghindari penjagaan angkatan laut barvatia beberapa dari mereka juga masih dalam kondisi luka mata mereka ada yang buta sebelah serta beberapa ada yang kehilangan tangan.
Selain itu beberapa dari mereka juga ada yang tubuhnya hancur sebelah, mereka pulang dengan rasa takut mereka juga segera menambah kecepatan kapal mereka agar terhindar dari pengawasan pasukan barvatia, kondisi di kapal memprihatinkan serta memiliki stok makanan yang menipis dan hanya ada beberapa obat obatan yang tersisa akan tetapi mereka tetap berusaha untuk hidup, mereka menggunakan obat obatan yang tersisa serta beberapa dari mereka juga nekat memakan daging tikus karena terlalu kelaparan, serta ada salah satu prajurit yang melompat kelaut untuk bunuh diri karena tidak kuat dengan luka fisik dan traumanya akibat perang komandan yang melihatnya pun tidak bisa berbuat apa apa "hei berhenti apa yang kau lakukan", prajurit tersebut menusukkan tubuhnya dengan pedang lalu melompat kelaut sang komandan pun memerintahkan beberapa anak buahnya yang hanya mengalami luka ringan untuk menjaga serta merawat para pasukan yang tersisa dengan luka yang parah, mereka melewati malam dengan sangat berat serta ada beberapa prajurit yang akhirnya tewas karena kehabisan darah beberapa dari mereka yang mati akhirnya di buang kelaut.
setelah melewati malam yang panjang akhirnya mereka sampai di pelabuhan nordonia para rakyat kekaisaran yang melihatnya pun merasa iba dengan nasib pasukan mereka, para pasukan datang dengan baju yang lusuh serta dengan luka dan ketakutan para pasukan tempur tersebut di sambut oleh pasukan kekaisaran nordonia untuk di tuntun menuju istana kekaisaran beberapa dari mereka di bawa dengan dibantu warga untuk di obati para pasukan yang pulang dengan luka ringan merasa malu dengan tatapan para rakyat kekaisaran.
Para rakyat kekaisaran melihat pasukannya yang gagah sudah hancur mereka khawatir dengan para prajurit serta menanyakan pada pikiran mereka sendiri apakah yang sedang mereka hadapi, para pasukan kekaisaran nordonia pun mengecek kapal bekas pertempuran mereka melihat bodi kapal yang berlubang serta masuk kedalam ruangan kapal dan menemukan banyak tentara yang terluka, beberapa dari mereka sudah benar benar mati para pasukan tempur nordonia tersebut di tandu untuk segera dirawat, para warga pun terkejut dengan pemandangan tentara nordonia yang badannya hancur setengah serta beberapa pasukan yang wajahnya hancur, para warga yang berkerumun pun di beri himbauan oleh para pasukan kekaisaran "menyingkir lah kalian semua jangan dekati kapal ini karena bisa saja membawa penyakit" para warga pun akhirnya menyingkir mereka menjauh dan bubar, di rumah sakit banyak pasukan menjerit akibat luka mereka yang semakin parah para tabib pun kebingungan dengan banyaknya pasukan yang terluka.
Di istana para pasukan yang tersisa di tanyakan oleh para petinggi istana dan kaisar tentang bagaimana misi mereka apakah berhasil atau tidak serta apa yang sedang terjadi para mereka, komandan yang memimpin tersebut menangis, sang komandan kebingungan serta berkata "mohon maaf yang mulia kami gagal dalam menjalankan perintah serta banyak pasukan yang tewas dan ditawan".
salah satu petinggi pun mengamuk "berani kalian kembali hidup hidup kalian memang pantas di penggal" lantas para petinggi lainnya berteriak "ya penggal mereka"
"hukum mereka bunuh mereka yang masih hidup"
lantas sang kaisar pun menggebrak tahtanya lalu semuanya diam kaisar pun berkata "diam lah kalian semua kalian tidak tau apa apa kalian tak pantas berpendapat akulah yang menentukan karena akulah kaisar"
sang kaisar pun memerintahkan mereka untuk merawat luka luka Mereka serta memerintahkan pasukan yang lain untuk merawat mereka, beberapa dari pasukan yang menghadap kaisar ada yang merupakan mata mata yang pernah di kirim kaisar untuk mencuri berkas sang mata mata tersebut pun menjelaskan kondisi yang sesungguhnya serta memberikan informasi informasi penting.
Sang kaisar pun terkejut dengan penjelasan para mata matanya dia pun segera ingin mengadakan rapat dengan para menterinya untuk membahas soal ancaman dari kekaisaran barvatia.
Di tempat lain yaboath sedang bersantai dengan mamahnya mereka sedang bersenang-senang yaboath memuji kecantikan mamahnya, mamahnya yang merasa senang tersenyum dan berkata "ohh ya kamu menyukai wanita yang lebih tua" ucap sang ibunda lalu yaboath pun menjelaskan kalau dirinya terkesan dengan kecantikan mamahnya meskipun sudah tua,
mamahnya pun menyuruh yaboath untuk segera menikah akan tetapi yaboath ingin menunda pernikahan karena pastinya sebentar lagi akan terjadi perang dengan kekaisaran nordonia, di tempat lain para budak dan tawanan pasukan nordonia sedang melakukan penambangan emas mereka diawasi oleh pasukan kekaisaran barvatia dengan bersenjatakan senapan Muscat dan tombak, para pasukan barvatia tidak segan untuk mencambuk mereka dengan cambuk berduri beberapa budak yang bermalas malasan juga di tembak dengan senapan, mereka juga di beri makan seadanya hanya satu kali sehari.
Parnelis pun juga di paksa bekerja hingga tangannya kapalan, parnelis bersedih serta mengingat masa masa indahnya di kekaisaran karena sang suami merupakan kaisar besar yang selalu memanjakannya, parnelis pun di tendang oleh pasukan barvatia lalu pasukan itu berkata "apa yang kau lakukan bekerja sama kalau mau masih hidup" parnelis pun merasa sedih dan menangis dia lama kelamaan semakin muak dengan perlakuan pasukan barvatia.
Di tempat lain para petinggi kekaisaran barvatia segera mengadakan rapat untuk membahas pembelian kapal untuk armada angkatan Laut mereka, beberapa dari mereka setuju namun yang lainnya merasa tidak setuju karena buang buang anggaran, mereka yang tidak setuju segera diingatkan untuk tidak menolak perintah kaisar yaboath karena perang ini juga untuk mereka. Di tempat lain para pasukan barvatia sedang membagikan uang uang hasil jarahan perang kepada masyarakat untuk yang tidak mampu, beberapa dari mereka dapat emas perak dan beberapa koin, para rakyat barvatia mengantri untuk hal ini mereka merasa senang dengan kaisar baru mereka karena hal ini.
setelah itu di tempat lain kaisar yaboath datang di rapat para petinggi militer bersama dengan para bangsawan mereka segera memberikan hormat mereka dengan menunduk dan membungkuk, yaboath pun mengeluarkan perintah "mintalah uang uang kepada masyarakat yang mampu karena kita akan membeli kapal perang dan persenjataan kita akan menginvasi kekaisaran nordonia lalu mengambil semua kekayaan mereka serta memperbudak rakyatnya".
Mendengar hal tersebut para petinggi militer dan para bangsawan langsung setuju lalu memerintahkan para pasukan mereka untuk menyebarkan pengumuman tersebut kepada para rakyat di kekaisaran di seluruh barvatia.