NovelToon NovelToon
A Way Back To You

A Way Back To You

Status: tamat
Genre:Teen / Cinta Seiring Waktu / Bad Boy / Tamat
Popularitas:4.8k
Nilai: 5
Nama Author: Mahendra Andhika

Kayla dan Arka terjebak dalam hubungan friends with benefits yang nggak pernah punya arah. Buat Arka, Kayla cuma tempat pulang saat lagi kesepian. Tapi buat Kayla, Arka adalah orang yang diam ia cintai selama bertahun tahun.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mahendra Andhika, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter 16.

Malam mulai turun pelan di kota Jakarta, lampu jalan satu per satu menyala, menggantikan matahari yang sejak tadi tenggelam di balik gedung-gedung tinggi.

Di minimarket kecil dekat gang kost Kayla, perempuan itu masih sibuk bekerja. Mengenakan seragam minimarket, rambutnya diikat sederhana, wajahnya terlihat lelah tapi tetap berusaha tersenyum.

Tangannya sibuk menyusun stok minuman di rak pendingin, sesekali membantu pelanggan yang datang. Sejak kembali bekerja di tempat Ibu Murni, hidupnya terasa sedikit lebih ringan setidaknya soal uang.

Walaupun lelah, Kayla tetap memilih ini, daripada harus terus bergantung pada Arka, daripada harus merasa dirinya cuma beban.

Di dekat kasir, Dimas duduk santai sambil memainkan sedotan minuman kalengnya. Cowok itu belum juga pulang sejak tadi mengantar Kayla kerja.

Padahal sudah berkali-kali disuruh pulang.

“Dimas, serius deh, pulang sana.” Kayla menghela napas sambil membawa kardus mie instan.

“Capek liat muka kamu.” Kayla menghela napas lelah, ia memijat pelipisnya, berulang kali ia menyuruh cowok itu untuk pulang tapi tetep aja ngga mau.

“Gamau, wlee” Dimas menggelengkan kepalanya lalu menjulurkan lidahnya seperti anak.

Kayla mendecak.

“Ih bukan gitu, ini udah malam. Kamu ngapain disini terus?”

“Temenin lo.” Balas Dimas acuh

“Ngapain?” Kayla kembali bertanya

“Takut ada yang gangguin.” Dimas menjawab santai

“Siapa emang?” Kayla memandang Dimas aneh, ia lelah

“Cowok ganteng selain gue.” Ucap Dimas dengan asal

“Najis banget.” Kayla langsung menyipitkan mata dan membuang muka.

“Sini, gue bantu.” Dimas ketawa kecil, lalu berdiri, mengambil kardus dari tangan Kayla.

“Ngga usah.” Balas Kayla ketus

“Gue bantu atau gue peluk disini?” Dimas mengancam

“Bantu aja sana.” Kayla langsung melepaskan kardus itu, kesal karena Dimas membuang kesal sekaligus malu

“Pinter.” Dimas nyengir puas.

Dari kejauhan, Ibu Murni yang melihat hanya menggeleng kecil.

“Anak muda sekarang ya…”

...---...

Di sisi lain kota, di apartemen lantai paling atas milik Arka, suasana justru jauh berbeda.

Cowok itu sedang duduk di sofa ruang tamu, rokok menyala di tangannya, sementara Clarissa sibuk bermain ponsel sambil rebahan manja di paha Arka.

Arka terlihat diam, sejak siang mood-nya memang tidak bagus, ntah kenapa. Mungkin karena Kayla, mungkin karena dirinya sendiri.

Ting.

Suara notifikasi masuk dari ponselnya, Arka melirik sekilas.

Nama Celine muncul dari kontak ponselnya, Arka heran mengapa Celine mengirimnya pesan.

Tanpa banyak minat, Arka membuka chat itu, awalnya biasa saja. Sampai foto pertama muncul.

Arka langsung diam, foto Kayla bersama seorang cowok, dekat sekali. Di perpustakaan posisinya seolah hampir berciuman.

Foto kedua, Kayla naik motor cowok itu memeluk dari belakang, foto ketiga cowok itu menggandeng tangan Kayla.

Wajah Arka langsung berubah tatapannya dingin, rahangnya mengeras. Tangannya mengepal pelan.

“Kenapa babe?” Clarissa yang masih santai menoleh.

Arka tidak menjawab, ia membuka foto itu lagi.

Zoom.

Cowok itu bukan orang yang ia kenal, bukan teman sekolahnya, bukan siapa-siapa. Tapi cukup membuat darahnya naik.

Celine: Lucu ya, ternyata Kayla cepet juga nyari pengganti 😋

Celine: Kirain dia cuma nempel sama kamu aja.

Bug.

Arka melempar ponselnya ke meja

“Arka?!” Suara keras itu membuat Clarissa tersentak.

Cowok itu berdiri cepat.

“Ada apa sih?” Clarissa memandang aneh

“Diam.” Arka mengambil jaketnya, jawabannya singkat. Dingin.

“Lo mau kemana malem-malem?!” Clarissa kesal.

“Bukan urusan lo.” Arka menoleh, matanya tajam sekali. Lalu pergi begitu saja, meninggalkan Clarissa yang mendecak kesal.

...---...

Di atas motor, Arka melajukan kendaraannya dengan kecepatan tinggi, pikirannya penuh. Satu nama terus berputar.

Kayla.

Tangannya meraih ponsel, mengetik cepat saat lampu merah.

Arka: Lo dimana?

Tidak terkirim, lebih tepatnya centang satu, itu membuat emosi Arka terpancing

Arka: Angkat.

Tidak dijawab, Arka menelpon Kayla namun tidak berdering

Arka: Kayla.

Tetap sama, tidak aktif

“Anj*ng.”

Arka memukul setang motornya pelan, semakin kesal, semakin panas. Dia langsung menuju kost Kayla, satu-satunya tempat yang ia pikirkan.

Kalau Kayla tidak disana, maka benar. Dia bersama cowok itu.

...---...

Sementara itu, di minimarket, Kayla sama sekali tidak tahu apa yang sedang terjadi. Ponselnya mati total sejak sore, belum sempat di-charge.

Ia sedang sibuk menghitung stok barang bersama Dimas yang masih saja tidak mau pulang.

“Dimas, serius ya, kamu pulang.” Kayla kembali bertanya ke Dimas

“Ngga.” Balas Dimas lagi seperti awal jawabannya

“Kenapa sih?” Kayla memandang datar Dimas

“Karena gue ganteng dan setia.” Goda Dimas

“Hubungannya apa?!” Kayla kesal menggigit pipi dalamnya

“Ga ada, cuma pengen bilang aja.” Ucap Dimas

“Nyebelin.” Kayla memukul lengannya pelan.

Dimas tersenyum kecil. Jujur, dia memang sengaja tidak pulang, bukan karena tidak ada kerjaan. Tapi karena ingin menemani Kayla lebih lama, sesederhana itu.

...---...

Motor Arka akhirnya berhenti kasar di depan kost Kayla, cowok itu turun cepat. Langsung masuk ke kondisi kost Kayla yang gelap berdiri diam diteras.

Tatapannya mencari, namun sepi. Lampu kamar Kayla mati, pintu terkunci, tidak ada siapa-siapa. Arka berdiri diam diteras kost, dadanya makin panas.

“Jadi bener…” gumamnya pelan.

“Lo sama dia.” Tangannya mengepal, emosi bercampur jadi satu. Marah, kesal, dan entah kenapa kecewa. Padahal dia sendiri yang bilang Kayla boleh pergi.

Padahal dia sendiri yang punya Clarissa, tapi melihat Kayla dengan orang lain rasanya tetap seperti ditusuk.

Arka menendang kursi plastik dekat teras kost.

Brak.

Penghuni lain sampai menoleh, tapi Arka tidak peduli. Ia berbalik, pergi, dengan kepala penuh amarah.

...---...

Di perjalanan pulang, lampu kota terasa menyilaukan, Arka melajukan motornya tanpa arah jelas. Sampai matanya menangkap sesuatu di depan sebuah hotel kecil. Seorang perempuan turun dari mobil, Arka mengenalnya.

Clarissa.

Dan di sampingnya seorang cowok lain, cara mereka terlalu jelas. Cowok itu memeluk pinggang Clarissa.

Clarissa tertawa manja, lalu mencium cowok itu, tepat di depan mata Arka. Motor Arka berhenti mendadak, tatapannya tajam.

Arka langsung menyusul kedua orang itu lalu memberhentikan motornya di hadapan mereka

“Arka…” Clarissa yang melihat langsung membeku.

Cowok di samping Clarissa mundur sedikit, Arka turun dari motornya. Langkahnya pelan tapi aura marahnya jelas.

“Jadi ini?” Arka turun dari motornya mendekati mereka sambil bersedekap dada.

“Ka, dengerin dulu—” Clarissa panik.

“Dengerin apa?” Arka tertawa kecil.

“Lo manfaatin gue?” Ucap Arka sinis

“Ngga gitu—” Clarissa gelagapan

“Terus apa?” Arka menaikkan alisnya

Clarissa menggigit bibir, diam. Karena memang benar, Arka populer, kaya, punya nama.

Dan Clarissa menyukai semua itu, bukan Arka sifat Arka

“Putus.” Arka mengangguk pelan, seolah sudah cukup. Satu kata, tegas, tanpa ragu.

“Arka jangan gitu dong—” Clarissa langsung panik.

“Jangan nyari gue lagi.” Arka menatapnya dingin.

“Dan jangan pernah ganggu hidup gue.” Setelah itu, Arka pergi, tanpa menoleh lagi.

Clarissa berdiri diam wajahnya pucat, Semua rencananya hancur malam itu.

"ARGGHH SIAL*N."

...---...

Di tempat lain, seseorang justru tersenyum puas, Celine. Perempuan itu duduk santai di kamarnya, melihat chat yang sudah ia kirim ke Arka.

“Bagus…” Bibirnya terangkat tipis, gumamnya.

“Sekarang tinggal langkah berikutnya.”

Ia berdiri, melangkah menuju ruang kerja ayahnya. Papa Celine, Adrian Prasetyo, sedang sibuk membaca berkas bisnis.

“Pa."

“Ada apa?” Pria itu mengangkat kepala.

“Aku mau dijodohin sama Arka.” Celine mendekat, duduk di sampingnya.

Kalimat itu membuat Adrian terdiam, menatap putrinya cukup lama.

“Serius?” Adrian bertanya sumringah artinya jika putrinya dijodohkan dengan rekan bisnisnya maka keuntungan besar akan dia dapatkan

“Sangat serius.” Celine mengangguk, senyumnya tipis. Dan kali ini ia benar-benar menginginkan Arka. Bukan sekadar obsesi, tapi kemenangan.

...---...

TO BE CONTINUE

1
Chusnul Chotimah
lanjut donk thor.ceritanya bagus kok,ga bosenin
dikanjut: terimakasih udah baca cerita aku, wahh tpi aku ada cerita baru tntang masa sma juga yaa/Smirk//Smirk/
total 1 replies
rh
gak lnjut lagi ceritanya thor,,pdhal seru lho
dikanjut: terimakasih udah baca, tpi yg ini udah end, aku ada cerita baruu tungguin ya, masa sma juga latarnya/Sly//Smirk/
total 1 replies
❤️⃟Wᵃf🥑⃟naylaa🍊⃟𝐒𝐓𝐉
pulang aja kay /Puke//Angry//Angry//Angry//Angry/
❤️⃟Wᵃfdilupinguin🐇🥑⃟
nyesel nih ceritanya?🤣
Chusnul Chotimah
up donk Thor,seru ceritanya
🍊⃟𝐒𝐓𝐉 ^𝒂𝒚𝒔𝒂^‮‮‮‮
parah😭😭
🍊⃟𝐒𝐓𝐉 ^𝒂𝒚𝒔𝒂^‮‮‮‮
hiks apakah tidak ada cowok seperti ini di dunia nyata? MAU YG SUKA NGELUS' GINI
❤️⃟Wᵃf🅰ყ🅤⁴꧂🍊⃟𝐒𝐓𝐉
Siapa Orang Laki²...Kayla Takut ..😭😭
❤️⃟Wᵃf🅰ყ🅤⁴꧂🍊⃟𝐒𝐓𝐉
Ceritanya Bagus 👍👍👍
🍊⃟𝐒𝐓𝐉 ^𝒂𝒚𝒔𝒂^‮‮‮‮
gerammmmm
❤️⃟Wᵃf༺⬙⃟⛅𝓙𝓮𝓼𝓼♕⃟ᶜᶻⱽ
bukannya nomor kamarnya 210/Doubt//Doubt/
❤️⃟Wᵃf༺⬙⃟⛅𝓙𝓮𝓼𝓼♕⃟ᶜᶻⱽ
takut luka leher kay terbukaaa/Sob/
❤️⃟Wᵃf༺⬙⃟⛅𝓙𝓮𝓼𝓼♕⃟ᶜᶻⱽ
udaahh gas jadian ajaa arkaa, daripada bingung dengan perasaan tidak suka alias cemburu ituu kannn/Slight//Slight/
Stella 🍊⃟𝐒𝐓𝐉
aduh si Kayla ini malu2 yaa.. jangan-jangan 🤭
Stella 🍊⃟𝐒𝐓𝐉
cieee ciee arkaa, cemburu nih yaa?🤭🤭
❤️⃟Wᵃf🥑⃟naylaa🍊⃟𝐒𝐓𝐉
g gt jg ☺️☺️
❤️⃟Wᵃf🥑⃟naylaa🍊⃟𝐒𝐓𝐉
pantesan aja semalem 🤗😍🥰
❤️⃟Wᵃf🥑⃟naylaa🍊⃟𝐒𝐓𝐉
geramnyaa
❤️⃟Wᵃf🥑⃟naylaa🍊⃟𝐒𝐓𝐉
lanjut thorrr
❤️⃟Wᵃfdilupinguin🐇🥑⃟
bagus menarik ceritanya
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!