Pada jaman kuno, pertempuran besar terjadi antara Dewa dan Iblis, yang menyebabkan dunia hancur.
Satu juta tahun setelah pertempuran itu terjadi. Dewa dan Iblis menghilang, seolah-olah menjadi dongeng untuk anak kecil yang diceritakan oleh orang tuanya.
Manusia-manusia semakin kuat, tumbuhan memiliki kesadarannya sendiri, bahkan suku binatang buas mulai bangkit berkuasa.
Mengisahkan tentang kisah seorang Tuan Muda keluarga Zhou yang terlahir dari orang tua nya yang merupakan dua keberadaan terkuat di Wilayah Timur. Namun, dia terlahir dengan kondisi Akar Spiritual yang cacat, membuatnya di anggap sebagai Aib keluarga, bahkan tunangannya pun memilih untuk membatalkan pernikahan mereka.
Di tengah-tengah rasa putus asa, dia bertemu dengan secercah kesadaran Dewa, yang memberinya kesempatan untuk bangkit, tetapi menanggung misi untuk menyalakan sembilan Api Jiwa sang dewa yang ikut terkubur di Reruntuhan Dewa.
Namun, di mana Reruntuhan Para Dewa dan Iblis itu berada?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon APRILAH, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
RPD: Chapter 24
Saat itu, di dalam ruangan kamar Chen Xuan, di Paviliun Langit, Kediaman Ketua Sekte Fang San.
Setelah memahami lima hukum elemen secara sekaligus, Chen Xuan pun membuka kedua gulungan kuno yang diberikan oleh sosok misterius yang saat itu membantunya menyambungkan jembatan akar spiritual nya yang terputus.
Saat Chen Xuan membuka salah satu gulungan kuno itu, ia mendapati bahwa gulungan itu adalah sebuah peta kuno. Di dalam gulungan itu, ada tiga peta kuno yang menunjukan tiga peta berbeda. Salah satunya Chen Xuan anggap dengan peta Benua Tian Yuan.
Walaupun pengalaman Chen Xuan dan pengetahuannya di dunia masih sangat dangkal, tetapi ia mengenali beberapa wilayah di dalam peta, yang di mana itu adalah wilayah timur Kekaisaran Api Agung. Namun, ada tiga lingkaran merah di peta yang menunjukkan bahwa itu adalah Benua Tian Yuan. Tiga lingkaran merah yang menunjukkan wilayah yang berbeda-beda. Salah satunya, adalah perbatasan antara Kekaisaran Bintang Biru dengan Kekaisaran Api Agung. Dua lingkaran lainnya berada di tempat yang jauh, yang tidak Chen Xuan ketahui.
Namun yang lebih membuat Chen Xuan sangat begitu bertanya-tanya adalah dua gambar peta lainnya, yang menunjukkan luas wilayah yang mungkin lebih besar lagi dari Benua Tian Yuan. Sedangkan... dunia ini disebut sebagai dunia Tian Yuan. Saat itu Chen Xuan berpikir: 'Jika keduanya bukan lah bagian dari Benua Tian Yuan... lalu peta apa ini? Apakah ada dunia lain yang tidak aku ketahui?' batin Chen Xuan.
Chen Xuan pun terdiam beberapa saat, memikirkan sesuatu yang tidak ia bisa pikirkan. Terlebih lagi, ia mengingat akan pesan terakhir yang disampaikan oleh sosok misterius itu, yang meminta Chen Xuan agar kembali menyalakan sembilan Api Jiwa.
Setelah mengingat itu, Chen Xuan pun menyimpulkan bahwa lingkaran merah di peta-peta itu merupakan tempat di mana Api Jiwa yang padam. Namun, apa sebenarnya Api Jiwa? Chen Xuan terdiam lagi dalam pemikirannya yang semakin membingungkan.
Tidak lama dari itu, ketika Chen Xuan hendak membuka satu gulungan kuno lainnya, tiba-tiba pintu kamarnya berderit, kemudian terbuka. Buru-buru Chen Xuan pun memasukkan kedua gulungan kuno itu ke dalam Cincin Ruang Penyimpanan miliknya.
Dari sana, sosok Fang San pun muncul. Buru-buru Chen Xuan pun bangkit berdiri dan membungkuk sebagai tanda hormatnya sembari berkata, "Guru!" ucap Chen Xuan, seolah menyambut kedatangan Fang San.
Fang San pun tersenyum. Namun, sebagai orang yang tua, dia tentu menyadari ekpresi wajah Chen Xuan yang penuh dengan kebimbangan.
Fang San pun berbicara, "Ada apa, Xuan? Sepertinya... ada yang sedang kamu pikirkan?" tanya Fang San.
Chen Xuan pun tertawa kecil, "Ehehe... tidak ada apa-apa, guru. Oh, ya ..." kata Chen Chen Xuan, lalu mengambilkan kursi kayu dari sudut ruangan kamar itu untuk Fang San, "duduklah, guru." kata Chen Xuan lagi.
Fang San tersenyum lagi, ia pun duduk di kursi itu. Lalu, ia kembali berbicara kepada Chen Xuan. "Jika ada sesuatu dalam pelatihan mu yang tidak kamu mengerti... tanyakan saja. Aku adalah gurumu, aku pasti akan memberikan jawaban terbaik yang aku miliki." ujar Fang San.
Chen Xuan terdiam sesaat. Dia ragu untuk menunjukkan gulungan, gulungan kuno yang ia dapatkan dari sosok misterius saat itu. Namun, demi membalas budi kebaikan sosok misterius itu, Chen Xuan tentu harus mengetahui lokasi-lokasi yang berada di dalam peta itu, yang ia anggap sebagai lokasi berada nya Api Jiwa yang padam.
Lalu, Chen Xuan pun mengeluarkan satu gulungan kuno yang di dalamnya adalah sebuah peta. Kemudian, Chen Xuan pun memberikannya kepada Fang San.
"Guru, apakah anda mengetahui tempat-tempat ini?" tanya Chen Xuan, sembari memberikan gulungan kuno itu kepada Fang San.
Fang San pun menerima gulungan tersebut, lalu membukanya.
Saat melihat peta-peta yang tergambar di dalam gulungan itu, Fang San benar-benar terkejut, wajahnya tercengang, lalu memandang Chen Xuan dengan tatapan yang sangat begitu serius.
Fang San pun berbicara, "Dari mana kau mendapatkan gulungan ini, Xuan?" tanya Fang San.
Chen Xuan terdiam selama beberapa detik, lalu, ia pun menjelaskan tentang apa yang sebenarnya terjadi kepadanya saat perjalanannya menuju Desa Embun Pagi. Namun, Chen Xuan tidak mengatakan bahwa sosok yang ia temui adalah sosok misterius yang agung, melainkan ia mengatakan bahwa ia bertemu dengan seorang kakek tua yang membantunya untuk kembali menyambungkan akar-akar spiritualnya yang terputus, hingga kini Chen Xuan bisa berkultivasi, bahkan tiba-tiba memiliki kekuatan setingkat Ranah Lima Elemen.
Saat itu, Fang San benar-benar terkejut. Antara percaya dan tidak percaya yang pikirkan. Tetapi, mengingat pesan dari Zhou Tianxuan kepadanya yang menyebut kan bahwa Chen Xuan tidak bisa berkultivasi, lalu mencocokkan nya dengan cerita Chen Xuan, itu memang masuk akal.
'Mungkin... Kakek Tua yang ditemui bocah ini... seorang alkemis tingkat tinggi.' batin Fang San.
Lalu, Fang San pun menjelaskan kepada Chen Xuan tentang peta apa itu sebenarnya.
Di peta pertama, itu memang peta luas keseluruhan Benua Tian Yuan. Benua Tian Yuan dikatakan sebagai alam bawah dunia yang memiliki tiga alam.
Di peta kedua, Fang San mengatakan bahwa itu adalah peta Alam Atas, tempat manusia-manusia super berada. Fang San sangat meyakini bahwa itu benar-benar Peta Alam Atas, karena di masa lalunya, Fang San pernah melihat peta yang sama, dan itu adalah peninggalan dari kultivator alam bawah yang pernah naik hingga ke alam atas.
Katanya, manusia-manusia super alam atas adalah orang-orang kuat yang mengerikan. Ketika mereka terlahir ke dunia, mereka sudah memiliki kekuatan setingkat Raja Tempur sejak mereka bayi. Berbeda dengan kultivator alam bawah yang harus melalui proses panjang terlebih dahulu. Namun, kultivator alam bawah juga bisa naik ke alam atas dengan syarat kultivator tersebut harus berada di Ranah Manusia Langit.
Lalu peta yang ketiga. Fang San tidak berani menyimpulkan secara benar dan pasti. Namun, ia merasa bahwa itu adalah peta kuno Alam Abadi 'Alam para dewa'.
Saat itu, Fang San mengatakan kepada Chen Xuan, bahwa Alam Abadi sudah tertutup selama satu juta tahun yang lalu. Tangga langit tak pernah lagi muncul di Alam Atas, Gerbang Alam Abadi seolah-olah lenyap dari dunia, membuat para Kultivator manusia dan kultivator seluruh makhluk di dunia ini... tidak mempunyai kesempatan untuk mencapai ranah tertinggi, mencapai keabadian, menjadi Kultivator tingkat dewa.
Namun, Fang San berfikir. Kenapa kakek tua yang membantu Chen Xuan memberikan sebuah peta kepadanya? Apakah alam abadi itu benar-benar masih ada?
buat kalian yang mau sawer author bisa via Gopay: 081774888228
Dana juga bisa: 081774888229
dana sama gopay cuma beda belakang nya aja
Bisa juga lewat BCA: 3520695370
semuanya a.n APRILAH
Terimakasih sudah setia membaca karyaku 🙏🙏