NovelToon NovelToon
Di Balik Tubuh Wanita Bodoh, Ada Jiwa Seorang Ratu

Di Balik Tubuh Wanita Bodoh, Ada Jiwa Seorang Ratu

Status: sedang berlangsung
Genre:Reinkarnasi / Balas Dendam / Identitas Tersembunyi
Popularitas:4.2k
Nilai: 5
Nama Author: DityaR

Dalam kehidupan sebelumnya, Vanylla Anderson adalah legenda di dunia teknologi. Ia seorang jenius yang berdiri di puncak, ditakuti sekaligus dihormati oleh banyak orang.

Namun ketika membuka mata untuk kedua kalinya, ia justru terbangun di tubuh seorang gadis yang dianggap tidak berguna.

Namanya Vanylla Kennedy. Putri keluarga konglomerat yang dikenal bodoh, malas belajar, dan sering menjadi bahan ejekan di kalangan keluarga kaya.

Lebih buruk lagi, sebuah rahasia besar baru saja terungkap. Vanylla Kennedy ternyata bukan anak kandung keluarga Kennedy. Bayi yang tertukar delapan belas tahun lalu akhirnya ditemukan.

Putri asli keluarga itu, Emilly, kembali dengan kecantikan, kecerdasan, dan reputasi yang sempurna.

Sementara Vanylla hanya dianggap sebagai putri pengganti palsu yang memalukan. Ia dihina, diusir, dan dibuang dari keluarga yang dulu ia sebut rumah.

Namun sayangnya. Gadis yang mereka hina itu bukan lagi Vanylla yang dulu.

Di dalam tubuhnya kini hidup jiwa seorang Ratu.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon DityaR, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Dijemput Paman

 Miiah berkata, “Ada pepatah bilang nasib perempuan itu tergantung keberuntungan. Gak berpendidikan juga gak apa-apa kalau nanti dapat suami kaya. Vanylla secantik itu. Pasti nanti jadi istri orang kaya.”

Miiah lahir di tahun enam puluhan, jadi pikirannya masih cukup tradisional. Menurutnya perempuan cukup cantik saja untuk hidup nyaman.

Monie Chan langsung menggeleng. “Miiah, kamu kira orang kaya sekarang pada buta? Orang kaya bukan cuma cari wanita cantik. Mereka juga cari yang berpendidikan!”

Dia melirik Vanylla yang sedang bekerja, lalu menurunkan suaranya.

“Lagipula Vanylla terlalu cantik. aku yakin mantan pacarnya bisa antre sepanjang beberapa jalan. Pasti dia sudah gak perawan. Menurut kamu pria kaya mau nikah sama gadis kayak begitu?”

Orang kaya bukan orang bodoh. Mereka tidak mungkin menikahi gadis seperti Vanylla.

Bahkan Monie Chan sendiri tidak akan membiarkan putranya menikahi perempuan tidak berpendidikan seperti itu.

Miiah mengerutkan kening. “Jangan asal ngomong begitu. Menurut aku Vanylla bukan tipe orang seperti itu.”

Bagi seorang gadis, yang paling penting adalah reputasinya.

Monie Chan berkata, “Ada orang yang kelihatannya baik di depan, tapi aslinya beda. Emangnya pencuri bakal nulis kata pencuri di wajahnya? Gak mungkin kan?” Dia lalu menambahkan, “aku cuma ngomong ini ke kamu. Kalau di depan orang lain tentu aku gak bakal ngomong.”

Vanylla memang terlalu cantik. Kecantikannya membuat Monie Chan merasa tidak nyaman. Bahkan tanpa sadar dia merasa iri.

Mereka sama-sama perempuan. Kenapa Vanylla bisa secantik itu?

Ketika rasa iri tidak bisa diucapkan secara terang-terangan, biasanya berubah menjadi fitnah. Dan fitnah itu muncul hampir tanpa disadari.

“Untung Tuhan adil,” lanjut Monie Chan. “Dia kasih Vanylla wajah cantik, tapi gak kasih otak dan pendidikan.”

Miiah merasa ucapan itu tidak pantas. “Jangan ngomong begitu. Siapa tahu Vanylla masih sekolah. Banyak juga anak yang kerja sambil liburan sekarang.”

Monie Chan menggeleng tegas. “Gak mungkin.”

“Lihat saja dia. Kelihatan banget dia bukan tipe anak yang pintar sekolah. Lagipula kalau cuma gantiin Lisa sebulan, kenapa dia kerja sekeras itu?Jelas dia pengin kerja di sini jangka panjang.”

Di mata Monie Chan, Vanylla bekerja begitu serius karena ingin menyenangkan dirinya. Gadis itu pasti berharap bisa menjadi pegawai tetap.

Miiah menatap Vanylla yang masih sibuk bekerja. “Menurut aku bukan begitu deh. Monie Chan, kayaknya kamu terlalu mikir jauh.”

Monie Chan langsung menjawab, “Apa maksud kamu terlalu jauh? Ini kenyataan. Kalau kamu gak percaya, kita lihat saja sebulan lagi.”

Sementara itu Vanylla yang masih sibuk bekerja sama sekali tidak tahu bahwa Monie Chan sudah membicarakannya dari ujung kepala sampai ujung kaki.

Sepanjang malam Vanylla bekerja tanpa istirahat. Melihat itu, Miiah mengambil segelas cola dingin dan memberikannya kepadanya.

“Nih Vanylla. Minum dulu, istirahat sebentar.”

“Makasih, Tante Miiah.”

Vanylla menerima gelas itu dengan kedua tangan. Miiah langsung merasa kagum. Dari hal kecil saja sebenarnya bisa terlihat bagaimana seseorang dididik.

Cara Vanylla menerima minuman itu menunjukkan dia dibesarkan dengan baik.

Kalau orang yang lebih tua memberi sesuatu, yang muda harus menerimanya dengan kedua tangan sebagai bentuk hormat.

Vanylla masih ingat sopan santun seperti itu bahkan setelah bekerja sampai tengah malam.

Sebelum Vanylla pulang, Miiah mengingatkannya.

“Vanylla, kamu masih muda. Hati-hati di jalan ya.”

“Iya, Tante Miiah. Makasih.”

Vanylla baru saja keluar dari kedai sate ketika melihat Easton berdiri di seberang jalan sambil melambai.

“Keponakan aku, sini!”

Vanylla berlari kecil menghampiri Easton.

“Paman, kok ada di sini?”

“Mama kamu yang nyuruh aku jemput. Katanya gak aman kalau cewek jalan pulang sendirian malam-malam.”

Vanylla mengangguk pelan. Ada perasaan aneh yang muncul di hatinya.

Selama ini, dia selalu menjadi orang yang melindungi orang lain. Namun sekarang justru ada orang yang melindunginya. Apalagi orang itu adalah keluarganya sendiri.

Perasaan itu terasa ganjil. Tapi dia juga tidak merasa menolaknya.

“Jadi malam ini kita ke tempat itu lagi?” tanya Easton.

Vanylla tentu tahu tempat yang dimaksud.

“Iya.”

Dia memang sedang butuh uang. Dia harus membeli ponsel, laptop, dan beberapa peralatan lain. Selain itu dia juga ingin segera keluar dari ruang bawah tanah itu.

Dengan ponsel dan laptop, dia bisa mulai melakukan banyak hal penting. Dalam kondisi seperti sekarang, cara tercepat mendapatkan uang adalah dari tempat perjudian.

“Ayo!” kata Easton penuh semangat.

“Malam ini kita bakal menang besar lagi!”

Mereka pun berjalan menuju rumah judi dengan penuh percaya diri. Meski sudah larut malam, tempat perjudian itu tetap ramai. Namun malam ini keberuntungan Vanylla tampaknya tidak terlalu baik.

Dia kalah enam kali berturut-turut dan hanya menang sekali.

Easton menatapnya dengan cemas. “Keponakan aku, kenapa malam ini kamu gak kayak biasanya?”

Vanylla menjawab santai. “Orang yang bisa menang terus itu namanya Dewa Judi. aku cuma orang biasa.”

Easton menggaruk kepalanya.

Kalau orang biasa, mana mungkin tadi malam bisa menang belasan kali berturut-turut?

Dia merasa Vanylla sedang bercanda, tapi dia juga tidak punya bukti.

“Kenapa dia kalah begitu? Bukannya tadi malam dia hebat banget?”

Tanpa sengaja pandangan Jay Brandon tertuju ke arah mereka. Dia sedikit mengernyit dan tatapannya dipenuhi rasa tidak suka.

Sejak jamuan keluarga Kennedy, dia sudah melihat Vanylla di tempat ini selama dua malam berturut-turut.

Dia tidak percaya kalau itu kebetulan.

Di samping Jay Brandon berdiri sosok pria lain. Aura dingin samar menyelimuti tubuhnya. Kehadirannya membuat orang segan bahkan takut menatap langsung.

Mendengar ucapan Jay Brandon, tangan pria itu sempat berhenti memutar tasbihnya.

Jari-jarinya yang putih seperti giok menahan manik tasbih berwarna gelap. Pemandangan itu tampak sangat indah.

“Dia sengaja melakukannya.”

Pria itu sedikit mengangkat kepala. Dia memakai topi sehingga hanya dagu putihnya yang terlihat.

“Sengaja?” Jay Brandon terlihat bingung.

“Dia kalah enam kali, tapi total uang yang dia kalah jauh lebih kecil daripada uang yang dia menangkan sebelumnya.”

Jay Brandon menatap Waats dengan kaget. Lalu dia baru menyadari sesuatu.

“Dia takut menarik perhatian tempat judi?”

Waats mengangguk. Jay Brandon mengusap dagunya.

“Aku yakin Vanylla sengaja jual mahal ke kita! Bro, jangan sampai kamu tertipu sama dia!”

Menurut Jay Brandon, Vanylla tidak mungkin benar-benar pandai berjudi.

Pasti ada orang yang mengarahkannya. Kalau dia tidak salah, orang itu adalah pamannya.

Mungkin Easton sengaja pura-pura tidak bisa berjudi supaya Vanylla yang terlihat hebat dan menarik perhatian orang.

Waats meliriknya. “Kamu kira aku sama kayak kamu?”

Jay Brandon memang terkenal playboy. Tidak berlebihan kalau menyebutnya kasanova. Sementara Waats adalah kebalikannya.

“Bro, jujur aja, gak semua wanita kayak Vanylla. Jangan sampai kamu jadi trauma sama perempuan gara-gara dia.” Dia berpikir sejenak lalu melanjutkan. “Misalnya putri asli keluarga Kennedy. Dia orangnya baik banget. Soal pembatalan pertunangan itu pasti cuma salah paham.”

Jay Brandon sangat mengagumi Emilly. Meski dibesarkan di keluarga miskin, dia tetap punya sikap yang elegan.

Bahkan setelah Vanylla merebut semua yang seharusnya miliknya, dia masih mau memaafkannya. Dia juga terlihat sangat baik kepada anak-anak gelandangan.

Menurut Jay Brandon, Emilly sangat murni. Tidak tercemar oleh dunia. Dibandingkan dengannya, Vanylla benar-benar berada di level terburuk.

1
davina aston
👍👍👍👍👍👍👍👍
kaylla salsabella
lanjut
Dewiendahsetiowati
hadir thor
Lyvia
semangat thor dtunggu upnya
Piw Piw: iya kak
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!