Gea menerima tawaran bara yang mengajaknya menikah,walaupun ini awalnya hanya pernikahan kontrak namun gea berharap akan tumbuh cinta diantara mereka. Atau justru harapan gea harus pupus dengan kehadiran orang ketiga yang menyukai bara? Akankah hidup gea berubah atau justru ia akan semakin merasakan sakit?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Risti rika safitri, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 17
Ayu yang mendengar ucapan besannya terkejut,ia sama sekali tak tahu jika putrinya itu diculik.
"Dia gak ada ngabarin saya jeng"ucap ayu
"Masa si jeng? Bara aja ngabarin saya kalo gea diculik"sahut sekar
"Iya mereka gak ada ngabarin saya jeng,padahal saya orang tua kandung gea tapi kehadiran saya seperti tak dianggap"ucap ayu
Sekar merasa tak enak hati,padahal bara juga sudah mengabarinya hanya saja ayu yang belum membaca pesan dari bara.
"Semenjak menikah pun gea tidak pernah pulang kerumah,ia sepertinya begitu nyaman dirumah kamu jeng"ucap ayu lagi
Entah drama apalagi yang ayu buat,ia mengatakan hal seperti itu kepada sekar seakan sekar dan bara yang melarang gea berkunjung kerumahnya. Padahal ayu dan suaminya yang mmebuat gea tak betah berada dirumah karena mereka selalu sibuk.
"Nanti saat saya pulang saya akan suruh mereka kerumah kamu jeng"sahut sekar
"Jika mereka tidak mau tidak apa-apa jeng,mungkin gea masih marah sama saya dan suami karena kami ini selalu sibuk bekerja dan tak adda waktu. Padahal juga kami bekerja juga untuk masa depan dia"ucap ayu
"Ah iya nanti akan saya sampaikan kepada mereka,saya pamit pulang ya jeng lagi banyak kerjaan hari ini"pamit sekar
"Iya jeng hati-hati ya"ucap ayu tersenyum
Sekar langsung masuk kemobilnya,ia menghela napas panjang saat kembali mengingat obrolannya dengan ayu.
"Aku memang tak pernah melihat bara dan gea berkunjung kerumah ayu,tapi seperti yang dikatakan bara jika hubungan gea dan orang tuanya tidak baik. Lalu tadi ayu seakan menyalahkan gea karena tak main kerumahnya"monolog sekar memijit keningnya
Ia sungguh bingung dengan kehidupan gea dan kedua orang tuanya.
\~
Pagi harinya bara dan gea sudah bersiap untuk pulang,gea terus merengek untuk pulang dan mengatakan badannya sakit semua tidur dirumah sakit.
"Kamu yakin gapapa sayang?"tanya bara
"Iya mas aku gapapa aku udah sehat kok"jawab gea tersenyum
Bara menganggukkan kepalanya,ia takut jika sang istri masih merasa kurang enak namun tak berani mengatakannya kepada bara.
"Besok aku langsung ke kampus ya mas"ucap gea disela langkahnya
"Iya saya besok juga harus ngajar gantiin dosen ekonomi"sahut bara
"Terus kamu gak ke kantor?"tanya gea
"Selesai jam kuliah mungkin sayang,semua bisa dihandle oleh lucky"jawab bara
"Oh begitu"ucap gea menganggukan kepalanya
"Kamu mau langsung kerja besok?"tanya bara
"Kamu izini gak? Kalo kamu kasih izin aku langsung kerja aja"jawab gea
"JIka kondisi kamu sudah membaik,saya tak akan melarang"ucap bara
"Aman"sahut gea tersenyum
Mereka pun langsung masuk kemobil dengan lucky sebagai sopirnya. Selama diperjalanan gea terus bercerita tentang kesehariannya saat sebelum menikah dengan bara.
"Nona punya teman yang jomblo gak?"tanya lucky
"Emm sebentar ya"jawab gea sambil berpikir
"Adaa namanya caca dia anaknya baik,seru tapi mulutnya pedes banget"ucap gea
"Jinak gak?"tanya lucky membuat gea mendengkus
"Jinak-jinak dikira temen gue binatang kali ya,dia baik kalo orang yang berada disekitar dia baik"jawab gea
"Oke nona besok saat saya bertugas mengantar dan menjemput nona kenalkan saya dengan wanita itu ya"ucap lucky
"Oh ada yang ingin turun jabatan rupanya"sahut bara
Gea tertawa mendengar ucapan suaminya,memang aneh si lucky sudah diberi jabatan bagus malah pengen jadi sopir.
"Enggaa kan apa salahnya berkenalan dulu siapa tahu nanti bisa menyusul kalian"Ucap lucky
"Dia gamau nikah muda,cita-citanya banyak"sahut gea
"Apa anda juga awalnya tak ingin nikah muda nona?"tanya lucky
Bara juga penasaran dengan jawaban istrinya,jujur saja bara selalu merasa bersalah kepada gea karena ia berpikir ia telah merebut masa muda istrinya.
"Sejujurnya aku emang gak ada niatan buat nikah muda,aku pengen fokus sama karir dan cita-cita aku. Karena menurut aku masa muda itu sekali seumur hidup jadi aku ingin merasakan dan menikmati semuanya. Namun kembali lagi manusia yang berencana tuhan yang menentukan,aku juga tidak menyesali keputusan ku untuk menikah muda karena tak selama nya menikah muda itu buruk. Buktinya aku bisa mendapatkan suami yang baik,penyayang dan tentunya sabar"jawab gea tersenyum ke arah bara
Bara yang mendapatkan pujian dari istrinya tersipu malu. Lucky terkekeh dan membenarkan ucapan gea.
"Benar sekali,dikampung saya banyak sekali anak-anak muda yang memilih menikah muda. Apalagi yang masih sekolah suaminya saja tidak punya pekerjaan tapi sudah mantap untuk menikah"ucap lucky
"Itu bisa jadi karena faktor pergaulan luck,kamu tahu sendiri pergaulan anak muda sekarang bagaimana."sahut gea
"Iya melebihi orang yang sudah menikah"ucap lucky tertawa
Mereka terus mengobrol banyak hal,terkadang mereka juga bertukar pikiran. Bara tersenyum lega saat melihat senyuman istrinya yang mulai terlihat.
Terlalu asik mengobrol mereka tak sadar jika sudah melewati beberapa jam perjalanan dan kini mereka sudah sampai dirumah. Bara turun terlebih dahulu lalu membantu istrinya untuk turun.
Sekar yang mendengar suara mobil langsung berlari kedepan,ia berlari ke arah gea yang tersenyum manis kepadanya.
"Aduh sayang mama khawatir banget sama kamu nak"ucap sekar memeluk gea dan mencium wajahnya
"Aku gapapa kok ma"sahut gea tersenyum
"Kamu gak ada lukakan sayang? Sungguh mama terkejut sekali saat mendengar jika kamu diculik"ucap sekar
"Enggaa ada ma cuman pipi aku aja yang terasa kebas hehe ditampol sama penculiknya"ucap gea membuat sekar memekik
"Apaaaa!"
"Astaga sayang ayo masuk biar mama kompres pakai air hangat,kurang aja sekali penjahat itu berani sekali dia menampar wajah menantuku. Jika saja mama ada disana sudah mama colok matanya"ucap sekar mengajak gea masuk
Gea meringis mendengar ucapan sekar,namun ia juga merasa bahagia mendapatkan perhatian yang tak pernah ia dapat dari orang tuanya. Bara dan lucky hanya diam mendengarkan celotehan sekar,mereka tinggal menunggu gilirannya saja.
"Kamu juga bara kerja mulu otak kamu itu sampai istri kamu diculik,bagaimana jika pembunuh itu berbuat macam-macam kepada gea. Katanya mau jagain gea baru pergi sebentar aja udah kecolongan"Omel sekar
Bara tak marah ia memang merasa bersalah dan merasa bodoh membiarkan istrinya sendirian divilla. Bara tak dapat membayangkan jika benar penjahat itu berbuat yang tidak-tidak dengan gea.
"Ma ini bukan salah mas bara,aku nya aja yang gampang ditipu tanpa mencari tahu dulu kebenarannya"ucap gea yang tak tega melihat bara diomelin
"Bagaimana cerita awalnya sayang?"tanya sekar
"Ada yang menelponku dan mengatakan jika mas bara dan lucky kecelakaan,aku yang panik dan takut terjadi apa-apa dengan mas bara pun langsung bersiap pergi. Aku berlari keluar mencari taksi dan setelah itu taksi pun lewat. Sepertinya ini memang sudah direncanaka"jawab gea
"ya allah nak"ucap sekar mengelus lengan gea
"Kamu harus lebih berhati-hati ya sayang,mama takut sekali jika kamu terluka dan membuat orang tua kamu berpikiran yang tidak-tidak dengan kami"sahut sekar
"Iyaa ma makasih ya perhatiannya"ucap gea tersenyum
"Terima kasih telah menganggap aku sebegai anak mama sendiri"sambung gea
Sekar tersenyum dan menganggukan kepalanya,kisah remaja gea hampir sama dengan sekar. Bedanya dulu sekar kehilangan ibunya karena melahirkan dirinya