NovelToon NovelToon
Aku Dikhianati Pacarku Dan Mendapat Yang Lebih Baik

Aku Dikhianati Pacarku Dan Mendapat Yang Lebih Baik

Status: sedang berlangsung
Genre:Diam-Diam Cinta / Cinta Seiring Waktu
Popularitas:1k
Nilai: 5
Nama Author: Hitomaa

hari itu ketika aku berjalan pandangan ku tertuju pada gadis yang merupakan pacar ku tapi dia berjalan dengan pria yang tidak ku kenal.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Hitomaa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Hari yang berbeda

Gelap malam perlahan mereda, menandai pagi hari dengan kehangatan baru.

Imel sudah membuka matanya, bersiap menghadapi hari, Imel pergi ke dapur melihat ibunya sedang menyiapkan sarapan.

" mau aku bantu Bu? " Imel berbicara pada ibunya

" tidak usah kamu bangunkan saja yang lain "

ibunya menyuruh Imel untuk membangun orang-orang yang masih tidur, Imel mendatangi kamar adiknya.

" Zian..ayo bangun udah pagi " Imel menyentuh tubuh adiknya

" mmh....iya nanti aku bangun "

" cepetan ih... Bangun "

" iya...iya ini aku udah bangun, kakak keluar sana " Zian membuka matanya walaupun tampak masih mengantuk

" bagus..kamu mandi duluan sana "

Imel melanjutkan ke kamar kakaknya.

pintunya terkunci Imel mencoba berteriak dari luar.

" kakak aidan buruan bangun...." Imel mengetuk pintu dengan keras

Akhirnya ada suara yang menjawabnya dari dalam kamar.

" sebentar aku keluar " yang terdengar adalah suara milik Aidan

pintu kamarnya terbuka memperlihatkan Aidan yang baru saja bangun.

" hooam... Kamu bangun pagi-pagi sekali ketua kelas "

Mendengar Aidan memangilnya ketua kelas lagi wajah Imel sedikit cemberut

" nee.... Kamu lupa buat manggil namaku " Imel menegur Aidan

" haha... maaf maaf aku lupa "

Aidan menjawab suaranya terdengar pelan

" hmph... ingat jangan lupa lagi "

Aidan dan Imel bertukar beberapa kata sebelum akhirnya Reza ikut dalam percakapan.

" pagi-pagi sekali sudah saling menggoda dasar kalian ini " Reza merapikan rambutnya yang berantakan

" udah mandi sana jangan banyak bicara " Imel mendorong kakaknya untuk pergi

Menyisakan Aidan dan Imel berdua berdiri depan kamar.

" kamu mau langsung pulang Aidan? " Imel bertanya

" iya, mungkin beberapa menit lagi aku akan pulang"

" masih ada waktu kamu mau sarapan dulu disini? " Imel dengan malu malu menawari Aidan untuk sarapan bareng.

" ah, aku.... Gak enak sama keluarga kamu udah menumpang dari kemarin soalnya takut merepotkan " Aidan menjawab sambil tersenyum kikuk

" gak usah khawatir, lagian kamu dipaksa ibuku jadi jangan merasa merepotkan" setelah menjawab Imel menarik tangan Aidan, membuat wajah Aidan memerah.

Imel masih memegang tangan Aidan dan itu terlihat oleh ibunya yang kemudian menggoda mereka berdua.

" wah....wah.... Kalian terlihat seperti pasangan suami-istri yang baru menikah " ibunya tersenyum melihat Imel menggenggam tangan Aidan.

mendengar itu Imel kembali tersadar dan melepaskan tangannya.

Imel mencoba bersikap biasa saja, tapi mata dan bibinya tak bisa menutupi kegembiraan setiap kali ibunya menggoda.

waktu sarapan terlihat begitu damai canda tawa terdengar, membuat suasana itu cocok dengan pagi yang cerah.

" kamu berangkat dari sini aja Aidan " ibunya Imel bicara

" gak bisa Tante soalnya ada pelajaran olahraga, baju olahraga ku ada dirumah "

" hmm.... Imel bukannya baju olahraga kamu ada dua? "

" iya, kenapa memangnya?"

" kamu kasih pinjam Aidan satu "

" apa- " Imel terkejut

" gak usah Tante nanti baju Imel jadi kotor "

" gak apa-apa nanti bisa di cuci kok " ibunya tersenyum kearah Imel " bolehkan?" lanjut ibunya

Imel hanya bisa pasrah karena tahu ibunya akan terus memaksanya.

" iya boleh.....nanti akan aku ambilkan " Imel terlihat sedikit kesal dengan ibunya

waktu sarapan sudah selesai ayah dan kakaknya berangkat berkerja, Imel masih didalam kamar mencari baju yang akan digunakan Aidan.

Aidan sedang menunggu Imel diluar rumah, duduk santai memandang burung di sangkarnya.

" nih bajunya, mungkin akan sedikit sempit "

" sempit? " Aidan menatap tubuh Imel

" apa.... Kamu mau bilang aku gendut? "

" eeeh... Aku gak pernah bilang kamu gendut, kamu merasa ya? "

Aidan tertawa melihat Imel yang terus memegangi perutnya.

" ish.. Udahlah aku berangkat sendiri "

Imel meninggalkan Aidan sendirian, Aidan mengikutinya sambil terus memanggilnya.

Kelas dimulai dengan pelajaran pertama olahraga murid-murid sedang berganti pakaian.

Aidan sedang Menganti pakainya bersama teman laki-laki di kelas.

sementara Imel sedang di kamar mandi bersama teman-temannya seperti perempuan pada umumnya mereka asik mengobrol.

" jadi gimana soal hubungan kamu dengan Aidan? " salah satu temannya bertanya kepada Imel

" kamu pacaran dengan Aidan ? " kali ini Dahlia yang bertanya dengan penuh semangat

" tidak...kami tidak berpacaran" Imel menyangkal.

Walaupun Imel menyangkal tapi ekspresi wajahnya tidak bisa bohong.

" jadi tinggal nunggu waktu nih " Imel kembali di goda oleh teman-temannya

suasana di kamar mandi menjadi pecah penuh dengan tawa.

Saat murid laki-laki sudah berkumpul di lapangan murid perempuan masih belum terlihat.

" ada yang bisa bantu pak guru? Tolong cariin murid perempuan kemana coba mereka pergi" guru olahraga terus melihat jam ditangannya.

" biarkan saja mereka "

" betul tuh, kita langsung mulai saja "

" saya sudah tidak sabar nih pak "

" ayo mulai "

Murid laki-laki terus berteriak untuk segera memulai pelajaran olahraga.

" ya..ya..kali ini kita main futsal bagi jadi dua tim " guru olahraga berbicara

" yes....akhirnya ayo teman-teman kita kelapangan " Keiza memimpin teman sekelasnya menuju lapangan.

Sementara itu akhirnya murid perempuan datang.

" kalian telat " sambil menyilangkan kedua tangannya guru itu terlihat kesal

" maaf pak guru kami keasikan ngobrol "

" lari... kalian semua lari 10 putaran "

" Eeehhhhh tolong maafkan kami " siswi perempuan kompak meminta maaf karena terlambat .

" gak ada maaf maaf sana lari " guru olahraga terlihat sangat tegas memberi hukuman.

Dilapangan penuh dengan teriakan yang membara.

" sini oper ke depan " Keiza meminta bola untuk si oper kepadanya

bola menghampiri Keiza tak lama menyentuh bola Keiza langsung menembak

Whoosh!!! Bola tendagan Keiza melesat ke pojok tiang gawang

" goooal " tim Keiza merayakan goal itu termasuk Aidan

Bola kembali bergulir kali ini Aidan yang membawanya, operan satu-dua terjadi melibatkan Aidan dan Keiza membuat combo yang mematikan.

Aidan berhasil melewati beberapa pemain sebelum operannya berhasil direbut oleh lawan.

" serangan balik....maju maju " kali ini pihak lawan menyerang dan berhasil mencetak goal membuat keadaan menjadi imbang.

" maaf ini salahku, bolanya tercuri " Aidan meminta maaf

" santai saja lagian waktu masih panjang "

permainan masih terus berlanjut disisi lain murid perempuan masih menjalankan hukuman yang diberi guru.

" kamu gak apa-apa Lia? " Imel menanyakan kondisi Dahlia yang terlihat pucat

" aku...gak..apa-apa " Dahlia menjawab dengan terbata-bata

" tapi wajah mu terlihat sangat pucat " Imel terlihat khawatir dengan kondisi Dahlia

" kamu.. gak usah khawatir ini cuman kelelahan biasa kok " Dahlia terus meyakinkan Imel bahwa dirinya baik-baik saja tapi

Brak!!! Tubuh Dahlia tiba-tiba terkapar di tengah lintasan lari.

semua langsung berhenti berlari setelah melihat Dahlia terjatuh.

" hei kamu gak apa-apa " Imel mencoba membangunkan dahlia

" pak guru ada yang pingsan " siswi perempuan berteriak memanggil guru yang sedang menonton pertandingan murid laki-laki.

Semua yang ada didalam lapangan tiba-tiba terhenti ketika mendengar anda yang pingsan.

guru dan siswa laki-laki berbondong menghampiri Dahlia yang sedang pingsan.

" sepertinya dia demam wajahnya tadi terlihat sangat pucat sebelum pingsan " Imel mencoba menjelaskan kepada guru

" Aidan kamu gendong dia, bawa ke uks " guru itu menyuruh Aidan.

" eh, baik " Aidan mengendong Dahlia layaknya putri

" aku juga ikut " Imel ikut wajahnya terlihat sangat cemas.

" kalian istirahat saja bapak mau menghubungi orang tuanya" guru olahraga bergegas meninggalkan para murid yang juga khawatir dengan keadaan dahlia.

Aidan dan Imel sedang menunggu diluar UKS berharap cemas.

" kalian pergi istirahat dulu, dia akan baik baik saja kok " penjaga UKS mendatangi Aidan dan Imel menyuruh mereka untuk beristirahat.

Mereka akhirnya meninggalkan UKS dengan rasa cemas.

suasana kelas kali ini berbeda, seisi kelas masih tampak memikirkan kondisi teman mereka.

Jam istirahat berakhirnya dan Dahlia masih belum masuk kedalam kelas.

" Bu guru kondisi teman kami yang di UKS gimana " tanya Imel sebagai perwakilan

" teman kalian pulang lebih awal, orang tuanya datang dan membawanya pergi "

mendengar itu seisi kelas semakin cemas dengan kondisi teman baru mereka dan berharap sesuatu yang buruk tidak terjadi.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!