NovelToon NovelToon
Laluna Si Penerang Kegelapan

Laluna Si Penerang Kegelapan

Status: sedang berlangsung
Genre:Mata Batin / Penyelamat / Dunia Masa Depan
Popularitas:799
Nilai: 5
Nama Author: Mbak Cun

sebuah keserakahan manusia yang akan membawa petaka dari keluarganya, untungnya Laluna si gadis cantik yang perkasa ini luput dari kekejaman serta keserakahan orangtuanya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mbak Cun, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Sunyi nya hidup seorang Luna

Bu Hayati sangat terkejut mendapati kenyataan bahwa orang yang selama ini di puja setinggi langit kini hanyalah seonggok daging tua yang tak berdaya, Bu Hayati menjerit memanggil para pengawalnya yang ternyata diantaranya adalah salah satu pelayan kesehatan, pecatan dokter itu sengaja di rekrut Bu Hayati untuk menjaga nya dan memberi pelayanan kesehatan untuk keluarga dan para pengikutnya, itu sebabnya dia selalu mengikuti Bu Hayati.

Dokter yang sudah di pecat dari kedinasannya karena melanggar kode etik itu telah di blacklist di seluruh negeri karena kasus perdagangan organ manusia, si mantan dokter mendekat untuk memeriksa Ki Kusumo, dan dia mengatakan bahwa nafasnya masih ada ,dia belum mati hanya pingsan dan lemas saja, Bu Hayati sangat murka pada putrinya yang dianggap telah membuat guru spiritualnya itu tumbang, dia tidak tahu saja penyebab lemah dan tumbang nya si guru berotak iblis itu karena penunggu jasadnya pergi meninggalkannya dan sekarang lagi bertarung mati matian dengan lawannya.

Dokter pecatan itu kemudian membaringkan Ki Kusumo di kamar mewah nya Laluna yang sudah bertahun tahun ditinggalkannya itu, dan Bu Hayati menyuruhnya menunggu sampai gurunya tersadar.

Sementara di tempat lain Laluna kini yang tengah berendam di bathtub di apartemen nya, merenung sendirian dengan airmata yang tak berhenti menetes, titik titik air hangat dari shower terus berjatuhan menyamarkan dan mengalir bersama airmata Laluna, dalam hati dia merintih, untuk apa dia dilahirkan? Apakah Tuhan punya rencana lain dalam hidupnya, selama ini hanya sakit yang di terima dari orang tuanya yang mestinya jadi pelindung adalah musuh yang sangat mengerikan baginya, lama dia merenung entah sudah berapa lama dia berada di bawah shower itu dengan pakaian lengkapnya, dia masih memakai celana jins dan kaos panjang bahkan hijab instan nya juga masih menempel di kepalanya, malas sekali dia kali ini, bahkan untuk bergerak pun seperti di suruh mengangkat puluhan kwintal beban, sampai dia tertidur.

Dalam tidurnya dia melihat dua sosok kerbau buntung dan harimau putih bertarung habis habisan, sampai debu tebal berterbangan menggumpal seperti asap ,keduanya saling serang dan menunjukkan kehebatan masing-masing.

Laluna menjerit melihat kerbau itu berhasil menginjak kepala macan putih, dan seperti dapat kekuatan si macan putih yang mendengar jeritan Laluna mencakar perut kerbau yang besarnya tak terukur itu hingga sobek berdarah, macan putih menggigit dan mencakar sementara kerbau terengah engah terjerembab dalam Padang berdebu itu.

Dengan matanya yang menyala bak sinar laser, si macan putih pergi meninggalkan kerbau raksasa yang tengah terkapar tak berdaya dan peringatan yang menggema, "sekali lagi kamu ganggu orang orang yang berada di lindungan ku maka akan ku habisi kamu bersama saudara mu yang lain". Setengah sadar dan tidak si kerbau buruk rupa mendengar ancaman macan putih, si putih berlalu sambil menatap tajam ke arah Laluna dan mengangguk memberi hormat, kemudian melesat pergi entah kemana Laluna yang memanggil kyai loreng dengan suara lantang dan berlari mengejarnya, Laluna jatuh terjerembab di genangan air dan dia terkejut terbangun ternyata dia masih dalam keadaan tertidur dalam basah karena terendam dalam bathtub entah berapa lama, yang pasti sudah hampir subuh karena terdengar tarhim di masjid sudah berkumandang.

Laluna segera membuka pakaiannya, dia membersihkan badannya lalu mengambil wudhu dan mengeringkan rambutnya, berganti baju dan memakai mukena ter pekur diatas sajadahnya, sepi sunyi dan sendirian menghadap sang khalik, memohon ampunan dan jalan agar di beri kemudahan supaya dapat kelapangan atas takdir yang dihadapi.

Airmata nya kini sudah kering, sedikit kelegaan setelah sekian detik tadi sesuatu datang dalam benaknya, ketika dia membayangkan nasib yang kini dia alami dengan nasib jutaan orang yang dalam keadaan kelaparan karena kekejaman suatu rezim, mereka kehilangan segalanya bahkan nyawa tak berarti disana.

Sementara Laluna, meski di benci dan di musuhi keluarganya tapi dia masih punya banyak teman yang mengasihinya, punya kerjaan layak dan kenyamanan, uang ada kerjaan ada lalu nikmat mana lagi yang harus di dustakan?

Laluna lega dan optimis menghadapi hidup selanjutnya, dia akan berusaha tak terhubung dengan urang orang toxic seperti keluarganya, dia akan menghindar sekuatnya dengan mereka, andai suatu hari harus bertemu lagi mungkin itu suatu takdir yang harus di terima.

Laluna sarapan dalam kesunyian, sendiri semuanya dilakukan sendiri dan dia sudah terbiasa dalam keadaan sepi. Dia gigit setangkup roti berisi selai kacang kesukaannya itu, dia minum secangkir kopi latte dan itu sudah cukup, kemudian dia bergegas menjalankan aktifitas seperti biasa.

Ketika dia lagi makan, sebuah telpon masuk di lihatnya nomor tanpa nama, ketika itu dia ragu untuk menerimanya, takutnya sang ibu yang ingin memarahinya, dia ragu, dibiarkan sampai panggilan itu mati, panggilan tak di jawab, kemudian berdering lagi kali ini Laluna menjawab nya, takut itu adalah urusan penting dari salah satu klien nya.

Dan " Hallo assalamualaikum ini dengan siapa ya?" tanya Luna.

"walaikumsalam nak, ini ibu Rahayu kamu ingat kan, ibunya Laila yang Minggu lalu kamu selamatkan?" jawab suara dari seberang.

Laluna mengambil nafas lega, seperti meletakkan beban yang sangat berat setelah tadi di tahannya.

"Ada masalah apa nak, sepertinya kamu tertekan?" tanya Bu Ayu.

Suara lembut dan manis itu sungguh membuat Laluna merasa menghangat, begitulah seharusnya ibu, ucapannya lembut belaiannya hangat tapi apa yang di punyai Laluna beda, beda sekali dan sangat beda, Laluna adalah musuh bebuyutan ibunya, 'Laluna si anak pembawa sial' itu yang selalu di ucapkan oleh sang ibu di hadapannya, padahal selama ini belum pernah sama sekali membuat ibunya repot.

"Nggak ada apa apa Bu, hm ada apa ya ibu menelpon, apakah ada masalah penting?" tanya Luna.

"Nggak ada nak, bunda hanya ingin mengundangmu makan malam nanti , apakah kamu repot?" tanya suara lembut selembut kapas itu.

"insyaallah tidak Bu, saya akan berusaha kesana, boleh bawa teman Bu?" tanya Luna malah ngelunjak, di undang ingin bawa teman.

"Boleh, tentu saja boleh kan rencananya nanti malam adalah ulang tahun Azka yang keempat, Laila ingin mengadakan acara nya di rumah saja, jadi kami mengundang para sanak saudara dekat". Jawab Bu Ayu lembut.

"Ooo gitu baiklah Bu, saya pastikan akan datang bersama sahabat saya, terimakasih undangannya". jawab Laluna dan akhirnya mereka mengakhiri obrolan dengan ucap salam.

Laluna pergi ke bawah ketempat parkir untuk mengambil motornya tapi di tempat parkir Dandy sudah siap dengan mobil expander putihnya untuk menjemput sang sahabat.

" Nggak usah bawa motor, naik mobilku saja". Pinta Dandy sambil membukakan pintu untuk Luna.

"Ah kebetulan nanti malam kita ke undangan pesta di rumah bang Fadli, anak nya ulang tahun kita langsung kesana saja setelah pulang kantor sekalian cari hadiah buat putranya". Ajak Luna membuat Dandy hilang harapan , kali ini luput lagii bagi sahabat nya untuk mendapatkan cowok, bang Fadli punya anak berarti sudah punya istri, apa iya sahabatnya itu di suruh jadi pelakor?

*****

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!