Mina bertemu dengan Nic saat masih duduk di bangku SMA. Gadis itu tidak pernah menyangka akan jatuh cinta kepada sosok Pria yang berumur sepuluh tahun lebih tua darinya. Tak bertepuk sebelah tangan, Nic ternyata juga menaruh hati pada sosoknya yang sederhana.
Namun, saat mereka hampir bersama, sebuah kesalah pahaman membuat Mina memilih menjauh dari kehidupan Nic. Hingga, Tiga tahun kemudian dia harus kembali bertemu dengan Nic dan terjebak dalam ikatan pernikahan.
Jungkir balik kehidupan mereka menjadi cerita tersendiri.
_
_
_
Note :
JANGAN PLAGIAT ATAU TAMBAL SULAM!
INGAT AZAB
Carilah Rezeki yang halal dengan mencari ide sendiri.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Adinasya mahila, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Chapter 16 : Lambe Ember
Kimi langsung menunjukkan postingan akun Lambe Ember ke Mina, meraih ponsel Kimi entah kenapa Mina tidak menunjukkan ekspresi yang berlebihan. Fotonya bersama Nic di depan perpustakaan daerah terpampang di sana dengan caption yang menggelitik jiwa julid nitizen.
"Siapakah laki-laki berkemeja biru itu?"
Beruntung wajah Nic tidak terlihat jelas. Beginilah nasip selebgram dengan pengikut jutaan. Mina lagi-lagi harus menanggung konsekwensi dari sebuah ketenaran.
Sapea
[ Yah, itu om om ya?]
Tuan_Luknut
[ Sebentar lagi juga paling keciduk prostitusi online ]
Rose_blekping
[ Komennya pedes-pedes ya, otak kalian bisa ga sih ga mikir negatif sama orang]
Divyacute90
[ Wah ini si Mina itu kan ya? Selebgram itu, kenapa sih dia selingkuh ya? ]
Qolbi789
[ Aku tidak mengerti dengan kelakuan orang yang suka mencampuri hidup orang lain ]
Hahahihi
[ Bentar lagi putus nih sama Gaga ]
Akun Bodong
[ Wah bibit pelacuur nih, bibit artis plus plus ]
Nicholas_Adam
[ Itu aku, ada masalah? Aku beri waktu dua jam untuk akun ini menghapus postingan, kalau sampai tidak dihapus akan aku tuntut dan aku cari sampai dapat siapa pemilik akun ini, benar-benar tidak sopan memposting foto orang seperti ini ]
Mata Mina menyapu deretan komentar. Namun, komentar Nic lolos dari penglihatan gadis itu. Mengembalikan ponsel Kimi, Mina lantas berbaring sambil memeluk boneka kesayangannya.
"Tidur sana Kim sudah malam," lirih Mina.
"Nas kamu ga....?"
"Aku gapapa Kimoci, aku ngantuk."
Kimi berlahan beranjak dari sana, matanya masih menatap Mina yang tengah berbaring miring dan menaikkan selimut sebatas dada.
"Aku matiin lampunya ya Nas."
Ucapan Kimi hanya dibalas dengan anggukan kepala oleh Mina, setelah langkah kaki Kimi tak terdengar, gadis itu menangis, hatinya seolah rapuh. Mina bahkan memanggil nama almarhumah sang mami kandung berulang-ulang.
*
*
*
*
Seluruh warga SMA Mina tentu mengetahui tentang gosip yang sedang beredar di dunia maya soal gadis itu, apalagi Lambe Ember memiliki pengikut jutaan di Instagram. Berpura-pura tak peduli tapi para murid membicarakan Mina di belakang, tak terkecuali para guru yang sedang berkumpul setelah rapat.
Bu Asma memijat keningnya, jelas dia yang mengingatkan Mina agar tidak kembali terlibat hal-hal yang bisa merusak nama baik sekolah, tapi lagi-lagi anak itu terlibat masalah.
"Ini bukan salah Mina, salahkan orang yang sengaja mengambil foto dan mengirimkan foto itu ke akun Lambe Ember," ucap Bu Asma.
"Lagipula foto itu jelas diambil di depan Perpustakaan daerah, jika berbuat hal yang tidak-tidak mereka seharusnya pergi ke hotel," lanjut wanita paruh baya itu.
"Selain tanggung jawab wali kelas, Mina juga akan menjadi tanggung jawab saya mulai sekarang, ujian kelulusan tinggal sebentar lagi, tidak usah mempermasalahkan gosip seperti ini, lagipula kita harus ingat bahwa Mina juga beberapa kali mengharumkan nama sekolah." Bu Asma berdiri, meninggalkan ruang rapat setelah memohon izin ke kepala sekolah.
Sementara itu Nic terlihat santai duduk di ruang kerjanya setelah memerintahkan salah seorang staff IT ABI TV untuk membantunya mencari tahu siapa yang berada di balik akun Lambe Ember. Menatap Instagram miliknya, Nic dibuat terheran-heran karena pengikut Instagramnya melesat naik.
"Dasar Nitizen kepo," gumamnya.
Beralih untuk melihat akun Mina, Nic dibuat tak enak hati karena postingan terbaru Mina yang hanya berupa gambar hitam dengan caption menyentuh hati di bawahnya.
..."Ada beberapa rasa sakit yang tak akan bisa disembuhkan, jadi janganlah mencoba menorehkan rasa sakit di hati orang lain"...
Nic menyandarkan punggungnya ke kursi, sepertinya gosip itu benar-benar membuat Mina sangat terluka.
Disisi lain Mina masih bersikap biasa, mencoba menyembunyikan rasa yang sebenarnya di hatinya di hadapan orang lain.
Gadis itu tersenyum saat temannya yang merupakan ketua kelas membagikan buku PR Fisika yang baru selesai dikoreksi oleh sang guru. Membuka buku itu, mata Mina terbelalak karena dia mendapat nilai sembilan dan parahnya nomor soal dengan tanda silang merah besar itu merupakan soal yang dikerjakan oleh Nicholas.
"Dasar! kupikir dia pintar, ternyata dia hanya mengarang," gerutu Mina. "Tahu gini aku kan bisa mengerjakannya setelah bertanya ke Kimi atau Gulugulu, Ah ... menyebalkan."
Tanpa sadar Mina berteriak, membuat teman sekelasnya menoleh ke arahnya. Ia pun langsung diam dan memilih merebahkan kepalanya ke bangku.
Alih-alih pulang bersama Kimi menggunakan taksi online setelah pulang sekolah, Mina tiba-tiba menghilang dan menonaktifkan ponselnya. Gadis itu berjalan di sepanjang trotoar tak tentu arah. Tanpa Mina sadari sebuah mobil BMW mewah berjalan lambat mengikutinya dari samping.
Memandang Mina yang berjalan menunduk sambil sesekali menendang-nendang kerikil kecil di bawah kakinya, Nic tertawa. Melihat Tuannya seperti itu, Pak Tyo juga ikut tertawa.
"Apa anda inging mengajaknya masuk ke dalam mobil Tuan?" tanya pak Tyo.
Nic hanya membalas dengan gelengan kepala karena sadar sang sopir tengah memandangnya dari kaca spion tengah.
Mina tiba-tiba saja berjongkok, entah apa yang sedang diperbuat gadis itu sekarang. Penasaran, Nic akhirnya meminta pak Tyo untuk menepikan mobil.
Mina terlihat kembali berjalan, bak adegan drama romantis, Nic mengikuti langkah Mina dari belakang dengan jarak yang lumayan jauh. Merasa ada yang mengikutinya, Mina tiba-tiba berhenti membuat Nic terkejut.
Laki-laki itu terdiam mematung saat Mina berbalik. Mata Nic membelalak lebar saat Mina setengah berlari ke arahnya. Bukan pelukan yang dia dapat bak adegan romantis seperti yang reader bayangkan. Mina melayangkan tangannya untuk memukul lengan Nic berkali-kali.
Nic memekik kesakitan, tapi hal itu tidak membuat Mina menghentikan serangannya. Gadis itu mulai memarahi putra sulung Sebastian adam itu.
"Dasar, gara-gara kakak nilai fisika ku tidak seratus," ucap Mina.
"Apa hubungannya nilai fisikamu dengan aku?" tanya Nic kebingungan.
"Kakak yang mengerjakannya kemarin dan ternyata salah."
"Apa kemarin aku mengklaim jawabanku benar? tidak kan? kamu tidak bertanya apa aku pintar fisika atau tidak, aku kan hanya mengarang menjawabnya," ucap Nic tanpa dosa.
Napas Mina terengah antara menahan rasa kesal di dadanya dan lelah memukuli laki-laki di hadapannya. Mina mencebik kesal, matanya mulai berkaca-kaca. Nic tahu dengan jelas bahwa soal fisika hanya lah alasan Mina untuk melampiaskan emosinya.
Digenggamnya pergelangan tangan Mina, ditatapnya wajah gadis yang sedang dalam kondisi tak baik itu.
"Berapa umurmu?" tatapan mata Nic membuat Mina terdiam.
"Kenapa? apa peduli kakak dengan umurku?"
"Jangan berlagak sok kuat! kamu bukan orang dewasa."
"Apa urusan kakak? Apa hubungannya umur dengan kedewasaan seseorang, apa kakak tidak punya kaca? kakak saja sudah tua tapi tidak dewasa," cerocos Mina.
"Darimana kamu bisa menilai aku tidak dewasa?" sanggah Nic.
Mina hanya terdiam, entah mengapa tatapan mata Nic membuat dirinya membeku.
"Soal foto kita yang tersebar di dunia maya aku akan menyelesaikannya, jadi jangan memikirkan hal itu!"
Tak bisa menjawab perkataan Nic, Mina mencoba melepaskan pergelangan tangannya dari genggaman laki-laki di hadapannya. Ia meronta dan lama-kelamaan Mina menangis.
"Hei... kenapa malah menangis? diam! orang-orang bisa berpikiran aku melakukan hal yang macam-macam kepadamu." Nic ketakutan, kepalanya berputar memandang sekitar untuk melihat apakah ada orang lain di sekitar mereka.
Mina masih saja menangis, bahkan sampai terisak dan menutupi mukanya dengan kedua telapak tangannya.
"Aku bukan pelacuur, aku bukan gadis nakal, kenapa ada orang yang jahat mengatai aku seperti itu? bahkan mereka saja tidak mengenalku." Mina semakin meledakkan tangisnya dan tanpa sadar Ia berkata ke Nic bahwa dirinya jomblo.
"Kamu Jomblo?" Tanya Nic sambil meraih tangan Mina, mencoba menyingkirkannya dari depan wajah gadis itu.
"Iya....aku cuma pura-pura pacaran sama Ga... "
Sadar, Mina langsung menghentikan tangisannya, matanya membola memandang wajah Nicholas yang tengah menatapnya penuh tanda tanya.
_
_
_
_
_
_
_
_
_
_
_
_
_
_
_
_
_
_
_
_
_
_
...LIKE...
...KOMEN yang banyak...
...VOTE...
...RATE BINTANG LIMA...
ada dewa anaknya bu dewan,ada aqilla dan adara anaknya bu Erin istrinya raja minyak pak rhoma klo gak salah hihihiiiii