NovelToon NovelToon
Bertukar Nyawa

Bertukar Nyawa

Status: sedang berlangsung
Genre:Bullying dan Balas Dendam / Mengubah Takdir
Popularitas:5.6k
Nilai: 5
Nama Author: Reni t

Aqilla Pramesti begitu putus asa dan merasa hidupnya sudah benar-benar hancur. Dikhianati dan diceraikan oleh suami yang ia temani dari nol, saat sang suami baru saja diangkat menjadi pegawai tetap di sebuah perusahaan besar. Ia memutuskan untuk mengakhiri hidupnya. Namun, takdir berkehendak lain, siapa sangka nyawanya diselamatkan oleh seorang pria yang sedang berjuang melawan penyakitnya dan ingin hidup lebih lama.

"Apa kamu tau seberapa besar perjuangan saya untuk tetap hidup, hah? Kalau kamu mau mati, nanti setelah kamu membalas dendam kepada mereka yang telah membuat hidup kamu menderita. Saya akan membantu kamu balas dendam. Saya punya harta yang melimpah, kamu bisa menggunakan harta saya untuk menghancurkan mereka, tapi sebagai imbalannya, berikan hidup kamu buat saya."

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Reni t, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 16

"Kenapa Anda diam aja, Mas Radit? Aku serius, Mas. Aku siap mendonorkan ginjalku buat Anda," tanya Aqilla seketika membuyarkan lamunan panjang seorang Raditya.

"Aqilla," sapa Radit, dengan suara lemah.

Aqilla seketika gugup. "I-iya, Mas Radit."

"Bisa nggak, gak usah bicara formal sama saya? Panggilan Anda terlalu formal, Qilla. Hmm ... aku, kamu lebih santai, bukan?"

Aqilla tersenyum cengengesan seraya menggaruk kepalanya sendiri yang sebenarnya tidak terasa gatal. "Eu ... benarkah? Maaf, aku masih harus membiasakan diri, Mas Radit."

"Mas aja, Radit-nya tinggalin."

"Hah?"

Radit menarik napas panjang lalu menghembuskannya secara perlahan, memandang wajah Aqilla seraya tersenyum kecil. Telapak tangannya perlahan bergerak lemah, meraih lalu menggenggam telapak tangan Aqilla membuatnya seketika bergeming, apa yang hendak ia ucapkan seolah tertahan tenggorokan. Balas menatap wajah pucat seorang Raditya dengan perasaan gugup dan jantung berdetak kencang.

"Tidak semudah itu melakukan donor ginjal, Qilla. Kita harus melakukan test DNA dulu, apakah ginjal kita cocok satu sama lain," ucap Radit dengan lembut. "Saya percaya, kamu siap mendonorkan ginjal kamu buat saya, tapi--" Radit menahan ucapannya.

Kedua matanya beralih kepada Kaila dan Keano yang tengah terlelap di sofa.

"Apa saya tega memisahkan kamu dan anak-anak? Maaf karena saya tidak mengatakan yang sebenarnya kalau saya membutuhkan dua ginjal," batin Radit, kembali menatap wajah Aqilla dengan tatapan sayu.

"Tapi kenapa, Mas? Muka kamu ko jadi sedih gitu?" tanya Aqilla, kedua matanya semakin lekat dalam memandang wajah Radit. "Apa ada yang sakit? Kalau sakit bilang aja, biar aku panggilin Dokter ke sini."

Radit menggelengkan kepala seraya tersenyum ringan. "Nggak ada yang sakit, Aqilla. Kehadiran kamu dan anak-anak sudah cukup mengobati rasa sakit saya."

Aqilla hanya terdiam seraya mengusap punggung tangan Radit dengan lembut.

"Saya belum menikah sampai sekarang karena saya takut anak-anak saya menuruni genetik penyakit saya, Qilla. Saya juga tak mau menjadi beban buat istri saya karena punya suami penyakitan," ucap Radit, masih dengan nada suara yang sama.

"Jadi, kamu belum pernah menikah? Aku pikir kamu duda. Maaf, aku gak pernah menanyakan status kamu karena aku gak mau melewati batas," jawab Aqilla, sedikit terkejut.

Ia pikir, hubungan mereka tidak lebih dari sekedar bisnis. Itu sebabnya, dirinya tidak pernah menanyakan status Radit karena tidak ingin melewati batas dan tidak ingin mengusik kehidupan pribadinya, dan setelah ia tahu yang sebenarnya, Aqilla bukan hanya terkejut, tapi kagum dengan ketegaran jiwa pria berusia 37 tahun itu.

Benar ternyata, tidak ada manusia yang sempurna di dunia ini. Sosok Raditya Nathan Wijaya yang memiliki paras sempurna, harta yang tidak terhitung jumlahnya bahkan memiliki rumah bak istana, tapi satu yang tidak ia miliki yaitu, tubuh yang sehat dan tidak memiliki kehidupan normal layaknya manusia pada umumnya. Pria itu tersiksa oleh penyakit yang mematikan, tanpa sandaran, tanpa keluarga yang seharusnya menjadi penyemangat.

"Kamu pasti kasihan sama saya, 'kan?" tanya Radit seketika membuyarkan lamunan panjang seorang Aqilla.

"Hah? Nggak, Pak. Aku justru kagum sama Anda. Lagian, Anda tak pantas dikasihani karena Anda punya semangat hidup yang tinggi meski Anda mengidap penyakit yang mematikan," jawab Aqilla, tersenyum tulus. "Yang lebih pantas dikasihi itu aku, Mas. Aku baru mendapatkan cobaan seperti itu aja udah menyerah, berniat bunuh diri, meninggalkan anak-anak di panti asuhan. Padahal, kita gak tau 'kan kehidupan seperti apa yang akan kita jalani setelah kematian. Kalau dipikir-pikir lagi, aku jadi takut mati sekarang. Takut ninggalin anak-anak dan ninggalin Anda sendirian."

"Anda lagi," decak Radit seraya menarik napas dalam-dalam.

Aqilla seketika tersenyum lebar dengan perasaan canggung. "Maaf, aku belum terbiasa, Mas. Eu ... walau bagaimanapun, aku benar-benar berterima kasih karena kamu sudah menyelamatkan hidupku dan menyadarkan aku betapa berharganya hidup ini."

Radit tiba-tiba memeluk tubuh Aqilla. Kedua matanya terpejam, hatinya bergetar, rasa aneh perlahan menyelusup masuk ke dalam relung jiwanya yang sebenarnya begitu rapuh dan putus asa. Tidak mudah berjuang sendiri melawan penyakitnya selama ini. Ia hanya ingin hidup, tapi keinginan itu perlahan sirna.

"Rasanya saya tak ingin hidup jika harus merampas kehidupan kamu, Aqilla," batinnya, kedua matanya seketika berkaca-kaca.

Aqilla semakin merasa gugup, mengurai pelukan dengan jantung berdebar kencang. "Lebih baik kamu istirahat, Mas. Muka kamu pucet banget, aku akan menemani kamu sampai kamu tidur."

Radit menganggukkan kepala seraya menyeka kedua matanya yang sempat berair.

"Pokoknya, kita lakukan test DNA secepatnya, ya. Kalau hasilnya cocok, kita lakukan operasi. Aku pengen kamu sembuh, Mas."

Lagi-lagi, Radit hanya menganggukkan kepala dengan wajah datar. Perlahan berbaring di atas ranjang seraya memandang lekat wajah Aqilla. Rasanya benar-benar bahagia berada di Rumah Sakit dengan ditemani oleh Aqilla dan kedua putra-putrinya. Selama ini, ia hanya hidup sebatang kara sejak kedua orang tuanya tiada karena dirinya hanyalah anak tunggal.

"Makasih karena kamu dan anak-anak udah nemenin saya di sini, Aqilla."

Kali ini Aqilla yang menganggukkan kepala, memandang sayu wajah Radit yang terlihat begitu mengenaskan meskipun selama ini terlihat tegar. Ia benar-benar bersyukur karena dipertemukan dengan pria yang bukan hanya menjadi penyelamat hidupnya, tapi memberi harapan baru untuk kehidupan yang lebih baik ke depannya. Berkat Radit pula, ia perlahan melupakan luka yang digoreskan oleh mantan suaminya, menyadarkannya bahwa begitu berharganya hidup ini.

"Aqilla," sapa Radit, kelopak matanya berkedip lemah.

"Ya, Mas. Kamu mau apa? Apa kamu haus, mau minum?" tanya Aqilla dengan lembut.

"Setelah misi balas dendam kamu berhasil, maukah kamu menemani saya selamanya?"

"Hah? Ma-maksud Anda?"

"Tak masalah hidup saya hanya sebentar asalkan hari-hari terakhir saya ditemani sama kamu dan anak-anak."

Kedua mata Aqilla seketika berkaca-kaca. "Ma-maksud kamu apa, Mas? Ko ngomongnya gitu? Kamu pasti berumur panjang, Mas Radit. Aku janji, aku pasti bakalan donorin ginjal aku buat kamu. Besok, aku akan menemui Dokter, memeriksa apakah ginjal kita cocok. Please, jangan ngomong kayak gitu."

"Ada sesuatu yang belum saya ceritakan sama kamu, Aqilla. Sebenarnya--"

Bersambung ....

1
Sunaryati
Ke kantor polisi Nak
Sunaryati
Nah karma dibayar tunai Ilham, semoga Aqilla dan Raditya segera menemukan Kaila dan Keano
Sunaryati
Nah segera hubungi papa Adit, Kaila
Yuliana Tunru
kemn keano dan.kaila smoga ank2. qila selamat
Yuliana Tunru
dasar ilham ayah yg egois semua semau x smoga ank2 aqila di bawa orang2 radit takut x nyasar malah di culik penjahat .
Yuliana Tunru
nah keano msh ngitot mau dgn ayah mu smoga z dona gagalkan ilham.yg ngotit mau aqila batal nikah ..
Yuliana Tunru
radit kaeih penjaga bayangan dan buat ilham sibuk kerja saat.pernikahan mu agar tak jd biang onar dan kita lihat gmn istri baru ilham jaga ank2 tiri x jgn lupa dibrekam biar jd bukti klo terjadi apa2 pd kaila dan keano
Meliandriyani Sumardi
hadir kak salam kenal...
Reni: Salam kenal juga kakak. Terima kasih banyak ❤️❤️❤️
total 1 replies
Yuliana Tunru
jgn lemqh aqila pasti ilham merasa menang ..berikan z k3ano klo kaila tak mau jgn di paksa biar keanobtau rasa x tinggal dgn ilham dan ibu tiri x tinggal awasi jikq mmg di sakiti tinggal jemput kembali
Yuliana Tunru
biarkan z aqila dan biarkan ank2 milih saat nanti keano dgn ilham apa ibu tiri x bisa jaga dgn baik hrs pqke perjanjian klo ilham dan istei x jahat hak asuh tak akan pernah.lagi buat ilham
Rohmi Yatun
next Thor🙏
Reni: Siap, Kakak. Terima kasih❤️
total 1 replies
Yuliana Tunru
mmg x sdh tes kecocokan donor ya aqila x ..
Rohmi Yatun
cerita nya menarik🌹🌹🌹🌹👍
Yuliana Tunru
harus x aqila jelaskan rencanan x agar ank2 paham ..kerjai z dulu ibu tiri x biar kapok dan saat mereka jahat ank2 bisa laporkan KDRT biar ailham tau gmn sifat istri baru x ..
Reni: Terima kasih atas sarannya, Kakak❤️❤️
total 1 replies
Yuliana Tunru
nah lho.ketahuan ..pecat z niar jd gembrl dan jgn.lupa biarkan ilhan jaga ank x tpbttp diawasi jgn ssmpe dona yg aniaya ank2 tiri x
Yuliana Tunru
pasti ilham cuekin ank x tp niar laj ahar ank2 tau klo ayah membuang ank x demi selingkuhan yg jalang
Yuliana Tunru
kyk x ank2 aqila tak tau sikap dan kelakuan ayah x jd msh cari2 ..
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!