NovelToon NovelToon
I Choose To Love You

I Choose To Love You

Status: tamat
Genre:Romantis / Tamat
Popularitas:3.1M
Nilai: 5
Nama Author: Cut Ria

Katanya jodoh itu adalah cerminan diri.
Tapi ... mengapa pria ini begitu egois dan ketus?

Dinda Gandis (25) desainer baju pengantin, mendapat kesempatan kedua setelah menerima donor jantung milik seorang wanita muda yang kini mengubah hidupnya.

Satu pertemuan tak terduga mengubah takdir keduanya dengan tak terduga.

Johan B. Bastian (33), pengacara sukses yang penuh misterius, terus terusik dengan sifat Dinda yang membawanya pada sosok wanita yang ia cintai dulu.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Cut Ria, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

16

Sore itu, Dinda menjemput Johan dikantornya. Ia bahkan bingung mengapa pria ini selalu dikantor??. Bahkan dihari libur sekali pun.

Dan terlihat sosok pria yang tengah serius menatap handphonenya, berdiri dengan elegannya.

" Benar-benar orang ini, penampilan tidak sesuai dengan prilakunya" gumamnya sendiri. Dan tak berselang lama Johan menaiki mobil sedan itu.

Dinda melihat setiap gerak gerik Johan dan tak pernah habis pikir bagaimana pria ini bisa hidup dengan tempramental seperti rollcouster. Mobil sedan mewah pun bergerak keluar dari kantor Johan dan melaju santai menyusuri jalan ibu kota yang telihat agak padat.

Dan suasana hening terasa selama mobil itu melaju. Hingga tiba ditempat acara, setelah menurunkan Johan tepat digerbang utama gedung. Dinda kembali melajukan mobil sedan itu untuk mencari parkiran. Terlihat mobil-mobil mewah para pengacara kondang tengah mencari parkirannya masing-masing.

Dinda yang memarkirkan mobil agak kepojok dan terlihat sudah mulai padat. Ia turun dan berjalan meninggalkan parkiran untuk masuk kedalam gedung hotel termewah di jakarta yang menjadi tempat acara pesohor kaya.

Dinda menemukan mini bar hotel tersebut yang terlihat ramai, suasana kelas atas kental terlihat disana. Dinda jadi sedikit minder dengan penampilannya yang benar-benar biasa-biasa saja. Ia pun memilih mundur untuk tak masuk lebih dalam pada mini bar itu.

Hingga akhirnya ia berada pada luar gedung hotel itu yang sudah berganti malam. Dan melihat nanar pada jalan raya yang padat oleh kendaraan.

" Memang tempat yang nyaman adalah cafe sederhana, tapi dimana??" ujarnya lesu. Lalu ia memutuskan untuk kembali keparkiran mobil. Dinda masuk kedalam mobil seraya mengambil tab milik Johan. Ia berusaha untuk bisa menelfon Johan namun tak ada jawaban dari panggilannya itu. Hampir 8 kali ia mencoba tetap tidak ada jawaban dari Johan.

" Ini orang! bener-bener deh!!," rutunya geram lalu meletakkan tab Johan begitu saja.

Pada akhirnya ia menyerah. Dinda memilih untuk berada di mobil Johan seraya bermain game dari handphonenya dan membaca beberapa artikel fashion yang tengah tren sepanjang tahun ini.

Tanpa Dinda sadari waktu bergulir begitu saja hingga tepat pukul setengah 11 malam. Tiba-tiba tab Johan berbunyi mengelegar dalam mobil sedan mewah itu yang mengagetkan Dinda yang tengah fokus membaca noveltoon dari handphonenya.

Dinda meraih dengan cepar tab tersebut.

" Aku sudah berada di lobby hotel," ujarnya dingin dan seketika komunikasi itu terputus tanpa menunggu jawaban dari Dinda.

Dinda mengeram mendengar nada bicara Johan yang ngebossi. Namun pada akhrinya ia melajukan mobil sedan mewah itu mengarah keluar parkiran menuju depan hotel tersebut yang terlihat padat dengan mobil-mobil mewah yang berbaris rapi menjemput pemiliknya.

Hingga tiba saat mobil sedan mewah terhenti tepat di depan hotel, dan tak berselang lama pintu mobil terbuka dan sosok Johan masuk dengan santainya seraya melonggarkan dasinya.

Dinda melihat dengan samar digelapnya malam. Dan pelan mobil itu bergerak keluar melaju dijalan raya yang terlihat lenggang dimalam hari.

" Apa kita akan langsung pulang???"

" Ya, " sahut Johan.

Dinda pun mengertukan dahinya "iyya kemana?? iya kekantor?? atau kerumah?? buat ngomong aja pelit" gerutunya dalam hati.

Dan tak berselang lama..

Krukk..krukk.. suara perut Dinda terdengar yang sontak membuat Dinda terkaget sendiri. Johan pun jadi ikut menoleh pada dirinya yang tengah panik menyembunyikan suara perutnua yang meronta.

" Nagaimana bisa suara perutmu sebesar itu??" ejeknya yang melihat Dinda yang tengah kepalang malu.

" Hah??"

Dinda meradang.

" Saya kelaparan gara-gara siapa coba?? ini karena anda tidak mengangkat telfon dari saya, padahal saya tuh mau minta izin untuk mengisi perut tapi apa?? anda malah tak menjawab telfon saya sampai 8 kali!!"

" Jadi kau ingin protes??"

" Jelas!! mengisi perut itu hak semua manusia, bahkan penjahat yang divonis mati sekali pun akan ditanya makanan kesukaan untuk terakhir kali" tukasnya kesal.

Johan mendengus dengan sedikit jengkel mendengar ocehan Dinda.

"Jadi kau mau bilang bahwa aku yang salah sehingga membuatmu lapar!!"

"Ya!!" jawabnya cepat.

Dan lagi perut Dinda bersuara kelaparan.

Krrukk..kruukkkk..

Dan reflek tangan Dinda menutup perutnya yang berbunyi lagi.

" Baiklah, cepat cari warung tempat makan, aku terlalu tidak nyaman dengan bunyi perutmu itu!!"

Dinda seolah mendapat lampu hijau, ia pun menekan gas mobil agar lajunya lebih cepat dan ia pun menuju daerah kawanan toko butiknya yang setiap malam menjadi pasar malam dadakan dan selalu banyak penjual pinggir jalan yang menjajalkan makanan malam.

Tepat berselang beberapa toko dari miliknya mobil Johan terparkir. Dinda meraih tasnya untuk mengambil dompet dan ia pun membuka savetybelt. Ketika ia akan turun dari mobil, tiba-tiba ia menoleh pada kursi belakang tempat Johan yang terlihat telah membuka jasnya dan tengah memandang handphonenya dengan serius.

" Hhhmm, apa anda tidak turun??"

" Tidak" ujarnya datar

Dinda paham, mungkin ini bukan tempat yang biasa Johan lihat dan yang pasti ini bukan level tempatnya.

" Kalo begitu saya makan sebentar, dan akan segera kembali!!" janjinya.

" Hhhmm"

Dinda pun turun cepat dan berlari kecil menuju gerobak nasi soto makassar langganannya yang terlihat masih sibuk melayani beberapa pelanggan yang masih terjaga di jam malam.

Setelah memesan 1 mangkuk soto makassar, Dinda duduk menunggu disebuah bangku yang berada tepat dipintu besi milik toko orang lain. Sesaat ia menghela nafas panjang, seraya merenggankan otot-otot jarinya yang seolah pegal.

Dan tak berselang lama, satu mangkuk soto makassar pun sampai dihadapan Dinda yang menanti dengan mata berbinar. Dinda meraih mangkuk itu dengan antusias, lalu ia melahapnya dengan segera, terlihat rambutnya yang masih tergerai jatuh seriring wajahnya yang turun untuk membuka mulut menyuapin sendok kemulut.

Namun hal yang tak disangka-sangka oleh Dinda, tangan seseorang menyangah rambutnya dari sisi samping ketika ia akan menyuapi sendok soto itu kedua kalinya kedalam mulut.

Dan berlahan Dinda menoleh pada sosok yang menyanggah rambutnya. Wajah Dinda terkejut dan matanya melebar melihat ternyata tangan Johanlah yang menyanggah rambutnya.

" Kau benar-benar perempuan terjorok yang pernah aku jumpai!!" ujarnya dengan tatapan mengejek pada Dinda.

Dinda pun reflek mengeluarkan kembali nasi soto yang telah masuk kedalam mulut, karena terlalu kaget dengan kemunculan Johan.

Dan sontak wajah Johan berubah jijik melihat Dinda.

" Anda???"

" Makan yang cepat, aku benar-benar mengantuk!!" perintahnya dengan masih memegang sisi rambut Dinda.

Dan Dinda pun dengan tidak sungkan kembali memakan soto makassar miliknya yang tertunda beberapa detik.

Johan duduk terdiam, dan ia seolah menikamati suasana disana. Tanpa sengaja Dinda melihat wajah hangat Johan yang seperti menyukai suasana itu.

" Bagaimana bisa ia punya topeng wajah seperti itu, dan apa ini?? wajahnya terlalu cute!!" gumamnya dalam hati yang tak percaya melihat ekspresi wajah Johan yang berbeda.

Setelah puas menghabiskan satu mangkuk soto makassar, lalu terdengar suara sendawa Dinda seketika setelah ia menyerut air teh dingin sampai habis.

" Eeepp!!!"sendawa Dinda

Yang sontak membuat Johan terkaget mendengar suara sendawa Dinda.

" Oooppsss,, sorry!!" ujarnya yang malu-malu.

" Ckckck,!!" decak Johan heran.

Dinda tak mengrubris, ia bangun untuk membayar pada Kang soto. Lalu ia berlari kecil mengarah pada Johan yang menunggunya diluar mobil.

Lalu ia naik bersamaan dengan Dinda yang terlihat jauh lebih semangat karena sudah kenyang.

" Langsung ke apartemen Luxury!!"

Dinda terkaget.

" Ya, " sahut Dinda seraya mengingat lokasi apartemen Luxury itu berada, dan ia merasa sering meliewatinya. Dan ketika hendak berjalan ia mencoba melihat pada map google. Lalu ia mengikuti petunjuk arah map tersebut yang menuntutnya menuju apartemen Johan.

🍃🍃🍃🍃

Mobil sedan itu pun kini berada tepat di depan pintu gedung utama apartemen Johan. Dinda berhenti dengan tidak percaya. Ternyata apartemen Luxury itu berada disebrag jalan kantor Johan.

" Pantes kayak sering ngelewatin ternyata cuma bersebrang jalan doang!!" gumamnya sendiri.

" Kau bilang apa??" ujarnya ketika akan turun.

" Ah, tidak-tidak, selamat malam, selamat beristirahat" ucapnya segera.

Johan tak menjawab, pria itu turun begitu saja dengan menenteng jas ditangan kanannya. Dan berlalu masuk kedalam gedung yang terlihat mewah itu.

" Orang kaya,!!" gumannya sendiri. Lalu ia pun kembali fokus untuk melanjutkan jalan untuk kembali pulang, dan ia sedikit terkaget ketika melihat jam digital mobil menunjukkan jam 2 dini hari.

" Luar biasa kamu Dinda, bisa-bisanya kamu yang nganter cowok sampai rumahnya jam 1 dini hari lagi!!" ujarnya pada dirinya sendiri.

Mobil sedan mewah itu pun melaju dengan cepat menyusuri jalan kota yang telah sepi hanya tersisa satu dua mobil yang melintas.

1
inchieungill
perlahan bukan berlahan.
inchieungill
hati tenang
ione
Luar biasa
Putri Purwanti
Biasa
Dara
Wah....Author ngendorse juga rupanya ya👍😂😂😂😂
arfan
up
𝓡⃟⎼ᴠɪᴘ¢ᖱ'D⃤ ̐NuR❗☕𝐙⃝🦜
Karya yang sangat luar biasa keren,cerita yang sangat bagus dan selalu terkenang......
Lis Ha
suka banget sama ceritanya,,, semangat terus thor
Rini Haryati
,bagus
sukses
semangat
mksh
Febrysofia Dejesus
aku udah bca kelnjutanya...pengacara topan...bagus banget ceritanya
Mariana Frutty
Mariana Frutty
🥺
Mariana Frutty
✖️
Susanti Deliana
happy ending ya thor
Ris Andika Pujiono
ini mah de best di NT
Ris Andika Pujiono
aku terharu. Kakak author pintar
Halimah Tusahdiah
baik
Ris Andika Pujiono
keren nih keknya ceritanya 🥰🥰🥰🥰
Daudia Ramadani
👍👍👍
dream
Ter Love....
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!