Kehidupan Andromeda yang semula datar dan biasanya saja berubah dalam sekejap setelah menyelamatkan seorang gadis remaja bernama Titania yang hendak bunuh diri. Kesalahpahaman akan nasib Titania dan bosan dengan ucapan sang ayah membuat Andromeda menikahinya.
Karena ingin keluar dari kehidupan nya yang menyedihkan membuat Titania menyetujui begitu saja menikah dengan Andra tanpa mengetahui bagaimana sifat, karakter dan kehidupan Andra.
Titania sama sekali tidak mengetahui jika kehidupan Andra penuh bahaya.
seorang gadis remaja berusia 18 tahun menikah dengan seorang pria dewasa berusia 29 tahun. Sanggukah Titania bertahan disisi Andra yang penuh bahaya?? Bisakah Andra menumbuhkan rasa cinta dalam pernikahan nya yang tidak dia sangka???
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Miss_Dew, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Jangan panggil aku kakak ipar Paman!
Aiiihhh ....serba salah menjadi Tania saat ini. Mengapa semua pihak seakan menekan dirinya untuk saat ini. Tidak tau kah mereka jika Tania membutuhkan sebuah perhatian kecil, bukan sebuah pembicaraan yang mengarahkan ke sebuah interogasi terselubung.
Galaksi menangkap sorot mata Tania yang menyimpan sebuah kesedihan. Gadis kecil itu tampak tak nyaman dengan perkataan sang bunda yang terus mendesaknya. Meski Galaksi tahu maksud dari bundanya, tapi Tania hanya seorang gadis kecil yang terpaksa dewasa sebelum waktunya.
Tak tahan dengan situasi yang ada, Galaksi memilih keluar dan mencari keberadaannya Andromeda. Tepat saat Andromeda tengah menuangkan bubur buatannya ke dalam mangkuk, Galaksi melintasi.
"Kak," sapanya
Andromeda melirik sekilas kemudian menyiapkan susu untuk Tania minum.
"Tania ga mau makan ya??"
Andra terdiam sesaat, entah apa yang akan dia jawab.
Galaksi tahu, kakaknya sedang mencari kenyamanan sendiri. Dia paham kakanya masih kaku untuk berinteraksi dengan Tania. Apalagi Andromeda bukan seseorang yang penyabar, pekerjaannya yang selama inilah dia pegang membuat nya harus bertindak cepat tanpa banyak basa basi
"Kak, Tania itu sama seperti Aurora pasti akan manja ketika sakit. Akan mencari-cari alasan untuk sekedar meminta sedikit perhatian. Perlakukan wanita dengan lembut. Dia bukan lawan yang harus di berikan ketahanan. Semakin wanita di tegasin semakin di memberontak."
....
"Aku bukan bermaksud menggurui kakak akan sebuah hubungan. Tapi setidaknya aku punya berinteraksi dengan seorang yang bernama wanita meskipun hanya sebatas pertemanan. Tetapi dari situ aku belajar memahami bagaimana karakter seorang wanita. Karena cepat atau lambat aku akan memiliki seorang wanita sebagai pendamping hidup," ujar Galaksi.
Andromeda menghela nafasnya yang terasa sangat berat. Andromeda juga sama-sama merasa tertekan, perannya sebagai suami dadakan tanpa persiapan yang matang membuatnya kebingungan langkah apa yang sebaiknya dia ambil.
"Itu bubur buat Tania kak. Bolehkah aku saja yang menyuapinya. Aku merasa kakak belum bisa membujuk nya buat makan ya?"pinta Galaksi.
Andra menganggukkan kepalanya dengan pelan.
"Pastikan dia makan dengan baik dan menghabiskan susu ini. Sejak semalam dia sudah sekali di bujuk untuk makan. Dia maunya di suapi oleh si Ferdi. Sedangkan Ferdi sedang misi di luar pulau," ungkap Andra.
"Ppppfffffff, baiklah. Aku akan membuat Tania menghabiskan semua ini. Sebaiknya kakak liat bagaimana cara aku membujuk kakak ipar. Perhatikan baik-baik, jangan sampai ada yang terlewat atau terlupakan. Pantas saja Aurora selalu menggerutu jika kak Andra seperti kerupuk mlempem," ucap Galaksi sambil menahan tawa.
Baik Andromeda maupun Galaksi sama-sama minin soal percintaan dengan wanita di usianya yang hampir tiga puluh tahun. Mereka menyandang status jomblo akut sejak lahir dan menolak ratusan wanita yang sengaja mendekatkan diri ini menjadi pacar atau pendamping. Tetapi Galaksi selangkah lebih maju perihal pemahamannya soal wanita, Galaksi masih membuka jalur pertemanan dengan wanita manapun. Sedangkan Andromeda paling anti berdekatan dengan wanita jika bukan berhubungan dengan pekerjaan. Satu-satu Nya wanita yang sering berinteraksi dengan Andromeda hanya Sagita. Itupun Andromeda masih bersikap dingin dan cuek saat berinteraksi dengan Sagita
Andromeda tak banyak cakap, hanya mengekor di belakang Galaksi. Tepat di ambang pintu kamarnya Andromeda berhenti tak berani masuk, takut membuat Tania kesal dan menolak untuk makan.
Galaksi mengambil posisi bundanya yang berada di samping Tania, kini posisi nya sudah duduk karena tubuhnya berasa lebih baik setelah mendapatkan infus.
"Hai kakak ipar, ayo sarapan dulu. Hari ini spesial loh Gala ambil cuti sengaja mau nyuapin kakak ipar aku yang lagi sakit. Soalnya ada yang ngeluh katanya kakak ipar ku yang satu ini mogok makan. Jadi aku meluangkan waktu ku yang berharga ini untuk merawat kakak iparku yang sedang sakit. Nah sekarang kita sarapan dulu okey," ucap Galaksi dengan ramah, berusaha mengambil hati Tania
Tania mengangkat sebelah alisnya, cukup risih dengan sebutan kakak ipar. Meskipun itu adalah kenyataan tapi Tania tidak suka dipanggil kakak ipar.
"Jangan panggil aku kakak ipar Paman!!!" Ketus Tania, Galaksi tersenyum lebar.
"Hahahaha.... salah dong harusnya jangan panggil aku anak kecil Paman. Kakak ipar, kamu lucu sekali sih. " seru Galaksi sambil mengacak-acak rambut Tania.
Tania mulai terpengaruh, senyuman Galaksi berhasil membuat nya merasa nyaman. Apalagi sentuhannya di kepalanya sangat Tania sukai.
"Kakak.." cicit Tania tanpa sadar.
"Ahhh... kakak, ya sebaiknya kamu panggil aku kak Gala. Wajahku ini masih terlihat muda kan, seusia dua puluh lima tahun. Ga kayak suami mu kakak ipar, dia jarang tersenyum. Makanya wajahnya kayak om-om lima puluh tahun," ledek Galaksi.
Jangan lupa dia berbicara hal itu sambil berbisik -bisik. Bisa terjadi perang saudara jika Andromeda sampai mendengar ejekan Galaksi.
"Ppppfffffff, " Tania menahan tawanya. Tidak buruk juga ternyata berinteraksi dengan adik iparnya
"Kak Gala, kenapa wajah kalian berbeda padahal kalian kembar," tanya Tania. Sudah lama Tania ingin menanyakan pertanyaan itu, tapi tak pernah ada kesempatan.
" Karena waktu pembagian wajah di langit, aku sama kak Andra memilik cetakan muka yang berbeda. Jadi begitu lahir wajahnya ga sama. Lagipula saat di kandungan bunda kita berdua sepakat memilih hal yang anti-mainstream berbeda dengan kembar lainnya," papar Galaksi mengarang bebas, sengaja meskipun dia tau alasannya secara medis.
"Idiiihh ngarang banget sih kak Gala. Mana ada alasan kayak gitu," ucap Tania sambil mengerucutkan bibirnya
"Kakak ipar bawel banget sih, sekarang pokoknya habisin dulu bubur ini supaya cepat sembuh. Kalo kakak ipar udah sembuh nanti aku ajak ke kantor. Gimana??" Bujuk Galaksi
Andromeda memperhatikan bagaimana cara Galaksi membujuk Tania. Meskipun hatinya sedikit memanas karena begitu mudahnya Tania akrab dengan adik kembarnya sedangkan jika di dekatnya tatapan mata Tania seolah mengatakan jika dia membencinya.
Galaksi berhasil membuat Tania menghabisi semangkuk bubur dan segelas susu. Tinggal menunggu jeda waktu satu jam untuk kemudian meminum obatnya.
Maulindya dapat melihat Andromeda tengah kecewa dengan dirinya sendiri. Harus ada langkah cepat agar Andromeda bisa secepatnya beradaptasi dengan statusnya yang baru.
"An, ayo kita bicara. Kali ini bunda ingin tau apa yang sedang kamu takutkan saat ini"
sedih banget pasti Tania., /Frown/
tp kayaknya sih babang Andra bakalan datang...
dia kann pahlawan 🤗
siap meluncur Thor... 😁😁😁
sekarang aku mode pengangguran karena edi /Curse//Curse//Curse/