JANGAN MEMPLAGIAT/MENGCOPY NOVEL NO!
seseorang gadis yang gak bisa berbicara/ngomong dia bisa melihat sebuah cermin nya untuk melihat dirinya dia tidak buta hanya gak bisa berbicara dan dia hanya menulis saja saat diajak bicara.
di sekolah dia hebat prestasi lomba gambar di sekolahnya lalu ada seseorang yang gak suka sama dia karena dia hebat tetapi dia dibully di kelas.
dia bertemu dengan seseorang tampan di sekolah cowok itu tersebut adalah pembalap motor.
bagiamana kisah kehidupan seseorang gadis itu
MASIH HIATUS!
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Lingmlbb, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
bab 016
✍️happy reading✍️
Kini Dylan dan Tari masih menunggu Naura yang sedang menunggu ojek udah sangat 2menti.
Dan tak lama kemudian ojek itu udah datang dan berhenti di depan gerbang sekolah lalu Naura memanggil ojek dengan menulis dan ojek yang berada di gerbang sekolah.
"Iya, mau kemana?" ucap seseorang ojek itu.
Naura mengasih kertas ke ojek itu.
Tapi seseorang ojek pun gak tau kenapa siswi ini ke jalan itu.
"baiklah ayo saya akan kunjung disitu!" ucap ojek itu menyalakan motornya.
Naura pun menaiki motor ojek dan Naura pergi. Sementara Dylan dan Tari segera bergegas mengikuti Naura itu.
kemudian Tari kasih alamat ke Fira.
"aduh dia kenapa? Kenapa dia percaya?" ucap Tari bertanya diri sendiri.
"tenanglah kita udah mengikuti dia sampai kemana pun dia berada!" ucap Dylan sambil menyetir mobilnya dan melaju.
🌊🌊🌊
Fira pun membuka hpnya dan melihat isi pesan Chat dari Tari.
"oh alamatnya, pak jalan ke 20." ucap Fira memanggil sopir taksi untuk kunjung jln.
"ok siap melayani jalan." ucap seseorang supir taksi.
Detik demi detik perjalanan pun tiba telah di kunjung kan dan masih mengikuti Naura.
Kini Naura dan tukang ojek pun berhenti di situ dan membayar ongkos ojek dan ngasih kertas.
Kemudian tukang ojek pun menerima uang dan kertas lalu dibaca.
****terima kasih udah kunjung ke sini dan ini bayaran, kalo gitu aku pergi dulu****.
Isi tulisan itu dibaca oleh tukang ojek dan ojek kembali pergi dan mencari numpang.
"di sini kan tempatnya?" ucap Fira yang baru aja datang dan bertanya kepada mereka.
"iya Fira dan Naura baru aja memasuki ke ruang itu." ucap Tari menjawab dari pertanyaan Fira.
sial kok aku pernah ke sini ya apakah ini tempat untuk mabuk? Tapi aku pernah lewat sini terus ada apa ya di ruang ini!
Dalam hati Dylan yang pernah merasa dia di tempat sini
"ayo buruan masuk bentar Naura hilang!" ucap Dylan lalu berlari mengikuti Naura.
"Tunggu Dylan jangan ditinggali dong." ucap Tari lalu juga berlari.
Dylan, Tari, dan Fira pun memasuki ke ruangan itu dan terus mengikuti Naura.
Setelah memasuki ke ruangan Dylan yang mencari Naura tapi dia mencari gak temu.
"Di mana Naura itu? Lama sekali gak kelihatan." ucap Dylan lalu melihat sekitar untuk mencari Naura.
"itu dia!" ucap Fira yang melihat Naura.
"tapi Sama siapa dia?" ucap Fira berkata lagi.
"ayo kita duduk di situ dan mendengar perkataan dia!" ucap Tari menyuruh mereka duduk dan Tari pun juga duduk dan mendengarkan perkataan seseorang.
Dia Siapa? Berani beraninya dia chat Naura untuk mendatangi tempat ini! Sial Kalo ketemu pasti aku akan memberi tahu dia!
Dalam hati Dylan yang sangat marah saat Naura bersama cowok itu dan untuk di tempat ini.
"eh ayo kita dengarin perkataan seorang pria!" ucap Tari.
"sttt jangan kuat kuat ngomong nanti kedengaran." ucap Fira.
"ini gak bisa dibiarkan kalo begini terus!"ucap Dylan yang gak bisa dibiarkan sama seseorang itu.
"sabarlah Dylan Kita lihat dulu si Naura aman gak?" ucap Tari.
Seseorang itu duduk dan mengajak bicara.
"hallo, nama kamu Naura ya?" ucap seseorang laki itu lalu duduk di dekat Naura.
Naura pun udah persiapkan sebuah kertas banyak yang untuk dibaca oleh seseorang laki itu.
****iya nama ku Naura, salam kenal kalau nama kamu siapa****?.
Bergitu isi tulisan yang ditulis Naura dan seseorang laki pun baca.
"oh Naura, kalo nama aku. Omar Misha Salam kenal." ucap seseorang laki yang bernama Omar.
Sementara Naura menulis untuk menjawab dari pertanyaan Omar itu.
****Oh Omar, namanya****?.
Lalu dibaca oleh seseorang laki itu bernama Omar.
"ya, kamu kenapa menulis di kertas? Apakah kamu gak bisa berbicara?" tanya Omar itu.
****Iya karena aku gak bisa berbicara dari lahir aku begini, tapi aku bisa mendengar suara orang yang sedang berbicara atau mengajak ku untuk berbicara aku pun langsung menulis di kertas itu****.
Naura pun udah ngasih kertas ke ****Omar**** itu lalu Omar membaca sampai akhir.
Nyata dia gak bisa berbicara dari lahir, kasihan kalo aku mengajak dia menghibur gimana ya?
Dalam hati seseorang laki itu bernama Omar, dia pun mau mengajak Naura menghibur tapi dia berpikir.
"oh, Kamu sabar ya Naura." ucap Omar itu.
"kalo gitu aku ajak kamu jalan ya? Apakah kamu mau?" ucap Omar itu mengajak Naura untuk pergi jalan.
Naura mengasih kertas dan Omar menerima dan membacanya.
****Tapi aku gak boleh sampai malam hanya sore aja****.
Bergitu pun dibaca oleh Omar, Omar pun langsung pikir.
Bersambung...
Maaf cerita gak nyaman buat dibaca sekali lagi kalo ada typo maaf ya sekian terima kasih 🚶♂️