NovelToon NovelToon
SECOND CHANCE

SECOND CHANCE

Status: tamat
Genre:Identitas Tersembunyi / Diam-Diam Cinta / Romansa / Cinta Murni / Tamat
Popularitas:51k
Nilai: 5
Nama Author: Sopaatta

Mereka dijodohkan oleh sang Kakek sejak kecil dan direstui oleh kedua orang tua. Setelah dewasa, mereka tidak setuju dijodohkan dan melarikan diri sebelum pertunangan dilangsungkan, karena sudah punya kekasih.

Hanya berbekal sisa tabungan semasa kuliah dan sedikit keberanian, mereka lari dari rumah, meninggalkan proses pertunangan demi sang kekasih. Namun sangat menyakitkan, saat tahu kekasih mereka telah berpaling..

》Mungkinkah mereka terus berlari atau kembali pada keputusan orang tua?
》Mungkinkah ada kesempatan kedua untuk melanjutkan proses perjodohan sang kakek?

Ikuti kisahnya di Novel "SECOND CHANCE"

Selamat membaca.
❤️🙏🏻💚

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sopaatta, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

16. Ke Pabrik 4.

...~•Happy Reading•~...

Beberapa pegawai mendekati Lely. "Sepertinya, pegawai baru itu mengerti tentang keuangan. Karena tadinya dia tidak mau kerjakan yang diminta Kabag, tapi saat melihat sepintas laporan di bundelan itu, dia langsung mau kerjakan di rumah dan merebutnya dari Kabag.

"Jangan, jangan, dia seorang auditor yang ditempatkan di sini, karena pemilik pabrik mencurigai sesuatu?" Tanya seorang pegawai wanita yang sudah mendekati meja Lely dan mendengar percakapan Lely dengan pegawai pria tersebut.

Dia mulai curiga, mengingat pegawai baru tiba-tiba masuk ke bagian keuangan dan ditambahkan tempat duduknya secara mendadak. Semuanya diletakan saat mereka masuk kerja, jadi mereka masuk kerja sudah ada meja kerja baru.

Mendengar ucapan temannya, Lely terkejut dan berpikir serius. 'Mungkinkah benar yang dikatakannya? Papa Maya menempatkan Maya dibagian keuangan, karena mencurigai sesuatu sedang terjadi dengan keuangan pabrik?' Lely bertanya dalam hati, lalu meminta teman-temannya kembali ke meja kerja masing-masing, agar tidak terlihat oleh Kabag dari balik kaca ruanganya.

Tidak lama kemudian, Maya kembali masuk ke ruang kerja tanpa ada tanda-tanda marah atau emosi. Dengan tenang dia berjalan ke meja kerjanya dan kembali membuka laptopnya untuk bekerja. Dia teringat dengan flashdisknya di Lely, lalu melihat ke arah Lely untuk menanyakan flashdisknya.

Setelah Lely memberikan flashdisknya, Maya melihat keempat pegawai lain dalam ruangan itu satu persatu untuk coba mengamati mereka dengan rasa tertarik dan peduli lebih dari sebelumnya.

"Maaf, kalau aku belum kenal dan hapal nama-nama Mas dan Mbak." Ucap Maya, karena dia menafsirkan usia mereka lebih tua darinya, terutama yang wanita, mungkin sudah berkeluarga.

"Tidak mengapa, pelan-pelan saja. Namanya juga baru bertemu." Ucap salah seorang pria yang lebih tua, yang tadi bertanya kepada Lely dan sudah berkeluarga.

"Terima kasih. Nanti istirahat siang, kita makan siang di luar, ya. Sekalian kita bisa saling kenalan. Aku berharap bisa kerja bersama-sama dengan baik." Maya berkata dengan tenang sambil melihat kelima pegawai tersebut.

"Boleh, tapi ngga usah pergi makan di luar. Kita makan di kantin pabrik saja, supaya bisa hemat waktu." Respon Lely, mengingat apa yang sedang terjadi dan di antara mereka hanya membawa motor.

Mendengar usul Lely, Maya melihatnya dengan serius. 'Sekarang sudah ada kantin di pabrik?' Maya bertanya dalam hati, heran.

"Iya, kita makan di kantin saja. Di sana juga ada banyak makanan enak yang bisa jadi pilihan. Aku akan ikut, walau ada bawa makan siang dari rumah." Jawab pegawai wanita tadi dengan riang, karena akan ditraktir makan siang oleh Maya.

Keempat pegawai lainnya ikut menyetujui usulan untuk makan di kantin. Maya mengangkat jempol sebagai isyarat menyetujui usul Lely untuk makan di kantin. Dia jadi penasaran dan ingin tahu kantin pabrik yang dikatakan Lely.

Kabag yang sedang gelisah di ruangannya, tiba-tiba  keluar dari ruang kerjanya dan langsung keluar dari ruang keuangan. Maya hanya bisa berdoa dan berharap, semoga Kabag tidak pergi ke HRD untuk mencari informasi tentangnya.

Menjelang waktu makan siang, Kabag belum kembali ke ruang keuangan. Walaupun itu jadi pertanyaan bagi Maya, dia tidak mau memikirkan tentang keberadaannya lagi. Bagi Maya, dia ingin segera pulang untuk memeriksa bundelan yang diberikan Kabag padanya.

Mengingat itu, Maya keluar ruangan lalu menghubungi Riska untuk membicarakan apa yang akan dikerjakan mereka berdua. Oleh sebab itu, dia minta Riska untuk datang ke rumahnya di Asiri. Sekarang dia tidak perlu lagi menyembunyikan tempat tinggalnya dari Riska.

Selesai berbicara dengan Riska, Maya kembali masuk ke ruang kerja dan menutup laptopnya lalu memasukan ke dalam tas. "Ini sudah jam istirahat, kan? Mari kita pergi makan." Ajak Maya sambil mengambil tasnya.

Dia tidak mau meninggalkan tasnya di ruangan, karena khawatir ada yang iseng dan mau memeriksa identitasnya saat mereka keluar makan.

"Iya, sih. Cuma boss belum balik. Ngga papa kalau kita pergi tanpa menunggunya?" Tanya salah seorang pria yang melihat Kabag belum balik.

"Ooh, biasanya pergi makan bersamanya juga?" Maya terkejut mendengar pertanyaan pria tersebut.

"Ngga, sih. Cuma ngga enak saja, pergi tanpa sepengatahuannya." Jawab pria itu lagi, ragu-ragu.

"Ooh, mengapa ngga enak? Ini jam istirahat dan kita harus makan. Menunggunya balik tanpa tahu waktu baliknya, jangan-jangan kita semua sudah pingsan saat beliau balik." Maya berkata serius, lalu berdiri sebagai isyarat, dia tidak mau menunggu.

"Lagian kita kan tidak mau sekalian bolos. Hanya isi tengki sebelum lakukan perjalanan berikutnya di depan komputer. Yuuuukkk..." Maya mengajak mereka semua untuk pergi makan.

Maya, Lely dan keempat pegawai keuangan berjalan menuju kantin. Ketika melihat Papanya baru keluar dari ruang meeting bersama para Kabag, Maya berlaku seolah tidak melihat Papanya. Tapi Lely yang di sampingnya tidak bisa tahan untuk menyenggolnya, namun Maya tidak menanggapinya.

Kabag Keuangan berjalan cepat balik ke ruangannya, seakan tidak melihat mereka. "Beliau marah lihat kita sudah keluar ruangan, ya." Tanya pria itu lagi yang merasa tidak enak.

"Bukan marah, tapi mungkin kebelet, jadi kita ngga keliatan" Ucap Maya sambil tersenyum, membuat yang lain ikut tersenyum.

Maya jadi menyadari, Papanya sedang mengadakan pertemuan dengan para Kabag. Oleh karena itu, Kabag keuangan lama tidak kembali ke ruang kerjanya.

Maya terkejut ketika melihat kantin yang akan menjadi tempat makan siang mereka. Sebuah kantin moderen dan bersih seperti tempat makan di rest area. Terdapat banyak kedai/depot makanan dengan berbagai menu, membuat Maya makin ingin tahu. Dia memperhatikan semua menu yang tersedia di kantin dengan rasa tertarik berbeda dari teman-temannya.

"Benar, ya. Ada banyak jenis menu yang bisa jadi pilihan untuk makanan kita. Semoga rasanya enak, agar bisa berbeda menu makan siang setiap hari di sini." Ucap Maya setelah memperhatikan dan membaca menu yang disediakan setiap kedai/depot.

Maya juga lebih bersemangat untuk menyelidiki setiap sudut pabrik milik keluarganya. Dia melihat seputar kantin, bahkan di luar kantin. Karena kantin terbuka, jadi bisa lihat ke luar.

"Apa kita bisa lihat-lihat gedung pabrik di belakang setelah makan?" Tanya Maya kepada Lely dan teman lainnya, sambil menunggu menu pesanan makan siang mereka datang.

"Bisa.Tapi hanya bisa dari luar gedung pabrik, karena di dalam harus steril." Jawab salah seorang pria dari kelima temannya.

"Iya, ngga papa. Hanya mau lihat sekitarnya." Jawab Maya cepat.

Mendengar permintaan Maya, Lely melihatnya dengan banyak pertanyaan di kepala. 'Mungkinkah Maya tidak tahu banyak tentang pabrik orang tuanya?' Tanya Lely dalam hati.

"Ooh iya, Maya. Kami panggil nama saja, ya. Kau lebih muda dari aku." Ucap salah seorang pria yang lebih tua dari semua.

"Iya, Mas. Silahkan." Ucap Maya yang sudah berhenti memperhatikan isi gedung kantin pabrik.

"Ok, Maya. Ini hanya saran saja, tapi tidak usah dipikirkan. Hati-hati berurusan dengan Kabag. Dengar-dengarnya dia dekat dengan pemilik pabrik dan juga masih keluarga walikota Asiri." Ucap pria itu lagi, mengingatkan Maya. Mendengar ucapan itu, Lely menepuk pelan paha Maya yang duduk di sampingnya.

...~•••~...

...~●○♡○●~...

1
❥␠⃝ ͭ🍁DH-🅨🅤🅛🅘🅐🅝🅣🅨👻ᴸᴷ
wah siapa itu, jangan jangan si lemon apa si anus😎
❥␠⃝ ͭ🍁DH-🅨🅤🅛🅘🅐🅝🅣🅨👻ᴸᴷ
Jaman siti Nurbaya masih jodoh jodohkan lah ini jaman sudah berubah pak.. ngga kenal juga main dilamar aja.. ngga adaptasi dulu apa😎
❥␠⃝ ͭ🍁DH-🅨🅤🅛🅘🅐🅝🅣🅨👻ᴸᴷ
ga salah ini namanya phir lemon tadi anus.. piye iki... 😎
❥␠⃝ ͭ🍁DH-🅨🅤🅛🅘🅐🅝🅣🅨👻ᴸᴷ
maya sam fanus jadi. kaya tim. jerry.. lagian fanus ngapain sih maksa banget.. kan Maya jadi takut boss😎
❥␠⃝ ͭ🍁DH-🅨🅤🅛🅘🅐🅝🅣🅨👻ᴸᴷ
waduh si anus ngapain sih ngintilin maya trus.. kan jadi ilfil deh dinikutin trus.. 😎
zc❖Erti
kasihannnn kurang gercep kau kamaya kan jadi gak bisa hub sama lemon

apa lemon nanti pria yang dijodohkan sama kamaya
Endang Sulistia
keren
Endang Sulistia
somplak banget si maya🤣🤣🤣
Endang Sulistia
ada aja komentarmaya yg asbun...pantesan si papa kawatir..
Endang Sulistia
si Maya Nyamber aja..🤣🤣
Endang Sulistia
keren si kaya..👍🤪🤪
Endang Sulistia
tadi anus..ini lemon..🤣🤣
Endang Sulistia
🤦🤣🤣🤣🤣
🇮🇩 F E E 🇵🇸
Ok, ini awal2 bahasanya udah asyik ya. Jgn dibikin kaku Lg WoKeeeeeeH... Akoh Padamuuuu... 😅
melting_harmony
Luar biasa
❥␠⃝ ͭ🍁KT-🅨🅤🅛🅘🅐🅝🅣🅨👻ᴸᴷ: Waaaah... Makasih 👍❤️
Makasih dukungannya K♡ ..🙏😍🤗
total 1 replies
✤͙❁͙⃟͙Z͙S͙༻Stargirl✨
Kalau orang lagi murung terus gak ngomong, yang berada dekat dengan dia bakal penuh tanda tanya pastinya
✤͙❁͙⃟͙Z͙S͙༻Stargirl✨
Siapa yang tak haru melihat pemadangan seperti itu, anak yang sudah besar dan mampu bekerja dengan baik
✤͙❁͙⃟͙Z͙S͙༻Stargirl✨
Maya sungguh sangat teliti ya, dia memang anak yang sangat bisa di andalkan jika seperti ini
✤͙❁͙⃟͙Z͙S͙༻Stargirl✨
Ya, lagian lebih baik tak terlalu menunjukkan kekurangan kalau masih mampu. Biar gak terlalu di anggab lain
✤͙❁͙⃟͙Z͙S͙༻Stargirl✨
Orang pada ricuh Maya sibuk dengan urusannya sendiri adem ayem, namanya juga masih baru hehe
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!