Pengkhianatan Suaminya disaat yang Laras hamil, merupakan langkah awal kehidupan bahagia Laras yang sesungguhnya karena setlah Suaminya menceraikan Laras, dia menikah dengan Pengusaha Sukses yang merupakan Boss dari mantan suaminya dikantor.
Kehancuran rumah tangga Laras berawal dari Kegatelan seorang wanita muda bernama Sandra yang sangat licik dan penggoda dari laki-laki yang ada di sekeliling keluarga Laras.
Setelah mereka bercerai, suami Laras, Bobby akhirnya menikah dengan sang pelakor, Sandra yang ternyata mencari keuntungan dari beberapa pria yang lain, termasuk dengan kakak ipar Boobby.
Bagaimana kisah mereka? Banyak yang terjadi diantara mereka bertiga, dan kisah Sandra yang membagi tubuhnya dengan laki-laki lain selain Bobby!
Ikuti Kisah "DUSTAMU...Berkah Bagiku!!
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon KARIANGAU, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
PAPARAZI
Bab 16.
"Masih belum adaapa-apa mbak. Pak Satria kan pengusaha muda dan terkenal. Masa mau sama saya, udah janda, hamil anak orang lagi!" Laras berusaha senormal mungkin.
"Ya namanya juga hati seseorang Ras, mana tau dia memang menaruh hati sama kamu. Kamu juga jangan menolaknya kalau hati kamu mau menerimanya. Dia memang orang terkenal, tapi dalam hubungan cinta tak ada masalah kalau dia menerima kamu apa adanya."
"Ya mbak, saya ini hanya mengikuti takdir saja. Aku masih mau melihat keseriusan dari bang Satria."
"Hah, bang? Nah yaaaaa....Ketauan nihhhhh....Cie ciee...Bang Satria...Hahahaha," Nurma tergelak karena Laras mau mulai berterus-terang.
"Ah mbak, kamu menjebakku, ya! Awas jangan dikasih tau sama mas Mahendra! Aku marah kalau mbak Nurma kasih tau ke mas Mahendra." Laras merajuk dan mencebikkan bibirnya.
"Iya tidak tidak, eh terus apa aja yang sudah kalian jalankan? Maksudnya sudah ngapain aja gitu??" Nurma menggoda dengan menaikkan alisnya.
"Ah malu aku mau ceritanya. Nanti saja kalau sudah dari mall ya mbak, mumpung masih pagi, langgananku masih sepi. Jadi bisa cepat ditangani HP nya." Laras berusaha mengelak dan kabur dari meja makan.
"Hahahahahahaha...." Nurma masih tertawa melihat tingkah Laras yang sedang kasmaran..
Setelah berganti pakaian, Laras langsung naik ojek online menuju mall. Dia turun dan masuk ke lorong toko-toko HP. Melenurma sebuah toko Baju, dia melihat sosok dua orang yang dia kenal sedang duduk disebelah etalase sebuah toko HP.
"Eh, itu kan Sandra dan Rinto. Mau apa mereka disini?" Laras bergumam.
Kemudian Laras berdiri agak menjauh dan mengeluarkan HP nya dari dalam tas nya. Laras memfoto mereka berdua dengan zoom.
"Hm, kayaknya mereka berdua ada hubungan spesial. Aku harus mengikuti mereka dulu. Kalau ada bukti perselingkuhan mereka berdua pastinya seru. Tapi kasian dengan mas Bobby, memilih perempuan matre dan ular seperti Sandra!" Laras masih berdiri dan mengawasi mereka berdua.
Tak lama, mereka berdua berdiri dan berjalan keluar mall. Laras masih mengikuti dari jarak yang agak jauh supaya tidak terlihat.
"Kok kenapa mereka pisah?"
Laras masih berjalan dibelakang Sandra,karena pasti ada sesuatu yang mereka rencanakan. Tak lama kemudian Laras melihat Sandra masuk ke dalam sebuah mobil yang sudah ada Rinto di dalamnya.
"Hm, aku harus segera mengikuti mereka berdua!" Laras berjalan cepat keluar lobby mall dan naik sebuah ojek.
"Bang ikuti mobil itu ya, nanti saya kasih lebih! Udah gak usah pakai aplikasi, urgent nih!" Laras menjelaskan ke pengemudinya.
"Iya bu, naik saja. Gampang itu sih. Mau ikuti mobil yang warna apa bu?" balas tukang ojeknya.
"Itu yang warna merah. Mau ya" tanya Laras.
"Oke bu naik saja!" Laras langsung naik motornya dan memakai helm.
Mereka mengikuti mobil Rinto yang keluar menuju ke jalan raya. Motor terus mengikuti mobil Rinto yang akhirnya masuk ke sebuah pintu masuk hotel melati.
"Bang, masuk ya ikutin mobil tadi."
"Iya bu."
Laras menghidupkan kamera HP nya dan merekam semua kejadian di parkiran mobil sampai mereka masuk ke dalam pintu masuk hotelnya.
"Bagaimana bu? Menunggu atau bagaimana?" tanya si tukang ojek.
"Sudah mas, balik saja ke mall," tukas Laras.
"Baik bu."
Mereka berdua kembali ke mall dan Laras membayar ojeknya dengan harga yang pantas.
Laras masuk ke dalam mall menuju ke toko HP langganannya. Sesudah selesai urusan di tempat service HP dia pulang kembali ke rumah.
"Gimana sih Sandra ini? Ditelpon gak aktif HP nya. Sedang kemana dia?" Bobby bergumam sendiri saat menyenderkan punggungnya di kursi kerja. Akhirnya dia menelpon ke HP Mira.
[Halo, mbak Mira, kamu masih dirumah?]
[Halo, iya Bob, ada apa?]
[Mbak, Sandra ada dirumah nggak?]
[Sandra kabur tadi dari pagi! Dia disuruh sama Ibu bersih-bersih malahan pergi!]
[Pergi? Kemana? Kok dia gak bilang sama aku??]
[Ya mana tau aku! Kamu sebaiknya mikirkan lagi deh rencana kamu mau menikahi Sandra! Diaitu bukan istri yang baik, Bob!]
[Ah, mbak nggak usah ikut campurlah, aku mau menikahinya secepatnya. Setelah ada akte cerai dari pengadilan agama, aku mau langsung menikahinya di KUA. Malahan tadinya aku mau menikahinya besok.Tapi nanti saja dulu deh, biar aman statusku!]
[Dibilang juga, kamu itu berhak mendapatkan istri yang lebih baik dari Sandra! Dia itu memang masih muda, tapi kayaknya belum bisa mengatur rumah tangga!]
[Biarlah mbak, aku kan juga sudah janji dengan Sandra! Aku nggak mau dibilang laki-laki pembohong.Sandra baik juga kok, dan yang penting kan kebutuhanku terpenuhi mbak!]
[Kamu ini, cuma *** aja yang dipentingin!]
[Ya kalau laki-laki harusnya memang seperti itu, mbak! Sudahlah, aku akan cari Sandra dulu!]
[Ya sudahlah. Kamu emang kalau dibilangin ngeyel!]
[Ya sudah mbak, makasih ya.]
[Ya.]
Setelah menutup telpon ke Mira, dia berdiri dan berjalan ke luar gedung kantornya menuju ke mobil. Dia melajukan mobilnya ke mall. Sesampainya disana, Bobby berjalan ke semua lorong mall, dan sepertinya dia tidak menemukan Sandra. Dia memutuskan untuk keluar dari mall dan menuju ke mobilnya.
Bobby membayar parkir dan melenurma kembali lobby dengan pelan-pelan. Mobil dihentikan di depan pintu masuk gedung mall, dan melihat sosok Sandra yang sedang membeli makanan ringan di sana.
"Eh, itu orangnya, kok ada disini? Darimana dia?" Bobby membuka kaca jendela sebelah kiri dan berteriak.
"Sandra! Sandra!"
Sandra yang masih menunggu penjualnya memberikan makanan yang dipesan celingak-celinguk. Sandra melihat mobil Bobby dan memajukan telapak tangan kanannya ke depan. Setelah bayar dia langsung menuju ke mobil Bobby dan masuk.
"Mas kok ada disini?" tanya Sandra sambil memperbaiki duduknya.
"Kamu baru sampai? Tadi aku masuk ke mall gak ketemu kamu kok?" tanya Bobby menyelidikinya.
"Aku baru sampai tadi. Aku kesel dengan Ibu dan mbakmu! Bisanya cuma enak-enakan saja dirumah,masak aku,bersih-bersih aku, apa-apa aku! Emang aku babu nya apa?"Sandra ngedumel dan bibirnya maju.
"Hahahaha, jadi kamu masih kesel? Terus kenapa rambutmu masih basah? Bukannya kamu sudah dari pagi perginya?Tadi di kantor aku telpon mbak Mira, katanya kamu sudah pergi dari pagi! Kenapa rambutmu basah?" Bobby menginterogasinya.
"Oh ini? Hm, tadi aku sampai mall langsung ke Mushola, sholat dhuha, makanya rambutnya masih basah!" Sandra hampir saja ketauan.
"Oh, ya sudah, kita pulang yuk, aku mau bercinta nih sama kamu."
"Nggak mau! Aku lebih baik dimall saja, kamu sana balik lagi ke kantor!" Sandra masih merenggut dan kesal.
"Ah, kamu mah begitu. Ayolah, atau kita ke hotel saja?" tanya Bobby memaksa Sandra untuk menyalurkan hasratnya yang sedang bergejolak butuh penyaluran.
"Hm, kamu hambur-hambur kan uang saja!Mending buat aku uang hotelnya, kita main saja malam nanti! Sini uangnya!" Pinta Sandra sambil menengadahkan telapak tangannya.
...
...
BERSAMBUNG
mngkin bisa direvisi kembali atau untuk novel selanjutnya bisa lebih diperhatikan kembali untuk penulisannya supaya pembacs lebih nyaman 🙏🏻
terima kasih & tetap semangat menulisnya 💪🏻💪🏻💪🏻🌹🌹🌹
atau bang mas? hehe