NovelToon NovelToon
Dari Pembantu Jadi Istri

Dari Pembantu Jadi Istri

Status: tamat
Genre:CEO / Percintaan Konglomerat / Cinta Seiring Waktu / Tamat
Popularitas:132.3k
Nilai: 4.7
Nama Author: Volis

Di hari pertama masuk kerja di sebuah perusahaan besar tanpa sengaja di tengah jalan menuju perusahaan Safira menabrak sebuah mobil mewah. Karena terburu-buru Safira hanya bisa meminta maaf dan memberikan nomor ponselnya agar dia bisa ganti rugi.

Dan ketika Safira tiba di rumah pria tampan pemilik mobil itu, Safira tidak mampu membayar biaya perbaikan mobil yang terbilang sangat mahal baginya.

"Kebetulan saat ini saya sedang kekurangan pembantu. Jika kamu mau saya bisa membayarmu 10 juta perbulan."

Tawaran seperti itu, bisakah Safira menolak?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Volis, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 16. Merawat Papa Mertua

Hari ini adalah hari di mana Pak Chandra melakukan operasi. Untungnya operasi berjalan lancar dan saat ini Pak Chandra sudah dipindahkan kembali kamar rawat untuk beristirahat.

Safira masuk ke ruang rawat Pak Chandra dan melihat Amar duduk di sofa ruang tamu melihat laptop.

Dia meletakkan tas makanan yang dibawanya dari rumah ke atas meja. “Aku membawa makan malam untuk mu. Ayo makan dulu, kamu bisa lanjut kerja setelah makan.”

“Emm,” gumam Amar melirik Safira yang mulai mengeluarkan rantang tabung dari dalam tas.

Amar menutup laptopnya dan menyingkirkannya dari atas meja.

“Aku memasak sup iga untukmu,” kata Safira meletakkan tempat makanan berisi iga di depan Amar, lalu meletakkan piring dan sendok.

Amar mengambil sendok dan mencicipi sup buatan Safira. Rasanya enak dan masih hangat.

“Kamu sudah makan malam?” tanya Amar.

“Aku sudah makan. Kamu bisa makan sendiri. Aku membawa ini khusus untukmu,” jawab Safira duduk di sebelah Amar.

Amar menikmati makan malamnya, sementara Safira memperhatikan wajah Amar terlihat lelah.

“Tidakkah kamu merasa lelah bolak balik dari rumah, perusahaan, dan rumah sakit?” ucap Safira tiba-tiba.

Amar berhenti makan dan menatap Safira dengan bingung.

“Jika kamu tidak keberatan, aku bisa membantumu menjaga paman.”

“Bagaimana dengan pekerjaanmu?”

“Jangan khawatir. Aku bisa berhenti bekerja untuk sementara. Aku akan mencari kerja lagi setelah paman pulih.”

“Oke. Terserah kamu. Jika kamu ingin bekerja kamu bisa memberitahuku.”

“Emm.” Safira mengangguk.

Malam itu juga Safira menyerahkan surat pengunduran dirinya ke perusahaan Surya Company. Lagi pula dia hanya bekerja kurang dari sebulan dan masih dalam masa percobaan. Tidak masalah jika dia mengundurkan diri.

°°°°°

Keesokan harinya Safira mulai datang untuk merawat Pak Chandra di rumah sakit. Tidak lupa Safira membawa sup buatannya sendiri yang cocok untuk Pak Chandra. Dia mencari resep di internet untuk membuatnya.

Safira tidak merasa khawatir karena ada perawat khusus yang akan menjaga Pak Chandra bersamanya.

“Assalamualaikum, Pa. Safira bawa sup untuk Papa,” ucap Safira memasuki ruangan.

Perawat segera mengambil kotak makanan dari tangan Safira dan mengeluarkan isinya.

Perawat itu bernama Haruna, berusia 40 tahun. Seorang perawat profesional yang di sewa oleh Amar untuk merawat Pak Chandra.

“Kenapa kamu pagi-pagi sekali sudah datang? Kamu tidak pergi kerja?” tanya Pak Chandra.

“Aku mengambil cuti untuk merawat Papa,” jawab Safira bohong. Tidak ingin papa mertuanya jadi khawatir.

Pak Haruna menuangkan sup ke dalam mangkuk dan mulai menyuapi Pak Chandra.

“Uhm, sup ini kamu buat sendiri?“ tanya Pak Chandra setelah mencicipi sesendok.

Safira mengangguk sebagian jawaban.

“Rasanya sangat enak. Pantas saja anak itu selalu memuji masakan mu di depanku.”

Safira merasa malu mendengar bahwa Amar bercerita tentangnya pada papanya.

“Kalau Papa suka, Safira bisa membawakan makanan untuk Papa setiap hari.” Safira tersenyum menanggapi.

“Oke. Kamu bisa melakukannya. Papa pasti akan memberimu hadiah,” balas Pak Chandra tertawa kecil.

“Tidak perlu memberikan hadiah. Aku tulus membuatnya untuk Papa,” tolak Safira.

°°°°°

Safira keluar dari kamar tidur Pak Chandra setelah dia tertidur. Ketika berbalik dari menutup pintu Safira terkejut melihat bibi kedua datang.

Safira segera menyapa bibi kedua, “Halo, Bibi.”

“Siapa ini, Shinta? Apa dia perawat baru yang di sewa oleh Amartya?” tanya wanita di samping bibi kedua.

Bibi kedua segera menyangkal, ”Dia bukan perawat. Dia Safira, istri baru Amartya.“

Wanita itu mengangkat tangannya dan menutupi bibirnya kaget. ”Oh, benarkah? Dia ternyata istri Amartya. Aku pikir dia seorang perawat melihatnya berpakaian seperti ini.“

Wanita itu tidak menyembunyikan rasa jijiknya saat melihat Safira dari atas ke bawah.

“Sebagai istri Amartya harusnya dia berpakaian seperti putriku. Beginilah istri seorang CEO,” lanjutnya menarik wanita muda di belakannya ke depan.

Shinta merasa tidak enak mendengar perkataan saudara perempuannya. Dia juga tidak tahu kenapa Safira berpakaian seperti ini. Dia terlihat sangat cantik saat mereka pertama bertemu.

Safira melirik wanita yang dikatakan tante itu yang mengenakan dress sebetis berwarna hijau dan sepatu hak tinggi di kakinya. Dan melihat penampilannya sendiri membuatnya merasa rendah diri dan tidak enak atas apa yang dikatakan tante itu padanya.

Dia mengenakan celana coklat panjang dan blus berwarna salmon. Dia pikir penampilannya sepeti ini sudah sangat bagus. Tapi menurut tante itu penampilannya tidak cocok untuk menjadi istri Amar.

Ya, harus dia akui gaya berpakaian mereka memang sangat jauh berbeda. Wanita itu terlihat seperti istri kaya pada pandangan pertama. Tidak seperti dia yang gayanya mirip perawat.

Hatinya merasa tertusuk, tapi dia tetap tersenyum seolah tidak ada apa-apa.

“Safira, ini saudara perempuan bibi, namanya Risti. Dan ini putrinya, Tiara. Kakak, Tiara, ini istri Amartya, namanya Safira.” Bibi Shinta berkata mengalihkan perhatian.

“ Halo, Tante Risti, Tiara.” Safira menyapa menganggukkan kepalanya.

“Safira, bagaimana keadaan kakak pertama?” tanya Bibi Shinta.

“Papa baik-baik saja. Dia sedang tidur siang saat ini,“ jawab Safira.

”Oh, kakak ipar sedang istirahat. Kalau begitu sebaiknya kita pulang saja. Jangan sampai mengganggu istirahat kakak ipar. Kita bisa mengunjunginya lain kali,“ ucap Tante Risti.

”Baiklah. Kalau begitu Bibi akan pergi dulu. Kamu bisa memberitahu kakak pertama kalau kami datang mengunjunginya saat dia bangun nanti,“ pesan Bibi Shinta.

”iya, Bibi.“

Tante Risti dan Bibi Shinta lalu berjalan keluar. Tiara tinggal sebentar menghampiri Safira.

”Jangan diambil hati perkataan ibuku. Dia memang suka berbicara seperti itu. Ini hadiah pertemuan yang aku siapkan untukmu,“ kata Tiara mengeluarkan sebuah kotak hadiah dari dalam tasnya dan memasukkannya ke tangan Safira.

”Kamu tenang saja. Aku tidak terlalu memikirkan perkataan tante, kok. Dan kamu tidak perlu memberikan hadiah seperti ini,“ tolak Safira.

”Terima saja. Anggap saja sebagai hadiah pertemanan. Aku pergi dulu.“

Safira melihat Tiara yang pergi, lalu pada kotak hadiah ditangannya.

Dia membuka kotak itu dan melihat sebuah gelang tergeletak di dalamnya.

”Gelang ini pasti sangat mahal. Lain kali bertemu, aku juga harus memberinya hadiah yang sesuai.“ Safira menutup kembali kotak itu.

~Vila Amar.

Di dalam kamar tidur.

“Apa menurutmu gaya pakaianku jelek dan tidak cocok sebagai istri mu?” tanya Safira melihat Amar masuk ke dalam kamar.

“Kamu belum tidur?” tanya Amar tidak menjawab perkataan Safira.

“Ternyata kamu benar. Kamu juga berpikir seperti itu,” ucap Safira kesal.

“Ada apa? Siapa yang membuatmu marah?” tanya Amar duduk di tempat tidur.

“Tidak ada. Aku hanya ingin membeli pakaian dan mencoba gaya baru. Aku ingin mengenakan pakaian yang cocok disandingkan denganmu.” Ungkap Safira.

“Baik. Tidurlah, sudah sangat larut.”

“Emm.” Safira lalu berbaring.

Amar mematikan lampu dan juga berbaring memejamkan mata.

Safira berbalik dan melihat wajah samping Amar.

“Amar, apa kamu menyesal menikah denganku yang dari rakyat jelata. Aku tidak bisa berdandan layaknya istri kaya lainnya,” ucap Safira pelan.

Amar berbalik dan menatap mata Safira. “Aku tidak menyesal. Jangan berpikir macam-macam. "Tidurlah,” ucap Amar.

°°°°°

1
kalea rizuky
lah jenis kelaminnya apa
Upriyanti II
kan kak Leon sma kak naomi yg menculik kak safira
Lusia Wulandari
kenapa Aditya yg ditangkap ? kan ini ulah Leon ???
Volis: Aku nggak sadar klo ternyata salah nama 😔. Nanti ku ganti 😁
total 1 replies
Viney
Ceritanya bagus, Thor.
Queenzele
Semangat thor jgn lupa mampir ya
nesaric
otw kakkk
nesaric
masih bayi langsung dijodohin 😭😭😭
kasian itu
Ruiyun
Bayinya cowok apa cewek sih, Thor? Kok nggak di jelasin?
aichan
ijin mampir kak dari grup nohuman❤️
nesaric
semangat kak volis
Volis: Iya, Kak. Makasih~
total 1 replies
nesaric
siappp kakkkk
♥️♥️♥️♥️
nesaric
semangat kakkk
Nur Mastina
Semangat, Thor 🥰

Suka banget cerita kayak gini, tentang CEO konglomerat yang baik hati dan nggak angkuh.
nesaric
ahahahah suka suka
ROSSET
Keren bangettt! Pemeran utama prianya punya identitas tersembunyi kayak gitu. Amar tuh jadi kek serba bisa gitu, dia nggak takut lawan apapun. Malah orang jadi segan sama dia. 👍👍👍
Volis: Makasih dukungannya 🤗
total 1 replies
Ruiyun
Semangat, Thor~🤗
Mommy Lingling
mobil tuan muda itu pasti😆jangan lupa di folback dan mampir yaa kakk
Otakunime
mampir dong kak di novel Cyberpunk ke dunia Isekai
李慧艳
Luar biasa
李慧艳
semangat Thor ..
ayo ajukan kontrak...
agar mkn bnyak pembaca..
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!