Alur maju-mundur.
****
Kini senyum menawan itu hilang, menyisakan penyesalan merayap datang.
Hal terindah di sia-siakan demi nafsu pekerjaan.
Terpuruk dalam kesedihan, seakan mimpi menjadi kenyataan.
Istri cantik ku berlumuran darah kaku seperti kayu.
****
Menikahi seorang wanita yang masih asing, membuat Ridwan acuh dalam rumah tangganya. Ridwan yang merupakan seorang peneliti, tetap sibuk dengan penelitian meski sudah menikah. Hingga suatu saat, Ridwan baru menyadari jika dirinya mulai nyaman dan tertarik Ketika istrinya sudah tiada.
Apa yang akan di lakukan seorang genius gila penelitian untuk menebus kesalahannya?
Hal gila akan di lakukan demi melihat senyum istrinya yang sangat jarang nampak di lihat.
Akan tetapi, hal gila tersebut membuatnya merasakan sakit yang berulang dan lebih sakit dari sebelumnya.
yuk ikuti ceritanya..
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon pejuang imajinasi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Memulai Penelitian Gila
"Rp 7.468.119.455,04 apakah uang ini cukup..? Sepertinya aku harus menjual mobilku." Ridwan bergumam saat melihat sisa saldo di rekeningnya.
Setelah dari mesin ATM, kini Ridwan menuju ke showroom mobil dan menjual mobil kesayangannya. Mobil sport Ridwan terjual dengan harga RP 5.450.000.000,00 setelah di kurangi dengan membeli mobil SUV untuk di gunakan Ridwan sebagai krndaraannya. Dengan terjualnya mobil Ridwan, kini Ridwan merasa uangnya sudah cukup untuk memulai proyek yang ingin dia garap demi Reisya.
Ridwan membeli sebuah tanah yang cukup luas di pinggiran kota untuk pembangunan tempat penelitiannya. Setelah membeli tanah, dengan segera Ridwan mencari perusahaan pembangunan untuk membangunkan tempat penelitiannya secara baik, benar dan cepat.
** 1 minggu kemudian **
Tidak terasa Ridwan mengurus semuanya selama 1 minggu. Mulai dari pembelian tanah hingga mendapatkan perusahaan yang tepat untuk membangun bangunan yang Ridwan harapkan.
Kriiinggg… Kriiiingg… Kriiinggg… Kriiiingg… Handphone Ridwan berbunyi dan tertera nama Surya di layar handphone Ridwan.
"Assalamu'alaikum sur.. Gimana kabarnya..? Lama g telepon sur.." Ridwan menjawab telepon Surya dengan nada suara senang.
Mendengar nada suara yang lama tidak terdengar dari mulut Ridwan, membut Surya cukup tercengang karena senang.
"Apakah aku kali ini gak salah dengar..? Sangat lama aku merindukan nada suara seperti ini dari Ridwan." Surya membatin sesaat setelah mendengar suara Ridwan yang begitu bersemangat.
"Sur.. Hallo.. Ah aku kira Surya telepon aku. Ternyata kepencet. Hallo Surya.. Sur.." Merasa panggilannya tidak di dengarkan oleh Surya yang sedang menelpinnya, Ridwan menutup telepon dari Surya.
Tetapi sesaat kemudian, Handphone Ridwan kembali berbunyi dan menunjukkan nama Surya di layar handphone Ridwan.
"Hallo. Assalamu'alaikum.. Yang bener kamu Surya. Tadi kamu gak ada suara pas telepon." Ridwan langsung menyambut panggilan telepon Surya dengan langsung memberikan teguran.
"Ternyata memang berbeda. Ini Ridwan yang aku rindukan." Surya kembali membatin setelah mendengar teguran dari Ridwan.
"Eh iya.. Maaf, tadi aku masih minggirin mobil." Dengan cepat Surya menjawab setelah membatin atas perubahan yang di alami Ridwan.
"Aku sekarang di bekasi. Bisa kita ketemu Rid..?" Surya berbicara kepada Ridwan lewat sambungan telepon.
"Boleh, kamu share lokasi aja, aku langsung meluncur ke sana."
Setelah beberapa saat, Ridwan sudah sampai di cafe tempat Surya menunggunya. Pertemuan yang cukup lama tidak Surya rasakan seperti keadaan normal Ridwan.
Setelah sampai di tempat tersebut dan berbasa-basi beberapa saat, Surya bertanya kepada Ridwan tentang tujuannya ke pabrik 1 minggu yang lalu. Dan meminta Farid untuk membuat cetakan khusus yang akan di pakai oleh Ridwan.
"Aku ingin memperbaiki masa laluku." Ucapan Ridwan membuat pikiran Surya menjelajah dengan liar.
Surya berfikir jika Ridwan akan memulai semuanya dari awal dengan merancang penelitian barunya secara mandiri. Sebab, Farid mengatakan jika Ridwan akan melakukan penelitian yang sudah lama pernah Ridwan pikirkan ketika masih masa sekolah.
Dan Surya juga berfikir setelahnya, jika Ridwan akan kembali menikah dengan seorang wanita lalu akan memperlakukan wanita tersebut dengan lebih baik.
"Apakah perkiraanku mungkin benar..? Kau akan menikah lagi..?" Mendengar ucapan Surya, Ridwan hanya tersenyum menanggapi ucapan Surya sebelum Ridwan menjawab.
"Aku akan kembali ke masa lalu dengan mesin waktu yang akan aku ciptakan." Mendengar ucapan yang sangat serius dan tegas dari Ridwan, kepala Surya seakan ingin pecah mendengarnya.
"Tetap tidak berubah. Berfikir hal yang mustahil." Surya membatin setelah mendengar ucapan Ridwan.
Tetapi Surya tetap memberi dukungan bahkan akan membantu jika Ridwan terjadi kekurangan dana. Hal itu Surya lakukan dengan harapan Ridwan bisa lebih hidup dan kembali bersemangat menjalani hidupnya.
Surya berharap dengan kembalinya Ridwan melakukan hal yang dia senangi, maka Ridwan dapat memulai kehidupannya lagi. Surya sangat tidak percaya jika Ridwan akan membangun sebuah mesin waktu dan membawa Ridwan kembali ke masa lalunya.
Setelah pertemuan bersama Ridwan, Surya kembali menuju Surabaya dan Ridwan memulai penelitiannya dengan menghitung semuanya dengan rumus-rumus fisika yang sulit di mengerti.
Ridwan yang kini tinggal di rumah kontrakan, memasang papan tulis di semua dinding rumahnya. Dengan semangat yang di miliki, Ridwan menghitung semuanya dengan cermat dan sesekali melakukan percobaan ringan.
** 15 hari kemudian **
Bangunan tempat Ridwan akan membangun mesin waktu telah selesai di kerjakan dengan waktu sangat cepat. Hal itu membuat Ridwan semakin bersemangat dan mulai memindahkan semua peralatan yang berada di rumah kontrakannya menuju bangunan baru yang baru saja selesai di bangun.
Setelah Ridwan melakukan penelitian di bangunan barunya. Kini Ridwan di bantu oleh Farid yang sudah mendapat izin dari Surya untuk membantu dan mengawasi penelitian yang di lakukan Ridwan.
Semua rumus-rumus yang di tulis Ridwan, akan kembali di tulis oleh Farid dengan tinta permanen di sebuah papan tulis yang lain dan tertempel di dinding dengan rapi. Selain itu, Farid juga menulisnya di sebuah buku catatan dan di laptop. Hal itu di lakukan supaya rumus-rumus yang sudah di kerjakan tidak hilang ketika ada suatu kecelakaan kerja. Karena rumus telah di salin dan di simpan dengan berbagai cara.
Dua peneliti gila seakan sedang bernostalgia dengan apa yang mereka kerjakan. Kerja sama yang pernah di bangun saat masih di bangku sekolah, seakan kembali terulang dan kini mereka mengerjakan suatu hal yang pernah mereka pikirkan dulu.
Percobaan-percobaan kecil terus di lakukan, uang pribadi Ridwan benar-benar di gunakan untuk sebuah ambisi gila dan di yakini tidak mungkin berhasil oleh Surya. Kegagalan dalam percobaan-percobaan kecil tidak menyurutkan ambisi Ridwan untuk membangun mesin waktu yang dapat membantunya kembali ke masa lalu dan mendapatkan senyum yang dirindukan oleh Ridwan.
Senyum seorang wanita yang sepenuh hati menjadi seorang istri, tetapi Ridwan sia-siakan. Sesekali Surya terkadang datang ke tempat penelitian Ridwan. Surya hanya menganggap dua orang gila telah berkumpul membangun sesuatu yang tidak mungkin terjadi karena menentang kuasa ilahi.
Lahan yang luas, di manfaatkan untuk tempat percobaan-percobaan yang berbahaya. Dan yang masih memiliki potensi kegagalan tinggi..
"Tidak.. Tidak.. Stooop." Farid meneriaki Ridwan yang mulai menyalakan sebuah alat yang menjadi komponen di mesin yang mereka bangun.
"Duar.. Daaaaar.." Ledakan terjadi dalam percobaan yang di lakukan oleh Ridwan hingga membuat Ridwan pingsan.
** 3 hari kemudian **
"Aku ada di mana..? Bagaimana percobaannya..?" Ridwan yang baru tersadar dari pingsannya, dengan segera bertanya kepada Farid yang sedang menunggu Ridwan siuman.
"Tempat penelitian kita di tutup oleh kepolisian. Karena di anggap membahayakan lingkungan sekitar. Ijin yang kita miliki di nilai kurang oleh pihak kepolisian." Farid menyampaikan hal mengejutkan Ridwan. Hal yang terjadi di saat Ridwan tidak sadarkan diri.
setiap org mengharapkan dpt istri salehah yg selalu berbakti pd suami, krn tanggungan sebagai suami itu sangat lh berat..
penelitian apa yg membuat Ridwan tega meninggalkan istri yg baru 1 hari dinikahinya..