Jamuan makan malam sudah selesai di hidangkan oleh Aisyah, Paman dan Bibi nya pun sudah ada disana dan hanya menunggu sang tamu.
Hingga tak berselang lama, datanglah tamu yang sudah mereka tunggu sejak tadi.
Namun siapa sangka, disanalah mulai petaka untuk Aisyah.
Aisyah harus menelan pil pahit bahwa dia akan di nikahkan oleh sang Paman dengah Pria tersebut.
Tak ada penolakan ataupun pertanyaan bersedia ataupun tidak untuk Aisyah.
Bagaimana Aisyah menghadapi nya? Apalagi Aisyah tidak tau bahwa dia di jadikan penebus hutang oleh sang Paman? Dan dia juga akan di jadikan ladang balas dendam oleh pria tersebut?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Hnislstiwti., isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 16 Penyekapan Bibi Eris.
Bibi Eris terbangun saat ponsel nya kembali berdering dan juga ketukan pintu yang terus menerus mengganggu nya.
Hingga pada akhir nya dia membuka mata perlahan dengan mendengus kesal karena merasa tidur nya terganggu.
"Nyonya, di luar ada tamu"
"Nyonya"
Bibi Eris mendengus kembali, dia dengan enggan bangun dan beranjak dari tempat tidur nya.
Ceklek.
"Apa sih, kenapa teriak-teriak ganggu aja"
Glek.
Pelayan tersebut langsung menelan ludah kasar karena ketakutan kala sang Nyonya keluar dengan wajah kesal nya.
"Anu Nyonya, di depan ada tamu mencari Nyonya"
Hah.
"Siapa pagi-pagi begini bertamu?"
"Ini sudah siang Nyonya, bahkan sebentar lagi akan masuk jam makan siang"
Deg.
Bibi Eris melototkan mata nya tajam, dia lalu menatap jam yang ada di dinding kamar nya.
Glek.
'Gila, aku tidur lama juga'
Kemudian Bibi Eris masuk kembali untuk membersihkan tubuh nya, sebelum nya dia juga telah meminta sang pelayan agar menunggu kembali pada tamu tersebut.
*
Hingga beberapa saat, Bibi Eris keluar dengan wajah segar dan senyuman di bibir nya.
Namun, senyuman itu menghilang saat tau siapa tamu tersebut.
Bibi Eris melangkah pelan ke arah tamu nya, rasanya dia ingin kabur namun sudah terlambat karena dia sudah menampakan diri.
'Kemana lagi Mas Andika ini'
Bibi Eris duduk dengan gelisah dan tak nyaman, dia kemudian tersenyum kecil ke arah tamu tersebut.
"Apa kabarmu, Bibi"
Glek.
Bibi Eris langsung menelan ludah kasar saat mendengar sapaan yang sangat terkesan datar itu.
"Ba baik Nak, Rama"
Heh.
Rama menatap nya dengan senyum mengejek, dia sudah menebak bahwa Bibi dari Istri nya ini tengah gugup atau lebih ke arah ketakutan.
Rama langsung datang ke kediaman Andika saat tau bahwa mereka terlibat, namun sayang pergerakannya cukup terlambat karena Andika sudah kabur lebih dulu.
Namun, Rama akan memancing Boss mereka menggunakan Bibi Eris karena dia tau bahwa mereka ada hubungan gelap di belakang Andika.
Akmal langsung saja meminta izin untuk ke kamar kecil, namun dia tidak benar-benar pergi dan berdiri di belakang Bibi Eris.
Bruk.
"Ahhhh"
Bibi Eris menjerit kala tengkuk nya di pukul dengan keras oleh Akmal, hingga perlahan kesadarannya pun hilang dan dia tak sadarkan diri.
"Bawa ke markas"
Rama memerintahkan anak buah nya untuk segera membawa Bibi Eris, sedangkan dia dan Akmal akan menelusiri Rumah itu lebih dulu.
"Ayo kita kebelakang, aku penasaran pads lorong itu"
Ajak Rama dengan menunjukan lorong yang cukup membuat nya penasaran sejak tadi.
Hingga langkah mereka terhenti di depan kamar yang terlihat tidak terawat namun sangat mencurigakan.
Akmal memberi kode pada anak buah nya untuk mendobrak nya agar mereka bisa masuk.
Brak.
Brak.
"Ayo masuk"
Rama dan Akmal serta salah satu dari anak buah nya pun masuk ke dalam, sedangkan yang lain menunggu nya di luar dengan waspada.
'Eris'
'Eris'
"Seperti nya ada yang datang, ayo kita sembungi dan aku akan mengatakan pada Tuan muda"
"Baik"
Mereka langsung berpencar dan sembunyi dengan aman, sedangkan salah satu dari mereka masuk ke dalam kamar yang disana ada Rama.
"Tuan, ada yang datang"
Anak buah tersebut berkata dengan berbisik, dia juga memberi isyarat agar mereka bersembunyi karena derap langkah nya terdengar ke arah sana.
Brak.
"Seperti nya mereka sudah kabur, ayo kita laporkan pada Boss"
Mereka meninggalkan kembali Rumah tersebut dengan tangan kosong, sedangkan anak buah Rama memastikan bahwa sudah tak ada siapapun disana.
"Ayo kita pergi saja dari sini, seperti nya Andika tidak meninggalkan jejak apapun"
Rama dan yang lainnya pun beranjak pergi dari sana, mereka akan kembali ke markas dan akan menemui Bibi Eris.
*
Sedangkan di markas, Bibi Eris sudah sadar dan berontak karena mendapati tubuh nya yang di ikat oleh tali di kursi.
Bahkan mulut nya di sumpal agar tidak histeris, ataupun berteriak dengan keras.
"Ck, kau tunggu Tuan muda dan saat itulah habis riwayatmu nenek lampir"
Haha.
"Dia bukan nenek lampir, tetapi nenek gayung'
Sontak saja para anak buah Rama tertawa dengan terbahak, mereka serasa mempunyai hiburan dengan meledek Bibi Eris.
Hingga tawa mereka terhenti saat ada mobil yang berhenti disana, siapa lagi kalau bukan Rama dan Akmal.
" Selamat datang Tuan"
"Hemmm"
Rama langsung duduk di kursi yang sudah di sediakan disana, dia duduk saling berhadapan dengan Bibi Eris.
"Buka sumpalannya"
Anak buah nya dengan patuh langsung membuka sumpalan mulut Bibi Eris.
Rama menatap Bibi dari Istri nya itu dengan pandangan sangat tajam dan menakutkan, bahkan Bibi Eris pun tak berani menatap nya lama-lama karena merasa terintimidasi.
"Kenapa kamu menyekapku, Rama?"
Heh.
Rama terkekeh penuh ejekan saat mendengar ucapan Bibi Eris, dia kemudian bangkit dari duduk nya dan menghampiri Bibi Eris.
"Apa perlu aku jabarkan kembali kenapa aku membawamu kesini? Kau dan Andika sama-sama pintar, kalian bahkan sudah membodohiku tentang Aisyah"
Hahaha.
Sontak saja Bibi Eris langsung tertawa mendengar ucapan Rama, dia menatap Rama dengan penuh ejekan.
"Kau ternyata sudah sadar, kemana saja kau selama ini? Bahkan aku dan Suamiku menipu mu dengan mengumpankan Aisyah, ahh apa keponakan ku itu masih hidup"
"Aku dengar, kau menyiksa nya dan bahkan tidak mau menerima anak yang di kandung nya"
Haha.
Plak.
"Diam kau wanita keji, aku akan membalas semua nya dengan lebih apa yang telah aku lakukan pada Aisyah"
"Kau sangat licik, bahkan Suami mu saja kau hianati dengan bermain api di belakang nya"
Deg.
Bibi Eris menatap Rama tak percaya, mengapa dia bisa tau tentang rahasia yang selama ini dia sembunyikan.
"Kenapa ? Apa anda terkejut Bibi Eris, aku tau skandal mu dengan Boss Andika dan apa kamu tau? Andika sudah kabur meninggalkanmu sendirian disini"
Rama mengejek Bibi Eris dengan puas, bahkan dia sangat senang saat melihat wajah di depannya yang sudah terlihat panik.
"Kau sendirian dan bahkan pacar gelapmu saja tidak tau kau ada disini, kalaupun tau dia juga tak akan membebaskanmu"
Deg.
Deg.
"Heh anak ingusan, kau jangan mengada-ada ya! Andika itu cinta mati padaku dan tak akan mungkin pergi meninggalkan aku"
Bibi Eris berteriak dengan histeris, dia takut apa yang di ucapkan oleh Rama benar adanya dan dia akan mati di tangan Rama.
"Kalau memang Andika ada, kenapa dia tidak ada di Rumah dan bahkan Putri mu juga tak ada"
Rama kembali meledek Bibi Eris dengan semangat, dia sudah ingin membuat wanita itu gila dengan perlahan tapi pasti.
.
.
.
.
.
.
jangan2 yg kasih informasi waktu mau kabur keluar Negri itu si Akmal🤔
pokoknya Jangan biarin Rama ketemu sama Aisyah dulu thorr