NovelToon NovelToon
Mentari Tanpa Sinar

Mentari Tanpa Sinar

Status: tamat
Genre:Janda / Tamat
Popularitas:415.6k
Nilai: 4.9
Nama Author: Alvaro zian

Yatim piatu bukan menjadi impian untuk semua orang, begitu juga dengan Mentari Kumala Dewi bocah cantik yang biasa di panggil Mala, Ayah dan ibunya meninggal dunia karena kecelakaan mobil hingga membuat Mentari kehilangan semua nya, mulai dari orang tua, harta dan keluarga.

Mentari dititipkan oleh pamannya di panti asuhan kota tetangga karena pamannya ingin menguasai semua harta Mentari.

Bagaimana kehidupan Mentari selanjutnya???

Baca kisah nya di novel Mentari tak Bersinar

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Alvaro zian, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

makan malam

“Ayo silakan masuk, Nak Brama!, Inayah sudah menunggu kamu,dia masak banyak hari ini untuk kamu lo Brama" sapa Ibu dengan sangat ramah. Sementara Inayah yang berada di samping Ibu Aris ikut tersenyum pada laki-laki itu.

"Terima kasih, Bu, Dek Ina," sahut Brama lembut

"Ayo silakan masuk, Pak Bos!" Aris merangkul Bram ke dalam.

Kemudian terdengar obrolan basa-basi mereka di ruang tamu. Jelas sekali terlihat sikap Ibu yang berlebihan pada Brama.

Mentari segera masuk menuju dapur, hendak membawa minuman yang sudah dia buat sejak tadi. Namun, tiba-tiba saja Inayah menghadangnya di depan pintu dapur.

"Minggir! Aku aja yang bawa!" tiba-tiba Inayah merebut nampan berisi minuman yang sudah berada di tangan Mentari.

"Tumben?" tanya Mentari heran seraya mengernyitkan dahi.

"Berisik! Udah, Mbak di sini aja, disuruh Ibu. Nggak usah keluar! kalau keluar ibu dan mas Aris marah lo" ancam nya tegas

"Hm ... enak saja aku disuruh diam di dapur, sedangkan semua pekerjaan sudah aku selesaikan" batin Mentari

Perlahan Mentari melangkah menuju ke ruang tamu.

Ibu mertua nya melotot ketika melihat Mentari ikut duduk di salah satu kursi di ruang tamu. Sementara Aris juga menatapnya kesal.

Mentari tak menghiraukan tatapan mereka.

“Asalamualaikum.” Terdengar suara seorang wanita mengucapkan salam.

"Wa alaikum salam."

Ternyata si Nita itu datang juga. Kini wajah Aris yang tampak berseri-seri melihat kedatangan perempuan itu. Ibu Aris langsung menghampiri dan memeluk Nita. Sesuatu yang belum pernah beliau lakukan pada Mentari menantunya.

Mentari hanya bisa menahan sesak melihat perlakuan istimewa mereka terhadap Nita,Laila yang terkenal sangat judes pun bersikap sangat ramah padanya.

“Maaf, bisa tolong antar kan saya ke toilet?” tiba-tiba Brama menghampiri Mentari

“Oh ya, mari silakan! pak" sahut Mentari sopan karena dia tau kalau Brama ini adalah bos dasi suaminya,sambil melangkah ke belakang Brama mengikuti Mentari.

Sepertinya Aris, Ibu dan lainnya tidak memperhatikan. Mereka karena sedang sibuk menyambut kedatangan Nita.

"Tunggu! Siapa kamu sebenarnya?"Tanya Brama tiba-tiba membuat Mentari tersentak kaget,dia sendiri bingung mau menjawab apa karena dia tak mengenali Brama.

Apa maksud pertanyaannya?

Bram menatap Mentari penuh tanda tanya. Sesaat kami saling menatap dalam diam.

"Maksud Bapak ...?"tanya Mentari kemudian.

"Siapa kamu sebenarnya?" tegasnya lagi dengan tatapan tajam, membuat jantung Mentari berdebar.

Kenapa mata itu seperti tidak asing bagiku? Seakan aku pernah melihatnya,bahkan jantung ku berdebar kencang melihat nya batin Mentari

"Dia pembantu di sini mas" jawab Inayah yang baru datang membuat Mentari tersentak ketika.

"Mas mau ke toilet,biar Ina yang antar" ajak Inayah menarik tangan Brama yang masih menatap Mentari.

Mentari tersadar dengan ucapan Inayah yang mengatakan nya pembantu, Sampai kapan dia mampu bertahan di rumah ini, Mentari berpikir bahwa dia harus mencari paman dan bibi nya lagi,dia harus mengambil hak orang tua nya, ternyata hidup tanpa harta sama sekali tak di hargai di dunia ini.

***

Selama makan malam berlangsung, Ibu Aris tak henti-hentinya menyuruh Mentari ini dan itu,bak seorang pembantu Mentari di perintah tanpa henti membuat nya tak bisa memperkenalkan diri sebagai istri Aris di rumah ini.

Namun, Mentari merasa Brama sering kali mencuri pandang padanya,bahkan beberapa kali mata mereka saling pandang..

"Siapa lelaki ini, perasaan ku menghangat melihat wajah nya" batin Mentari

“Nak Brama ngomong-ngomong makasih sudah terima Aris bekerja di kantor kamu ya. Wah, pasti gajinya gede dong bisa buat ibu dan adik-adik Aris shopping" Ibu Aris membuka pembicaraan.

"Ya, Bu. Semoga Aris betah kerja di sana dan uang nya bermanfaat untuk keluarga kalian" sahut Brama

"Nak Brama kenapa belum menikah? Belum ada calonnya? "

"Hehehe .... Calonnya masih saya cari, Bu, mudah-mudahan segera bertemu ya" sahutnya seraya tertawa.

"Sering-seringlah main ke sini, Nak Brama, siapa tau jodoh nya bertemu di rumah ibu, Nanti biar si Ina masakin yang enak-enak seperti tadi. Ina ini masih muda, tapi sudah pandai memasak dan mengurus kami semua dan rumah ini" puji ibu Aris membuat Mentari terkaget

"Apa ibu bilang? Jelas-jelas semua ini aku yang masak. Si Inayah itu hanya tau bermain ponsel saja kerjanya, hingga pakaian dalam nya pun aku yang cuci" gerutu Mentari dalam hati.

Inayah tampak salah tingkah mendengar pujian Ibunya.

"Sepertinya sudah malam. Saya pamit pulang dulu ya bu, terimakasih atas jamuan nya, masakan nya enak-enak" Terdengar suara Brama yang sepertinya akan pulang.

"Jangan lupa ya nak Brama sering-sering mampir kemari anggap saja rumah sendiri"

“Bu, Ina,Laila, Aku juga pamit pulang ya, sudah malam ...." Tak lama kemudian si Nita ini juga ikut berpamitan.

"Ris, antar Nak Nita pulang!" teriak Ibu pada Aris yang masih di depan.

Dengan semangat Aris langsung menghampiri Nita.

"Kenapa cepat sekali pulang nya,nggak mau ngobrol dulu sama ibu" ucap Aris lembut, perlakuan Aris persis seperti waktu mereka baru-baru menikah dulu.

"Sudah malam Ris,nggak enak sama ibu kost" alasan Nita

"Oke. Yuk! Aku antar, sebentar aku ambil jaket dulu"ajaknya Kemudian melangkah ke kamar dan keluar menghampiri motornya.

Tak sedikit pun Aris melirik ke arah Mentari.

Tak lama kemudian terdengar suara motor Aris menjauh. Mungkin dia sudah pergi mengantar Nita.

Setelah merapikan sisa-sisa makan malam dan membersihkan rumah, Mentari masuk ke dalam kamar.

Mentari tak mau ambil pusing lagi dengan semua ini,beban hidup nya sudah berat dia tak ingin di tambah dengan pikiran-pikiran negatif.

1
Na Lyna
mentari ni lemah bngtt hrs brani melawan
Uba Muhammad Al-varo
bagus dan luar biasa
Budinahwati
Luar biasa
ngabdul salah
Lumayan
Anwa
Arga nih
Anwa
Mampus tari bego
Adi Suweni
Luar biasa
Irene
oke cer8tanya
Nurlaila Hasan
k
Mei Mei
Luar biasa
Dyah Oktina
Terima kasih. .. cerita mu sangat menghibur ❤️
Dyah Oktina
rasain.... dulu jahat sih... berjamaah lagi jahatnya
Eka Rauf Ginting
koq bacanya capek ea
Dyah Oktina
dunia halu... ku rasa ngak ada laki2 yg bisa cinta mati ... rela membujang bertahun2.... yg ada lakinya yg bolak-balik nikah.. 🤭
Dyah Oktina
ya Allah. . ngak sadar diri ya.. kla harta bukan punya kalian.. apa jangan2 p Deni & istrinya mereka yg bunuh
Dyah Oktina
enak aja mau balik sm mentari cuma unk d jadiin babu... siapa juga yg mau..
Dyah Oktina
wah.....author sukses ya... membuat pembacanya ikut emosi.. 👍🏻💪💪semangat terus berkarya thor...❤️
Dyah Oktina
Luar biasa
Bahari Sandra Puspita
super sekali, masih dengan cerita selingkuh dan janda.. 😁
bagus banget kak cerita, selalu suka..

semoga sehat selalu ya kak..
semangat untuk terus berkarya.. 💪🏻😘🥰🎉🎊
debby harahap
speechless banget..keren..
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!