Demi keluarganya dia rela menanggalkan gelar yang diraihnya hingga dia larut dalam statusnya sebagai ibu rumah tangga dengan segala kesibukan mengurus rumah dan dua anak balitanya.
Sampai pada akhirnya pengkhianatan suami dan hinaan yang tiada henti dari mertuanya menyadarkan dia untuk bangkit dan merubah dirinya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon thatya0316, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 16 Reuni
Semua telah bersiap, rencananya Jum'at sore ini, Tania dan Amanda akan ke Bandung untuk menghadiri reuni akbar fakultas ekonomi. Tempat mereka mengenyam pendidikan selama empat tahun di kampus biru. Kedua sahabat itu sudah sepakat untuk mampir ke rumah Teh Mia, pemilik kost-kostan selama mereka kuliah di sana. Perbedaan umur yang tidak terlalu jauh, membuat mereka begitu akrab, sehingga sering chatting di sosmed meskipun keduanya sudah lama lulus kuliah.
"Manda, bagaimana penampilan aku? Rambutku gak norak kan?" tanya Tania yang terlihat grogi seperti mau berkencan untuk yang pertama kalinya.
"Udah cantik kho! Memang mau ketemu siapa sih?" tanya Amanda menyelidik raut wajah sahabatnya seperti yang sedang jatuh cinta.
"Ada deh! Nanti aku kenalin kalau kita ketemu di sana. Sudah yuk berangkat! Biar gak kemalaman di jalan," ajak Tania.
"Ya, udah ayo! Bi titip rumah ya! Manda ke Bandung dulu, Bibi mau dibeliin apa?" tanya Amanda pada Bu Isah.
"Bibi mah yang penting Neng Manda dan yang lainnya pulang pergi dengan selamat," jawab Bi Isah.
"Insya Allah Bi, do'akan saja! Manda berangkat sekarang ya, Bi." Amanda langsung menyusul Tania masuk ke mobil setelah bersalaman terlebih dahulu pada Bi Isah.
Selama perjalanan, kedua sahabat itu terus bernostalgia menceritakan masa-masa mereka masih kuliah di kota kembang. Sementara kedua anak Amanda sudah terlelap tidur sedari tadi masuk tol. Perjalanan sore hari membuat kedua bocah itu merasa nyaman saat tertidur di mobil.
Hanya butuh waktu dua jam mobil yang Tania bawa sampai di pintu tol Padalarang. Namun, saat ke luar pintu tol terlihat kemacetan di depan mata sehingga butuh waktu dua jam lagi untuk sampai di daerah Dago. Tania sengaja mencari hotel di daerah situ, karena dia sudah sepakat dengan cowok gebetannya. Apalagi dia tinggal masuk kamar karena gebetannya sudah membooking kamar untuk Tania dan Amanda tempati.
Setelah mendapatkan kunci kamar dari reseptionis, kedua sahabat itu langsung menuju ke nomor kamar yang menggantung di kunci. Betapa senangnya Kia dan Azka bisa berlibur ke kota kembang. Meski sebenarnya tujuan utama mereka ke kota itu untuk menghadiri acara reuni fakultas.
"Manda, mau makan di kamar atau kita kuliner? Ke rumah Teh Mia besok sore saja, biar sekalian kita ajak jalan malam mingguan seperti dulu kita jalan kaki dari Cihampelas sampai rumah Teh Mia di Cimbuleuit," ucap Tania.
"Kamar aja, Tan! Aku capek tadi pulang kerja buru-buru ke sini," keluh Amanda yang memang seharian dia habis menjahit karena mengejar stok barang yang sudah menipis. Ditambah lagi, karyawannya dia liburkan selama Amanda pergi ke Bandung.
"Oke, aku pesankan!" ucap Tania dengan mata dan tangan yang fokus pada ponselnya.
Kenapa aku curiga sama gerak-gerik Tania?Sebenarnya siapa pacar dia? Sampai mau bayarin buat nginep di hotel yang mahal begini, batin Amanda.
...***...
Keesokan harinya, sesuai rencana kedua sahabat itu datang ke acara reuni kampus. Tania berdandan begitu heboh, dia ingin terlihat wow di depan gebetannya yang selama beberapa bulan ini dekat dengannya. Namun sayang, belum ada kejelasan dari hubungannya itu sehingga Tania belum berani mengenalkan pada Amanda.
Acara reuni kali ini, panitia mengundang alumni yang sudah sukses. Salah satunya Gilang Ramadhan, CEO Green Textile. Di usianya yang baru 30 tahun, Gilang mampu membawa perusahaan keluarganya menjadi perusahaan textile terbesar di negeri ini.
Amanda langsung terkaget saat panitia memperkenalkan tamu istimewa dalam reuni tahun ini. Dia tidak menyangka akan bertemu lagi dengan kakak idolanya. Berbeda denganTania yang sudah tahu dari Rama tentang kehadiran Gilang. Yang biasanya tidak pernah mau menghadiri acara reuni kampus
Tania menyenggol bahu Amanda yang masih melotot tidak percaya dengan apa yang dilihatnya. "Dia duda loh, Manda! Tapi sayang, sekarang dia dingin dan pemarah. Dia tidak segan memecat karyawannya kalau menurutnya salah." Tanpa diminta, Tania menjelaskan tentangnya bosnya yang sedang memberikan sepatah dua patah kata dalam memotivasi alumni fakultasnya untuk mengembangkan bisnis yang sedang dijalani.
"Aku pernah bertemu sama dia dan Mas Rama, saat Kia hampir tertabrak mobilnya," jelas Amanda.
"Apa? Kia mau tertabrak mobil? Kenapa gak bilang sama aku?" cerocos Tania yang sukses membuat orang yng sedang serius mendengarkan apa yang Gilang katakan menengok ke arahnya.
Amanda langsung menyenggol tangan sahabatnya saat banyak pasang mata yang melihat ke arah mereka. Sementara Tania hanya cengengesan karena Rama sedari tadi terus memperhatikan mereka berdua.
Kenapa Tania bisa akrab dengan perempuan itu. Bukannya dia yang dulu anaknya mau tertabrak mobilku? batin Rama.
Setelah acara bebas, semua alumni saling mengobrol dengan teman selama mereka kuliah. Begitupun dengan Amanda dan Tania yang larut dalam obrolan dengan teman-temannya yang dulu pernah satu kelas dengannya. Sampai ada tangan yang menepuk pundak Tania dari belakang, barulah dia menghentikan obrolannya.
"Tan!" panggil Rama
"Eh, A Rama!" jawab Tania yang terlihat jelas sangat kikuk di depan Rama.
"Kalian sudah saling kenal?" sela Amanda yang merasa aneh dengan kedekatan Tania dan Rama.
"Sebenarnya, A Rama ini yang sudah bantu kita dapatin ruko dan mesin jahit Manda," jelas Tania.
"Oh! Makasih Mas," ucap Amanda kikuk.
"Manda, dia orang Bandung kamu manggil Mas." Tania langsung meralat apa yang sahabatnya katakan.
"Maaf A, aku gak tahu." Amanda cengengesan.
"Iya gak apa-apa, aku kan campuran Jawa-Sunda." Rama tersenyum ke arah Amanda
"Bunda, lihat Dede belepotan!" tunjuk Kia pada adiknya .
Amanda langsung mengambil tissue dari dalam tas dan membersihkan mulut Azka. Sementara Rama dan Tania hanya memperhatikan apa yang Amanda lakukan. Sampai terdengar suara Kia yang menyapa Rama.
"Om, masih ingat Kia tidak?" tanya Kia dengan menggoyangkan tangan Rama.
"Tentu saja Om Ingat dengan gadis cantik ini. Kia mau ikut gak ke rumah Om? Kita jalan-jalan ke kebun teh yuk!"
"Mau Om, Kia mau main ke kebun teh!" Kia langsung heboh saat mendengar kebun teh karena dia teringat saat dulu diajak oleh ayahnya main.
Rama tersenyum melihat kehebohan gadis kecil itu. Lalu dia pun mengajak Tania untuk ikut pulang ke rumahnya. "Mau 'kan ikut pulang ke rumahku?" tanya Rama dengan penuh harap pada Tania
"Boleh, tapi ajak Manda juga ya!" Tania tersenyum malu membuat Amanda merasa geli melihat sahabatnya yang malu-malu kucing di depan Rama.
Tak lama kemudian, datang seorang pria tampan dan mapan menghampiri mereka. "Rama, ayo kita pulang! Nanti takut kemalaman di jalan saat kembali ke hotel," ajak Gilang yang baru datang bergabung.
"Ya udah yuk! Ayo jagoan, biar Om yang gendong." Rama langsung menggendong Azka tanpa menunggu persetujuan dari Amanda.
...~Bersambung~...
...Dukung terus Author ya kawan! Klik like comment vote rate gift dan favorite....
...Terima kasih!...