NovelToon NovelToon
Transmigrasi Claudia

Transmigrasi Claudia

Status: tamat
Genre:Romantis / TimeTravel / Chicklit / Tamat
Popularitas:106.3k
Nilai: 5
Nama Author: Amelia Chisuga

Saat membuka mataku aku sudah berada didalam tubuh seorang tokoh Antagonis dalam novel yang berakhir tragis akibat mencoba mencelakai pemeran utama wanita.

sekarang aku yang berada didalam tubuh pemeran Antagonis tersebut dan mencoba membanting setir agar akhir baik untuk antagonis dan hidup bersama tokoh kedua protagonis pria kedua.

Hari-hari berganti ke Tahun aku hidup dalam novel dan berhasil merubah alur tersebut namun tidak dengan takdir, Tubuh yang ku tempati mati terkena racun dan jiwaku terlempar kembali ke masa depan.


Revisi :
Judul sebelumnya : Princess Vilainess
Judul Revisi : Transmigrasi Claudia

yuk ikutin perjalanan waktu bersama Claudia.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Amelia Chisuga, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

episode 16

Kembali ke topik utama, saat ini raja semua mengumpulkan para bangsawan untuk membahas sesuatu.

Raja :

"Saat ini kerajaan kita tidak stabil apalagi sekarang posisi putra mahkota tidak kuat lagi, apa kalian semua memiliki saran?"

Duke Effrand :

"Tentu ada yang mulia" melirik ke arah Ardhan.

Ardhan :

"Saya mewakili pemimpin daerah Duke Nilson, mengajukan jika gelar pangeran mahkota diberikan kepada orang yang tepat.

Baron Emilia :

"Kali ini saya setuju dengan tuan muda Nilson, saya lihat pangeran Kyle tidak cocok dengan gelar tersebut"

Terlihat raja mengepalkan tangannya menahan emosinya.

Duke Effrand :

"Pangeran Kyle tidak bisa membedakan urusan pribadi dengan tugasnya, selama ini dia berbuat semaunya apalagi dia langsung didukung oleh Ratu" tekannya.

Ardhan :

"Wilayah barat dan timur kini telah berdamai, bukankah bagus? Saya setuju jika pangeran kedua menjadi penerus tahta selanjutnya"

Count :

"Benar kami setuju dengan usulan tuan muda Nilson"

Raja :

"Kau tahu jika perkataan mu ini seperti pemberontak kerajaan?!" Tekan sang raja.

Ardhan :

"Saya tahu, tapi jika tanpa kami apa kau bisa bertahan sebagai raja? Lihat untung saja adikku memutuskan pertunangannya dan memilih bersama Duke wilayah barat"

Raja :

"Kau! Berani sekali!" Ucapnya sembari menggebrak meja.

Ardhan :

"Kau tidak bisa berbuat apa-apa, walau aku masih muda tapi ayahku mempercayakan masalah ini padaku."

Raphael :

"Maafkan saya yang mulia, tapi perkataan tuan muda Nilson ada benarnya. Kami tidak bisa menerima pangeran Kyle sebagai putra mahkota"

"Benar sekali" sahut bangsawan lainnya.

Ardhan :

"Pangeran Arest sudah terlatih, dengan latar belakang yang kuat memiliki dukungan dari semua kalangan sudah cocok menjadi pemimpin negara"

Raja :

"Hm memang dia sangat kompeten"

Baron Emilia:

"Benar, saya sudah melihat dengan mata kepala saya sendiri, saya berhutang nyawa kepada pangeran kedua"

🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃

Keesokan harinya, seperti biasa Claudia sedang berjalan-jalan di taman bunga ditemani oleh Larin dan juga Luca.

"ntah apa yang sedang dikerjakan oleh ayahmu, dari kemarin dia belum datang menemui ibu" ucap Claudia komplain.

"kan ada Luca, Luca mirip ayah jadi ibu tak perlu memikirkan ayah" jawab Luca dengan sebal.

"haha gemas sekali putraku, oh bukankah malam ini ada festival di kota?" tanya Claudia pada Larin.

"betul Milady, anda tidak berencana pergi kan?" Khawatirnya.

"Ah tidak nanti aku minta pada tuan Duke untuk menemani ku langsung, ah ayo kita duduk sebentar" ucap Claudia lalu duduk di kursi yang sudah tersedia di taman.

"aku ingin ikut tapi aku harus latihan sebentar lagi aku ada tugas" ucap Luca.

"lain kali ibu akan mengajakmu jalan-jalan" ucap Claudia santai.

Lalu seorang kesatria datang menemui Claudia dengan tergesa-gesa.

"Duchess terjadi sesuatu di halaman depan!" ucapnya dengan nada panik.

Dengan sigap Claudia segera berdiri dan pergi menuju halaman depan diikuti dengan Larin dan juga Luca.

"aku tak mau tahu, dimana Duke Effrand?!" teriak seorang wanita yang mencoba masuk ke mansion.

"ada apa? kenapa ribut-ribut?" tanya Claudia yang berjalan keluar mansion.

"hei kau perebut suami orang?!" teriaknya sembari menunjuk kearah Claudia.

"Hans dia siapa?" bisik Claudia pada Hans.

"Milady, dia mantan tunangan tuan Duke lebih tepatnya belum ada pembatalan pertunangan antara mereka" jawabnya.

"hm baiklah" ia sedikit menganggukkan kepalanya. lalu ia mendekati gadis itu lalu menatapnya dari atas sampai bawah.

"mau apa kau melihatku seperti itu? kau tidak tahu malu setelah dicampakkan oleh pangeran mahkota lalu kau dengan seenaknya mengambil suami orang!" teriaknya dengan penuh emosi.

"sstttt.... aku tidak tuli nona, lagi pula kami sudah menikah selama enam bulan kurang lebihnya dan kau baru datang sekarang!" ucap Claudia dengan santainya.

"kau...! ck... tapi asal kau tahu jika Duke Effrand selalu datang ke tempat dan kami tidur bersama, kau tahu jika yang dicintai nya adalah aku" ucapnya dengan merasa bangga.

"haha... apa hubungannya dengan ku? omonganmu tak masuk akal jika ingin menjatuhkan ku maka cobalah karna tak ada yang bisa merebut posisi ku disini" ucap Claudia tegar walau sedikit goyah dalam hatinya.

"jika perkataan wanita ini benar, aku tak segan-segan menghukummu Raphael! masalah masih banyak ditambah satu wanita ini!" batin Claudia.

"kau bisa buktikan langsung jika suamimu, eh ups tunangan ku selalu menyempatkan diri untuk bertemu dengan ku dan tak lama lagi gelar duchess akan menjadi milikku!" imbuhnya.

Claudia mengepalkan tangannya seolah tau jika wanita itu berkata jujur padanya.

"ah aku baru ingat, kau putri Marquez Erto bukan? emm Lady Laurent? anggap saja aku tak mendengar apa-apa, ah Hans tolong kirim Lady Erto pulang ke kediaman nya aku dan calon penerus kediaman ini sangat lelah" ucap Claudia lalu membalikkan badannya pergi masuk kedalam mansion.

"Heiii kau berani-beraninya mengusir ku?! awas saja aku akan mengadu pada Duke Effrand! heiii lepaskan aku!" teriaknya lalu di seret oleh kesatria.

"mohon maaf lady Erto ini perintah dari duchees" ucap kesatria lalu memasukkan kedalam kereta kuda.

Saat ini Claudia tengah duduk di ruang baca milik Raphael.

"jika memang benar apa yang dikatakan Lady Erto aku tak akan memaafkan Raphael awas saja!"

Hatchuuu.....

"perasaan apa ini? rasanya seperti ada yang sedang mengutukku!"

"tuan apa anda sakit?" tanya Lex.

"tidak ada, rasanya aku merindukan istriku aku ingin segera pulang, cepatlah!" teriak Raphael untuk segera menambah kecepatan laju kereta kudanya.

***

"hm lama sekali dia datang, aku ingin segera melihat festival aku duluan saja bagaimana keburu gelap" gumam Claudia.

"aku masih kesal padanya! ini hukuman kecil untuknya, kita main petak umpet!" tambahnya.

ia langsung pergi ke kamarnya lalu mengganti bajunya agak sedikit longgar karna kita tahu jika perutnya mulai membesar. ia menggunakan pakaian gelap untuk menyamarkan perutnya itu.

"ah sempurna, jangan sampai Hans dan Larin tahu jika mereka tahu pasti mereka akan melaporkan nya pada Raphael" tambahnya lagi.

Lalu ia segera pergi saat ada pergantian penjaga shift sore dan berhasilah ia keluar dari mansion tersebut dan segera pergi ke festival.

Tak lama dari kepergian Claudia, Raphael saat tiba di kediamannya dengan semangat segera melangkah kekamar Claudia dengan sumringah akan tetapi saat membuka kamar Claudia ia tak mendapati wujud istrinya, hanya ada kamar gelap kosong tanpa siapa pun.

"tuan Duke mencari duchess? duchess tadi berada di ruang baca milik tuan" ucap Larin.

"baiklah..." ucapnya lalu dengan segera menuju ruang bacanya. ia tak tahu jika istrinya sudah pergi sendiri ke acara festival.

Ya lagi-lagi Claudia sedang berjalan sendiri di area keramaian dia sengaja mengunjungi keramaian untuk menghindari sesuatu yang tidak-tidak, lagi pula ia juga sudah mempersiapkan diri jika terjadi sesuatu.

"rasanya kesal sekali jika ingat kejadian tadi, rasanya ingin memanggang sosisnya" ucapnya kesal sembari meremat tangannya.

"sabar Claudia demi kebaikan bayi mungilku" tambahnya sambil mengelus perutnya.

"tadaa kita bertemu kembali duchess" bisik seseorang yang tiba-tiba berdiri dibelakang nya.

"Ya Tuhan! kaget saya sampai jantung saya mau lepas" ucap Claudia mengelus dadanya lalu ia membalikkan badannya, "tuan ini lagi?! hah jika ingin sesuatu aku tak punya apa-apa selain harta Duke"

"tenanglah aku disini hanya ingin menjadi teman mu saja, karna posisi kita sama!" ucapnya?

"maksud anda?" bingung Claudia.

"kita bicara sambil jalan saja" ucapnya lalu melanjutkan perkataannya, "sebenarnya.....

Haii terimakasih untuk dukungannya!

jangan lupa support author biar semangat Up nya !! (⊃。•́‿•̀。)⊃

1
𝓎𝑒𝑜𝓃𝓃𝒶
cerita taiiiiiiiiiiikkkkkk
𝓎𝑒𝑜𝓃𝓃𝒶
haduhhhhh...kenapa alurnya jadi begini......saya pusing bacanya
Qur Assyifa Sutanato
ok
Oh Dewi
Mampir ah...
Sekalian rekomen buat yang kesusahan nyari novel yang seru dan bagus, mending coba baca yang judulnya (Siapa) Aku Tanpamu, searchnya pakek tanda kurung biar gak melenceng yaa
Siti Nurain
selalu tunggu cerita ni up....
Lia
akhirnya up juga❣️
Seira: Terimakasih 🙏🏻
total 1 replies
Lia
lanjoottttt
Lia
up dong thor!!!!
Seira
masih rame gak nih?
Rieanty
Nex thor
Rieanty
buat cerita ini gua sangat mendukung kaisar barat buat jadi pembinor 😂😂😂😂
Rieanty
kesel banget sama Raphael ,,,
nuke
ambil aja tuh raphael. duke kok goblok
nuke
Raphael goblok
Almira Homestore
jangan mati thor, mending cerai aja sama raphael.
vania
penuh banyak misteri
Rieanty
semoga aja ntar Duke pulang ga, bawa bini baru
Riskiya depot
yang salah itu bukan ceweknya tp cowoknya, karena gak punya pendirian.. yah gitu lah cowok 😌
vio~~~~
aku kira raphael lebih baik dari putra mahkota.. eh ternyata lebih buruk... ingatlah hubungan yg diawali dengan ketidak jujuran tidak akan berjalan dengan baik apalagi pernikahan...😔😔
aku aja kecewa sama kamu raphael palagi claudia..😣😣
☠️えぅしあ。じぇっしえ
MATI LAU J*LANG B*NGSAT!!!
AAA, SUMPAH KESAL BANGET AKU LIHATNYA!!!
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!