Violensia Robertson gadis berusia 23 tahun berparas cantik, karena cintanya yang mendalam dia rela mengubah wajah demi ingin memiliki pria tampan pemilik nama Alvarendra.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon dheandra, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Episode 15
SUASANA rumah sakit tempat Vio di rawat. Nata datang kembali membawa makanan untuk Alva.
"Alva sebaiknya kamu makan dulu, kamu kan belum makan dari pagi"
"Terimakasih" Alva menerima makanan yang dari tangan Nata.
Alva makan dengan lahap tanpa tersisa Nata begitu ter teguh melihat Alva makan dengan lahap. Nata pun memberikan air minum ke pada Alva.
Tidak lama Dokter keluar dari ruangan. Alva segera bangun dari tempat duduk nya menghampiri dokter yang baru saja keluar.
"Dokter gimana ke adaan teman saya?"
"Apa anda keluarga dari pasian?"
"Saya teman nya Dokter."
"Pasien baik-baik saja hanya butuh istirahat aja besok sudah bisa pulang" kata dokter menyampaikan dengan Alva sebagai bertanggung jawab.
"Alhamdulillah..." jawab Alva dan Nata serempak.
"Pasien sudah bisa di temui silahkan jika ingin menemani pasien, saya tinggal dulu ya pak buk"
"Terimakasih dokter"
Alva dan Nata masuk ke dalam ruangan inap melihat Vio terbaring Alva pun merasa bersalah atas musibah nya Vio.
"Monik maaf kan aku, aku tidak bermaksud untuk mencelakai mu"
Datang Salim mendengar percakapan Alva.
"Oh...,! jadi ini semua ulah mu?"
Bug...,! Bug..! Salim menonjok wajah Alva hingga berdarah di ujung bibir.
"Stop!!! anda tidak boleh main pukul saja kejadian ini saya melihat langsung nona ini menarik tas Alva saat Alva akan meninggal kan Apertemenya yang dia kasih." Nata sangat membela Alva saat situasi terpojokkan.
"Ayo Alva kita pergi dari sini" Nata menarik tangan Alva.
"Tunggu Nata" Alva merogoh tas nya dan memberikan amplop untuk Salim yang berisi pengunduran diri perusahaan tempat dia bekerja.
Setelah Nata dan Alva keluar dari kamar inap Vio dan hanya ada Salim yang menemani, Aurel menghubungi Vio setelah mendengar kabar Vio di rumah sakit.
"Halo beb kamu kenapa lagi?"
"Hai..santai dulu belum juga aku cerita sudah marah"
"Kalau kamu seperti ini bagaimana mau balas dendam, yang ada nanti kamu bakal ketahuan penyamaran mu, santai sedikit kenapa sih!" kata Aurel.
"Aku tidak bisa diam, Alva bersama wanita lain beb!"
"Biarkan saja agar kamu selalu dekat dengannya sekarang Alva pergi lagi meninggalkan kamu, sia-sia saja penyamaran mu selama ini"
"Jadi aku harus bagaiman?"
"Lakukan dengan biasa jangan terlalu ceroboh."
Vio aku tidak akan biarkan kamu dekat dengan Alva aku akan mencegah mu sebisa mungkin. Ucap Aurel sinis.
Vio pun menutup telpon nya tanpa salam Vio sendiri pusing mendengar ocehan Aurel.
Flashback On.
Aurel adalah sahabat Vio bahakan lebih dari sahabat Vio selalu terbuka dengan Aurel, apa pun masalah nya yang sedang Vio hadapi ia selalu menceritakan nya dengan Aurel, tapi di balik semua itu Aurel adalah gadis yang pernah mengungkapkan perasaanya dengan Alva, tapi di sini Aurel mencari kesempatan agar Aurel selau bisa dekat dengan Alva alasan Vio yang selalu ingin dekat dengannya. Agar Alva semakin menjauhi Vio.
"Vio apa benar yang saya dengar itu?"
"Kamu tidak usah ikut campur! urus saja urusan mu" Ucap Vio sambil memalingkan wajah nya.
"Ok kalau kamu tidak suka keberadaan ku di sini aku pergi permisi"
Ah...!, pria aneh selalu marah tidak jelas selalu saja ikut campur urusan ku" gerutu Vio.
********
Di tempat lain Alva dan Nata melihat ke adaan tempat tinggal yang baru saja di bayar nya oleh Nata.
"Alva aku tinggal ya.., nanti aku akan kabari kamu soal kerjaan"
"Nata.., terimakasih ya atas semuanya"
"Sudah santai aja" kata Nata sambil mengusap bahu Alva.
Nata pulang dari tempat kost Alva di perjalan Nata senyum-senyum sambil mengemudi.
Hatinya deg-deg an berirama.
Wow..., ada apa dengan jantungku.., gerutu Nata.
Tut...Tut...Tut..., ponsel tersambung.
"Halo say" jawab Dhea.
"Dhe lu dimana, kita bisa ketemu tidak ?."
"Gue di kantor, mau ketemu di mana?" tanya Dhea.
"Di tempat biasa ya"
"Ok Wait"
VISUAL DHEA
Dhea pun pergi menemui Nata ke tempat yang sudah di Sherlock oleh Nata.
Tiba di tempat sudah ada Nata duduk di meja Dhea pun segera menghampiri Nata.
"Hai...!, say silahkan duduk" ucap Nata mempersilahkan Dhea duduk.
"Wajah mu ceria banget, by the way ada apa tumben ngajak ketemuan?"
"Ada yang mau aku ceritakan sama kamu soal pria yang pernah ada di rumah ku waktu itu"
"Terus-terus kamu ketemu lagi sama dia?" tanya Dhea penasaran.
"Yap!, aku ketemu lagi bahkan dia dekat dengan ku" kata Nata
Walaupun Nata masih ragu akan perasaan nya Alva Nata takut cinta nya bertepuk sebelah tangan.
Dhea memegang ke dua tangan Nata.
"Kalau kamu suka dengan pria itu kamu harus bisa buat nya jatuh cinta sama kamu, tapi ingat islam mengajarkan wanita harus memiliki Akhlak yang baik, dan martabat tinggi di depan pria"
"Iya Dhe aku paham jadi biar kan ini menjadi cinta rahasia ku, hanya kita dan allah yang tahu perasaan ku sama dia sampai tiba waktunya seorang pria mengungkapkan nya perasaan nya sendiri"
"Alhamdulillah kalau kamu mengerti" kata Dhea sebagai sahabat Natasya.
...----------------...
Assalamu'alaikum terimaksih