NovelToon NovelToon
Sepasang Antagonis

Sepasang Antagonis

Status: sedang berlangsung
Genre:Reinkarnasi / Balas Dendam / Transmigrasi
Popularitas:3.8k
Nilai: 5
Nama Author: Najmu Laila

Velica seorang artis terkenal yang iseng membaca novel bertema " Gadis seindah musim semi " yang sedang booming dengan banyak sanjungan banyak orang. Bukannya menyanjung, Velica justru mengkritik tokoh utama novel tersebut yang menurutnya terlalu menganiaya sang antagonis.

‎"Kasihan sekali Clarissa ini, Padahal Robert itu tunangannya, Tetapi mengapa ia harus di benci karna marah ketika tunangannya berselingkuh." Ujarnya kesal.

‎"Padahal Clarissa punya segalanya, Ia juga melakukan semuanya untuk Robert, Robert itu lah yang tidak tahu diri. Sudah di bantu dia malah menyukai anak dari seorang pelayan, Sih Nadia itu!"

‎"Jika aku menjadi Clarissa, Sudah ku buat kedua orang itu kehilangan wajahnya di muka umum, Beraninya dia yang seorang pemuda miskin memperlakukan Clarissa begini!" Velica melempar novel itu dengan kesal.

‎Tak lama, Novel itu terbuka sendiri...membuat Velica masuk ke dalam nya. Jika penasaran cuss langsung baca.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Najmu Laila, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter 18 - Luzkay aneh?

...Chapter 18...

...----------------...

Nadia terduduk lemah dengan pakaian yang basah kuyup, Gadis itu hampir tak percaya dengan apa yang sedang terjadi. Sebentar lagi, Semua orang akan membicarakannya dengan hina.

"Robert, Tolong percaya padaku. Dia itu wanita jahat Robert." Ucap Nadia, kini ia berada tepat di depan gerbang keluarga bellen, Ketiga pelayan yang tadi memarahinya tak peduli jika hujan sedang turun dengan lebat. Ia mengusir Nadia dengan cara tidak hormat.

"Mengapa kau jadi seperti ini, Kau seperti seseorang yang tidak aku kenal." Ucap Robert, Pemuda itu bersikap dingin padanya sekarang, Padahal ia mengenal Robert sebagai pria yang manis dan lembut.

"Robert, Aku..."

"Jika aku bilang, Ibuku dan aku yang mencoba mencuri kalung di pesta itu, Apakah Robert akan menganggap ku sebagai wanita jahat?" Batin gadis itu dilema.

"Ada apa Nadia, Jika tidak ada hal lain yang ingin kau bicarakan, Kau pulang saja." Ucap Robert berbalik badan dengan dingin, Pemuda itu bahkan membiarkan Nadia kehujanan, Padahal ia sendiri memakai payung sekarang.

"Pakai ini, Kau bisa kehujanan."

"Tapi kak Axion, Jika aku memakai ini...nanti kakak jadi basah."

"Aku ini seorang laki-laki, Jadi aku kuat."

Kenangan semasa kecil itu terlintas di kepalanya sekarang, Tatapan hangat dan perlakuan spesial yang utuh hanya untuknya. Axion selalu memberikan yang terbaik untuknya sejak kecil, Melindunginya, Mencintainya dan bahkan rela memberikan apapun yang ia inginkan.

"Kenapa? Kenapa semua yang aku inginkan tak bisa aku dapatkan? Memangnya apa salahku?" Gumam Nadia menangis di bawah hujan.

"Jika cinta, Seharusnya meskipun aku lukai dan tak ku pedulikan. Kau harus tetap berada di sisiku bukan?" Gumamnya, Ia segera menghapus air matanya. Ia akan pulang dan menemui Axion.

...--------------------------------...

Sama seperti Clarissa, Axion pun sedang menikmati suasana hujan itu sekarang, Ia membuka pintu balkonnya sedikit untuk melihat suasana di luar. Ia juga memakai sebuah piyama tidur hangat. Dengan kopi Hitam kesukaannya.

"Enak sekali yaa jika hujan-hujan seperti ini kita minum kopi hangat." Ucap Kevian, Dia menginap di rumah Axion.

"Hmm....lumayan." Gumam Axion, Kembali menghirup kopinya. Tak lama sebuah mobil masuk ke dalam pekarangan rumahnya. Ia tahu itu mobil khusus pelayan bepergian keluar.

"Itu Nadia kan? Dia basah kuyup." Ucap Kevian keluar dari balkon. Menatap Nadia yang turun dari mobil dengan tenang, Padahal hujan sedang mengguyurnya.

"Itu hanya hujan air, Bukan api." Ucap Axion dengan cuek. Ia mengambil beberapa majalah untuk di baca dan di lihat.

Nadia menatap pintu balkon kamar Axion yang terbuka, Berharap Axion melihat tubuhnya yang basah kuyup. Mungkin Axion akan membawakan payung dan memarahinya karna kehujanan.

"Axion dia menatap ke arah sini!" Kevian panik sambil berusaha menutupi tubuhnya dengan tirai, Axion tak mengatakan apapun. Ia meletakan majalahnya dan keluar menuju balkon.

Bukan tatapan iba dan khawatir yang ia dapatkan, Nadia justru kini hanya menatap mata dingin dan tajam Axion padanya. Pemuda itu juga tak berbicara apa-apa. Hanya menutup pintu balkon dengan dingin.

Deg!

Sakit sekali....

Nadia berjalan dengan lemah menuju tempatnya tinggal, Bahkan perasaan terabaikan dari Robert tak membuatnya Sesedih ini.

"Nadia, Kau dari mana?" Tanya Pak Irfan, Ayahnya.

"Dari rumah teman."Jawab Nadia seadanya, ayahnya menatapnya heran.

"Nadia, Kau membohongi ayah. Kau bilang ibumu hanya demam biasa. Saat ayah ke rumah sakit. Ayah rasa itu bukan sebuah penyakit biasa." Ucap pak Irfan menatap anaknya curiga.

"Ayah benar, Ibu terkena racun ayah." Ucap Nadia dengan tenang.

"Apaa!" Kaget Irfan,

"Aku akan menceritakan pada ayah, Sekarang aku ingin berganti baju dan beristirahat dulu." Ucap Nadia berjalan lunglai menuju kamarnya.

...--------------------------------...

"Lukanya sudah saya bersihkan dan juga sudah saya balut, Untuk sementara tolong hindari terkena air, Saya juga sudah meresepkan sebuah salep agar lukanya tak membekas. Kalau begitu saya pamit." Ucap dokter wanita itu tersenyum.

"Terima kasih dokter Kurnia, Mari saya antar." Sera keluar bersama dokter itu. Clarissa menatap langit-langit kamarnya.

Huh!

Clarissa menarik nafasnya dalam, Meskipun harus terluka, Setidaknya ia tak masuk dalam jebakan Nadia. Ia berhasil menghindari nasib buruk lagi.

"Clarissa, Aku membawakan mu buah." Robert datang dan duduk tepat di sebelah Clarissa, Ia meletakan setangkai buah anggur hijau di sebelahnya.

"Aku tidak apa-apa, Sebaiknya kau keluar saja." Ucap Clarissa membuang muka.

Robert tak menyerah, Perlahan ia menyentuh tangan Clarissa dengan lembut...

"Apa kau masih cemburu dengan Nadia? Aku sudah mengusirnya untukmu." Ucapnya dengan pelan. Senyuman hangat itu benar-benar menenggelamkan. Inilah pesona dari pemeran Utama pria.

"Robert, Aku tidak apa jika kau mendekati gadis lain, Tetapi Nadia bukanlah gadis baik."Ucap Clarissa dengan wajah pucat, Terlihat lemah dan tak berdaya.

Robert senang melihat Clarissa yang mau berbicara lagi padanya, Tetapi ucapan Clarissa barusan membuatnya terdiam sebentar. Ia memang tidak tahu sifat asli Nadia, Tetapi mungkin hari ini gadis itu bersikap seperti itu karna cemburu saja.

"Nadia hanya sedang marah saja, Dia aslinya tidak seperti itu." Ucap Robert, Yah...ikatan takdir kedua pemeran Utama itu memang kuat, Bahkan meskipun Robert sudah melihat sifat buruk Nadia yang ia anggap sangat sempurna, Pemuda itu tetap membelanya.

"Baiklah, Sekarang aku ingin beristirahat. Kau keluar lah." Usir Clarissa pada Robert.

"Kau tenang saja, Aku akan meminta Nadia meminta maaf padamu. "Ucap Robert, Ia pun segera keluar dari sana.

"Nona, Anda tidak apa-apa?" Tanya Sera menatap Clarissa khawatir. Clarissa tersenyum dan mengangguk.

"Aku baik-baik saja."Jawabnya.

"Nona apa perlu saya bilang nyonya dan tuan besar tentang kejadian hari ini, Saya rasa nyonya dan tuan harus tau." Ucap Sera.

"Tidak, Jika mommy dan Daddy tau...Nadia tidak akan bisa selamat." Ucap Clarissa, Sera menatap nonanya dengan tak tega, Ternyata nonanya sungguh baik hati.

"Aku tidak ingin Nadia hancur begitu saja, aku ingin dia hancur pelan-pelan."Batin Clarissa.

"Clarissa!"

Clarissa yang baru saja ingin memejamkan keduanya matanya itu terkejut menatap seorang gadis yang kini memasuki kamarnya dengan wajah khawatir.

"Mia, Kau di sini?" Bingung Clarissa, Di luar sedang hujan lebat dan gadis itu justru malah ke rumahnya.

"Aku ingin menginap, Boleh?" Tanya Mia,

"Tentu boleh, Lagipula kebetulan aku sedang butuh teman." Ucap Clarissa, Mia pun tersenyum tetapi wajahnya kembali serius.

"Dahimu kenapa?" Tanya Mia meneliti. Clarissa menggeleng keras.

"Tak apa, Hanya terbentur tembok saat sedang jalan."Ucap Clarissa berbohong,

"Benarkah? Bukan karna Nadia?" Luzkay datang dengan wajah dingin, Ia menatap Clarissa dari atas sampai bawah. Mia mengepalkan tangannya dalam diam.

"Kenapa kau masuk, Aku sudah bilang padamu untuk menunggu di luar." Kesal Mia, Luzkay tak menghiraukan sang adik.

"Pakai ini, Salep ini ampuh untuk menghilangkan bekas luka." Ucap Luzkay memberikan sebuah obat pada Clarissa.

Clarissa menatap sebuah salep di tangannya, Menurut yang ia baca, Luzkay itu selalu dingin terhadap seorang wanita. Satu-satunya yang ia manjakan adalah adiknya, Mia. Dia juga selalu menatap Clarissa tak suka, Lalu mengapa dia berbeda dengan yang di cerita?

"Aku ingin mengambil barang-barangku."Ucap Mia berjalan keluar sambil menatap sinis Luzkay.

"Seperti orang yang tidak punya rumah." Cibir Luzkay pada adiknya.

Tak di sadari kedua orang itu, Clarissa ternyata terlelap. Karna efek obat dan bau alkohol. Luzkay menatap Clarissa dengan pandangan yang sulit di artikan.

Luzkay menatap kedua kaki Clarissa yang tak memakai apapun, Jari-jari jenjang,putih dan sedikit kemerahan karna dingin itu membuatnya terpesona. Pemuda itu memeriksa Clarissa yang tak akan terbangun.

"Kehidupan kali ini, Kamu harus menjadi milik-ku."Batin Luzkay mencium kedua telapak kaki Clarissa.

TBC

like dan komen.

1
Laura Xaviera 💕
yuhuuuu/Determined/
Iruma-chan
semangat nulisnya, aku suka cerita transmigrasi.
Anissa Rahma
ceritanya menarik kak
Putri Amalia
halo kak, aku dah liat novelnya menarik bgt. rajin up yah jg smpe Hiatus 👀
Author hidup: Wah terima kasih, Aku akan berusaha up tepat waktu. Bantu like dan komen ya🙏😍
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!