NovelToon NovelToon
Second Husband

Second Husband

Status: tamat
Genre:Romantis / Tamat
Popularitas:2.8M
Nilai: 4.7
Nama Author: dewi wahyuningsih

Awalnya aku adalah seorang istri yang diperlakukan bagai Ratu. Hingga suatu saat, gelar Ratu itu lengser dariku. Suamiku datang lalu mengenalkan Ratu barunya. Kesedihan tak berhenti sampai disitu, aku terus disalahkan atas kesalahan ratu barunya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon dewi wahyuningsih, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 16

Mewah, itulah yang terlihat nyata di acara pesta perayaan empat bulan kehamilan Zila. Tidak ada manusia yang tidak terlihat bahagia. Semua sibuk mengucapkan selamat untuk keluarga Dargo karena akan segera mendapatkan penerusnya.

" Elia, ka yakin akan masuk? " Tanya Ibu Sofia yang merasa kasihan kepada menantunya itu. Dibanding itu, sebenarnya dia juga memiliki trauma di rumah besar milik keluarga Dargo itu. Tapi karena permintaan Elia, dia terpaksa memenuhinya. Tapi walau bagaimanapun, melihat keyakinan Elia membuat dirinya ikut merasa bahwa semua akan baik-baik saja.

" Ibu, percayalah padaku. Aku memiliki Jhon yang seribu kali lipat lebih baik dari Hendrick. Aku tidak takut apapun, atau pada siapapun. Karena Jhon pasti akan mengatakan ini juga padaku. " Elia meraih jemari Ibu mertuanya lalu menggenggamnya erat. Perlahan Elia menuntun Ibu mertuanya untuk masuk ke ruang utama keluarga Dargo.

" Wah, coba lihat. Ternyata Sofia dan Elia. " Ujar Ibunya Hendrick sembari menatap Elia dan Ibu Sofia dengan tatapan mengejek.

Elia tersenyum tanpa terlihat marah ataupun sedih. Jujur saja, melihat Hendrick yang tadi mengelus perut Zila memang cukup membuat dadanya nyeri. Tapi, dibandingkan itu, keberanian dan keyakinannya kini tidak akan mudah untuk dikalahkan oleh rasa sakit hanya karena cemburu. Memang benar, Hendrick tidak pernah mengelus perutnya seperti itu. Dan sampai akhir nanti, dia tidak akan membiarkan Hendrick menyentuh anaknya walau sehelai rambut pun.

" Iya, kami terpaksa datang. Mau bagaimana lagi, kan yang mengundang kami adalah keluarga Dargo yang terhormat. " Ucap Elia tersenyum ramah membalas tatapan sinis mantan mertuanya itu.

" Elia, apa kabar? " Tanya Hendrick dengan tatapan sendu. Tak bisa ia sangkal. Hatinya benar-benar merindukan Elia. Wanita cantik yang selalu tersenyum walau ia sedang terluka. Elia yang akan menyambutnya hangat saat pulang kerja. Elia yang akan menyuapi makan saat ia tengah sibuk dan melupakan jadwal makan. Elia yang selalu mengirimi pesan setiap waktu. Sayang sudah makan? sayang, masih sibuk? sayang jangan lupa istirahat walau sebentar. Semua seakan hancur dan menjauh hingga sangat jauh. Elia kini selalu menatap nya sinis. Elia yang ia lihat kini, adalah Elia yang tengah menatapnya penuh dendam.

" Ah, aku baik-baik saja. Semua berkat Ibu dan Suamiku yang selalu memperhatikan ku. "

Semua orang menatap Elia kaget. Mereka benar-benar tida tahu kalau Elia sudah menikah lagi dalam keadaan hamil. Terlebih Hendrick. Pria itu menggeleng tak percaya dengan apa yang ia dengar.

" Maksudmu? kau menikah dengan Jhon? " Tanya mantan mertuanya dengan tatapan penuh tanya.

" Iya begitulah. " Elia menyelipkan anak rambutnya kebelakang telinganya.

Hendrick menatap Elia pilu. Dia pikir, apa yang dia lihat kemarin adalah kebohongan Elia untuk membuatnya cemburu. Tapi tidak disangka, Elia menikah dengan Jhon. Ini akan menjadi semakin sulit bagi Hendrick untuk mendapatkan Elia kembali. Karena Jhon, tidak akan pernah membiarkan apa yang menjadi miliknya diambil oleh orang lain.

" Iyah, tidak heran. Kau memang pantas memiliki mertua seperti Sofia. " Ujar Ibunya Hendrick sembari tersenyum mengejek.

" Syukurlah, kalau itu tanggapan anda. Aku memang beruntung menjadi menantunya. Ibu Sofia adalah Ibu yang baik. Dia memperlakukan ku penuh kasih sayang. Dia menerimaku dengan sangat baik. Aku bahkan sekalipun tidak pernah mendengar Ibu mertuaku memaki siapapun. Bahkan dengan pelayan sekalipun. " Ibu Sofia menatap haru menantunya itu. Dulu, selain suami dan anaknya tidak ada satupun yang mau membelanya. Dan sekarang, orang yang menyayanginya bertambah Dua orang. Yaitu Elia dan bayinya yang akan segera lahir.

" Itu karena kau pantas di perlakukan dengan baik, Elia. "

" Wah! mengharukan sekali. " Lagi-lagi, ibunya Hendrick tersenyum dengan tatapan mencemooh.

Ibu Sofia dan Elia berjalan mendekati Zila dan tidak lagi mau mendengar ucapan menyakitkan dari mulut Ibunya Hendrick.

" Ini hadiah dari kami. Mungkin ini tidak seberapa. Tapi aku harap, kau menghargainya. " Ucap Ibu Sofia sopan.

" Iya, kami sudah memilih kado ini dengan baik. Malah aku yakin, ini lebih mahal dari harga dirimu. " Timpal Elia yang sukses membuat Zila emosi.

" Oh? kenapa melotot begitu? hati-hati jangan terlalu sering marah. Nanti tidak baik untuk anakmu loh. " Elia tersenyum menatap Zila.

" Lebih baik kau pergi saja, jal*ng! "

Ibu Sofia sudah memajukan langkah karena merasa marah mendengar Elia di hina seperti itu di hadapannya. Tapi langkahnya tercegah saat Elia menahan lengan Ibu mertuanya.

" Ya baiklah, aku akan segera pergi. Tapi sebelum itu, aku ingin menyampaikan sesuatu. " Elia mendekatkan bibirnya di telinga Zila.

" Kemarin, aku dan Jhon tidak sengaja bertemu dengan Bram. Dia menyuruhku menyampaikan salam padamu. Dia bilang, dia masih menyimpan Video yang waktu itu. "

Ucapan Elia mampu membuat Zila bungkam dengan tubuh yang gemetar. Ibunya Hendrick yang melihat itu, langsung saja bereaksi tak terima.

" Ancaman apa yang kau berikan kepada menantuku?! jangan membuatnya tertekan! ada penerus keluarga Dargo di dalam perutnya.

Elia menatap kesal mantan mertuanya itu. Memang benar, orang semacam itu tidak akan pernah melihat segala sesuatunya dengan benar. Apa hanya bayi di dalam kandungan Zila yang milik Hendrick? rasanya putri yang belum ia lahirkan itu sama sekali tak di akui.

" Elia, ayo kita pergi saja nak. Todak baik bagimu terus ada di sini. " Elia hanya menurut saja apa yang di ucapkan Ibu mertuanya degan mata yang seakan ingin menangis sejadi-jadinya.

Ibu Sofia terdiam saat tak sengaja menatap Nenek dan Kakeknya Hendrick. Atau, mertuanya. Mertua yang membuatnya sama seperti Elia. Tidak pernah di inginkan keberadaanya. Tak menunjukkan ekspresi apapun. Ibu Sofia pergi tanpa kata sembari menggenggam jemari Jhon.

" Dengar Nak, berada di lingkungan Dargo hanya akan membuatmu terluka. Lebih baik jika kita abaikan undangan apapun dari keluarga Dargo ya? "

Elia menatap Ibu mertuanya itu. Dia juga melihat ada kepahitan yang tersimpan disana. Seolah telah membeku dan tidak lagi bisa dicairkan. Sorot mata teduhnya nampak emosi begitu memasuki rumah mewah keluarga Dargo. Entah seperti apa kehidupan di masa lampau ibu mertuanya itu. Tapi yang pasti, dia juga sama menderitanya seperti Elia.

" Ibu, aku memang sedih. Tapi aku tidak mau membiarkan mereka menang dan bahagia atas kesedihanku. Jhon memang tidak pernah banyak berkata denganku. Tai aku bisa melihat Jhon yang selalu membantuku menghadapi kenyataan. Mungkin memang terasa berat dan menyakitkan. Tapi semua akan baik-baik saja seiring berjalannya waktu. "

Ibu Sofia tersenyum lalu mengusap pipi Elia.

" Seandainya, aku memiliki keberanian seperti itu dulu. Mungkin semua akan baik-baik saja. "

Elia meraih kedua tangan mertuanya.

" Ibu, jika Ibu merasa terluka, maka Ibu hanya perlu membenci orang itu agar hati Ibu menjadi kuat. "

Ibu Sofia terkekeh. " Kata-katamu sama persis seperti Jhon. "

TBC

1
Surati
bagus ceritanya 👍🙏🏻
Istiy Ana
Hendrik ki gendeng po pie tha? kog gampangme kehasut omongan e sekitar
Annie Soe..
Manfaatkanlah john, sdh ditawari tuk di manfaatkan kok..
Annie Soe..
Hempaskan jauh ke laut si hendrik & si pelakor..
Nawalia Mohdlekat
Luar biasa
Soraya
mksh karyanya thor 👍
Soraya
lagi Elia songong sama suami kok manggil nama ga sopan
Taty Hartaty
dan ternyata anak zila bukan anaknya Hendrik /Grin/
Soraya
mana bisa anak usia di bawah satu tahun hak asuh jatuh sama Bpk nya mau pake seratus pengacara pun tetap kalah percuma ada perlindungan anak
Mazree Gati: mungkin bapaknya bisa keluarin asi
total 1 replies
Soraya
knp perempuan sih anaknya kn ribet klo mau nikah harus pake wali
Soraya
heran juga klo cuma didorong kok kaki sampe patah
Soraya
mampir thor
1%
mampir kak
Yuli Yuliawati
Luar biasa
Ramses Laserang
ada
Lia Sarliah
Kecewa
Lia Sarliah
Buruk
Husna Farahdiba
Thor 9 Minggu mah blm ada tangan dan kaki nya
Yudi Sudiantoro
rajin amat yak bikinnya wkwk,,, tp kaya sih ya gpp bnyk anak rejeki ga abis2 haha tp nasib anak nya zila min kok dihilangin ,, coba dilanjut bpknya tuh anak dtg wkwk
Yudi Sudiantoro
john yak bukan jordan wkwkw siapa lg tuh
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!